
Dengan sangat hati-hati, Carlos kembali memeriksa tubuh Alesya, Dia tidak berani sembarang menyentuh bagian tubuh Alesya jika Hov tidak mengijinkan nya.
"apa Dia akan baik-baik saja Carl? Wajah Hov terlihat resah.
"tenanglah kawan! secara keseluruhan tubuh nya cukup stabil, hanya saja mungkin di psikologis nya. gadis ini membutuhkan sedikit ketenangan Hov. Terang Dokter muda itu sambil tangannya memasang kan jarum infus di tangan Alesya.
"lalu apa yang harus aku lakukan pada nya Carl?
"jangan "memaksanya" Hov! kalau kau tidak menginginkan gadis ini masuk ke rumah sakit jiwa. kali ini air muka Carlos tampak serius.
"apa maksud mu Carl? Hov tampak tidak mengerti.
"ayolah Hov, kau ini bukan anak kecil lagi! apakah aku harus menjelaskan secara rinci pada mu?
"tidak perlu, aku mengerti maksud mu Carl! Hov memandang jengah sodara nya itu.
tapi aku tidak bisa kalau harus membiarkan Dia pergi dari sisi Ku Carl. Hov menundukan kepalanya menatap gadis cantik yang sedang terbaring lemah di samping nya.
"apa kau sungguh mencintai nya Hov? Carlos memberanikan diri untuk bertanya.
"Iya" aku sangat mencintai gadis ini, bahkan lebih dari aku mencintai wanita ku yang dulu. Hov sengaja tidak menyebut nama Cindy.
"tapi apa kau sudah tau dari mana asal usul gadis ini Hov?
"sudah Carl, aku bahkan sangat tau siapa gadis ini. Hov membelai rambut Alesya pelan.
Alesya tidur dengan sangat nyenyak nya, selain karena tubuhnya memang sangat lelah, Dia juga sudah dalam pengaruh obat tidur yang di suntikan oleh Carlos tadi. jadi Alesya benar-benar tidak menyadari keberadaan 3 pria tampan itu di kamarnya.
"apakah Dia tau kalau kau mencintai nya Hov? Carlos ingin tau lebih banyak rupanya.
"aku rasa tidak Carl, justru ku rasa sekarang Dia sangat membenciku. Hov kembali mengacak rambut indah nya.
"Haha. sungguh gadis ini type yang langka Hov. di manakah kau menemukan barang antik ini? Carlos tergelak menatap Hov.
"apa maksud mu Carl? kenapa kau menyamakan Alesya ku seperti barang. Hov meninggikan suaranya.
"tenanglah kawan aku hanya bercanda"
maksud ku di mana kau bisa menemukan gadis sepolos Dia. disaat semua wanita cantik diluar sana mendambakan cinta mu dan berharap bisa meniduri mu walaupun hanya semalam saja. Dimana banyak wanita kaya raya yang begitu berambisi untuk menjadi wanita mu dan bisa tinggal di Mansion Indah beserta segala kemewahannya.
Tapi Gadis kecil ini malah berusaha untuk meninggalkan mu dan Mansion mewah mu Ini.
bukankah itu hal yang langka kawan? Carlos memicingkan matanya menatap Hov.
"kau ada benarnya juga Carl! Hov menggangguk pelan.
"Di mana kau bertemu dengan Alesya Hov? Carlos masih penasaran.
"ah sudahlah" kau tidak perlu tau Carl! kau hanya harus menyembuhkan Alesya saja.
"Sial, apa kau pikir aku ini Tuhan Hov, aku hanya manusia biasa! aku hanya bekerja semaksimal mungkin itu saja. dan selanjutnya tentu saja terserah Tuhan. Carlos bersungut-sungut.
"Baiklah kalau begitu kau boleh pergi sekarang! jangan lupa mengirimkan semua kebutuhan medis untuk Alesya malam ini juga.
"jadi kau mengusir ku Hov? dasar sial, setelah kau memberikan ancaman gila pada ku, sekarang setelah kau mendapatkan apa yang kau inginkan, kau mengusir ku begitu saja.
"lalu apa lagi yang akan kau lakukan disini Carl? kembali lah kesini besok!
"tapi aku tidak bisa Hov, besok aku ada jadwal operasi. aku akan mengirimkan satu perawat medis terbaik dari rumah sakit, untuk merawat Nona muda mu ini.
"tidak Carl! Alesya tidak boleh di tangani oleh siapapun. Hanya kau saja yang boleh merawat nya.
"tapi aku seorang Dokter Hov" aku bukan perawat! Carlos mulai kesal.
"Baiklah kalau kau tidak mau" Hov berkata santai.
"iya..iya.. aku yang akan merawat nya. bahkan kalau perlu aku juga bisa membantu untuk mandikan nya.
"kau mau mati ya Carl? sekali saja kau menyentuh tubuh Alesya ku, maka aku akan langsung mematahkan jari-jari mu itu. Hov menyeringai.
"ah terserah kau saja Hov. aku sudah pusing meladeni mu.
Carlos mengemasi barang-barang nya dan segera keluar dari kamar Alesya.
"jangan lupa besok kau harus kesini lagi Carl!! suara Hov kencang.
antarkan Carlos sampai ke helicopters Steve!
"Baik Tuan" dengan cepat Steve mengekor di belakang langkah Carlos.
__ADS_1
kini tinggal Alesya dan Jehova yang ada di kamar itu. saat Hov menatap wajah Alesya yang tak berdaya. sebuah penyesalan yang teramat besar menyeruak di hatinya.
ku mohon maaf kan aku Alesya! sungguh aku tidak menyangka kalau kau akan setakut ini.
ku mohon jangan benci aku. karena aku sangat mencintaimu Alesya.
aku berjanji tidak akan memaksa mu untuk melakukan nya, jika kau bukan kau sendiri yang mengijinkan.
Hov meremas jari tangan Alesya pelan dan menciumnya berkali-kali.
Malam semakin larut, Tapi Hov masih betah berada di samping Alesya. Ia sengaja menarik sofa yang ada di kamar itu untuk di letakkan di samping ranjang tempat tidur Alesya. setelah Ia selesai menata tempat tidur nya sendiri.
lalu dengan segera Hov menekan tombol biru yang ada di pesawat telepon diatas nakas untuk menghubungi Hanna.
"iya Tuan ada yang Anda butuhkan"
suara Hanna langsung terdengar dari balik gagang telpon.
"ambil kan aku makan malam dan segelas susu steril hangat.
o iya, ambil kan juga makanan yang sama seperti milikku untuk Alesya. siapa tau malam nanti Dia akan terbangun.
"iya Tuan"
dengan segera Hanna dan semua pelayan yang ada di dapur bekerja keras menyiapkan makan malam yang di minta Hov.
para pelayan yang bertugas memasak sudah tahu, apa yang biasa di makan oleh Hov. saat sarapan pagi Hov biasa meminta roti isi selai coklat dan Oren jus. dan saat malam hari Ia harus makan malam dengan menu yang berbahan dasar daging sapi seger.
tok..tok..tok..
tak lama pintu kamar di ketuk pelan.
"masuk lah!!
cepat sekali mereka memasak makan malam untuk ku. Hov sedikit terkejut.
namun saat tau Steve lah yang masuk kedalam kamar, hayalan tentang makan malam kali ini langsung buyar begitu saja.
"apa ada orang lain yang Anda tunggu Tuan? kenapa Anda masih saja melihat ke arah pintu. Steve masih berdiri memandangi pintu kamar.
"Tidak ada" aku kira kau Hanna dan pelayan yang membawa makan malam untuk ku. Hov membuang mukanya kesal.
"oh, jadi Anda lapar Tuan? Steve menahan senyum nya.
"iya Tuan, maaf kan atas kesalahan saya, Steve membungkuk kan badan nya di depan Hov.
apa katanya? aku ini robot! ya..ya..ya.. aku ini memang robot manusia yang super canggih. karena itu kau slalu memberikan aku pekerjaan yang belum tentu bisa di lakukan manusia. iyakan? Steve membatin.
"sebenarnya kau hampir tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun Steve. hanya saja kau terkadang sedikit bodoh. haha Hov tergelak.
Steve hanya berdiri mematung di tempatnya. seperti biasa tanpa suara dan juga tanpa ekspresi di wajah garang nya.
tak lama, Hanna dan beberapa pelayan datang membawa kan makan malam untuk Jehova, Alesya dan Steven. karena tadi Hov kembali memberitahu Hanna untuk menyiapkan makan malam untuk Steve juga.
"duduklah Steve! apa kau akan makan sambil berdiri seperti itu. Hov sudah meraih makan malam nya yang sudah tersaji rapi di meja kamar Alesya.
"Tidak Tuan" silahkan Anda memakanya lebih dulu. Steve menolak secara halus.
"sejak kapan kau berani menolak perintah dari ku Steven? Hov menoleh ke arah pria itu dengan tatapan dingin.
"Tidak Tuan" tapi saya tidak pantas berada dalam satu meja bersama Anda.
Steve kembali menolak nya.
"aku tidak menerima penolakan Steven!!
"iya Tuan" dengan cepat Steve sudah duduk berhadapan dengan Hov di meja itu.
Ia masih diam menatap Hov memakan makanannya.
"apa aku harus mennyuapimu Steven? Hov kembali menatap Asistennya itu.
"Tidak Tuan" dengan cepat Steve meraih sendok dan garpu yang sudah tersedia dan langsung melahap makanan itu dengan perasaan canggung. Karna baru kali ini Ia makan malam dalam satu meja bersama Hov.
sepertinya Nona Muda membawa dampak baik untuk Tuan Hov. walaupun Dia jadi sedikit gila, tapi sekarang Tuan Hov lebih mirip seperti manusia pada umumnya.
gumam Steve.
sedang Hov tampak mengulum senyumnya saat melihat Asistennya itu makan malam dengan sedikit gugup.
__ADS_1
saat mereka sedang menikmati makan malam bersama. tiba-tiba Alesya mengingau tak jelas.
hingga membuat keduanya langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera menghampiri Alesya.
Hov spontan saja naik ke atas ranjang dan Steve berdiri di sisi ranjang itu.
"ada apa dengan Alesya Steve? kenapa dia meracau seperti ini. Hov tampak panik melihat keadaan Alesya.
"Tunggu sebentar Tuan, saya akan menghubungi Dokter Carlos.
"iya, cepatlah Steve!!
Hov masih mengusap tangan Alesya dengan perlahan.
jangan takut Alesya aku ada di sini. aku akan menemanimu. Hov terus saja berbisik di telinga gadis itu.
"Halo Dokter Carlos.
"iya" ada apa lagi Steve?
"kenapa Nona Alesya seperti meracau tak jelas Dok? tanya Steve panik.
"tidak apa-apa Steven, itu reaksi dari obat tidur yang aku berikan tadi. Carlos menjawabnya dengan santai.
"Heh Bodoh" bisa-bisanya kau mengatakan tidak apa-apa, apa kau tau? Alesya ku meracau tak jelas sedang kan matanya masih terpejam. Suara Hov sudah seperti geluduk saja di telinga Carlos. hingga dengan cepat Carlos menjauh kan ponselnya dari daun telinganya.
"Iya Hov, aku tau! tapi percayalah padaku, gadis mu itu akan baik-baik saja.
"kali ini aku percaya padamu Carl. tapi kalau sampai ada hal buruk terjadi pada Alesya, aku akan membunuhmu. pekik Hov keras.
"Iya"
Tuttt..
dengan cepat Carlos sudah mengakhiri panggilan telepon nya, tanpa mempedulikan Hov yang masih mengoceh tak jelas.
"Brengsek sekali Dokter itu! beraninya Dia menutup telepon dari ku. Hov melempar ponsel Steven sembarang saja. Hingga membuat si empunya gawai sedikit terkejut.
Steve segera meraih ponselnya yang tergeletak di bawah kaki Alesya dan memasukkan nya ke saku celana.
panggil Hanna kesini Steve!
"Iya Tuan" Steve menghampiri Hanna yang masih menunggu di luar kamar.
"apa Taun memanggil saya?
"iya" bereskan semua makanan yang ada di meja itu! lalu ambilkan Steve bantal dan selimut dia akan menemani ku di sini.
"Tapi saya bisa menunggu dari luar kamar saja Tuan. Steven tampak terkejut.
"tidak Steve, kau dan Hanna akan tidur disini malam ini di kamar ini, bersamaku dan Alesya.
kalian paham itu!!
Jehova sengaja melakukan itu, agar saat Alesya tersadar nanti Ia tidak begitu ketakutan, karena ada Hanna dan juga Steven di kamar itu. Karna Hov tau betul saat ini keadaan Alesya sedang tidak stabil.
"ih..iya Tuan. Hanna nampak terkejut tapi tidak berani menolak perintah dari Tuannya itu.
Hanna segera masuk ke Walk in Closet untuk mengambil selimut dan juga beberapa bantal dari sana.
dengan sigap Ia sudah menyulap sofa itu menjadi tempat tidur yang sangat nyaman. tak lupa Ia juga memberikan satu selimut untuk Hov.
"Dan kau bisa tidur di sana Hanna, ekor mata Hov menunjuk ke sisi ranjang Alesya.
"Baik Tuan"
Steve membantu Hanna untuk menggeser satu sofa ke samping kiri ranjang Alesya.
malam semakin larut, tapi tak ada satupun dari mereka yang bisa tertidur pulas kecuali Alesya.
baik Steve maupun Hanna sama-sama sedang merasakan hati mereka berkecambuk.
mereka berdua tidak pernah membayangkan akan berada dalam satu kamar bersama Taun Alexander Jehova yang begitu terkenal dengan sikap sombongnya dan begitu menjaga jarak dengan para bawahannya saat di kantor maupun di kediaman nya. namun malam ini semua seakan melebur. bahkan Ia rela sekamar dengan seorang pembantu seperti Hanna, demi menjaga hati gadis pujaannya.
BERSAMBUNG...
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR
"TERIMAKASIH"