"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 41


__ADS_3

mobil yang di tumpangi Hov sudah berhenti terparkir di halaman Mansion. segera Steve membuka pintu untuk Hov.


Hov turun dari mobilnya dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.


semua orang yang sudah menunggu kedatangan mereka tak terkecuali Hanna bisa merasakan aura kemarahan dari Tuan Mudanya itu.


"Turunlah Alesya!! Hov memekik keras.


namun sepertinya Alesya masih tak bergeming dari tempatnya berada saat ini.


Hov tau kalau gadis nya itu sama sekali tidak bereaksi dengan panggilannya semakin membuat nya emosi.


apa kau tuli Alesya?


Hov memutari mobilnya untuk membuka pintu di mana Alesya masih bersandar.


Gubrak


dengan keras Hov membuka nya dan membuat tubuh Alesya jatuh tersungkur dari jok belakang mobil.


"Auuuuuhhh sakit.. Alesya merintih pelan.


"sudahlah Alesya, kamu tidak perlu bersandiwara lagi di depan ku! suara Hov ketus.


"tapi badan ku memang sakit Tuan" Alesya menengadah menetap manik biru milik Hov.


"tapi bukan aku yang menyakiti tubuh mu Alesya, kamu sendiri lah yang sudah menyusahkan diri mu dan orang lain.


Alesya kembali tertunduk, saat mendengar ucapan Hov yang sudah di penuhi amarah.


sekarang ambil jas ku itu! dengan perlahan tangan Alesya meraih jas hitam milik Hov yang masih teronggok di bawah.


"silahkan Tuan! Alesya memberikan jas itu pada Hov.


"aku meminta mu untuk mengambil nya bukan untuk aku pakai. tapi untukmu!


pakai jas itu sekarang! apa kau sengaja ingin memperlihatkan tubuh mu pada mereka yang ada di sini Sya?


"Ti.. tidak Tuan!! dengan cepat Alesya sudah memakai jas milik Hov itu tubuh nya.


"sekarang segeralah berdiri!! Hov menarik tangan Alesya dengan kasar.


maaf kan Aku Alesya, sebenarnya aku tidak ingin memperlakukan mu sekasar ini. tapi kamu sendiri yang memaksaku untuk melakukan nya.


Hov terus saja bergumam dalam hati.


"lepaskan aku Tuan, jangan menarik ku secepat ini. Alesya terseok-seok mengikuti langkah kaki Hov yang lebar.


Hov sejenak menoleh ke belakang untuk melihat keadaan gadis itu. di lihatnya tubuh Alesya yang sudah kotor dan juga di penuhi luka di sekujur tubuhnya membuat hatinya ikut merasakan sakit.


"Dasar Bodoh" apa kau tidak bisa menggunakan otak mu dengan baik Alesya?


lihat tubuh mu sekarang!


bahkan untuk berjalan saja kamu sudah tidak sanggup.


Greeeeb


Dengan segera Hov menggangkat tubuh Alesya yang sudah tidak berdaya kedalam gendongannya.


Alesya hanya diam pasrah kemanapun tubuh nya akan di bawa oleh pria itu.


Ibu, kumohon maafkan aku, karena aku tidak bisa menjadi anak yang baik selama ini, aku tidak bisa membalas semua kebaikan yang sudah ibu berikan pada ku selama ini, semoga Ibu dan Adik-adik selalu dalam lindungan Tuhan. kuharap ibu tidak lagi menunggu ku, Karna aku rasa hidup ku akan berakhir sebentar lagi di tangan iblis ini Bu...


tangisnya semakin tersedu-sedu saat membayangkan Ia tidak bisa lagi bertemu dengan Ibu dan sodara nya.


Hov masih terus berjalan walaupun sebenarnya Ia mendengar Alesya menangis sesenggukan di gendongan.


Hingga tibalah mereka di halaman depan Mansion itu tempat para pengawal, pembantu dan juga penjaga yang bertugas malam ini berkumpul.

__ADS_1


"Steve, Apa semua yang bertugas malam ini sudah berkumpul? Suara bariton Hov terdengar mengerikan.


"Sudah Tuan" dengan cepat Steve memberikan jawaban.


tak ada satu pun, dari mereka semua yang berani mununjukan wajah nya untuk menatap Hov.


"Kenapa kalian semua menundukkan wajah hah? Hov berteriak sambil meletakkan tubuh Alesya di bawah lantai.


apa yang kalian kerjakan di Mansion ku dalam semalam ini, hingga seorang gadis kecil seperti Alesya bisa dengan mudah lolos dari sini! Hov berapi-api.


apa katamu? aku seorang gadis kecil! bisa-bisanya kau mengataiku gadis kecil di depan para anak buahnya itu. Alesya


Hov melangkah maju mendekati para anak buahnya yang sudah berbaris rapi di depannya, dengan brutal Hov memberikan pukulan demi pukulan kepada semua orang itu.


