
sejak pertengakaran nya dengan Alesya beberapa hari yang lalu. Hov memilih menghabiskan waktu di ruang kerjanya. Ia sengaja tidak keluar dari ruangan nya untuk menghindari Alesya.
"Mungkin lebih baik, untuk sementara ini aku menjaga jarak dengan Alesya. agar Dia bisa melupakan perasaan marah nya padaku.
sebisa mungkin aku akan menyibukkan diri dengan pekerjaan yang beberapa waktu ini sudah aku abaikan.
Welcome to your work Mr. Hov!!
tak lupa Hov menyemangati diri nya sendiri.
jarinya mulai mengoperasikan laptop yang ada di depan nya. ternyata ada banyak sekali data-data yang selama 2 Minggu ini tidak pernah dilihatnya.
rupanya Hans dengan rutin mengirimkan laporan seluruh perkembangan apa saja yang ada di kantor maupun bisnis di kartel mereka. tapi memang Hov lah yang terlalu sibuk untuk mengawasi Alesya, hingga tidak pernah menyempatkan waktu untuk memeriksa nya.
dengan segera Hov meraih Ponsel yang ada di sampingnya dan mendial nomor milik Hans.
"Halooo..... ada apa ini Hov? tiba-tiba sekali kau menelpon ku terlebih dahulu.
bukankah selama 2 Minggu ini kau sangat sibuk! sampai kau melupakan sahabat baiknya mu ini.
atau jangan-jangan kau terkejut, karna sudah membuka semua data yang ku kirimkan?
"Iya aku sudah membukanya!
terimakasih karna kerjamu bagus kawan.
Hov dengan tulus mengucapkan nya.
"Heyy' kenapa kau seserius ini kawan? bukan kah aku sudah sering melakukan nya untuk mu Hov.
"Iya Hans, tapi kali ini aku merasa terlalu merepotkan mu.
apakah kau ada waktu malam ini?
ayo kita bertemu di Club!
"Sepertinya malam ini aku tidak ada jadwal pertemuan dengan siapapun Hov.
apa urusanmu di "disana" sudah selesai? kenapa tiba-tiba kau bisa meluangkan waktu untuk mengajak ku bertemu?
"sudahlah Hans, jangan terlalu banyak bertanya!
kalau ada waktu ayo kita bertemu, tapi kalau tidak bisa tidak masalah Hans!
"Baiklah Kawan, nanti malam aku akan menunggu mu di Club. Hans tau betul Sahabat nya itu sedang dalam keadaan tidak baik. dan berdebat dengan nya bukanlah pilihan yang tepat.
Tutttttttt.....
"Halooo.. Halooo.... Hov apakah sudah mengakhiri panggilan mu?
Sial Bisa-bisanya dia menutup telfonnya secepat itu, Hans memakai ponsel nya.
Hov kembali terfokus pada pekerjaan nya yang ada di laptop.
dibacanya satu persatu data dan informasi yang sudah Dia terima.
Tapi Hov tetap saja tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaan nya. pikiran nya hanya tertuju pada Alesya.
"Apa yang sedang gadis itu lakukan ya?
baru saja beberapa hari ini Aku tidak bertemu dengan Alesya, tapi kenapa sesulit ini ya?
ya sudah sejak beberapa hari yang lalu setelah mereka bertengkar hebat itu. Hov mencoba mengabaikan Alesya, tapi sepertinya Ia sudah di serang oleh pasukan Rindu yang begitu menggebu.
Hov langsung menyimpan kembali data-data yang sudah selesai Ia tinjau dan langsung menyambungkan Laptop nya dengan seluruh CCTV yang ada di Mansion.
Hov mencari keberadaan Alesya lewat Video CCTV.
Hov menemukan Alesya sedang duduk di balkon Kamar nya, dengan memagang sebuah buku.
Alesya terlihat sedang menulis dengan serius di buku yang di pegangnya.
Hov langsung saja memperbesar gambar di CCTV untuk mengetahui apa yang sedang Alesya tulis.
__ADS_1
tapi jelas saja! camera CCTV tidak bisa menampakkan dengan jelas apa yang sedang di tulis Alesya.
