
seperti biasa, segala keperluan Alesya sudah di persiapkan oleh Hov dengan sangat baik dimana Alesya akan tempati.
gadis cantik itu memilih menggunakan dress selutut berwarna mint dengan model yang sederhana saja.
di padupadan kan dengan sepatu flat berwarna coklat dan sebuah hand bag berwarna senada dengan dress nya.
setelah selesai memoles wajah nya dengan makeup yang natural dan sedikit mengikat rambut ikal nya. Alesya segera keluar untuk menunggu sopir yang sudah di kirim kan oleh Hov untuk menjemput nya di ruang tengah.
tak butuh waktu lama, mobil beserta sopir yang dikirim oleh Hov sudah berada di halaman depan.
gadis cantik itu segera keluar rumah pantinya dan berlari kecil menuju ke mobil berwarna merah mengkilat berlambang kuda itu hingga membuat si sopir tampak begitu kelabakan.
bagaimana tidak, belum sempat si sopir keluar membuka pintu Alesya sudah lebih dulu menghampiri mobil nya.
"maaf apa Anda Nono Alesya?" sapa Sopir yang bernama Robby ini dengan sangat santun.
maklum saja, tidak ada yang tau tentang keberadaan Alesya di sisi Hov selama ini. selain Steven dan Hansen tentunya.
"iya Tuan, aku lah yang bernama Alesya" jawab Alesya tak kalah ramah.
Oh, jadi ini wanita yang berhasil meluluhkan hati Tuan Hov. pantas saja Tuan Hov melarang ku terlalu dekat dengan nya, gadis ini sungguh sangat cantik dan juga menarik.
Batin Robby.
"Oh, kalau begitu silahkan masuk Nona!" titah Robby sambil membukakan pintu mobil.
namun...
"Alesya???" pekik salah satu wanita yang merupakan tetangganya di sana.
"iya" sahut Alesya yang kemudian menoleh ke arah di mana suara itu berasal.
"oh jadi benar kalau selama ini kau menjadi simpanan seorang pengusaha kaya raya heh? lihat dirimu! memalukan, kau bahkan rela menjual diri mu demi kemewahan semata. miris sekali!!" pekik wanita itu dengan nada merendahkan.
"apa maksud Anda Nyonya?" sahut Alesya dengan suara bergetar.
"rupanya kepolosan mu hanya sebuah kedok saja ya" ucap wanita itu lagi.
"Hentikan ucapan bodoh mu itu Mona!!" pekik Mayya dari depan pintu dengan masih duduk di atas kursi roda nya.
rupanya Mayya sengaja ingin melihat apakah Alesya sudah dijemput atau belum, namun ternyata tanpa di duga Ia (Mayya) malah mendengar anak gadisnya sedang diolok-olok oleh tetangga nya yang dulu paling kaya lingkungan itu.
"kenapa aku harus diam Nyonya Mayya? apa kau malu karena mengetahui bahwa anak mu ternyata sudah menjadi simpanan pengusaha kaya heh, atau jangan-jangan malah kau sendiri yang menjual nya" ucap Mona semakin menggila.
tanpa di duga Alesya berjalan menghampiri wanita itu dan menampar wajah mulus nya di depan teman-temannya yang lain.
"dengarkan aku baik-baik Nyonya!! kau boleh menghina ku semau mu, tapi jangan pernah kau menghina Ibu ku. ingat ucapan ku itu baik-baik!!" ancam Alesya yang kemudian berjalan menghampiri Ibunya.
__ADS_1
"Dasar ****** sialan, beraninya kau menampar pipiku, awas saja kau, aku akan menyuruh suami ku untuk mencari Istri dari Pria yang membeli tubuh mu, agar kau dan keluarga sialan mu itu kembali miskin" teriak Mona seperti sudah kesetanan.
tanpa sepengetahuan siapapun, ternyata Robby merekam semua kejadian itu menggunakan ponsel nya secara diam-diam.
"kalau begitu suruh saja Suami mu untuk mencari tau siapa pria yang sudah membeli tubuh ku ini Nyonya!!" sahut Alesya dengan nada kesal.
"jangan ladeni nenek sihir itu! sekarang pergilah sayang! suamimu pasti sudah menunggu di kantor nya" ucap Mayya sambil membelai pipi Alesya.
"he,em" sahut Alesya yang kemudian mencium tangan ibunya dan kembali menghampiri Robby yang masih berdiri di tempatnya sejak semula.
"awas kau wanita ******!!" pekik Mona lagi.
namun Alesya tidak menggubris nya dan segera masuk ke mobil itu.
dalam perjalanan menuju perusahaan, Alesya tampak diam, tak ada sedikitpun kata yang terlontar dari bibir mungilnya. namun semakin lama Ia Manahan, semakin sesak pula dada nya oleh ucapan-ucapan yang di lontarkan wanita itu, hingga akhirnya Alesya tak mampu lagi menahan Air mata nya.
Alesya terdengar menangis sesenggukan di jok mobil belakang sendirian.
Robby tampak kasihan saat melihat Alesya dari kaca spion tengah. namun Ia tidak berani bertanya atau membuka pembicaraan apapun. karena Robby tau Alesya bukan lah gadis sembarangan.
lima belas menit kemudian, mobil yang Alesya tumpangi sudah tiba di pelataran gedung AJ Group yang begitu megah menjulang tinggi.
dengan sigap Robby segera keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Alesya.