Alesya yang melihat itu, semakin memeluk lutut nya erat, tubuhnya kembali bergetar tapi kali ini bukan karna dingin, kali ini tubuhnya bergetar karena melihat Hov sudah seperti Iblis besar yang sedang mengamuk.


Alesya menoleh kepada Steve, berharap asistennya itu bisa meredam kemarahan dari Bosnya, tapi tampaknya Steven juga tidak berani berbuat apa-apa pada Hov.


Steven sebenarnya tau, kalau Alesya sangat ketakutan dan berharap pada nya untuk menghentikan Hov, tapi apa boleh buat, Ia juga tidak ingin menimbulkan masalah baru di Mansion ini. Steven sudah tau seperti apa karakter dari Tuan Mudanya itu saat sedang marah, semakin di hentikan maka akan semakin meledak, lagipula semua anak buah Jehova sejak awal bekerja sudah mengerti apa konsekuensinya jika berani melakukan kesalahan. Karna Hov membayar mahal mereka semua, jadi tidak salah jika Hov juga menuntut kesempurnaan dari pekerjaan mereka.


"apa gaji yang kuberikan kepada kalian masih kurang, sehingga kalian bermalas-malasan saat sedang bertugas? suara Hov sungguh memekakkan telinga semua orang yang sedang ada disana. sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan, sampai tidak ada yang menyadari kalau gadis ini sudah kabur dari sini.


Brag..Brug..


Hov semakin membabi buta memberikan pukulan yang bertubi-tubi kepada para pengawal dan penjaga hingga babak belur. hampir semua bagian tubuh anaknya buah sudah mengeluarkan darah segar. tapi Hov tetap saja belum berhenti memukuli mereka satu persatu menggunakan sebuah tongkat besi yang di pegang nya.


"apa kalian semua tidak punya kaki sehingga tidak ada yang bisa mengejar Alesya? Hov kembali memukul kepala salah satu penjaga gerbang utama, hingga laki-laki itu tersungkur tak sadar kan diri. terlihat darah segar mengalir deras dari kepala nya.


Alesya yang melihat itu semakin ketakutan, matanya membulat sempurna saat melihat Hov melakukan semua kekejaman itu di depan matanya. Ia sungguh tidak menyangka Pria tampan bak malaikat yang selalu baik kepada nya itu. ternyata seorang laki-laki yang begitu bengis.


apa kah, ini sifat yang sesungguhnya Tuan Hov miliki? kenapa aku begitu bodoh!! harus nya aku percaya dengan rumor itu, harus nya aku percaya kalau Tuan Hov memang orang kejam.


Alesya menangis tak bersuara merutuki kebodohannya.


Bugggg...Bugggg..


Hov masih tak berhenti memberikan hukuman, tanpa ampun Hov menyiksa semua anak buahnya yang bahkan sudah tidak lagi berdaya.


"Apa katamu? Hov menoleh ke gadis itu. kau menyuruhku untuk menghentikan semua ini. memang apa hak mu? untuk memerintah ku Alesya. Hov berjalan mendekati Alesya yang masih memeluk lututnya. apa kau pikir aku akan dengan mudah memaafkan kesalahan mereka semua hah? Hov sudah berjongkok tepat di depan gadis kecil nya.


"tapi mereka tidak bersalah Tuan! Alesya menjawabnya dengan sepelan mungkin.


Steve yang melihat Alesya berani menjawab Hov, hanya bisa menggelengkan kepalanya cemas, merutuki kebodohan gadis itu karena sikapnya hanya akan semakin memperkeruh suasana saja.


"apa kau tau Alesya? Karna kelalaian mereka aku hampir saja kehilanganmu!


dan lihat lah tubuh mu sekarang! kau juga hampir saja kehilangan nyawa mu yang sangat berharga itu. Hov membelai pelan pipi Alesya. Hov bisa merasakan kalau tubuh gadis itu bergetar hebat saat tersentuh oleh tangan nya.


"Kumohon hentikan semua ini Tuan" Alesya kembali mengiba.


"tapi mereka semua sudah lalai dalam menjalankan tugas nya Alesya! jadi aku pantas untuk menghukum mereka semua.


"tapi Anda menyiksa mereka Tuan"


"aku tidak menyiksa mereka Alesya, aku hanya memberi mereka hukuman, Hov memegang keras dagu wanita itu hingga Alesya memejamkan matanya.


