
Nafas Alesya masih tersengal-sengal, Karna hampir saja Ia tersedak jika Hov tidak dengan cepat memberinya segelas air putih tadi.
"Apa kau ingin membunuh ku Tuan? Alesya memekik keras, setelah merasa nafasnya sudah kembali normal.
"Salah mu sendiri, kenapa kau tidak mau meminum obat itu. Hov menjawab santai.
"tapi tidak begini jugakan, cara Anda meminumkan obat-obat itu padaku. Alesya bersungut-sungut.
"Lalu aku harus dengan cara apalagi Sya? sementara kau menolak semua obat itu.
sekarang kau habiskan sisa obat yang harus kau minum sekarang.
"Tidak mau" aku sudah meminumnya tadi. Alesya memalingkan wajahnya dari tatapan mata Hov.
"Tapi ini masih ada yang harus kau minum Nona.
"Kalau aku bilang tidak mau ya tidak mau. Alesya bersikukuh.
"Baiklah kalau begitu, rupanya kau ingin aku yang membantu mu untuk menghabiskan obat itu ya. Hov sudah meraih beberapa sisa obat itu.
"Tidak Tuan, tidak perlu! Saya akan segera meminumnya. Alesya tanpa ragu mengambil semua obat yang sudah ada di tangan Hov dan dengan cepat menghabiskan nya.
Hanna yang menyaksikan tingkah dua sejoli itu hanya diam berdiri seakan akan tak melihat apa pun.
"Pintar sekali. tampak sebuah senyuman yang begitu indah tersungging di bibir Pria itu.
kemudian Hov berdiri tepat di depan Alesya, mengacak pelan rambut gadis itu sebentar, lalu segera berlalu meninggalkan kamar Alesya.
cepatlah sembuh! Karna aku sudah merindukanmu suara cempreng mu itu. Haha Hov tergelak dan menghilangkan di balik pintu.
Alesya masih diam ditempat nya, hatinya sedikit menghangat Karna perlakuan Hov tadi.
kenapa saat seperti ini Tuan Hov sungguh tampak berbeda dengan Tuan Hov malam itu. kenapa sikap pria itu sangat sulit sekali ditebak. aku bahkan seperti merasa menemukan seorang Jehova yang sebenarnya saat tersenyum semanis tadi. namun saat dia sedang marah mungkin saja iblis yang menggantikan pikiran pria itu. ah.. entahlah.
"Kenapa Anda malah melamun Nona? Hanna membuyarkan angannya.
"tidak Bi, aku tidak melamun. aku hanya sedang berfikir kenapa saat Taun Jehova marah seperti bukan Taun Jehova yang baru saja ada di depan ku.
"Tentu saja Nona. Tuan Hov sebenarnya orang yang sangat baik. tapi Dia tidak akan mentolerir siapa saja yang berani melakukan kesalahan padanya.
"apa Dia pernah membunuh orang Bi? Alesya penasaran.
"Entahlah, Hanna mengangkat bahunya, aku belum pernah melihatnya Nona. Hanna sengaja berbohong di depan Alesya. walaupun sebenarnya Ia tau betul siapa Tuan Muda nya itu.
"kalau memang Tuan Jehova belum pernah membunuh orang, kenapa malam itu Dia begitu tega melakukan kekejaman semacam itu ya Bi.
"itu memang sudah menjadi kebiasaan di sini Nona. siapa pun yang berani melakukan kesalahan berarti harus siap menerima hukuman nya.
sudahlah jangan membahas tentang hal itu lagi. sekarang yang terpenting adalah kesembuhan Nona Muda dulu.
"jangan memanggilku seperti itu Bibi. Alesya merajuk.
"tapi memang Anda Nona Muda di Mansion ini kan. Haha Hanna tergelak.
"aku akan marah pada Bibi kalau masih memanggil ku dengan sebutan itu.
"Baiklah Nona Alesya. Hanna mengalah.
__ADS_1
"sebenarnya aku lebih suka kalau Bibi memanggil Nama ku saja.
"tidak bisa Nona. Karna itu sudah menjadi perintah dari Tuan Hov.
"Lagi-lagi Dia salalu memerintahkan orang semaunya. Bibirnya meruncing.
"sekarang tidurlah. titah Hanna.
*
*
Pagi ini Hov bangun dari tidurnya dengan hati lebih baik. tampak sekali kalau pagi ini suasana hati nya sedang baik. seperti biasa Ia selalu meminta setangkup roti isi selai coklat dan segelas Oren jus.
("Steve, datang lah kamarku jangan lupa bawa juga sarapan yang sudah aku minta di dapur")
Hov pagi ini sudah menghubungi Steve.
("iya Tuan")
selang lima belas menit Steve sudah mengetuk pintu kamar Jehova.
"masuk lah!!
Segera Steve sudah masuk ke kamar itu. matanya sedikit manangkap pemandangan yang berbeda pagi ini.
Jehova sudah berpakaian rapi dan juga sudah menghadap di depan Laptop miliknya.
syukurlah, sepertinya keadaan hati Tuan Hov sedang baik pagi ini. pasti malam tadi Ia sudah bertemu dengan Nona Alesya.
Steve tampak tersenyum kecil saat menatap Tuannya itu.
"jangan berfikir macam-macam Steven!! apa maksud mu menatap ku seperti itu? Hov berbicara dengan masih menatap layar Laptopnya.
"tidak Tuan. mana berani saya berfikir macam-macam tentang Anda. Steve meletakkan segelas Oren jus dan roti coklat pesanannya.
"duduklah! ada sedikit pekerjaan yang ingin ku bicarakan pada mu.
"Iya Tuan" Steve langsung duduk di depan Tuannya.
"Steve, lihatlah! Hans mengirimkan semua file ini ke email ku. Hov memutar layar laptop nya kearah Steven. apa menurutmu aku harus meninjau pabrik AJ fresh milk yang ada di negara N. kenapa akhir-akhir ini pendapat kita selelu menurun ya. Hov bingung.
"Mungkin memang benar apa yang di sarankan oleh Tuan Hans. kalau Anda harus menyelidiki nya sendiri Tuan.
Steve mengamati dengan seksama file-file itu.
"Tapi kalau sekarang ini aku tidak bisa pergi jauh dari Alesya, Steve.
"apa saya saja yang pergi kesana Tuan. Steve mengusulkan diri.
"Tidak Steven, kau harus tetap di sini bersamaku. kau harus membantuku menjaga Alesya. Hov menyandarkan tubuhnya di sofa itu.
"Baik Tuan. saya akan menuruti perintah Anda.
"kita pantau saja keadaan di sana dari sini Steve. aku yakin aku pasti bisa menyelesaikan nya tanpa harus pergi kesana. tatapan nya menerawang.
tak lama gawai milik Steven bergetar. tampak nama Hansen terpampang di layar ponselnya.
__ADS_1
"Tuan Hans menelpon Tuan. Steve memberi tau.
"angkat lah, seperti biasa aktif kan Speaker mu.
("Halo Tuan Hans")
("Hey, Steven. katakan pada Tuan Hov mu untuk mengangkat telepon dari ku!")
("tapi saat ini Tuan Hov sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun")
("apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan di luar sana? Steven")
("kami tidak sedang melakukan apapun Tuan. Taun Jehova hanya sedang tidak ingin diganggu.")
("apa kalian tau? kalian berdua sungguh membuat ku gila akhir-akhir ini.")
("maaf kan kami berdua Tuan. Karna sudah menyusahkan Anda.")
("katakan pada Jehova! kalau Dia masih ingin aku menghandle semua pekerjaan nya. suruh Secepatnya Dia menghubungi ku")
tuttt...
Hans secara sepihak memutuskan panggilan nya.
"Brengsek sekali si Hansen itu, sekarang Dia sudah berani mengancam ku. Hov tampak kesal.
"tapi saya rasa memang Tuan Hans ada benarnya. Karna beberapa hari ini Anda memang sangat sulit untuk di hubungi. Anda selalu saja mengalihkan panggilan dari nya. mungkin ada hal penting yang ingin di bicarakan pada Anda Tuan.
"kenapa sekarang kau malah membela Hansen. Steven!
apa sekarang kau juga ingin membangkang pada ku? Hov semakin kesal.
"tidak Tuan! Saya tidak bermaksud membela Taun Hans. hanya saja Tuan Hans sekarang bekerja sendiri di perusahaan Anda dan ada baiknya Anda harus menghubungi Taun Hans segera.
apa yang ada di otak mu Tuan. apa kau pikir semua orang bisa menjadi sepertinya. kalau Anda Mungkin sanggup bekerja sendiri, tapi belum tentu Tuan Hans bisa melakukan itu kan.
"Steve, kenapa kenapa kau malah diam?
"Maaf Tuan. Steve kembali menatap layar laptop yang ada di hadapannya.
*
*
Hansen semakin uring-uringan. Ia merasa sedang di permainkan oleh kedua orang itu.
"Tunggulah kejutan dari ku Jehova, aku akan membuat mu menyesal karena sudah mengabaikan ku.
Hans kembali menatap layar ponselnya, Ia berharap Jehova akan segera menghubungi nya.
namun sepertinya Hans tidak tau kalau Jehova sedang sibuk menjaga gadis cantik yang saat ini sedang Ia cari-cari keberadaan nya.
BERSAMBUNG....
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR
"TERIMAKASIH"