
Makan malam sudah selesai. Alesya mulai memunguti satu persatu piring piring kotor yang ada diatas meja makan itu.
Hov tak berkata apapun, Pria itu hanya menatap pergerakan Istrinya yang mondar mandir dari meja makan menuju kedapur.
Hov sebenarnya bingung melihat tingkah istri nya.
"Tuan" teriak Alesya dari dapur.
"hmmmm" ada apa? sahut Hov malas
"tolong ambilkan sabun cuci piring!" pekik Alesya.
"apa katamu? kau berani menyuruhku Alesya. sahut Hov kencang.
"kan aku sudah minta tolong padamu, kalau tidak mau ya sudah duduk saja. sabun di sini sudah habis, aku harus menggunakan banyak sabun agar bau dari daging ini hilang. jawab Alesya kesal.
"cuci saja tangan mu dengan bersih! tinggal kan saja piring kotor itu. biar besok pelayan yang akan mengerjakannya. titah Hov.
tapi sepertinya Alesya tidak menggubris perkataan Jehova dan tetep melanjutkan aktivitas nya mencuci piring.
"Anda bisa naik ke atas lebih dulu Tuan. suara Alesya datar.
"apa kau tidak mendengar perkataan ku tadi Alesya? sahut Hov.
"tanggung Tuan. lagi pula sudah lama aku tidak mencuci piring kotor, rasanya tangan ku seperti sedang bernostalgia hehe. tawa Alesya terdengar dari dapur.
"apa? sahut Hov keras.
dasar aneh, banyak sekali gadis-gadis diluar sana yang rela melakukan apapun demi mendapatkan kenyamanan. sedangkan gadis ini malah merindukan mencuci piring. apa sebenarnya yang ada di otaknya.
Batin Jehova kebingungan.
"sudah lah, Anda naik saja duluan! lagi pula aku akan segera selesai. sahut Alesya.
namun sepertinya Jehova enggan meninggalkan Istrinya sendirian di dapur itu. dan malah menyusul Alesya ke dapur. betapa terkejutnya Hov saat melihat Alesya sedang berdiri bertumpu kursi kecil untuk mencoba mengambil sabun cuci piring yang letaknya di rak bagian paling atas. sepertinya Alesya cukup kesulitan untuk mengambilnya sehingga harus mengunakan kursi kecil itu. namun Alesya masih saja kesulitan karena gadis itu hanya memiliki tinggi sekitar 165cm saja, sedangkan tinggi rak itu sekitar 2m. tentu saja Ia masih kesulitan walaupun sudah berjinjit.
saat Hov melihat Alesya kesulitan, dengan refleks Ia langsung berdiri di belakang Alesya dan meraih sabun itu dengan begitu mudahnya. sehingga membuat Alesya sedikit terkejut dan langsung berbalik badan.
"apa kau tau ini sangat berbahaya Alesya? Hov mengungkung tubuh kecil Alesya yang ada tepat di depannya.
"eh, bu.. bukankah Anda seharusnya sudah naik ke atas kan Tuan"
Alesya merasa gugup karena wajah Jehova sudah begitu dekat dengan wajahnya.
"terserah aku mau ke mana saja, ini kan rumah ku. sahut Hov santai.
"ih, iya, tapi kenapa Anda harus berada di sini"
Alesya semakin gugup karena Hov menatap begitu lekat.
"bayangkan saja kalau aku tidak membantu mu tadi. kau bisa terpeleset bodoh. Hov menyentil kening Alesya pelan.
"auuhh, sakit Tuan" Alesya mengusap kening nya pelan.
"kenapa? kau suka sekali mempersulit diri mu Alesya"
Hov semakin mempersempit Kungkungan nya.
"maaf Tuan, aku tidak bisa bergerak"
Alesya merasa tubuhnya sudah terjepit oleh kedua lengan kekar milik Hov.
"ini hukuman untuk mu. karena kau sudah berani mengabaikan ucapan ku."
Hov masih tak bergeming dari posisi nya.
"tapi Tuan? aku belum menyelesaikan pekerjaan ku."
Alesya mengarahkan ekor matanya ke kran air di wastafel yang masih menyala.
"biar kan saja! aku masih ingin seperti ini. apa kau keberatan Nyonya Hov? Hov menatap wajah Alesya yang semakin memerah.
"tapi air nya masih mengalir Tuan. Alesya mencoba beralasan.
"kalau begitu akan ku mati kan. tapi ingat! kau masih tak boleh berpindah dari posisi mu! ancam Hov.
hanya dengan bergeser sedikit saja tangan Hov sudah bisa meraih kran Air dan mematikan nya. sementara Alesya hanya terdiam tak berdaya di depan Jehova.
"Tuan. bisa kan aku menyelesaikan pekerjaan ku. sekali ini Saja.
__ADS_1
wajah Alesya mengiba.
"kau ini memang keras kepala Alesya"
Hov mengangkat tubuh Alesya dan mendudukkan nya di atas meja dapur.
sontak saja perlakuan Hov itu membuat Alesya kaget bukan kepalang.
"eh, apa yang akan kau lakukan Tuan?"
Alesya mulai panik.
"aku akan memasak mu dan memakan tubuh mu tanpa sisa"
Hov menyeringai menatap Alesya.
"tidak Tuan, ku mohon jangan lakukan itu. sungguh daging ku sangat tidak enak untuk di makan."
Alesya menangkup kan kedua tangannya memohon kepada Jehova.
"sungguh, daging mu tidak enak Alesya. Hov mendaratkan bibirnya di leher jenjang Istrinya yang begitu mulus. dan tentu saja memberi nya sedikit gigitan pelan.
haha dasar Bodoh, apa kau pikir aku ini seekor binatang heh! Hov terkekeh.
Alesya sudah memejamkan matanya membayangkan kalau Jehova benar-benar akan memakan hidup hidup.
"eh, bukankah kau tadi mengatakan kalau kau ingin memakan tubuh ku. Alesya meruncing kan bibir nya.
"iya, tapi tidak sekarang. Hov menurunkan tubuh Alesya.
"terimakasih atas kebaikan Anda Tuan. wajah Alesya tampak pias.
"sekarang cepat selesai pekerjaan mu itu! titah Hov.
"iya Tuan"
Alesya kembali menyala kran dan segera mencuci beberapa piring yang belum sempat Ia basuh dengan sabun.
sedangkan Jehova memperhatikan tubuh istrinya dari belakang. Ia bersandar pada meja dapur yang terbuat dari batu marmer dengan kualitas terbaik berwarna hitam itu.
astaga, Istri ku ini benar-benar ****. bahkan saat mencuci piring sekalipun Dia masih terlihat begitu menggoda.
tentu saja Alesya menyadari kalau Hov sedang memperhatikan nya dari belakang. Sehingga membuat nya sesekali menoleh kebelakang untuk melihat apa yang sedang suaminya itu lakukan di belakang nya.
"kenapa Alesya? apa kau masih takut aku akan memakan mu? Hov menggoda istrinya.
"tidak Tuan. tapi alangkah baiknya kalau Anda duduk saja disana!"
Alesya menunjuk ke meja makan.
"tidak, aku akan tetap disini" sahut Hov cepat.
"tapi Tuan? Alesya berbalik badan menatap suaminya.
"selesai sekarang atau tidak sama sekali Alesya. ucap Hov singkat.
"baik-baik. aku akan segera menyelesaikan. tapi ku mohon jangan menatap ku seperti itu Tuan. Alesya memohon.
"sudah cepat lah! apa kau ingin membuat kaki ku kram karena berdiri terlalu lama heh. pekik Hov.
dasar Iblis besar. lagi pula siapa yang menyuruh mu untuk berdiri di sini menunggu ku. rasakan aku akan pelan mengerjakannya agar kakimu pegal. hehe.
Batin Alesya culas.
"iya Tuan" sahut gadis itu malas.
"ingat lah, ini terakhir kalinya kau melakukan pekerjaan seperti ini. kau tidak boleh lagi menyentuh barang-barang kotor seperti itu lagi. titah Hov.
"tapi kenapa Tuan?" protes Alesya.
"he, apa kau sudah pikun Alesya? sekarang ini kau adalah Nyong Jehova! aku tidak akan mengijinkan kan mu melakukan hal-hal aneh semacam ini lagi kau tau itu. jelas Hov.
"aneh katamu! mencuci piring itu adalah hal yang biasa Tuan, dan ini bukan hal aneh untuk ku. sahut Alesya.
"tapi ini aneh bagi ku Alesya! tegas Jehova.
