
semakin lama Hov menonton Video Alesya satu persatu, Ia semakin tidak tahan ingin berada dekat dengan Istri kecilnya.
"Steve, apa setelah jam makan siang masih ada pertemuan penting yang harus aku hadiri? tanya Hov
"masih Tuan, sekitar jam 14.00 nanti. Anda harus hadir di departemen kesehatan. guna membahas pembelian alat-alat kesehatan yang baru untuk AJ Hospital.
"sial, apa tidak bisa di tunda Steve? Hov mulai gusar.
"tidak bisa di tunda Tuan, tapi sepertinya kehadiran Anda bisa di wakilkan oleh Tuan Carlos, selaku Kepala di AJ Hospital. terang Steven.
"sialan kau Steven!!! kenapa kau tidak bilang dari tadi heh. umpat Hov kesal.
tanpa membuang waktu, Hov segera beranjak dari singgasana nya, dan langsung mengajak Steve untuk kembali ke Mansion.
Steve sudah tau apa yang Ia lakukan saat Hov sudah seperti ini.
Steve segera meraih tas kerja milik Jehova dan segera mengikuti langkah Tuan nya dari belakang.
semua kru helicopters tampak bingung, saat melihat Jehova dan Steven keluar dari lift dan segera menaiki Helicopters tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu seperti biasanya.
"apa ada yang hal buruk yang sedang terjadi Tuan Steven? kenapa Anda dan Tuan Hov seperti tergesa-gesa. tanya Sang pilot yang penasaran dengan tingkah Tuan Mudanya itu.
"sudah lah jangan banyak bertanya, sekarang terbangkan saja heli ini dengan benar menuju Ke Mansion.
"Steve, kenapa kau masih diluar? jangan membuat waktu ku!! pekik Hov kencang.
"baik Tuan, Steve segera naik keatas helicopter disusul si kapten pesawat dan juga kru lain nya.
beberapa saat kemudian helicopter mulai, mengudara melibas birunya langit siang itu.
Jehova masih tetap terpaku pada seluler nya, tanpa mempedulikan seorang pria yang sejak tadi duduk berhadapan dengan dirinya yang sudah seperti manekin hidup, siapa lagi orang itu kalau bukan Steven.
Steve hanya diam, menatap Hov yang masih saja larut dengan kesibukan nya.
terkadang Ia(Hov) hanya diam saja, namun tiba-tiba terkekeh dengan sangat menggelikan.
Steve sengaja tidak ingin menganggu aktivitas konyol Tuan Mudanya itu, karena akan sangat tidak baik dampaknya untuk Steve sendiri.
selang tiga puluh menit kemudian, Helicopters yang mereka tumpangi sudah mendarat sempurna di Mansion DE'LUXE.
Alesya segera menatap ke langit saat mendengar sebuah helikopter terbang di atas nya, raut wajah Alesya seketika berubah ketika mendengar helikopter itu ternyata mendarat di atas Mansion. rupanya bukan Alesya saja yang tampak was-was saat mengetahui heli sudah mendarat, para pelayan dan juga para pengawal segera saling tatap untuk memastikan siapa sebenarnya yang menaiki Helicopters itu.
Sebenarnya Alesya tau, kalau hanya Jehova lah yang biasa menaiki heli itu. tapi setau Alesya ini sedang jam kantor, jadi mana mungkin Jehova kembali pada jam kerjanya.
__ADS_1
semua orang yang sedang duduk di meja makan sudah tampak pucat pasi, mereka semua takut kalau Tuan mudanya benar-benar pulang. mereka tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan mereka terima saat Hov tau, mereka sedang makan siang bersama dengan Istrinya.
"tidak ada yang boleh pergi dari kursinya masing-masing." Pekik Alesya membuyarkan kekhawatiran mereka.
"tapi Nona, kami takut kalau Tuan Hov sampai melihat ini semua." tutur Leo.
"tidak ada yang perlu di takuti Paman, bukankah tadi sudah kukatakan, kita tidak sedang makan siang di meja Tuan Hov, tidak ada kesalahan yang sedang kita lakukan, jadi kita tidak perlu takut." tegas Alesya.
"tapi Nona? Protes Leo.
"sekarang ayo kita makan! apa yang sudah ada di hadapan kita." ajak Alesya.
"tapi Nona, kami semua takut!" sahut Hanna.
"tenang lah Bi, kalau Tuan Hov marah biar aku yang mengatasinya." Alesya menenangkan.
namun belum sempat mereka mengambil makanan itu, tiba-tiba, suara bariton dari pria yang sangat mereka kenali sudah menusuk ke telinga mereka semua.
"hey, berani beraninya kalian semua menikmati makan siang bersama Istri ku." suara Hov menggema.
hingga seketika tanpa aba-aba mereka semua segera berdiri dari kursinya masing-masing untuk menjauhi meja itu.
dan yang tersisa hanya Alesya seorang.
"lalu kenapa Tuan Jehova? apa ada yang salah kalau mereka semua makan siang bersama ku heh!" suara Alesya tak kalah kencang nya.
"lalu harus dengan siapa aku menghabiskan semua makanan sebanyak ini? apa kau ingin melihat ku mati kekenyangan ya!"
Alesya meletakkan sendok makan yang sedang dipegangnya dengan keras hingga terdengar nyaring saat membentur piring.
sebenarnya Hov tampak menahan tawa, saat melihat ekspresi wajah Alesya yang begitu kesal terhadap nya.
"kenapa kau tidak mengajak ku untuk makan siang bersama mu Nyonya Hov?" Hov tampak menarik satu kursi yang ada tepat dihadapan Alesya.
"apa mau mu Tuan? wajah Alesya tampak putus asa.
"haha, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku ingin makan siang bersama mu"
Hov memainkan kedua alis tebal nya untuk menggoda istrinya.
dasar Iblis besar, bagaimana mungkin aku berfikir untuk mengajak nya makan siang bersama ku, ini masih jam kerjanya. tapi kenapa dia bisa tau kalau aku sedang makan siang bersama mereka semua ya.
Batin Alesya keheranan
__ADS_1
mata coklat nya mulai mengedarkan pandangan kepada semua orang yang sedang berada di taman. Ia mulai mencurigai kalau ada mata-mata di sekitarnya.
"tapi ini kan masih jam kerja Tuan, jadi aku tidak berani mengganggu pekerjaan mu, lagi pula kau juga tidak boleh meninggalkan pekerjaan semaumu." Alesya beralasan.
"jangan gila Alesya, bukankah aku sudah mengatakan kalau perusahaan itu milikku, jadi terserah aku mau bagaimana" tutur Hov.
"tapi kau tidak boleh seperti itu Tuan, walaupun perusahaan itu milik mu, tapi kau juga harus bersungguh-sungguh saat bekerja." oceh Alesya
"sekarang kau ingin makan apa tidak? atau, bagaimana kalau kau saja yang aku makan?" Hov kembali menggoda Alesya, tanpa mempedulikan semua orang yang sedang berada disana.
"eh, baiklah kalau begitu makan saja semua nya! aku sudah tidak lapar" sepertinya Alesya masih merajuk.
"sungguh, kau tidak lapar?" Hov mengambil satu paha ayam yang berukuran cukup besar dan menggigitnya tepat di depan wajah Alesya.
rupanya Hov sengaja melakukan hal itu, karena Ia tau betul kalau Istrinya memiliki selera makan yang lumayan besar. oleh sebab itu, Hov tau kalau Alesya pasti akan tergoda dengan paha ayam nya.
rupanya dugaan Jehova tepat, Alesya mulai menatapi satu persatu masakan yang tampak begitu lezat, selain Ia(Alesya) sangat ingin mencicipi perutnya juga sudah sangat kelaparan karena sejak pagi Ia sudah berjalan cukup jauh mengelilingi Mansion DE'LUXE.
"habis saja, kalau memang kau bisa Tuan Jehova!" tantang Alesya, walaupun sebenarnya raut wajah nya tampak ingin sekali meraih paha ayam milik Jehova.
"oke, baiklah kalau begitu." semua nya duduk di bangku kalian dan habis semua makanan ini! pekik Hov kencang kepada semua pelayan nya.
mereka tidak segera melakukan perintah dari Tuannya, karena masih tidak percaya kalau Hov bersedia duduk satu meja dengan mereka.
"hey, apa maksud mu Tuan? apa kau sungguh mengizinkan mereka untuk makan bersama mu? mata Alesya segera berbinar saat mendengar ucapan Jehova tadi.
"apa aku harus mengulangi nya lagi heh? Hov mengencangkan suaranya.
"tidak Tuan"
mereka semua serentak menjawab dan segera mengambil posisi duduk mereka seperti semula. kecuali Leo yang harus bergeser karena kursi nya di tempati oleh Jehova.
Alesya terlihat sangat terkejut namun juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, Ia tampak sangat bersemangat untuk menikmati makan siang kali ini.
namun berbeda dengan para pelayan itu, mereka tampak sangat canggung untuk bisa satu meja dengan Tuan mereka,
tak sedikit dari mereka yang sengaja mengambil makanan lalu memilih untuk duduk di bawah rerumputan, hingga hanya menyisakan Alesya Hov dan Steven saja yang masih duduk di kursinya masing-masing. para karyawan melakukan itu guna menghormati Jehova. namun sepertinya Alesya dan Jehova tidak merasa keberatan dengan hal itu. karena menurut Alesya, yang terpenting saat ini mereka bisa makan siang bersama. terkadang suasana terdengar hening, namun dengan sifat cerianya, Alesya selalu berhasil mencair kan kebekuan suasana saat itu. hingga suana kembali riuh dengan tawa.
BERSAMBUNG
**LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH