"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 52


__ADS_3

pagi ini, keadaan Alesya sepertinya sudah semakin membaik. beberapa luka yang ada di tubuhnya juga sudah mulai mengering. kini Ia sudah bisa melakukan semua aktivitas nya sendiri. obat yang di berikan Carlos untuk Alesya memang obat dengan kualitas nomer Wahid. sehingga dampaknya begitu cepat di tubuh gadis itu dan tentu saja peran dari Jehova tidak kalah penting dalam kesembuhan Alesya. karena hampir setiap hari Ia tidak pernah absen untuk datang ke kamar Alesya hanya untuk memastikan Alesya meminum obatnya dengan benar.


Hingga Jehova melupakan teman baiknya yang sedang mati-matian bekerja sendirian untuk perusahaan nya. Jehova benar-benar lupa kalau Dia harus menghubungi Hans. dan rupanya Hans juga sengaja untuk tidak lagi menghubungi Jehova atau Steven. Hans masih berharap kalau Jehova akan lebih dulu menelfon nya.


Sepertinya Alesya sudah mulai bosan Hanya berada di kamar nya selama hampir seminggu ini. berkali-kali Ia duduk di balkon kamar mengedarkan pandangannya ke seluruh taman yang ada di Mansion. walaupun hanya dari atas setidaknya itu bisa membuat Alesya sejenak melupakan rasa bosannya.


Hanna yang melihat itu paham betul kalau Nona Mudanya itu pasti sudah sangat bosan hanya bisa mondar mandir di kamarnya. Ia pasti sudah tidak sabar ingin bermain main di taman itu.


"Nona, apa kau ingin turun ke taman? Hanna berjalan mendekati Alesya yang sedang berdiri sendirian.


"Iya Bi, tapi bagaimana Bibi bisa tau? wajah Alesya tampak bingung.


"siapapun orang yang melihat mu seperti itu pasti tau lah, kalau sekarang kau ingin berlari-lari disana.


"memang benar aku ingin sekali bermain di sana, aku ingin menghirup aroma mawar putih yang sedang bermekaran itu Bi. ekor matanya sudah mengarah di hamparan kebun mawar. tapi aku sangat takut untuk melakukan nya Bi.


"kenapa Nona harus takut?


"aku tidak mau membuat Tuan Hov marah Bi. aku tidak mau menyusahkan kalian lagi. Alesya tertunduk sedih.


"kalau begitu ayo kita turun ketaman itu Nona. Hanna menarik tangan Alesya pelan. Hanna sengaja tidak memberitahu Alesya kalau Jehova menyuruh nya untuk menuruti semua keinginan Alesya. selama keinginan nya tidak macam-macam.


"tidak Bi, aku tidak akan turun! aku akan melihat nya dari sini saja. Alesya tersenyum getir.


"sungguh kau tidak ingin turun kesana? Hanna menggoda nya.


"iya, aku tidak akan turun dari kamar ku. dari pada aku harus kena hukuman lagi. wajah Alesya tampak cemberut.


"tapi kalau ternyata Tuan Jehova tidak akan menghukum mu bagaimana?


"mana mungkin Bi. Tuan Hov sudah melarang ku untuk pergi dari sini.


"kalau hanya berjalan-jalan ditaman, aku yakin Tuan Hov tidak akan marah padamu Nona.


"sungguh Bi? Tuan Hov tidak akan marah padaku?


"Iya, Tuan tidak akan menghukum mu Nona. yang penting kau tidak lagi kabur dari Mansion ini.


"Tentu saja aku tidak akan kabur Bibi. lagipula aku tidak akan pernah berhasil keluar dari Mansion ini untuk kedua kalinya kan. Alesya merajuk.


"kalau begitu bersiap lah, sana ganti bajumu! ayo kita berjalan-jalan di sekitar taman.


"iya tunggu sebentar Bi. Alesya langsung berlari ke Walk in Closet untuk mengganti bajunya.


tarraaaaa.. aku sudah selesai Bibi. Alesya keluar dari sana sudah mengunakan dress abu-abu dengan panjang di bawah lutut. Ia sengaja menggunakan dress itu untuk menutupi luka di lututnya.