"jangan katakan kalau kau belum pernah mencuci piring mu sendiri Tuan? Alesya memicingkan matanya menatap suaminya sempurna nya itu.
"jangan gila Alesya! aku memang tidak terlahir untuk hal-hal semacam itu. Jawab Hov.
__ADS_1
"jadi kau benar-benar tidak pernah mencuci piring sekalipun. Alesya benar-benar terkejut dengan jawaban suaminya.
"tentu saja! apa ada yang salah dengan hal itu Alesya? Hov kebingungan.
"Astaga, betapa tidak bahagia nya masa kecil Anda Tuan Jehova. Alesya menggeleng kan kepala nya pelan.
"eh, tunggu! apa maksud mu Alesya? Hov semakin bingung dengan sikap Istrinya.
"menyedihkan sekali, karena kau tidak bisa merasakan betapa menyenangkan nya bisa bermain dengan gelembung sabun yang berasal dari spon ini."
Alesya menyodorkan spon yang dipegang dengan masih tertutup busa.
"dasar aneh! apa menarik nya spon itu" Hov mengeryitkan dahi nya.
"kemarilah Tuan!"
Alesya menambah sabun di spon itu dan meremas nya pelan hingga membuat buih yang begitu melimpah.
seperti sudah terhipnotis oleh Alesya. Jehova dengan senang hati mengikuti perintah Alesya untuk ikut meremas spon itu dan membasuh nya ke atas piring yang masih kotor kemudian Alesya membimbing untuk membilas nya. hingga tanpa sadar Jehova berhasil mencuci piring untuk pertama kali dalam hidupnya.
"apa seperti ini Alesya! Hov melakukan nya dengan perlahan namun sangat baik.
"iya Tuan benar sekali"
Alesya tersenyum lebar karena merasa sudah berhasil mengajari Jehova mencuci piring sekaligus mengerjainya.
tak terasa mereka pun akhirnya menyelesaikan pekerjaan itu bersama sama.
Alesya tampak sangat puas dengan pekerjaan yang sudah Ia lakukan dengan suami nya kali ini.
"Alesya, apa aku baru saja benar-benar mencuci piring? Hov seperti baru tersadar dari hipnotis Alesya.
"iya Tuan, lihatlah! Kau melakukan nya dengan sangat baik. Alesya menunjuk kan hasil pekerjaan suaminya.
"astaga, apa aku sungguh sudah gila"
Hov seperti tidak percaya apa baru saja Ia lakukan.
"tidak ada orang yang akan menjadi gila setelah mencuci piring Taun"
sahut Alesya.
"ingat Alesya, ini terakhir kalinya kau akan mencuci piring. aku tidak akan rela jika tangan mu kau gunakan untuk melakukan itu lagi. kau juga tidak boleh mencuci baju atau pekerjaan apapun. terang Jehova.
"tapi bagaimana mungkin Tuan?" aku harus memasak untuk mu kan. jadi tidak mungkin kalau aku tidak melakukan pekerjaan di dapur.
"kau hanya perlu memasak! tapi tidak perlu menyentuh barang-barang kotor. biar kan para pelayan yang akan mencuci dan menyiapkan bahan-bahan yang kau butuhkan. sahut Hov.
"tapi Tuan?" Protes Alesya.
"kau akan menuruti ku, atau kau sama sekali tidak boleh ke dapur lagi Alesya. Ancam Jehova.
"hmmmmm"
hanya itu yang keluar dari bibir Alesya.
"hey, jawaban macam itu? Hov kesal.
"bukankah kau sering memberikan jawaban seperti itu Tuan! jadi kau pasti sudah tau apa artinya kan. sahut Alesya cepat.
"rupanya Kau sudah berani menirukan ku ya"
Hov tampak mengulum senyum melihat tingkah Alesya.
"ayo sekarang kita naik!
Alesya meninggal kan Jehova begitu saja.
"hey, dasar tidak tau terimakasih. aku sudah menemanimu dan sekarang kau malah meninggalkan ku. Hov menggerutu di belakang Alesya.
sementara itu, Alesya tetep saja berjalan tanpa mempedulikan Jehova yang masih saja mengoceh tidak jelas di belakang nya. terkadang tersungging sebuah senyuman di bibir Alesya, saat mendengar ucapan Jehova yang terkadang menurut nya seperti seorang anak kecil yang sedang merengek.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
*KOMENTAR*
__ADS_1
TERIMAKASIH