"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 81


__ADS_3

Hov masih memandangi Istri nya sambil bersandar di sisi tangga.


sorot matanya tak pernah sekalipun lepas dari pergerakan Alesya di dapur itu.


dengan seksama Ia memperhatikan tubuh indah Alesya yang tak jarang bergoyang tidak jelas seperti sedang mengikuti irama musik, walaupun sebenarnya tidak terdengar apapun.


tersungging sebuah senyuman dari bibir Jehova saat melihat tingkah menggemaskan istri kecil nya itu.


namun lain halnya dengan Alesya, Ia masih saja menggerakkan pinggulnya mengikuti irama lirih yang keluar dari bibir lembutnya.


Ia masih tidak menyadari kalau ternyata Jehova sudah ada di tangga sejak tiga puluh menit yang lalu.


Ia masih saja melanjutkan aktivitas nya di dapur dengan penuh semangat. rupanya


Ia sedikit kesulitan saat memasak dengan rambut panjangnya yang masih terurai. dengan tangan lentiknya, Alesya meraih sebuah sendok teh dari tempatnya. untuk di jadikan penjepit rambut panjang itu dengan sembarangan saja. walaupun tidak begitu rapi, tapi itu justru membuat wajah Alesya semakin cantik. dan tampak sekali kalau Alesya mengikat rambutnya dengan cara seperti itu dengan sangat mudah seperti sudah terbiasa.


dan setelah Ia selesai dengan rambut nya, segera Ia kembali menyelesaikan masak kan nya.


Dari kejauhan Hov tampak mengeryitkan dahi, saat melihat cara Alesya mengikat rambutnya.


kenapa aku baru tau, kalau sendok bisa dijadikan jepitan rambut. ah,, Istri ku ini benar-benar menggemaskan saat sedang sendirian.


Batin Jehova.


Hov masih tersenyum senyum sendiri dengan tak henti memperhatikan Alesya.


Jehova sampai rela duduk di tangga agar tidak diketahui oleh Istri kesayangannya kalau sejak tadi Ia sudah mengamati pergerakannya.


"Selesai............! Alesya memekik keras saat semua masakan nya sudah selesai Ia kerjakan.


Hov kembali tertawa palan saat mendengar suara Istrinya melengking di dapur mewah itu.


lalu satu persatu, dengan perlahan Alesya menata semua makanan itu diatas meja makan mereka dengan sangat rapi. seperti di sebuah restoran mahal pada umumnya.


dengan bangga Alesya menatap hasil karyanya yang sekarang sudah tersaji di atas meja makan berukuran besar itu.


lalu Ia kembali ke dapur untuk mengembalikan Appron yang di pakainya ketempat nya semula. dan segera berjalan menuju tangga.


rupanya Hov sudah menduga kalau setelah selesai memasak. Istri nya pasti akan segera kembali ke kamar mereka.


sebelum Alesya melihat nya, Hov sudah lebih dulu berlari ke ruang tengah agar Alesya tidak mengetahuinya keberadaan nya.


sesuai harapan nya, Alesya memang tidak melihat keberadaan suaminya dan segera saja menaiki tangga untuk menuju ke kamar mereka.


Saat Alesya sudah ada dikamar, yang pertama kali Ia tuju adalah ponsel miliknya.


betapa terkejutnya Ia, saat melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dari suaminya.


Astaga, Tuan Hov menelfon ku sampai 75 kali panggilan. Oh Tuhan, habis lah aku. saat Dia pulang nanti pasti akan memberikan hukuman pada ku. apa yang harus aku lakukan ya?


Batin Alesya.


Alesya mondar mandir di kamar kebingungan. Ia tidak tau harus berbuat apa saat suaminya pulang nanti. namun belum sempat Ia menemukan solusi. telinganya sudah menangkap suara langkah sepasang sepatu yang sangat Ia yakini milik suaminya.


tanpa membuang waktu, Ia melempar ponsel nya ke ranjang dan segera berlari ke kamar mandi sengaja untuk menghindari Jehova.


tak butuh waktu lama sekarang Alesya sudah berada di kamar mandi.


saat Jehova memasuki kamar, Ia langsung mencari keberadaan Istri nya dan lagi-lagi Ia hanya menemukan ponsel nya saja yang tergeletak di ranjang kali ini.


"Alesya....? Alesya....? pekik Hov kencang.


dimana kamu? tetap saja Hov tidak mendapat jawaban dari Istri nya.


segera Ia menuju ke kamar mandi dan mengetuk pintu dengan keras.


Alesya terperanjat saat mendengar pintu kamar Mandi di ketuk dengan keras dari luar.


"itu pasti Tuan Hov" gumam nya pelan.

__ADS_1


"Alesya..? Alesya..? apa kau di dalam? Panggil Hov.


"ih, iya Tuan, saat ada di sini. sahut nya.


"kenapa kau baru menjawab ku heh? Hov terdengar kesal.


"maaf Tuan saya tidak mendengar Anda. karena saya sedang mandi. Alesya menyalakan Shower.


"kalau begitu cepat lah! aku juga ingin mandi. pekik Hov lagi.


"tapi saya baru saja masuk Tuan. Alesya menjawab sambil melepaskan bajunya.


"oh, baiklah kalau begitu, buka pintunya! aku akan mandi bersama mu saja. sahut Hov menempel wajah nya di pintu itu dan tangan nya juga tak henti bermain di gagang pintu.


"tidak!!! aku akan segera keluar Tuan.


uhukkk... uhukkkk... Alesya tersedak air karena berbicara di bawah guyuran shower.


"haha kau kenapa Alesya? Hov tertawa geli mendengar Alesya terbatuk-batuk namun juga sedikit panik.


"kenapa kau malah tertawa Tuan? apa kau senang mendengar aku tersedak air heh? suara Alesya kesal.


"sudah lah cepat keluar! kalau dalam hitungan sepuluh kau belum keluar dari kamar mandi. maka aku akan mendobrak pintu nya. ancam Hov dengan sedikit senyum di bibirnya.


Satu.....! pekik Hov kencang mengawali hitungan nya.


"apa? yang bener saja Tuan! Pekik Alesya tak terima.


"Dua.......!


"iya..iya... baiklah aku akan segera menyelesaikan mandi ku. Alesya segera mengguyur sekujur tubuhnya yang masih berlumuran sabun beraroma buah peach blossom flower yang sengaja Ia ambil dari kamarnya siang tadi.


"Tiga......! Hov kembali memekik keras.


sungguh, Iblis besar itu sudah mulai tidak waras. kenapa sekarang aku merasa seperti sedang mengikuti pendidikan militer saja.


Batin Alesya kesal.


dengan tergesa-gesa Ia berlari kecil untuk membuka pintu kamar mandi.


Cekleek...


Alesya menarik gagang pintu nya dengan sekuat tenaga dan..


Bruuuug


Tubuh Hov menabrak Alesya yang berdiri di depan pintu itu.


bagaimana tidak, rupanya sedari tadi Hov menyandarkan kepalanya di daun pintu kamar mandi nya.


"aaaaaaaaa, hati-hati Tuan! Alesya menangkap pundak Jehova dengan sekuat tenaga agar tidak menimpa tubuhku mungilnya.


"kenapa kau tidak mengatakan kalau akan membuka pintunya. Hov langsung kembali pada keseimbangannya.


"maaf kan aku Tuan, salah sendiri. kau yang membuat ku tergesa-gesa. Alesya keluar dari kamar mandi tanpa mempedulikan Jehova yang masih berdiri di sana.


"hey, mau kemana kau Alesya? tunggu aku! Hov merasa kesal sekali gemas pada Istri kecilnya.


"tentu saja aku akan berganti pakaian. sahut Alesya tanpa menoleh pada Suaminya.


"enak sekali kau ingin lari dari kewajiban mu! pekik Hov. bukankah kau harus menyiapkan air mandi untuk ku.


Alesya langsung menghentikan langkahnya tepat di depan pintu walk in Closed mereka. dan segera menoleh ke arah Hov yang berdiri di sebelahnya.


"Maaf Tuan, setidaknya biarkan aku berpakaian lebih dulu. Alesya tersenyum getir.


"apa kau pikir mataku ini sudah buta heh? bukankah kau sudah berpakaian sekarang. memangnya sekarang kau sedang telanjang. Hov memperhatikan tubuh indah Alesya yang terbungkus oleh handuk kimono berwarna maroon.


"tapi ini handuk Tuan! Alesya membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jehova sepenuhnya.

__ADS_1


"aku tidak peduli Nyonya Hov! mau ini handuk, mau ini baju, yang penting saat ini tubuhmu tidak terlihat oleh mataku kan. Hov mendekat dan segera menangkap tubuh Alesya dalam rengkuhan nya.


"ta, tapi Tuan! Alesya mencoba bernegosiasi.


"kalau begitu pergilah mengganti bajumu. Hov berbisik ditelinga Alesya dan tangannya sudah membuka ikatan di handuk kimono yang di pakai Alesya.


"tidak Tuan, tidak perlu. aku akan menyiapkan air mandi untuk mu. Alesya segera melepaskan diri dari suaminya dan kembali mengingat kencang tali kimono nya.


"cepatlah!! Hov tampak mengulum senyum saat melihat wajah merah merona karena ulahnya tadi.


astaga, kenapa Istri ku begitu menggemaskan. apapun yang Dia pakai selalu saja tampak cocok di tubuhnya. bahkan handuk kimono yang biasa saja bisa tampak begitu menarik di tubuhnya.


Alesya... Alesya... Alesya... kau sungguh membuat ku gila.


batin Jehova.


Hov merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Alesya. Ia tampak tersenyum tak jelas dan menatap langit-langit kamar.


"airnya sudah siap Tuan" Alesya menghampiri Jehova ke ranjang.


"bagus. sekarang kemari lah! Hov duduk di ranjang.


"ada apa Tuan? Alesya bingung.


"kemari lah, dan berdiri di depan ku! titah Hov.


Alesya menurut saja tanpa berani melawan. Ia dengan patuh berdiri dihadapan Jehova.


tanpa diduga Jehova mencium pipi Alesya dan mengambil foto mereka berdua dengan sangat cepat.


"hah, apa yang kau lakukan Tuan? Alesya terkejut bukan main.


"aku mencium pipi mu" apa itu tidak boleh? Hov seperti tanpa dosa.


"bukan begitu, tapi kenapa kau harus memfoto nya juga. protes Alesya.


"memang nya kenapa Alesya? Hov berdiri sambil melepaskan kancing bajunya satu persatu.


"tapi kan aku masih memakai handuk Tuan, bukankah itu terlihat tidak sopan. Alesya cemberut.


"lagi pula siapa yang akan melihatnya, selain mata ku ini Alesya? Hov melepaskan kemejanya dan melempar ke atas kepala Alesya hingga membuat kepala gadis itu tertutup kemeja Hov sepenuhnya.


"Tuan......! rengek Alesya.


namun suara Alesya tiba-tiba menghilangkan di balik kemeja yang masih berada di kepalanya.


aroma tubuhnya sungguh membuat ku merasa nyaman. kenapa aku sangat menyukai aroma tubuhnya ya?


gumam Alesya dalam hatinya.


Ia masih saja membaui kemeja suaminya. meremas kemeja itu dengan tangan nya. semakin lama semakin membuatnya merasa kecanduan.


"kau kenapa Alesya? Hov menarik kemeja yang masih menutupi wajah Istri nya.


"kenapa kau mengambil nya Tuan? Alesya tak terima. dan kembali menarik kemeja itu.


"tapi itu kemeja ku Alesya. Hov tampak bingung.


"iya aku tau itu kemeja mu. sekarang kau mandi lah. biar aku yang menaruh kemeja ini ke tempat pakaian kotor. Alesya segera mengambil kemeja itu dari tangan Jehova dan membawanya ke tempat keranjang kotor namun masih saja membaui nya berulang kali.


Hov hanya menggeleng kepalanya pelan melihat tingkah laku Alesya yang terkadang tak bisa Ia tebak. Hov tidak pernah bisa mengendalikan Alesya karena Alesya adalah gadis yang sangat keras kepala. namun membuat Jehova semakin mencintainya.


BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2