"wah, Anda benar-benar cantik Nona. Hanna terperangah melihat kecantikan Alesya.


pantas saja Tuan Jehova tergila gila pada mu Nona. kau benar-benar cantik, bahkan sangat cantik.


Batin Hanna.


"Bibi, kenapa kau malah diam? Alesya mendekati Hanna.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa Nona. aku hanya sedang membayangkan kalau saja anak gadis ku masih hidup pasti dia seumur dengan mu sekarang.


"ada apa dengan anak perempuan Bibi? kenapa Dia bisa meninggal Bi? Alesya penasaran.


"cerita nya panjang Nona.


ayo sekarang kita Turun dulu kebawah. Hanna menggandeng tangan Alesya.


"ayolah ceritakan Bi! aku ingin tau. Alesya masih saja merengek menggoyangkan lengan Hanna.


"iya Nona, nanti saat di taman aku akan bercerita pada mu.


"kalau begitu ayo cepat Bi! Alesya menarik tangan Hanna.


"pelan-pelan Nona! kita sedang menuruni tangga sekarang. jangan sampai karna kenakalan mu kita berdua jatuh dari sini. Haha Hanna terkekeh pelan.


tak berapa lama mereka berdua sudah tiba di taman bunga mawar putih itu.


seperti biasa Alesya langsung berlari menyusuri taman, menciumi satu persatu tangkai mawar yang ada di depannya.


sekitika raut bahagia terpancar dari wajah gadis cantik itu, seakan semua kesedihan dan ketakutan di hatinya menghilang saat Ia berada di tengah-tengah hamparan mawar putih.


Ternyata saat Jehova tau dari CCTV kalau Alesya akan berjalan-jalan ke taman, rupanya Hov sengaja mengikutinya dari tempat berbeda. Hov mengawasi keberadaan Alesya dari atas Rooftop yang ada tepat diatas bangunan kamar nya. Ia sengaja untuk tidak terlalu dekat dengan gadis itu. Hov ingin Alesya menikmati waktu nya tampa ada perasaan terbebani.


dari sana Ia tak hentinya menatap gadis pujaan hati nya itu.


tak jarang Ia ikut tertawa saat melihat Alesya berlari kesana-kemari mengejar beberapa kupu-kupu yang sedang berterbangan.


"Haha lihat lah Steven! gadis itu mengejar kupu-kupu yang sedang terbang, bukankah itu hal yang sangat bodoh sekali.


kalau kau tahu itu hal bodoh, Kenapa juga kau senang sekali melihat kebodohan itu Tuan. Gumamnya.


"sekarang Alesya sudah sembuh Steve, aku senang sekali melihatnya seperti ini.


tampak sekali kebahagiaan yang tak bisa di jelaskan terpancar di wajah tampan Pria itu.


"iya Tuan. lagi-lagi Steve hanya menjawab singkat.


"hey, Kenapa dari tadi ku perhatikan kau hanya menjawab itu-itu saja ya Steve!


"Maaf Tuan, tapi saya harus menjawab apa?


Steve tampak bingung.


"apa kau tidak bisa mengeluarkan jawaban lainnya Steven? Hov berbicara pada asistennya tapi pandangan nya tak pernah beralih dari Alesya.


"baiklah Tuan"


"Ah sudahlah lebih baik kau duduk dan diam saja disitu, jangan menggangguku! aku pusing mendengar suara mu.


"Iya Tuan"


hey, dasar aneh. lagipula siapa yang sedang mengganggu nya, bukankah dari tadi aku hanya diam saja. kau sendiri yang bertanya pada ku Tuan. dan sekarang kau malah mengatakan aku yang sudah mengganggumu. rupanya cinta sudah membuat mu sedikit gila.

__ADS_1


Steve menggeleng pelan.


Alesya masih saja berlarian, sepertinya Ia sudah melupakan semua rasa sakit di kakinya. buktinya sekarang Ia berlari kesana-kemari seperti seekor lebah kecil yang sedang menghisap nektar dari satu bunga ke bunga yang lain. Sampai-sampai Ia lupa kalau baru saja Ia meminta Hanna untuk bercerita tentang anak gadis nya.


*


*


sementara itu di tempat lain Hans sudah hampir sampai di gerbang utama Mansion DE'LUXE, rupanya Ia sengaja melakukan perjalanan sejak pagi buta tadi. hatinya sudah diliputi dengan perasaan kesal pada Jehova. setelah beberapa hari menunggu Jehova benar-benar tidak menghubungi nya sama sekali. hingga akhirnya Ia semakin mantap untuk menyambangi sahabat sekaligus Bos besarnya itu.


aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksi mu saat aku tiba di Mansion nanti Hov. awak saja kalau ternyata kau mengabaikan ku hanya untuk pekerjaan tidak penting mu itu.


Hans terus Saja bergumam di hatinya. Pikiran nya masih menerawang jauh. hingga tanpa di sadari Mobil nya sudah tiba depan pos penjagaan pintu utama.


"Tuan kita sudah tiba di Pos pintu utama" Suara Edward supir sekaligus asisten pribadi nya berhasil memecah lamunannya.


"Eh, aku sampai tidak menyadari ternyata kita sudah sampai disini. hehe Hans terkekeh kecil.


tanpa membuang waktu Hans segera membuka kaca mobilnya untuk menyapa para penjaga yang ada di sana.


tentu saja tanpa berfikir panjang seluruh penjaga langsung membukakan portal untuk Mobil Hans masuk, karena seluruh penjaga sudah tau siapa Hans. Pria ini orang kepercayaan Tuan mereka setelah Steven dan juga orang yang sangat berperan penting dalam pekerjaan Tuan Jehova nya.


"silahkan Tuan Hansen! sapa salah satu penjaga yang membukakan portal untuk Mobil nya.


"iya terima kasih" Hans masih membuka kaca mobilnya lebar dan mengangguk pelan.


Hans memang di kenal lebih ramah pada orang lain dibandingkan dengan Jehova. setelah para penjaga itu membuka portalnya,


supirnya Edward langsung saja melajukan mobil yang Ia kemudikan dengan cepat melibas jalanan sepi itu. maklum saja karena jalan itu memang jalan pribadi milik Hov.


sungguh para penjaga tidak menyadari kalau mereka sedang memberikan jalan masuk pada orang yang saat ini sedang sangat di hindari oleh Tuan mereka.


"Hah.. udara di sini memang sangat sejuk ya Ed. Hans membuka kaca mobilnya secara penuh.


"iya Tuan. Anda benar sekali.


"pantas saja Hov betah berlama-lama disini. tapi apa gerangan yang membuatnya kembali ke Mansion ini, bukankah Dia sudah tidak mau menempati nya lagi. kau tau tentang cerita Jehova dan kekasih nya dulu kan Ed?


"Iya Tuan. saya pernah mendengar cerita itu. Edward menjawab seperlunya saja.


"Ah sudahlah lah, aku tidak perlu penasaran lagi. karna sebentar lagi aku akan menemukan jawaban yang membuat pikiranku tidak tenang selama beberapa bulan ini.


dalam kurun waktu 2 bulan ini, Hov memang sangat berbeda. sekarang Ia jarang sekali datang ke kantor nya. padahal selama ini Ia di kenal sebagai Pria yang gila pada pekerjaan. Ia tidak pernah sekalipun meninggalkan pertemuan penting di Perusahaan atau pun di jaringan Mafia yang di pimpinnya sekarang ini.


bahkan sekalipun Ia tidak pernah Absen untuk datang ke perusahaan setiap hari. tapi keadaan saat ini sangat berbanding terbalik dengan Jehova yang dulu dan itulah yang membuat Hans diliputi oleh rasa ingin tau tentang apa yang saat ini sedang dilakukan oleh sahabat nya.


tanpa terasa mobil yang mereka kendarai sudah melewati separuh dari jalan utama menuju Mansion de'Luxe.


BERSAMBUNG.....


*LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH*"


__ADS_2