"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 36


__ADS_3

Laura masih saja memandangi Hov yang tampak serius memainkan Laptop yang ada di depan nya.


sial, Tuan Hov sungguh tampan saat sedang serius seperti itu! apakah saat di ranjang Dia juga akan se serius ini ya, aku harus mendapatkan nya malam ini! lihat Tuan Hov, apa kau bisa menolak ku saat di ranjang nanti.


Laura tampak mengulum senyum saat memikirkan sebuah rencana besar untuk Hov.


sepertinya pertemuan malam ini lebih pantas di sebut reuni. Karna selain membahas kerjasama, mereka juga bisa bertemu dengan para Mafia kelas atas dari berbagai negara.


"bagaimana Tuan Hov apakah Anda setuju dengan tawaran kerjasama yang saja ajukan?


tampak salah satu mafia bertubuh tegap itu menghampiri di mana Hov duduk.


"kita lihat saja nanti Tuan Alfredo"


aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Karna masih banyak sekali data-data dan tawaran kerjasama yang belum sempat aku baca.


"bukankah Anda Pria yang loyal Tuan Hov, dulu saat Ayah mu yang menjadi ketua, Beliau tidak pernah mempersulit ku dalam hal kerjasama. Pria itu tampak percaya diri saat berbicara di depan Hov.


"Benarkah? Tuan Alfredo.


cih, dasar penjilat! apa kau pikir dengan menyebut nama Ayahku aku akan berbaik hati padamu.


tapi sepertinya ada hal yang Anda lupakan Tuan?


"Apa itu Tuan Jehova? Alfredo tampak bingung.


"ketahuilah Tuan Alfredo" sekarang aku lah yang menjadi ketua Mafia disini! jadi kau tidak bisa menyamakan cara berfikir ku dengan cara berfikir Ayahku.


ingat itu baik-baik Tuan Alfredo!!


wajah Alfredo tampak pias, saat Hov memberikan jawaban yang begitu sederhana, namun terdengar sangat menakutkan untuk pria paruh baya itu.


"ih..iya.. Tuan, maaf kan atas kelancangan yang sudah saya lakukan. Alfredo tampak berdiri menjauh dari tempat duduk Hov.


"Hey, apa kau tidak terlalu berlebihan pada si tua bangka itu kawan? Hans tampak tersenyum kecil pada sahabat nya itu.

__ADS_1


"Biarkan saja Hans! lagi pula aku paling tidak suka saat ada penjilat di sekitar ku. Aku benci cara-cara bekerja mereka yang menganggap ku sebagai senjata penghasil uang mereka.


"tapi bukankah pekerjaan kita memang mempermudah mereka untuk berbisnis kan Hov? Hans coba memperjelas.


"Iya Hans, aku tau! tapi bukan berarti aku bisa menerima bekerjasama dengan mereka semua kan Hans! aku berhak memilih apa saja yang pantas untuk ku kerjakan.


kau tau siapa aku kan Hans? aku hanya bermain di bidang benda mati, aku tidak pernah bermain-main dengan nyawa. apalagi nyawa manusia Hans! aku tidak bisa.


"tapi tetap saja kawan, bisnis kita ini bisnis ilegal, kita menyelundupkan mobil mewah dari berbagai negara, kita juga menerima hasil curian benda-benda bersejarah dari berbagai negara. dan masih banyak lagi bisnis ilegal yang kita lakukan.


"iya" tapi itu semua benda mati Hans, bukan nyawa manusia!


"oke..oke.. disini kaulah Rajanya kawan! kau berhak melakukan apapun, dan aku akan setia di samping mu. haha... Hans melempar tawa pada Hov.


"Cih... ternyata kau juga seorang penjilat sama seperti si Tua Bangka itu Hans. Haha Hov membubuh kan tawa di bibirnya **** nya.


"Dasar si mulut pedass!! Hans bersungut-sungut.


malam semakin larut, seluruh tamu yang ada di sana menikmati pesta dengan penuh semangat, Karna tak tanggung tanggung Hov menjamu para tamu nya dengan pelayanan yang istimewa.


dari makanan, minuman keras, hingga wanita cantik pilihan Club di hadirkan di sana untuk para tamu undangan.


mereka larut dalam pesta, hampir semua manusia yang ada di sana sudah mabuk berat malam ini tak terkecuali Hov dan Hans, namun Hans sengaja tidak minum terlalu banyak. karna Ia takut akan mabuk seperti malam sebelumnya. tapi rupanya ada satu manusia yang tidak tersentuh oleh alkohol sedikit pun, siapa lagi kalau bukan Steven. Karna Steven sadar betul Ia bertanggung jawab atas keselamatan Tuan Muda nya, sehingga sekalipun Dia tidak pernah menyentuh minuman itu.


Hov larut dalam pestanya malam ini, tapi semabuk apapun Dia, Hov tidak pernah kehilangan kendali atas tubuh dan pikiran nya. di saat semua pria sedang bersenang-senang dengan para wanita, Hov memilih untuk tidak berbaur dengan mereka, Hov duduk di sofa nya menikmati minuman mahal nya sendiri. Hans yang sudah hapal dengan kebiasaan sahabat nya itu memilih berpindah tempat duduknya untuk bergumul dengan gadis cantik pilihan nya.


*


*


Di Mension De'luxe, Alesya melihat jam di dinding kamar nya sudah menunjukkan pukul 01.35.


Hujan di luar sangat deras malam ini, kilatan cahaya petir dan suara dentuman dari geluduk seperti tidak membuat nya gentar untuk segera kabur dari Mansion itu.


Sepertinya kali ini Tuhan berpihak pada ku, Hujan malam ini akan semakin mempermudah ku untuk tidak terlihat di CCTV.

__ADS_1


Alesya segera mengambil beberapa sprei yang sudah di ikatnya menjadi satu dengan sangat kuat dari dalam lemari.


di bawanya ke depan balkon yang ada di kamarnya. dengan sangat hati-hati Alesya mengikat ujung sprei di besi pembatas balkon dengan sangat kuat. tak lupa ia mengedarkan pandangannya ke hamparan taman indah di Mansion itu. sungguh seperti yang di harapkan Alesya, tak ada satupun penjaga yang berkeliling di bawah balkon kamarnya karna hujan memang turun sangat deras dini hari ini.


setelah di rasa suasana cukup aman Alesya dengan hati-hati menurunkan beberapa sambungan sprei itu dengan cepat. tak lupa Ia sejenak masuk kembali ke kamar untuk mengambil sebuah pisau buah yang ada di meja samping sofa.


Oh Tuhan kumohon mudahkanlah aku untuk keluar dari tempat ini, aku ingin kembali pada keluarga ku Tuhan.


setelah Ia berdoa, dengan segera Ia turun dari balkon kamar nya dengan sprei tadi dengan cara bergelayut turun ke bawah. dengan cepat Alesya sudah ada di taman bawah, Ia tidak peduli dengan Air hujan yang mengguyur tubuhnya malam ini, yang terpenting adalah malam ini Ia harus berhasil kabur.


"aku harus berhati-hati saat melompati pagar itu. "kenapa iblis besar itu memasang kawat berduri begitu banyak nya, apa mungkin dia begitu takut di serang musuh, tapi bukankah ini bukan lagi jaman peperangan ya.


dengan Susah payah Alesya melewati pagar pembatas berduri itu.


setelah benar-benar sudah berhasil keluar dari pantauan CCTV. Ia dengan cepat berlari kebibir pantai dan menghilang di kegelapan malam di tengah guyuran hujan lebat.


Ia terus saja berlari meskipun tidak tau kemana arahnya. tidak peduli telapak kaki nya sudah tersayat pecah kerang, dan kulit mulusnya sudah tergores Kawat berduri.


"aku harus berlari sejauh mungkin, agar Iblis Tampan itu tidak bisa menemukan ku, aku yakin pasti ada jalan yang menuju ke pemukiman warga.


sepertinya dugaannya Alesya kali ini salah besar. Ia tidak mengetahui kalau Mansion itu berdiri di tengah pulau pribadi yang di kelilingi oleh lautan lepas, juga hutan-hutan kecil dan hanya ada satu jalan beraspal yang menjadi akses untuk keluar masuk ke Mansion itu.


setelah 1jam Alesya berlari Ia melihat ada sebuah jalan raya yang membentang memisahkan kedua sisi Hutan Pinus.


"ah, akhirnya aku menemukan jalan raya, aku yakin pasti akan ada orang yang melintas di sana.


dengan penuh semangat Alesya berlari menuju ke jalan itu.


*BERSAMBUNG.....


*LIKE


*VOTE


KOMENTAR

__ADS_1


__ADS_2