"Sial, kenapa aku tidak bisa melihatnya, apa sedang kau tulis Alesya???
Hov yang penasaran akhirnya memutuskan untuk menghampiri Alesya di kamarnya, untuk mencari tau apa yang sedang di tulis oleh gadis kecil yang Dia rindukan.
tokkk....tokkk...tokk...
"Ya masuklah Bik!!
Alesya mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu kamarnya tanpa menoleh ke belakang.
Hov tanpa bersuara langsung masuk ke dalam, saat mendengar Alesya sudah mempersilahkan nya untuk masuk.
Ia langsung saja menuju ke balkon kamar di mana Alesya sedang duduk.
Rupanya Alesya tidak tau yang masuk ke dalam kamarnya adalah Hov.
Ia masih saja sibuk menuliskan seluruh isi hatinya di buku itu.
eh, kenapa Bibi tidak bersuara ya?? ah iya, mungkin Bibi sedang mempersiapkan air mandi sore ini untuk ku, mungkin karna itu Bibi langsung ke kamar mandi.
Dia masih saja melanjutkan kan menulis nya, dan sama sekali tidak menyadari Hov sudah bersandar di depan pintu menatap punggung nya dari belakang.
sudah tidak ada sedikitpun perasaan marah untuk Alesya di hatinya. yang ada hanya perasaan rindu dan perasaan ingin memeluk gadis yang ada di depannya itu.
"Aku merindukanmu Alesya... Bibirnya berucap tanpa sadar.
"kenapa aku seperti mendengar Suara Tuan Hov ya? bisik nya pelan.
jangan-jangan....?
saat Alesya menoleh ke belakang benar saja Laki-laki tampan nan rupawan itu sudah berdiri tepat di belakang tempat duduknya.
"Tuan Hov! apa yang sedang Anda lakukan di sini? Alesya bingung sekaligus terkejut.
pikiran nya sudah melayang jauh saat melihat Hov berdiri didepan nya.
apa lagi yang akan laki-laki ini lakukan padaku, Tenang lah Alesya kau tidak boleh memancing kemarahan nya lagi, bukankah beberapa waktu yang lalu kau sudah mengatakan yang tidak-tidak pada pria ini.
"Di mana Bibi Hanna? bukankah tadi Bibi Hanna yang masuk ke kamar ku?
"ah.. kau terlalu ceroboh Sya, bisa-bisanya kau mempersilahkan orang masuk ke kamar mu tanpa mengetahui nya lebih dulu.
"ih..Iya Tuan, maaf kan saya, karna setau saya Bibi Hanna lah bisa dengan mudah keluar masuk ke kamar ini.
dasar kaki-laki gila, bisa-bisanya dia berfikir seperti itu. apakah dia sudah lupa kalau dia sendiri yang menempatkan puluhan anak buahnya untuk menjaga kamar ini, lantas bagaimana orang lain bisa masuk.
"Hmmmmm" Hov menjawabnya dengan singkat.
apa yang sedang kau lakukan Sya?
"oh tidak ada Tuan, saya hanya sedang bersantai.
Alesya dengan cepat menyembunyikan buku itu di balik punggung nya.
"lalu apa yang sedang kau sembunyikan itu, mata Hov menatap penuh selidik.
apa yang sedang kau tulis Alesya? satu pertanyaan dari Hov langsung membuat Alesya panik.
"Bukan apa-apa Tuan! hanya sekedar tulisan yang tidak penting. Alesya coba menyakinkan Hov.
ihh. dari mana Dia bisa tau kalau aku sedang menulis, bukankah dari tadi dia belakang ku.
"Benarkah? kalau begitu boleh kah aku melihat nya, Hov sudah mendekati Alesya.
"Oh tidak perlu Tuan, saya yakin anda tidak akan tertarik dengan apa yang saya tulis.
kenapa harus kau yang masuk si Tuan, aku tidak mau kalau sampai Anda melihat isi dari tulisan ku ini, bisa- bisa kau langsung membunuh ku. saat tau isi tulisan ini penuh makian untuk mu.
"bagaimana kau bisa mengatakan aku tidak tertarik, bila aku belum pernah melihatnya Sya!
"O iya Tuan, seperti nya ini sudah hampir gelap. Rasanya tubuh ku sudah lengket dan aku harus segera ke kamar mandi.
__ADS_1
Alesya coba mengalihkan perhatian Hov dari bukunya.
"Ohh" baiklah kalau begitu mandi lah! biar aku meminjam buku itu sebentar.
kenapa aku tidak pernah bosan untuk menggoda mu Alesya, aku benar-benar gemas saat melihat wajahmu yang panik seperti ini.
"Maaf Tuan, aku tidak terbiasa mandi saat ada orang asing di kamar ku.
"Apa" orang asing kata mu! suara Hov naik satu level dari sebelumnya.
sial.. kenapa aku harus berteriak lagi di depan Alesya.. dasar Bodoh.
Hov merutuki dirinya.
"memangnya ada yang salah? Bukankah Tuan memang orang asing untuk ku!
Alesya berjalan melewati Hov yang ada di depan nya.
Dasar tidak waras, bisa-bisanya Dia ingin tetep di kamar ku saat aku sedang mandi.
jangan pikir kau bisa mengulangi perbuatan "Bodoh" itu lagi pada ku.
Sekarang silahkan Anda keluar dari kamar ini Tuan! Alesya sudah membukakan pintu kamar nya.
"Beraninya kau mengusir ku Alesya!
tenang lah Jehova, bukankah kau ingin segera berbaikan dengan gadis mu ini.
Ahhh Baiklah Nona Alesya, aku akan segera keluar dari kamar mu.
Hov berjalan perlahan, mendekat ke arah Alesya berdiri.
" Jangan mendekat Tuan!
"Bagaimana aku tidak mendekat, bukankah sekarang kau berdiri di sebelah pintu, lalu aku harus keluar dari mana?
Hahahaha Hov terkekeh-kekeh melihat Reaksi Alesya yang berlebihan terhadap nya.
Sreeeeg
Alesya dengan cepat langsung menggeser tubuhnya menjauh dari pintu.
"Sekarang silahkan kan Tuan! Alesya kembali mempersilahkan.
saat Alesya Hendak menutup pintu, tiba-tiba tangan kekar Hov sudah menahan nya.
"Tunggu sebentar Alesya!
Alesya tampak mematung saat Wajah sempurna Hov sudah ada di depan matanya.
"Aa..ada apa lagi Taun? Alesya merasa gugup.
"aku minta maaf, karna waktu itu aku memaksa mu untuk membantuku "melakukan" nya.
O iya Alesya, malam ini aku akan keluar sebentar. apa kau ingin ku bawakan sesuatu saat aku pulang nanti? Mata Hov berbinar menatap Alesya.
"Aaapaa........" Alesya masih tidak percaya seorang Alexander Jehova CEO dari AJ Group yang terkenal akan keangkuhannya kejam dan juga keras kepala itu, meminta maaf padanya yang hanya seorang gadis pencuci piring.
Mata coklat nya terbelalak sempurna saat mendengar Hov mengucapkan nya dengan sangat tulus.
"Heyyyy kenapa kau diam saja Alesya! Suara Hov mengembalikan kesadarannya.
"Astaga" maaf kan Aku Tuan! Alesya menunduk menyembunyikan wajah keterkejutan nya.
"Kamu ingin aku membawakan apa Alesya?
"oh, Anda tidak perlu repot-repot Tuan.
sedang kerasukan setan apa Pria ini? kenapa Dia harus melapor pada ku saat akan pergi, bukankah Dia bisa melakukan apapun tanpa seijinku. lagipula apa peduliku kau mau kemana.
"Tidur lah lebih cepat Alesya dan jangan nakal! o iya satu lagi, kau tidak perlu menunggu ku pulang.
Hov mengacak rambut ikal nya dengan kasar dan berlalu dengan tawa yang menggema dari bibir nya. tanpa mempedulikan Alesya yang masih terdiam di balik pintu.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈ BERSAMBUNG πΈπΈπΈπΈ
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR NYA DENGAN LIKE VOTE DAN KASIH KOMENTAR YANG BAIK YA πππ