"Sakit Tuan"


lalu dengan cepat Hov menghempaskan dagunya.


"apa kau tau, akan jadi apa kalau aku sampai kehilanganmu hanya karna kebodohan mereka Alesya.


"tapi memang aku sendiri yang menginginkan kabur dari Mansion ini Tuan. Alesya dengan berani mengakui kesalahannya.


Dasar gadis polos! apa menurutmu setelah kau mengakui kesalahan mu, aku juga akan menghukumnya mu hah! Hov.


"kalau mereka menggunakan kakinya untuk mengejarmu, kamu tidak akan bisa kabur dari Mansion ini Alesya.


aku menggaji mereka dengan sangat besar hanya untuk menjagamu. bukan membiarkan mu lari hingga tubuh mu terluka seperti ini. Hov semakin emosi karena Alesya tidak berhenti menjawab ucapan Hov.

__ADS_1


kumohon kali ini berhenti lah menjawab Nona. kau tidak akan bisa menenangkan Tuan Hov saat sedang mabuk begini. gumam Steve.


"tapi aku terluka karna kesalahan ku Tuan, bukan karna mereka semua. Alesya semakin meninggikan suaranya di depan Hov.


hingga membuat Pria yang sedang ada di hadapannya itu semakin naik pitam.


"apa kau bisa diam Alesya!! Hov memekik keras.


"aku tidak akan diam, sebelum kau mengakhiri semua ini Tuan.


"kau memang gadis yang keras kepala Alesya.


baiklah kalau memang itu mau mu.


Hov berdiri menjauh dari Alesya dan berjalan mendekati Steven yang masih menjadi penonton sekaligus pendengar setia mereka berdua.


"pinjami aku pistol mu Steven"


Hov sudah mengulurkan tangannya pada sang Asisten.


"tapi Tuan" untuk apa? Steven mulai panik, karena Tuan mudanya itu sedang dalam keadaan tidak stabil dan juga sedang emosi.


Astaga, apa yang akan Tuan Muda lakukan pada Nona Alesya. kumohon jangan lakukan hal-hal yang nantinya bisa membuat mu menyesalinya Tuan.


"sejak kapan kau berani menolak permintaan ku Steven? Hov sudah memberikan tatapan membunuh pada Asisten kepercayaan nya.


"Tidak Tuan" saya tidak berani menolak permintaan Anda. Steve menundukkan wajahnya.


"kalau begitu cepat berikan pistol mu pada ku.


"Ba.. baik Tuan, dengan berat hati Steven meraih pistol yang ada dibalik jasnya dan memberikan nya pada Jehova.


setelah mendapat pistol milik Steven, Hov kembali menghampiri Alesya yang masih duduk bersimpuh di lantai.


Alesya tak bergeming sedikitpun, walaupun wajah nya tidak bisa menyembunyikan ketakutannya tapi sepertinya Dia sudah pasrah jika harus meregang nyawa di tangan Hov malam ini.


"lakukanlah Tuan!! suaranya pelan.


saat Alesya memejamkan mata nya tampak butiran bening mengalir di pipi putihnya.


Hov memandang lekat gadis yang begitu Ia cintai itu. ada perasaan sakit yang teramat sangat saat melihat Alesya bersungguh-sungguh ingin mati di tangan nya.


Dasar bodoh, kenapa kau malah ingin aku membunuh mu. kenapa kau tidak bisa menyalahkan orang lain saja, Kenapa kau malah memasrahkan diri mu untuk mati Alesya.


Hov semakin kalut melihat Alesya yang tidak sedikit pun memohon ampun pada nya.


"Ahhhhhhh"


Hov berbalik arah dan kembali menghampiri para anak buahnya yang diantaranya masih bisa berdiri tegak.


Dorrr...Dorrr...Dorrr...


tanpa di sangka sangka Hov melepaskan beberapa tembakan yang diarahkan satu persatu ke kaki para penjaga itu, hingga banyak sekali darah yang mengalir ke lantai halaman depan.


"aaaaaaaaaaaaa" Alesya berteriak histeris menyaksikan pemandangan yang begitu mengerikan Secara langsung di depan matanya.


"ampun Tuan" ampun Tuan!! para penjaga itu meminta ampun pada Hov sembari memegangi kaki mereka yang sudah berdarah-darah.


"itu hukuman untuk kalian semua, Karna tidak bisa menggunakan kaki kalian dengan benar.


Hov tampak tersenyum puas.


BERSAMBUNG.......


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR

__ADS_1


"TERIMAKASIH"


__ADS_2