
mereka sudah ada Di kamar sekarang, sepertinya Alesya sudah tau kalau tempat tidur nya ada di sudut kamar itu, dimana lagi kalau bukan di sofa.
begitu Alesya ada di kamar, Ia segera mengambil bantal dan juga selimut nya ke sofa.
"hey mau kemana kau?"
suara bariton Jehova menusuk telinga Alesya.
"aku mau tidur Tuan" sahut Alesya.
"enak saja, pijiti aku dulu! tubuh ku lelah sekali Alesya.
Hov menepuk pundak nya pelan.
"eh, pijiti? Alesya terkejut.
"iya! kenapa? kau tidak mau heh! pekik Hov.
"tidak Tuan, baiklah aku akan memijit mu. Alesya tersenyum getir.
"kalau begitu letakkan bantal itu, lalu naiklah ke ranjang! titah Hov.
"ih,iya Tuan"
Alesya menaruh bantal dan selimut di sofa, dan segera menuju ke ranjang di mana Jehova sedang duduk bersandar di sana.
"naiklah Alesya!" Hov menepuk kasus disebelahnya yang masih kosong.
"ta, tapi Tuan? Alesya tampak ragu.
"kenapa Alesya? apa kau takut? aku hanya ingin kau memijit ku, bukan untuk meniduri ku. ucap Hov kesal.
sial, ternyata Alesya belum bisa sepenuhnya menerima ku ternyata.
batin Hov.
"eh, iya Tuan. maaf kan saya. Alesya seketika menunduk.
"sekarang cepat lah naik! pekik nya keras.
Hov merubah posisi nya yang tadi sedang bersandar langsung tidur tengkurap.
perlahan Alesya mulai naik keatas ranjang, dan duduk bersimpuh di samping tubuh suaminya itu.
sebelum menyentuh tubuh Jehova, Alesya tampak terdiam menatap tubuh suaminya yang tampak begitu sempurna, walaupun masih tertutup oleh kaos polos tipis berwarna putih bersih itu.
"a,aku harus memijat bagian tubuh yang mana Tuan? suara Alesya sedikit bergetar.
"di sini Alesya!" Hov kembali menepuk pundak nya. eh tunggu sebentar!
namun Hov kembali berbalik dan tiba-tiba duduk tepat di depan Alesya.
mereka kini sudah duduk saling berhadapan.
"aaaa, apa yang akan kau lakukan Tuan? Alesya sedikit terkejut dengan tingkah laku Jehova.
"tidak ada! sahut nya datar.
__ADS_1
namun rupanya Jehova sengaja membuka bajunya tepat didepan Alesya. sehingga membuat Alesya lebih terkejut dan mata coklat nya membulat sempurna.
"aaa, kenapa kau membuka baju mu? Alesya menundukkan kepalanya.
"bukankah kau akan memijit ku Alesya. lalu bagaimana bisa kau memijit tubuh ku, kalau aku tidak membuka baju. iya kan! Hov kembali ke posisi nya semula.
"tapi kau tidak harus membuka di depan mataku kan. suara nya terdengar kesal.
dasar Iblis besar, walaupun aku sudah pernah melihatnya, bukan berarti kau bisa sembarangan saja dihadapan ku.
Batin Alesya kesal.
"kenapa Alesya? lagi pula kau sudah melihat seluruh tubuh ku kan. haha tawa Hov mengembang.
sudah jangan banyak bicara, sekarang pijiti aku!
Alesya segera melakukan apa sudah Hov perintah kan, dengan perlahan tangan nya mulai menyentuh punggung yang begitu kekar milik suami nya. kembali di pandang nya pundak yang lebar, kulit yang begitu putih bersih seakan debu pun tak berani menempel di kulit Jehova.
tangan Alesya mulai memijit dengan penuh perasaan, walaupun sebenarnya Alesya sedikit merasa canggung, namun mau bagaimana lagi mau tidak mau Ia harus segera terbiasa dengan keadaan seperti ini.
"apa sudah cukup Tuan?" tangan Alesya sudah mulai kebas.
"belum, tunggu sampai aku tidur baru kau boleh berhenti" sahut Hov.
"tapi Tuan?" protes Alesya.
"tapi kenapa Alesya?" sahut Hov dengan suara sedikit parau.
"tidak apa-apa Tuan" Alesya semakin menguat kan pijitannya.
"aauuu, apa kau ingin mematahkan tulang ku Nyonya Hov? ucap Jehova kesal.
"hmmmmm, lakukan dengan baik Alesya! kalau tidak, kau tidak boleh berhenti. ucap Hov membalas.
"apa? yang benar saja Tuan! kau melarang ku berhenti. Alesya bersungut-sungut.
"iya, makanya lakukan dengan baik! pekik Hov.
"iya Tuan Alexander Jehova! sahut Alesya kesal.
terlihat Jehova menarik bibir nya membentuk sebuah senyuman, saat mendengar jawaban dari bibir Istrinya yang sedang kesal.
Alesya kembali memijit dengan pelan dan tak berselang lama, rupanya Jehova sudah tertidur pulas, terdengar suara nafas nya mulai teratur.
astaga, apa Iblis besar ini sudah tertidur? akhirnya tangan ku bisa beristirahat. huh... rasanya tangan ku hampir mati rasa.
Batin Alesya kesal.
saat di rasa Hov sudah benar-benar tertidur pulas, dengan pelan Alesya mulai menghentikan pijitan nya. tak lupa Ia Merapikan bantal di samping Jehova dan menarik selimut untuk menutupi tubuh suaminya.
kemudian Alesya mengganti bajunya dengan baju tidur dan segera menuju ke sofa untuk tidur.
tak disangka rupanya Jehova belum tertidur, Ia sengaja berpura-pura tertidur agar Alesya bisa menghentikan pijitannya. Hov segera turun dari ranjangnya dan menghampiri Alesya yang sudah menelusup kan tubuh indah nya di balik selimut tebal, dan hanya menyisakan wajah cantik nya yang saja yang terlihat.
"terimakasih Sayang, Karna hari ini kau sudah memasak untuk ku, menemani ku makan malam. sungguh aku tidak pernah merasakan sebahagia ini sebelum nya Alesya. kaulah satu-satunya wanita yang mampu membuat ku begitu takut untuk kehilangan. ku mohon apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku Alesya. karena aku sangat mencintaimu.
Jehova hanya berani mengungkapkan isi hatinya saat Alesya dalam keadaan tertidur. Ia masih belum berani mengatakan nya kepada Alesya secara langsung. karena menurut Hov Alesya belum bisa sepenuhnya menerima dirinya sebagai suami.
__ADS_1
Hov duduk bersila di samping sofa tempat Alesya tertidur. dipandanginya wajah Istrinya berkali-kali, namun semakin Jehova memandang, semakin besar pula cinta itu tumbuh di hati nya.
setelah hampir 2jam Hov duduk di sana, akhirnya Ia memutuskan untuk kembali ke ranjangnya, namun tak lupa sebelum Ia beranjak, Hov mendaratkan ciuman nya di seluruh wajah Alesya, dari bibir pipi dahi, hingga kedua mata Alesya tak luput dari kecupan bibir **** nya. namun Hov berhenti sejenak saat penciuman nya menyentuh pucuk kepala Alesya, seperti ada sensasi kenikmatan yang luar biasa saat Hov mengendus nya. aroma rambut Alesya membuat Jehova tak ingin menjauh dari pemilik rambut itu. namun Ia segera menghentikan kelakuan konyol nya saat melihat Alesya mulai mengeliat pelan karena mulai merasakan ada sesuatu di atas kepalanya. setelah di rasa cukup puas menciumi rambut Alesya barulah Hov kembali keranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
*
*
pagi-pagi sekali Alesya sudah terbangun, Ia segera membersihkan tubuhnya dan langsung menuju ke dapur untuk memasak.
Alesya sudah mulai menghapal apa saja menu sarapan ataupun makan malam yang biasa Hov makan.
setelah semua selesai, Alesya segera melakukan tugasnya yang lain, yaitu menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi dan juga pakaian Jehova untuk pergi ke kantor.
Alesya memang gadis yang cerdas, Ia akan segera memahami apa yang sudah Ia pelajari sebelumnya.
tak ingin membuang waktu, Alesya segera menghampiri Jehova yang masih tertidur lelap di kasur empuknya.
"Tuan Bangun! Ini sudah jam 7pagi"
bisik Alesya pelan di telinga Jehova.
"huh, aku sungguh masih mengantuk Alesya" sahut Hov dengan suara khas bangun tidur.
"tapi Anda harus bekerja Tuan, seorang laki-laki tidak boleh malas untuk pergi bekerja. ucap Alesya.
"iya, iya...! apa kau sudah menyiapkan air untuk ku? Hov bangun dari tempat tidur nya dengan malas.
"sudah Tuan, semua kebutuhan Anda sudah aku siapkan semua nya. mandilah aku akan menunggu Anda di bawah. Alesya tersenyum lebar.
"apa? jadi kau tidak menemani ku mandi heh! pekik Hov dari depan pintu kamar mandi.
"tentu saja tidak, karena aku sudah menyiapkan semua kebutuhan Anda di kamar mandi dan juga di ruang ganti. jadi tidak ada alasan untuk Anda meminta ku masuk ke kamar mandi. hehe jawab Alesya santai dan segera kabur dari kamar mereka.
"Alesya,, Alesya,, tunggu!!"
Hov berteriak namun tidak sedikit pun menghentikan langkah istri kecil nya.
astaga, sepertinya gadis itu akan segera membuat ku gila. haha...
batin Jehova.
akhirnya mau tidak mau Hov mandi sendirian kali ini. terkadang terdengar suara tawa dari Jehova di sela-sela mandi nya. rupanya Ia merasa tingkah Alesya membuat nya kesal sekali bahagia.
lagi Hov tertawa terbahak-bahak, saat melihat pakaian yang sudah di siapkan Alesya untuk nya ke kantor. Istri nya menyiapkan semua bajunya dengan sangat rapi dan juga komplit dengan ****** ***** untuk nya.
sebenarnya Hov bisa mengambil ****** ***** nya sendiri tanpa harus Alesya siapkan, tapi rupanya gadis itu sudah mempersiapkan nya secara rinci, agar Jehova tidak lagi memiliki alasan untuk menyuruh nya.
aku akui kau cukup pintar sayang, tapi lihat lah, aku akan mencari cara lain agar kau bisa menemani ku mandi dan juga berganti baju.
batin Hov culas.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH