"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 98


__ADS_3

Hov dan Alesya sudah bersiap untuk makan malam, mereka berdua tampak keluar dari Apartemen yang kemudian di susul oleh Steven.


kali ini Hov hanya menggunakan kaos polos dan celana Jins biru muda, semua yang pria itu kenakan tampak sederhana, namun tidak sedikitpun mengurangi karismatik yang di miliki oleh Jehova.


begitu juga dengan Alesya, gadis cantik itu hanya mengunakan dress berwarna hitam polos dengan panjang di bawah lutut nya. rambut hitam Curly tampak terurai indah.


sungguh kedua sejoli itu tampak serasi saat berjalan bersama.


hanya saja seolah tidak ada pengunjung lain di restoran tempat mereka bertiga melakukan malam kali ini.


yang ada hanya beberapa Chef dan juga para pelayan yang sudah bersiap untuk melayani mereka.


tentu saja hal itu membuat Alesya kebingungan, gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Restoran mewah yang ada di AJ Apartemen. namun tetap saja tak menemukan pengunjung lain disana.


"Tuan" panggil Alesya pelan.


"Hmmm" sahut Hov.


"kenapa restoran ini sangat sepi?" Alesya penasaran.


"sudah lah tidak usah di pikirkan, kau ingin makan malam apa Alesya?" tanya Hov sambil membuka dan membaca buku menu yang sedang di pegang nya.


"terserah kau saja Tuan, apa yang ingin kau makan, aku juga akan memakan nya." ucap Alesya polos.


"eh, sungguh?" Hov tampak terkejut namun juga terlihat mengulum senyum.


"iya" sahut Alesya sambil tersenyum manis.


"bagaimana kalau malam ini kita makan steak saja" Hov menawarkan.


"iya, lagi pula mana bisa sehari saja kau tidak memakan daging" Alesya menggerutu pelan.


"kalau kau tidak mau kau bisa memesan makanan lain Alesya." ucap Hov.


"kalau begitu aku ingin tumis brokoli dan jamur saja." sahut Alesya.


"baiklah, sesuai keinginan mu Nyonya Hov." ucap Jehova dengan penuh semangat.


Hov mengembalikan buku menu itu kepada salah satu Chef yang berdiri di samping mejanya. dan segera mengibaskan tangannya agar mereka semua segera pergi.


namun sebelum seluruh chef dan jaga para pelayan meninggalkan Meja Hov dan Alesya. mereka semua seketika memandang ke arah Alesya, dengan tatapan yang merendahkan. ketika mereka mendengar Jehova memanggil nya dengan sebuah Nyonya Hov.


mereka tampak sangat terkejut dengan apa yang Jehova ucap kan, karena setahu mereka Jehova adalah Pria lajang yang belum memiliki pendamping. mereka menyangka kalau Alesya hanyalah perempuan simpanan Jehova.


namun rupanya Steve bisa menangkap situasi itu, Steve bisa melihat kalau mereka semua mulai mencuri tatapan ke arah Alesya. mereka semua seakan ingin tau seperti apa rupa wanita yang menjadi simpanan Tuan Alexander Jehova itu.


Steven tau, kalau Ia tidak segera bertindak maka berita kurang baik tentang Tuan mudanya dan Alesya akan segera tersebar.


tak ingin membuang waktu, Steve segera berdiri dari meja nya dan menghampiri meja Jehova dan Alesya.


Steven mendekati Tuan muda nya dan tampak berbisik di telinga Hov, sementara Hov hanya mengangguk saja dan membiarkan Steve pergi dari sana.


tak ada yang tau apa sebenarnya yang sudah Steve bisikan pada Jehova. begitu juga dengan Alesya hingga membuat gadis itu penasaran.


"kemana Tuan Steve akan pergi Tuan? kenapa dia tidak makan dulu? cecar Alesya.


"berapa kali sudah ku katakan padamu Alesya, kau tidak boleh memperhatikan pria lain selain aku." ucap Hov kesal.

__ADS_1


"aku tidak memperhatikan nya Tuan, aku hanya bertanya saja, apakah itu pun tidak boleh." sahut Alesya.


"tidak boleh" ucap Hov cepat.


"astaga, lalu siapa yang boleh tanyakan heh?" pekik Alesya.


"tentu saja hanya aku saja yang boleh kau tanyakan ataupun perhatian, ingat itu baik-baik!" Hov memperingati.


"oh Astaga" ucap Alesya sambil memutar bola matanya jengah.


"kenapa, apa kau keberatan?" Hov memicingkan matanya menatap Alesya.


"tentu saja tidak Tuan, karena disini kau lah raja nya." ucap Alesya setengah bergurau.


"bagus, gadis pintar" seloroh Jehova.


"Tuan?" panggil Alesya lagi.


"Hmmm"


"apa kau sengaja menyewa seluruh restoran ini? tanya Alesya pelan.


"haha, apa katamu? menyewa? untuk apa aku harus menyewanya Alesya." ucap Hov sambil tersenyum kecil.


"jangan bilang kalau Restoran ini juga milik mu Tuan!" Alesya menatap Hov penuh selidik.


"lalu menurut mu? Hov malah melempar pertanyaan balik.


"aaaa, kenapa kau malah bertanya pada ku Tuan!!" rengek Alesya.


