
semakin malam suasana di mansion semakin bergejolak. mereka semua harus segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab mereka masing-masing.
tak ada satupun pegawai yang terlihat bersantai disana. dari tukang dekorasi. tukang kebun hingga para koki sudah mempersiapkan semuanya dengan baik sesuai keinginan Jehova.
namun ada satu pelayan yang sedikit lebih santai dalam pekerjaan nya kali ini. siapa lagi kalau bukan Hanna. ya Karna Hanna hanya bertugas mengurus Alesya saja tanpa harus membantu para pelayan yang sedang bekerja keras di luar kamar itu.
tak hentinya Jehova masih berkeliling disekitar taman yang akan dijadikan nya sebagai tempat paling berkesan dalam hidupnya nanti. dengan setia Steven masih mengikutinya, sedang kan Dokter Carlos memilih untuk pergi ke kamar.
"Steve, apa kau tidak lelah mengikuti langkah ku? tanya Hov.
"tidak Tuan" jawab nya tegas.
"terimakasih banyak atas kerja keras mu selama ini Steve. Hov menoleh menatap asistennya.
"kenapa Tuan harus berterima kasih? bukankah ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang asisten pribadi Anda kan. sahut Steven.
"iya aku tau Steven, tapi pengabdian mu untuk sungguh luar biasa.
"ini sudah menjadi kewajiban saya Tuan. O iya Tuan, kalau saya boleh memberikan saran. alangkah lebih baiknya kalau sekarang Tuan segera beristirahat. Karna besok Anda akan menghadapi momen paling sakral dalam kehidupan Anda.
"kau benar sekali Steven, tubuh ku juga sudah sangat lelah. karena seharian ini aku tidak sempat beristirahat. haha tawa Hov begitu renyah. kalau begitu
aku akan segera masuk ke kamar ku. kau juga bisa kembali ke tempat mu Steven! karena besok kau masih harus bekerja keras lagi. Hov menepuk pundak asistennya lalu segera berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
sementara itu di kamarnya. Alesya tidak bisa memejamkan mata nya sama sekali sedang Hanna sudah tertidur pulas di sofa yang ada dikamar itu.
pikiran gadis itu masih menerawang jauh entah kemana. tak satupun orang yang tau saat ini bergemuruh seperti angin topan. Ia masih belum bisa menerima kenyataan kalau besok pagi Ia akan menjadi seorang pengantin dari laki-laki yang sudah menculik dan mengurung nya selama berbulan-bulan. walaupun tidak dipungkiri Pria yang akan menjadi calon suaminya itu adalah Pria yang bisa dikatakan sempurna di mata wanita manapun. tapi bagi Alesya Jehova adalah pria yang tidak bisa ditebak oleh nya. dan itulah yang membuatnya selalu ketakutan saat berada didekat pria itu.
"oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? tidak mungkin aku harus kabur dari Mansion ini lagi. selain aku pasti akan gagal, Iblis besar itu juga pasti akan menyakiti keluarga ku dan juga yang lainnya.
Arrkkkh kenapa aku harus bertemu dengan Dia!!! teriak nya kencang. hingga membuat Hanna langsung terbangun dari tidurnya dan segera menghampiri ranjang Alesya.
"ada apa Nona? Hanna panik.
"oh, tidak apa-apa Bi! maaf kan aku karena sudah mengganggu tidur mu. sesalnya.
"tidak apa-apa Nona. lagi pula sebentar lagi aku harus keluar untuk mempersiapkan semua kebutuhan mu untuk pernikahan nanti.
"aku takut Bi. hiks..hiks.. tiba-tiba Alesya menangis sesenggukan.
"hey Kenapa kau harus menangis? sebentar lagi kau akan menjadi pengantin. tidak baik jika nanti mata sembab, itu akan mengurangi kecantikan mu sayang. Hanna mengusap pipi Alesya dengan lembut.
"tapi sungguh aku belum siap Bibi. tegas Alesya.
"dengar kan aku baik-baik Nona! kau hanya perlu melakukan dengan sepenuh hatimu. buang semua ketakutan pada Tuan Jehova. percayalah kau akan menjadi pengantin paling bahagia besok pagi. hibur Hanna.
"benarkah Bi? Alesya tampak lebih tenang saat mendengar ucapan Hanna.
__ADS_1
seandainya ada Ibu ku disini ya Bi. mungkin aku tidak akan setakut ini. ucap nya pelan.
"tenang saja Nona. aku tidak akan meninggalkan mu. aku akan selalu ada di dekat mu. Hanna meyakinkan.
"sungguh Bi?
"iya Nona. aku berjanji. sekarang tidurlah! besok kau akan melaksanakan upacara pernikahan. jadi kau tidak boleh mangantuk besok.
"iya Bi, aku akan tidur. tapi Bibi tidur disamping ku saja!
"iya Nona. aku akan menemanimu. lagi besok malam kau akan tidur dengan suami mu kan. haha canda wanita itu.
"Bibi...! apa yang sedang Bibi katakan sih. Alesya merajuk.
"maaf Nona. maaf kan aku! aku hanya bercanda. Karna aku sangat senang, akhirnya Taun Jehova menemukan wanita yang paling tepat untuk nya.
"apa maksud Bibi? Alesya penasaran.
"sudahlah sekarang tidur dulu. nanti setelah kau sudah menjadi Istri Tuan Jehova aku akan menceritakan banyak hal tentang Iblis besar mu itu. ucap nya.
"ah, Bibi membuat ku penasaran saja. Bibi Alesya meruncing.
tak lama Alesya sudah terlelap di samping Hanna. gadis itu selalu merasa lebih tenang saat bersama Hanna. mungkin karena Alesya sudah mengganggap Hanna sebagai Ibunya.
tak berbeda dengan keadaan Jehova dikamar nya. pria tampan itu hanya berguling kesana-kemari dirancang nya. matanya sudah terpejam tapi pikirannya masih bermain kemana-mana.
"Alesya... Alesya... Alesya... aku sungguh tidak menyangka kalau jalan cerita kita akan seindah ini. kalau saja aku tau sejak dulu kaulah yang akan menjadi pengantin ku. tentu saja aku akan menculik sejak kau masih kecil, agar tidak ada laki-laki lain yang bisa jatuh cinta pada mu. haha Jehova tertawa sambil terus saja berguling di ranjang berukuran king size itu.
tatapan matanya melayang entah kemana dan senyum nya terus saja mengembang di bibirnya yang ****.
*
*
sementara itu di tempat lain, tepatnya di Paviliun Blossom milik Jehova yang ada di Negara N. Hansen baru saja tiba disana.
dengan segera Ia masuk ke kamar utama yang sebenarnya kamar itu milik Jehova.
Ia merebahkan diri nya dikasur itu. sesaat matanya terpejam, masih teringat jelas diingatnya saat Jehova memeluk erat tubuh Alesya dan memagut bibir gadis itu dengan penuh penasaran tepat di depan matanya.
"brengsek!! umpatnya mengudara. kenapa harus Alesya yang kau cintai Hov. kenapa harus Dia? bukankah kau memiliki segalanya, kau bisa memilih wanita manapun Jehova. tapi kenapa harus Alesya? kenapa Hov?
tangisnya kembali pecah di kamar mewah itu. kali ini Hans sungguh menangis sejadi-jadinya, meluapkan segala emosi dan amarah yang ada dihatinya. saat ini Ia benar-benar sendirian tak ada satupun yang bisa mendengar tangisan dan jeritan nya. Hans sungguh merasa terpuruk saat ini. apalagi Ia merasa sengaja dijauhkan dari Alesya oleh Hov. walaupun Hans sadar betul, Alesya sudah tidak bisa lagi dijangkau oleh nya.
karena kelelahan, Hans pun tertidur dengan masih menggunakan sepatu dan juga jas yang masih dipakainya.
Di Mansion.
__ADS_1
seluruh persiapan sudah mencapai 100 persen dan sudah siap menggelar upacara pernikahan itu.
seluruh ruangan sudah tampak menawan. semuanya sudah didekorasi sesuai keinginan Jehova. semua orang yang melihat pasti akan di buat terpesona oleh suasana diMansion De'luxe sekarang ini.
jam sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi, Hanna pun segera beranjak dari tempat tidur Alesya. dan segera keluar dari kamar itu secara perlahan.
ketika Ia membuka pintu. matanya terbelalak saat melihat ada karpet merah panjang terbentang tepat di depan pintu kamar itu hingga menuju ke lantai bawah.
Hanna kembali terkejut saat melihat seluruh koridor yang dilewatinya banyak sekali terdapat bunga-bunga nan cantik berwarna warni sudah menghiasi seluruh ruangan itu.
maklum saja karena Hanna memang tidak melihat proses mendekorasi seluruh ruangan itu. Ia hanya berfokus pada Alesya di kamar nya.
selamat Nona Alesya, Karna Tuan Jehova sungguh sangat mencintai mu. aku jadi semakin yakin kalau nantinya Nona Alesya juga akan mencintai Tuan Jehova.
Batin Hanna.
Hanna segera menuju ke ruangan dimana gaun Pengantin Alesya sudah disiapkan di sebuah kamar lain. Hanna menerima perintah dari Jehova lewat ponsel nya semalam. kalau Dia harus menemui perancangan busana yang sudah datang ke Mansion. Hanna bertugas untuk memberikan ukuran tubuh Alesya. agar baju pengantin itu pas saat di gunakan nanti.
Hanna segera masuk ke kamar itu dan langsung menemui Marie untuk memberikan contoh ukuran baju calon pengantin wanita itu.
"ini Tuan, maaf maksud ku Nona. Hanna menyerahkan sebuah dress milik Alesya.
"panggil aku Madam Marie!! Marie meraih dress itu dari tangan Hanna dan segera mengeceknya.
"maaf kan saya Madam! sahut Hanna pelan.
"oh Astaga, lihat Bi! ukuran baju yang kau bawa, benar-benar pas sekali dengan ukuran gaun pengantin ini. aku jadi tidak perlu merombak nya lagi.
"apakah ini Gaun pengantin Milik Nona Alesya? indah sekali! katakan apa Tuan Jehova sendiri yang memilih nya? Hanna penasaran.
"Tentu saja, Tuan Hov sendiri yang memilih nya. Taun mu itu sungguh memiliki penglihatan dan selera yang sempurna! bisik Marie.
aku jadi semakin penasaran, seperti apa gadis yang sudah berhasil menaklukkan hati seorang Tuan Alexander Jehova. gumam Marie.
"Dia adalah gadis yang sangat baik cantik dan juga Istimewa tentunya. sahut Hanna.
"oh benarkah? Marie memicingkan matanya menatap Hanna.
Hanna hanya tersenyum melihat reaksi Pria gemulai itu. Marie segera bekerja menyelesaikan sedikit kekurangan yang ada di gaun pengantin milik Alesya. tangannya begitu terampil memainkan jarum dan benang seperti seorang laba-laba penenun.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
KOMENTAR
__ADS_1
TERIMAKASIH*