"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 39


__ADS_3

"Berhenti di sana Tuan? atau aku akan benar-benar mengoreskan pisau ini.


Hov seperti tidak peduli dengan ancaman yang sudah Alesya berikan. Ia tetep saja melangkah mendekati Alesya.


Alesya yang melihat Hov tak terpengaruh dengan ancaman nya, justru berbalik mengarah kan pisau di pada Hov.


ku mohon jangan mendekat Tuan! atau pisau ini akan melukai mu. tangan Alesya gemetar hebat saat mengarah kan mata pisau itu pada Hov.


apa boleh buat, aku sudah terlanjur mengancamnya, tidak peduli Dia marah dan membunuhku di tempat ini. mungkin inilah saatnya aku mati sekarang. setidaknya aku tidak mati membusuk di Mansion itu. Pikir Alesya.


"Apa kau ingin membunuh ku Alesya? Hov sama sekali tidak menunjukkan wajah ketakutan di depan gadis itu.


"kalau kau tetap saja mendekati ku, maka aku tidak akan ragu untuk melakukan nya Tuan.


meskipun ancaman Alesya terdengar meyakinkan tapi raut wajah gadis itu tidak bisa menyembunyikan ketakutannya yang teramat dalam.


"kalau begitu laku kan lah Alesya!


'greeeb'


dengan cepat tangan Hov sudah mencengkeram kuat pisau tajam yang di genggam Alesya dan mengarahkan pisau itu tepat di dadanya.


Tusuk lah Alesya!! Tusuk sekarang!! Hov berteriak di depan Alesya.


"Tuan" tangan mu berdarah! pekik Alesya dan melepaskan pisau itu dari tangan nya hingga terjatuh ke aspal. entah seperti ada perasaan sakit di hati Alesya saat melihat darah segar menetes dari tangan Hov.


"Kenapa kau malah menjatuhkan pisau itu Alesya? bukankah kau ingin membunuh ku kan! atau kau ingin menggunakan ini saja? Hov mengambil sepucuk senjata api yang di selipkan di balik pinggangnya dengan tangan yang sudah berlumuran darah dan memberikan pistol itu pada Alesya.


matanya seketika membulat sempurna saat tangannya menerima pistol yang Hov berikan.


jantungnya berdebar kencang, seperti hampir meledak, Karna seumur hidupnya baru kali ini Ia memegang sebuah senjata api Yang sesungguhnya.


"a..apa ini Tuan" kenapa kau memberikan nya pada ku? tangannya sudah bergetar hebat.


"bukankah kau ingin membunuh ku? Hov masih berdiri mematung di depan Alesya.


Steve yang melihat saat ini posisi Hov sudah dalam bahaya. Karna Alesya sudah memegang senjata api milik Tuan Mudanya itu


ingin segera mendekati.


tapi buru saja Steven hendak melangkah kan kaki. Hov sudah memberikan kode untuk tidak mendekati mereka, hingga dengan berat hati Steven kembali mundur.


sebenarnya permainan gila apa, yang sedang Tuan Hov mainkan untuk gadisnya itu? apakah Dia tidak menyadari kalau saat ini dirinya bisa mati di tangan Alesya.


kenapa jatuh cinta bisa sangat mengerikan seperti ini si. Steven semakin bingung dengan Tuannya.


dengan pistol itu kau bisa langsung membunuh ku Alesya!!


"aku tidak ingin membunuh siapapun Tuan.


hiks...hiks.. tangisnya terisak. dengan cepat Alesya melemparkan pistol itu ke sembarang arah.


"kau sungguh berhasil mempermainkan perasaan ku Alesya. Hov menatap gadis itu Nanar.


"sungguh aku tidak bermaksud mempermainkan siapa pun di sini, termasuk Anda Tuan!

__ADS_1


"bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri mu! tapi kenapa kau malah lari dari Mansion Alesya? apa kau pikir kau bisa pergi dari sini dengan mudah Nona? Bodoh! Hov mengumpat keras. sepertinya kau memang sengaja ingin melihat hukuman apa yang pantas ku berikan pada mu hah?


Alesya sudah bisa melihat kobaran api kemarahan di mata Hov yang begitu membara.


tubuhnya beringsut menjauhi pria itu.


kenapa kau sampai berani melakukan hal segila ini Alesya? Hov sudah kembali berjongkok di depan gadis nya.


dengan cepat Alesya ingin menghindar.


Diamlah di situ Alesya!! berhentilah menghindari ku!! Hov kembali berteriak di depan Alesya.


"Tapi aku ingin pulang Tuan" Alesya dengan sedikit keberaniannya bersuara.


"bukankah aku sudah mengatakan kalau rumah mu sekarang adalah Mansion DE'LUXE Alesya! pekik Hov.


"tidak" Mansion DE'LUXE memang rumah mu, tapi bukan rumah ku! Alesya tetap bersikukuh.


"kau memang keras kepala Alesya!


Baiklah, apa kau ingin pulang ke rumah mu? suara Hov meredam.


"Iya Tuan" aku ingin pulang ke rumah ku. mata Alesya berbinar penuh kebahagiaan.


apa kau sungguh mengijinkan aku pulang Tuan Hov? Alesya memastikan.


"Iya pulanglah sekarang Alesya!!


"Sungguh" dengan sisa tenaga nya Ia berusaha berdiri dan ingin segera berlari.


"Kenapa Tuan? ada apa lagi? Alesya seperti sudah tidak sabar ingin segera kembali ke rumahnya.


"tapi jangan terkejut, saat kau tiba di rumah mu nanti, kau hanya bisa melihat keluarga dan rumah mu sudah hancur berkeping-keping rata dengan tanah. Hov menyeringai di depan Alesya.


"Aa..apa maksud mu Tuan? Tubuh Alesya seperti kehilangan keseimbangan dan terkulai lemas kembali terduduk diaspal.


tatapan nya kosong menerawang jauh, membayangkan apa baru saja di katakan oleh laki yang ada di hadapannya itu.


sungguh Biadab!!! satu umpatan yang sangat dalam di tujukan untuk Hov.


"haha setelah kau mempermainkan ku, apa kau pikir aku akan melepaskan mu dengan semudah itu Alesya, Hov tergelak menetap Alesya yang sudah tidak berdaya.


kenapa kau berhenti di situ, sekarang pergilah kembali ke rumah mu, Hov melangkah mendekati Alesya yang masih duduk di jalanan.


"Dasar bajing@n, kau hanya berani mengancam ku, bukankah aku sudah mengatakan kalau memang kau memiliki dendam kepada ku, bunuh saja aku, tapi jangan pernah melibatkan keluargaku yang tidak tau apa-apa. tangan Alesya sudah memukuli tubuh Hov yang sedang berjongkok di hadapannya.


"Bukankah aku juga sudah pernah mengatakan padamu, kalau aku tidak memiliki dendam apapun untukmu Alesya, lalu bagaimana aku harus membalas nya, tangan Hov sudah memegang erat kedua tangan Alesya.


"Lepaskan aku Brengsek!! jangan menyentuh ku!! Alesya tak hentinya memaki Hov.


tanpa membuang waktu lagi, Hov segera mengangkat tubuh Alesya ke atas pundaknya dan membawanya masuk ke dalam mobil Rolle Royce nya.


tanpa menunggu di perintahkan, Steve dengan cepat berlari membukakan pintu belakang mobil untuk Hov masuk ke mobil nya.


turun kan aku!! turun kan aku!! Alesya masih saja meronta-ronta diatas pundak Hov.

__ADS_1


Bruug


Hov mendorong tubuh Alesya masuk ke mobil nya dengan sedikit keras, hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.


"Duduk dan Diamlah! kalau kau ingin semua nya baik-baik saja Alesya.


perkataan Hov sudah seperti pisau tajam yang menyayat kulit nya, terasa sakit tapi tidak bisa membunuhnya.


lagi-lagi Alesya di buat tak berdaya oleh Hov. sepertinya Hov sudah paham betul apa yang menjadi kelemahan terbesar gadis nya itu. sekeras kepala apapun Alesya, pasti Ia akan menyerah kalah jika menyangkut Keluarga nya.


Hov tampak mengulum senyum kemenangan, saat melihat Alesya duduk diam di sebelahnya, walaupun tidak sekalipun Alesya mau menatap wajahnya.


Hov menatap Tubuh langsing Alesya yang hanya menggunakan baju tidurnya yang sudah basah sekaligus Kumal itu.


di pandangi nya lekat-lekat, banyak sekali luka gores di kedua lengan nya. tampak juga beberapa luka goresan di sekitar lututnya.


Sial! gadis ini sungguh sangat hebat, bahkan Dia bisa melewati pagar duri yang kuletakan mengelilingi Mansion. lebih gila lagi, Dia berani menembus hutan Pinus sendirian di tengah hujan lebat.


sebenarnya otakmu terbuat dari apa Alesya? kenapa kau bisa senekat ini.


Hov masih terus bergumam dalam hati sementara matanya tidak pernah lepas dari gadis yang sedang duduk meringkuk di sebelah nya.


Hov kembali menutup kan Jas nya ketubuh Alesya tapi gadis itu selalu melempar jas milik Hov ke bawah.


"Pakai jas ku Alesya!! apa kau mau mati kedinginan?


Alesya tetap saja tak bergeming, pandangan nya mengarah keluar, tak mempedulikan Hov apa yang di katakan Hov.


Alesya!! apa kau tidak mendengar ku? suara Hov setengah berteriak.


"kalau aku tidak mau mamakai nya kau mau apa Tuan Alexander Jehova? apa kau akan menghabisi keluarga ku, atau apa lagi? Alesya memandang Hov penuh kebencian di matanya.


"Oh, baiklah kalau kau tidak mau memakai jas ku untuk menutupi tubuh mu.


Sreeeg..


Hov sudah menggeser tubuh Alesya untuk mendekat di sebelahnya, dengan sangat erat Hov memeluk tubuh Alesya yang kedinginan itu.


"lepaskan! apa yang akan kau lakukan Tuan Hov? Alesya ketakutan.


"salah mu sendiri, aku sudah menyuruh mu untuk memakai jas ku, tapi kau malah menolak nya. maka aku berfikir memeluk tubuh mu akan lebih baik iya kan? Hov semakin mengeratkan pelukannya untuk Alesya.


Steve yang melihat tingkah gila Tuannya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan agar sang Tuan Muda tidak melihat nya.


sementara Alesya hanya bisa diam, dalam dekapan Hov, selain Dia juga merasa nyaman yang lebih membuat nya diam yaitu pemikiran Hov yang tidak bisa di tebak oleh Alesya.


***BERSAMBUNG....


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA***"

__ADS_1


__ADS_2