"sungguh kau ingin tau? Ucap Hov


"kalau begitu mendekat lah, akan ku bisikan." Titah Hov.


dan seperti biasa Alesya hanya menurut saja seperti sudah terhipnotis oleh ucapan Jehova, gadis itu mendekat kan wajah nya kearah Hov dengan raut muka yang begitu penasaran.


namun tiba-tiba, saat wajah Alesya sudah mendekat, Hov malah menyentil jidat Alesya dengan jarinya. hingga membuat gadis itu memekik keras.


"aduhhhh, kenapa kau malah menyentil jidat ku Tuan" pekik Alesya.


"karena kau terlalu bodoh Alesya, ucap Hov datar.


"kenapa kau malah mengatai ku Bodoh Tuan" ucap Alesya kesal.


"ketahuilah Alesya, suami mu ini adalah pemilik AJ Group, jadi hampir seluruh bidang usaha di negara ini aku memiliki nya, apalagi hanya restoran seperti ini Alesya." Hov menjelaskan.


Alesya hanya diam terpaku mendengar ucapan Jehova yang panjang lebar, Ia sebenarnya tidak tau harus berbahagia atau sebaliknya. Alesya bahagia karena bersuami kan seorang yang tampan dan juga konglomerat di negara nya, tapi di sisi lain Ia juga tidak habis pikir kalau Pria setampan dan semapan Jehova malah memilih nya untuk menjadi istrinya, Alesya yakin dengan apa yang di miliki oleh Jehova, pasti ada banyak sekali wanita-wanita cantik di luaran sana yang sangat ingin menjadi pendamping Jehova.


"Alesya? kenapa kau malah diam saja? panggil Hov.


"oh maaf Tuan" Alesya tersadar dari lamunannya.


tak beberapa lama tibalah seluruh makanan yang sudah mereka pesan, termasuk makan malam milik Steven.


Jehova tampak menikmati makan malam nya, namun tidak demikian dengan Alesya, gadis itu seperti nya masih merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping seorang Alexander Jehova.


"kenapa kau hanya mengaduk-mengaduk makanan mu saja Alesya" tegur Hov.

__ADS_1


"astaga, maaf kan aku Tuan" Alesya segera merapikan makanan nya yang mulai tak beraturan.


ada apa dengan Alesya? bukankah biasanya dia paling antusias saat sedang makan, kenapa tiba-tiba Dia seperti kehilangan nafsu makan nya.


Hov khawatir.


"apa kau sakit Alesya?" Hov mulai risau.


"tidak Tuan, aku tidak apa-apa" Alesya membalasnya dengan senyuman.


"Kalau begitu makan lah! sejak siang tadi kau belum makan apapun Alesya, apa kau mau aku suapi?" Hov menyodorkan sepotong daging milik nya.


"tidak Tuan, terimakasih" ucap Alesya lagi.


"jangan membuat ku khawatir Nyonya Hov!" Hov meletakkan pisau dan garpu nya kemudian menatap Alesya tajam.


"aku tidak apa-apa Tuan, sungguh!, sekarang ayo kita makan! ajak Alesya.


"hmmmmm" Hov kembali meneruskan makan malam nya.


begitu juga dengan Alesya yang mulai menyantap potong demi potong daging steak milik nya.


"o iya Tuan, ambil lah setengah dari sayuran ini!" titah Alesya.


"mana bisa begitu? aku tidak memesan nya, kenapa harus aku yang memakannya" protes Hov.


"setiap hari kau hanya memakan daging saja, kau jarang sekali makan sayur Tuan." oceh Alesya.


"tapi aku tidak menginginkan sayuran itu Alesya" Hov bersikukuh.


"baiklah, kalau kau tidak mau mengambilnya, maka aku juga tidak akan memakan ini semua" Alesya mulai mengancam.


"jangan mengancam ku Nyonya Hov!" ucap Hov dengan nada ancaman juga.


"kalau begitu makan lah! lagi pula aku tidak menyuruh mu untuk menghabiskan nya kan, aku hanya menyuruh mu untuk mengambil nya setengah saja." gerutu Alesya.


"ok, oke.. baiklah, aku akan mengambilnya" Hov menumpahkan setengah sayuran yang ada di piring itu.


"hehe, suami ku yang pintar" celoteh Alesya begitu saja.


"apa Alesya?" Hov langsung meminta Alesya untuk mengulang kembali kata yang baru saja Ia ucap kan.


"eh, apa Tuan?" Alesya tampak malu-malu saat Hov menyadari kalau ternyata Ia baru saja memanggil suami.


"kata-kata mu yang tadi itu Alesya! Hov mengingat kan.


"kata-kata yang mana Tuan?" Alesya terus saja mengelak.


akhirnya suasana kembali hidup, setelah mereka kembali bercanda satu sama lain, Alesya juga sedikit lupa dengan ketidak percayaan dirinya untuk menjadi Istri Hov.


sementara kedua sejoli itu sedang menikmati makan malam dengan syahdu. Steven justru sedang melakukan tugas terselubung nya di dapur bersama para pelayan dan juga beberapa Chef di Restoran itu.


***BERSAMBUNG


*LIKE


*VOTE

__ADS_1


*KOMENTAR


*TERIMAKASIH***


__ADS_2