"silahkan Nona, kita sudah sampai" ucap Robby sembari mempersilahkan Alesya turun.
"maaf, Anda tidak perlu memanggil saya dengan sebutan Tuan, Anda bisa memanggil saya Robby saja Nona" ucap Robby menjelaskan.
"Hmmm"
namun hanya itu saja yang terdengar keluar dari bibir Alesya sambil tersenyum kecil.
sial, bahkan gadis sudah terlihat seperti Tuan Hov saja.
Batin Robby sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Robby sengaja membiarkan Alesya masuk sendiri ke gedung AJ Group, karena itu memang perintah dari Jehova. karena Hov sendiri yang akan menyambut nya nanti.
tapi diluar dugaan, rupanya Jehova belum menyelesaikan rapat nya, sehingga tidak bisa menyambut kehadiran Alesya di bawah.
Dan bagi Alesya memasuki gedung sebesar itu sendirian adalah sebuah kesulitan yang besar. Alesya tampak ragu memasuki Gedung AJ Group yang begitu indah dan juga megah. matanya berputar kesana kemari mencari jalan kearah mana yang harus Ia tuju agar bisa bertemu dengan Hov.
hingga akhirnya terbersit di pikiran nya untuk menuju ke Lobby untuk menanyakan kepada resepsionis dimana Ruangan suaminya berada.
namun belum sempat langkah kaki nya sampai di lobby, Alesya di kejutkan oleh suara makian dari seorang perempuan bertubuh langsing dan juga tinggi bak seorang model. kepada seorang karyawan wanita yang sedang berada di Lobby.
siapa lagi wanita itu kalau bukan Laura, wanita yang tak ada henti nya mengejar ngejar Jehova, walaupun secara terang-terangan Hov selalu menolaknya.
__ADS_1
"he Bodoh!! apa kau pikir aku tidak tau kalau Tuan Hov ada di Atas heh!" ucap wanita bermake-up tebal itu sambil berkacak pinggang dengan angkuhnya.
"maaf Nona, kami tidak bisa memberitahu kan kebenaran Tuan Hov kepada Anda, tanpa seijin dari Tuan Hov sendiri" ucap Salah satu karyawan berseragam Abu-abu itu dengan nada sopan.
"apa kau tidak tau siapa aku heh?" pekik wanita itu di hadapan para karyawan.
sontak saja perkataan itu membuat Alesya memfokuskan pandangan kepada wanita yang sedang marah-marah tak jelas itu.
"memang Anda siapanya Tuan Hov Nona?" ucap Alesya dengan polosnya.
"hei, apa urusanmu gadis dekil?" sahut Laura sambil memandangi Alesya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"tentu saja menjadi urusan ku" sahut Alesya cepat.
"Baiklah, kalau begitu perkenalkan. aku Adalah "Laura Gutardo" teman dekat Tuan Jehova yang sebentar lagi akan menjadi Istrinya." ucap Laura sambil tersipu malu.
"maaf jika mengecewakan mu Nona.. Perkenalkan, aku adalah Alesya Gracia Lie. Istri dari Tuan Alexander Jehova yang kau sebut teman dekat mu itu" ucap Alesya dengan lantang.
"apa? hahaha apa otak mu itu sudah rusak gadis Bodoh" sahut Laura sambil terbahak bahak.
"oh jadi kau tidak percaya heh" ucap Alesya kesal.
"apa kau sudah gila, tentu saja aku tidak akan percaya. hei, dengar kan aku baik-baik ya! kau itu bukan selera Tuan Jehova, apa kau tidak sadar siapa dirimu heh! kau itu terlalu kampungan, dan juga dekil! lihat saja penampilan mu! jadi mana mungkin Tuan Hov akan menikahi gadis seperti mu haha" Laura terbahak lagi.
"tapi sayang nya itulah kenyataannya Nona, aku memang Istri sah nya" ucap Alesya sambil menguatkan hati nya.
"haha, lebih baik kau cepat keluar dari sini! sebelum Tuan Hov mendengar bualan mu itu dan menyeret mu kejalan." ucap Laura meremehkan.
"O iya, Bualan katamu? lalu bagaimana dengan cincin yang ku pakai ini nona? bukankah di sini tertulis dengan jelas Nama Alexander Jehova heh!" Alesya menunjukkan cincin yang di pakainya ke depan mata Laura.
secara refleks Wanita cantik itu langsung mengamati cincin yang melingkar di jari manis Alesya.
sial, kenapa ada nama Jehova disana. di cincin itu juga bertahtakan berlian yang sangat mahal dan juga langka. tidak mungkin gadis seperti Dia bisa membeli cincin semahal itu.
Batin Laura kesal.
"haha, rupanya kau terlalu menggilai Tuan Hov ya, sampai berani membuat cincin semacam itu" Laura tersenyum pias.
"menggilai? apa tidak sebaliknya kau lah yang tidak tau malu menggilai suami ku Nona muka tebal" ucap Alesya berapi-api.
***BERSAMBUNG..........
*LIKE
*VOTE
*KOMENTAR
__ADS_1
TERIMAKASIH***