
Alesya masih memilih berada di kamar mandi, Ia membiarkan shower tetap menyala walaupun sebenarnya gadis itu tidak sedang mandi.
Alesya sengaja melakukan itu agar Hov tidak mengganggu nya.
benar saja, tanpa menunggu lama. setelah Ia mengakhiri panggilan dari Carlos, Jehova segera mencari keberadaan Alesya menuju kamar mandi. Pria tampan itu masih berharap bisa melanjutkan aktivitas nya yang sempat tertunda tadi.
namun sesampainya didepan pintu kamar mandi, Ia sedikit terkejut. kerena rupanya Alesya mengunci pintunya dari dalam.
"Alesya? Alesya?" Pekik Hov dari luar kamar mandi.
"Iya Tuan" sahut Alesya cepat.
"kenapa kau mengunci pintunya?" pekik Hov lagi sambil berusaha membuka nya.
"tunggu lah sebentar Tuan!" jawab Alesya begitu saja.
"sedang apa kau di dalam?" Hov penasaran.
"ya aku sedang mandi lah, memangnya sedang apa aku disini." pekik Alesya.
"iya aku tau, kau sedang mandi. tapi kenapa kau harus mengunci pintu nya sih?" sahut Hov kesal.
"sudahlah, tunggu sebentar lagi aku akan keluar." pekik gadis itu lagi.
"Alesya.......???" Hov berteriak frustasi, karena kesal Istri nya tidak mau membukakan pintu kamar mandi.
"hihi" Alesya hanya tertawa geli, saat mendengar teriakkan suami yang terdengar menggema dari kamar mandi.
setelah beberapa saat kemudian, Alesya tampak keluar dari Walk in Closet dengan sudah menggunakan T-shirt longgar dan juga celana jeans pendek.
Hov segera duduk bersandar saat melihat Istrinya keluar dari ruang ganti dengan handuk masih melilit di rambut panjangnya.
"kenapa mandi mu lama sekali heh?" ucap Hov.
"memang nya kenapa Tuan?" Alesya menjawab namun sengaja tidak memandang suami nya.
karena Dia masih merasa malu dengan kejadian tadi.
astaga, bisa-bisanya Dia berkata seperti itu. apakah Dia tidak tau, aku sudah tidak sabar ingin melanjutkan aktivitas tadi.
Batin Hov kesal.
"hey, apa kau tidak ingat? kita belum menyelesaikan hal yang tadi." Hov menjawab nya dengan sedikit kesal.
"hal yang tadi? maaf Tuan aku tidak mengerti maksud Anda" Alesya berlaga tidak tau apa-apa.
"jangan membuat ku kesal Nyonya Hov!" Sahut Hov sambil berdiri dan berjalan menghampiri Alesya yang masih berdiri di depan cermin membelakangi nya.
tubuh Alesya tampak sedikit bergetar, saat melihat Hov berjalan menghampirinya dari pantulan cermin.
__ADS_1
Alesya sebenarnya sudah tau apa yang Jehova harapkan dari nya, tapi entah kenapa gadis itu seperti belum siap untuk melakukan nya, walaupun sebenarnya hati kecil nya juga menginginkan hal itu.
"berhenti di situ Tuan Hov!" Alesya berbalik dan menatap suaminya lekat-lekat.
"kenapa Alesya? kali ini aku tidak akan melepaskan mu lagi." Hov menyeringai.
"tunggu Tuan, tunggu sebentar!" Alesya terlihat mencari cara untuk segera meloloskan diri sergapan suaminya.
"kau mau kemana Alesya? apa kau pikir kau bisa lari dari ku heh! Hov semakin mendekat.
"aaaaaaaaa" Alesya berteriak kencang saat Hov sudah berhasil merengkuh tubuh nya.
"berteriak sekeras mungkin Nyonya Hov!" bisik nya di telinga Alesya.
"aaaaaaaaa, apa yang akan lakukan Tuan?" kali ini Alesya benar-benar panik dengan tingkah liar suami nya.
"tentu saja aku akan memakan mu bulat-bulat kali ini, Haha" Hov terkekeh sambil memeluk tubuh Istrinya erat-erat.
"aaaaaaa... aaaaaaa....."
hanya teriak kan dari bibir Alesya yang terdengar, saat Jehova mulai melancarkan aksinya.
"haha, berhentilah berteriak Alesya! apa kau tidak bisa mengeluarkan suara yang lebih merdu sedikit." terselip tawa dari bibir menawan Pria itu.
"aaaaaaaaa, bagaimana aku tidak berteriak, ini terlalu menggelikan Tuan" Protes Alesya karena Hov tak hentinya mengecupi leher jenjang nya.
bukan nya terbakar oleh cumbuan, mereka berdua malah akhirnya tertawa terbahak-bahak bersama. Hov tak lagi menggebu-gebu ingin meniduri Istri kecilnya itu, karena Dia bisa merasakan kalau Alesya sepertinya belum siap untuk melakukan nya. tapi tampaknya Jehova tetap mau rugi, Ia masih saja merengkuh tubuh Alesya dan terus saja menciumi nya, tak lupa sesekali menyentuh bagian tubuh sensitif milik Alesya, hingga membuat gadis itu terkejut dan memberikan pukulan pelan kepadanya (Hov).
setelah hampir satu jam mereka saling bercanda, akhirnya Hov melepaskan tubuh Alesya dan menyuruh nya untuk beristirahat lebih dulu. sementara Hov memilih untuk pergi ke kamar mandi.
"tidur lah! Aku akan mandi sebentar" Hov mendudukkan Alesya ke ranjang.
"kalau begitu aku akan menyiapkan baju ganti untuk mu terlebih dulu Tuan" sahut Alesya.
"tidak usah, aku bisa mencari nya sendiri" jawab Hov.
"tapi" sahut Alesya.
"kalau aku menyuruh mu istirahat ya menurut lah, atau jangan-jangan kau ingin ikut aku ke kamar mandi ya." Goda Hov sambil menatap Alesya dengan mata nakalnya.
"enak saja, kalau begitu cepat lah mandi!" gerutu Alesya.
"haha" Hov terbahak-bahak sambil melenggang menuju ke kamar mandi
"Tuan??" panggil Alesya.
"Hmmmmm? apa kau berubah pikiran Nyonya Hov? Hov berbalik dan kembali menatap Alesya.
"terimakasih"
__ADS_1
ucap Alesya setengah berteriak dengan raut wajah yang memerah karena malu-malu.
"dasar aneh" Haha Hov hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menuju ke kamar mandi sambil tersenyum sendiri.
oh Tuhan, Pria ini sungguh membuat jantung ku hampir meledak, aku tidak menyangka kalau Dia akan melepaskan ku begitu saja. oh aku jadi semakin gemas pada nya.
Batin Alesya sambil cekikikan di atas ranjang nan super mewah itu.
*
*
rupanya di kamar mandi, selain membersihkan tubuh nya Jehova juga melepaskan hasrat nya yang tersampaikan tadi.
setelah itu Ia mendinginkan tubuh nya dengan berendam di bathtub dengan air dingin.
di kamar mandi itu, Hov tampak berkali kali tersenyum manis saat kembali mengingat kemesraan nya bersama Alesya, walaupun kemesraan itu tidak berakhir seperti harapan nya. tapi setidaknya Ia merasa bahagia karena sudah bisa semakin dekat dengan gadis yang amat sangat Ia cintai.
tanpa terasa hampir setengah jam Jehova berada di kamar mandi, dan akhirnya Ia memutuskan untuk menyudahi mandi nya kali ini. setelah Ia selesai berganti baju, segera Ia menghampiri Alesya yang ternyata sudah terlelap di atas ranjangnya dengan sangat pulas.
sepertinya Alesya merasa sangat lelah, karena dari pagi hingga siang hari, gadis itu sudah berjalan jalan mengelilingi Mansion nya(Hov).
Hov duduk di tepi ranjang, membelai wajah Alesya yang begitu cantik. menyentuh matanya, menyentuh pipinya, menyentuh hidung mancung nya dan juga tak ketinggalan membelai bibir Alesya yang selalu menjadi candu nya.
"kau begitu cantik sayang, aku sungguh beruntung bisa memiliki mu." ucap Hov pelan.
*
*
Di rumah sakit, rupanya Carlos sedang bingung harus mengambil keputusan apa, karena Hov tidak bisa di hubungi dan juga Hov tidak memberinya arahan sedikit pun tentang pertemuan kali ini.
secara tiba-tiba Carlos di panggil untuk menggantikan kehadiran Jehova di rapat itu. Dia juga tidak sempat meminta file ataupun berkas-berkas yang berkaitan dengan rapat pertemuan kali ini.
saat berkali kali Ia mencoba menghubungi Hov. tiba-tiba beberapa file penting masuk ke dalam laptopnya, saat di lihatnya rupanya file-file itu baru dikirimkan oleh Steven untuk nya.
"sial, kenapa baru sekarang kau mengirimkan file ini untuk ku Steven! kau memang sama saja dengan Tuan muda mu itu, kalian berdua sama-sama gilanya.
gerutu Carlos sambil jari jemari nya bermain di atas keyboard laptop milik nya.
untung saja rapat itu belum lama berlangsung, jadi Ia masih bisa mempelajarinya. agar Dia tidak salah mengambil keputusan nanti.
akhirnya pertemuan kali ini bisa di selesaikan dengan baik oleh Dokter Carlos. walaupun sebenarnya Dokter tampan itu sedikit kesal dengan sikap saudaranya dan juga asisten pribadinya itu.
BERSAMBUNG
**LIKE
"VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH