"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 56


__ADS_3

Jehova merebahkan tubuh kekar itu di kasur empuknya, hatinya masih saja berkecambuk. ada perasaan lega karena Hans akhirnya tau kalau sekarang Alesya ada bersama nya. tapi di sisi lain Ia merasa sangat bersalah karena sudah secara paksa menyuruh Sahabatnya itu untuk tidak lagi mencintai Alesya. sedangkan Hov sadar betul, Hans lah yang pertama kali mencintai gadis itu.


"arkh.. apa yang harus kulakukan sekarang? aku sungguh tidak berniat menyakiti mu Hans! tapi aku juga tidak bisa melepaskan Alesya untuk mu. aku juga mencintai nya". Jehova berbicara sendiri dikamar itu.


tak berselang lama ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.


"siapa? pekik Hov kencang.


"saya Tuan" terdengar suara Steven dari balik pintu.


"masuk lah Steve!! titah Hov.


segera Steve masuk kedalam kamar Tuan Muda nya itu.


"apa Anda baik-baik saja Tuan? Steve tampak khawatir.


"iya aku baik-baik saja! suara Hov terdengar berat.


"apa ada yang harus saya lakukan untuk Anda Tuan?


"kali ini tidak ada Steven" ucap Hov pelan.


apa Hansen sudah pergi dari sini?


"sudah Tuan" baru saja mobil Tuan Hans keluar dari Mansion ini.


"oh, baguslah kalau begitu.


sekarang kau boleh pergi Steven!!


"Baik Tuan" tanpa membuang waktu Steve langsung keluar dari kamar mewah itu.


Steve kembali ke Paviliun nya. sepertinya kali ini Ia juga perlu menenangkan pikirannya. Karna tidak di pungkiri Steven juga ikut terdampak secara mental saat Jehova sedang dalam keadaan emosi. tak jarang Jehova memakai nya bahkan terkadang mengancamnya dengan pistol nya itu.


oh, apa lagi sekarang? kenapa kisah cintamu harus serumit ini Tuan. Batin Steven.


*


*


tak terasa dua hari sudah keributan pagi itu berlalu.


dan Alesya maupun Jehova sama-sama tidak keluar dari kamarnya.


keduanya sama-sama mengurung diri dikamar masing-masing.


pagi ini Alesya bangun cukup siang tidak seperti biasanya.


saat matanya terbuka lebar, Ia hanya melihat beraneka sarapan pagi sudah ada di meja kamar nya.


entah kenapa pagi ini Ia tidak berselera untuk memakan semua hidangan itu. Ia justu menginginkan roti isi coklat dan segelas jus Oren seperti waktu itu yang Ia makan di taman.

__ADS_1


dengan segera Ia menekan tombol di pesawat telepun itu, yang langsung terhubung ke dapur Mansion.


("maaf apa aku boleh meminta sepotong roti isi coklat dan segelas Oren jus?). tanya Alesya pada seorang pelayan wanita yang ada di balik telpon itu.


("maaf kan kami Nona, karena kami tidak membuat makanan itu tanpa diminta oleh Tuan Jehova"). jawab pelayan itu ramah.


("oh baiklah kalau begitu, maaf kan aku Bibi karena sudah menganggu pekerjaan mu pagi ini).


("tidak Nona, apa ada lagi yang Anda butuhkan kan?) tanya pelayan itu.


("eh, iya. tolong sampaikan pada Bibi Hanna untuk segera kekamar ku ya Bibi pelayan!).


("iya Nona).


"apakah itu Alesya? suara bariton Jehova mengejutkan si pelayan. karena tidak biasanya Jehova bertanya pada satupun pelayanan secara pribadi.


"ih.iya Tuan" jawab pelayan itu gugup.


Alesya yang mendengar suara Jehova dari balik telpon itu, dengan cepat menaruh kembali gagang telepon yang di pegang nya untuk segera mengakhiri panggilan itu.


"apa ada yang dia butuhkan? tanya Hov.


"ih.. iya Tuan" tampak sekali kalau pelayanan itu masih gugup berhadapan langsung dengan Tuan muda nya.


"cepat katakan pada ku! apa yang dia butuhkan? Jehova masih berdiri disana menunggu jawaban dari si pelayan.


"Nona Alesya meminta untuk di buatkan roti isi coklat dan segelas Oren jus yang seperti biasa Anda minta.


"saya menolak nya Tuan, karena menurut kepala pelayan menu sarapan pagi seperti itu hanya akan dibuat bila Anda sendiri yang memintanya. wajah pelayanan muda itu tampak pias. saat Jehova berbalik arah menatap wajahnya.


"apa kau sudah bosan untuk hidup Bodoh! dasar pelayan tidak berguna! bisa-bisa kau menolak permintaan Alesya ku heh! apa kalian semua ingin ku pecat? beraninya kalian melakukan itu pada Alesya. akhirnya kemarahan Hov menjalar ke semua orang yang sedang bekerja didapur itu.


Leo kemari kau!! teriak Jehova keras memanggil kepala pelayan di dapur nya.


"iya Tuan saya datang! Pria paruh baya itu tampak tergopoh-gopoh menghampiri tempat Jehova berdiri sekarang ini.


"apa kau sudah pikun pak Tua? bukankah sejak malam aku memutuskan untuk tinggal di sini bersama Alesya, aku sudah pernah mengatakan kalau kalian semua harus memperlakukan Alesya seperti kalian memperlakukan aku heh! tapi kenapa saat Alesya meminta sepotong roti isi coklat dan segelas Oren jus saja kalian menolak untuk membuat kan nya.


"maaf kan atas kelalaian saya Tuan. Leo tampak membungkuk kan badan nya berkali-kali di hadapan Jehova.


"ingat lah baik-baik! mulai sekarang apapun yang Alesya minta kalian harus segera menuruti nya. apa kalian semua dengar itu? pekik nya keras.


"iya Tuan...! serentak semua pelayan menjawabnya.


"kali ini aku mengampuni kalian semua, Karna aku sedang tidak ingin ada keributan disini.


sekarang buat kan makanan apa yang tadi Alesya minta. cepat!!


"iya Tuan" Leo segera pergi ke dapur untuk membuat roti isi coklat dan segelas Oren jus seperti yang di perintahkan Jehova.


sepertinya biasa, keadaan dapur langsung panik saat Jehova meminta mereka menyiapkan makanan untuk nya. walaupun hanya segelas Oren jus saja itu sudah membuat seluruh dapur riuh.

__ADS_1


apalagi tanpa di duga Jehova sengaja duduk menunggu para pelayan yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk Alesya di meja makannya.


tentu saja itu semakin membuat para pelayan dan koki menjadi lebih gugup.


"kenapa kalian lama sekali! bukankah kalian hanya membuat selembar roti dan segelas Oren jus saja kan. suara Hov menusuk telinga para pelayan yang sedang bekerja.


"iya Tuan sebentar lagi semuanya selesai. sahut Leo dengan sangat sopan.


"hmmmmm" hanya itu jawaban dari mulut Hov.


tiba-tiba Hanna muncul dari pintu belakang dan segera menuju dapur seperti biasanya.


"Tu..tuan, apa yang sedang Anda lakukan disini? Hanna tampak terkejut mendapati Tuan Mudanya duduk sendirian di meja makan itu.


"kenapa Hanna? apa aku tidak boleh duduk di meja makan yang ada di rumah ku sendiri heh. Hov tak terima oleh pertanyaan Hanna.


"bukan begitu maksudnya Tuan. Hanna gugup.


"lalu apa maksud mu?


"maaf Tuan, karena tidak biasanya Anda akan duduk disini menunggu para pelayan dan koki yang sedang memasak kan. tukasnya.


"ah sudah lah, dari mana saja kau? bukankah seharusnya sekarang ini kau ada di kamar Alesya kan.


"maaf Tuan, saya baru saja mencuci baju milik Nona Alesya. tapi saya sudah menyiapkan sarapan untuknya Tuan. karena tadi Nona belum bangun jadi saya meninggalkan kamarnya sebentar.


"hmmmmm" Hov tidak menjawab apapun.


"silahkan Tuan! apa yang Nona Alesya minta sudah siap.


"letakan di sini! Hov menunjuk meja makan didepan nya.


"Baik Tuan, Leo meletakkan piring berisi setangkup roti isi coklat dan segelas Oren jus di meja makan itu.


"Biar saya yang membawa nya kekamar Nona Alesya Tuan. pinta Hanna.


"tidak perlu. biar aku sendiri yang akan membawa kekamar nya. Tegas Jehova. Hov mengambilnya semuanya dan langsung saja membawa piring dan gelas itu dengan tangan nya sendiri menuju kamar Alesya yang terletak di lantai dua.


"eh, baik Tuan" Hanna dan semua pelayan yang melihat itu seketika di buat tak percaya tapi memang inilah kenyataan nya. Tuan Muda Jehova membawakan sarapan pagi untuk seorang gadis muda yang setau mereka baru beberapa bulan ini tinggal bersamanya.


Tuan Jehova yang mereka kenal sebelumnya tidaklah seperti sekarang ini. jangan kan membawakan sarapan untuk seorang gadis. untuk berbicara pada pelayanan pun Dia selalu meminta Steven yang mengatakannya. bahkan Jehova dulu tidak pernah sepeduli ini pada Cindy mantan kekasihnya. Jehova hanya memberikan Cindy uwang dan uwang tapi tidak dengan perhatiannya.


mereka semua berharap Alesya benar-benar bisa merubah Alexander Jehova sedikit demi sedikit menjadi manusia pada umumnya.


*BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR

__ADS_1


"TERIMAKASIH"


__ADS_2