
beberapa kali Hov menekan tombol Alarm pada kunci yang dipegangnya, agar Ia mengetahui dimana posisi mobil itu.
Hov menoleh ke kanan dan kiri untuk memeriksa lampu mobil mana yang menyala saat Ia menekan tombolnya.
saat Hov sedang sibuk mencari keberadaan si mobil. tiba-tiba Alesya menarik jas yang di gunakan Jehova.
"Tuan, lihatlah! kenapa lampu mobil yang berwarna putih itu berkedip-kedip sendiri ya" Alesya menarik-narik jas suaminya.
"hah, dimana letak mobil itu Alesya?" Hov bersemangat.
"mobil itu ada di sebelah sana Tuan, di ujung basemen ini" Alesya mengacungkan jari telunjuknya.
"yeah, akhirnya" Hov memekik kencang setelah menemukan apa yang Ia cari.
"eh, ada apa dengan mu Tuan?" Alesya keheranan karena melihat suaminya kegirangan.
"tidak apa-apa Alesya, kau tunggu lah disini! biar aku Yang mengambil mobil nya Okey" ucap Hov sambil mengedipkan sebelah matanya pada Alesya.
"uh, dasar genit!!" pekik Alesya sambil tersipu malu.
tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Hov sudah berhenti tepat di samping Alesya berdiri.
Mobil sport mewah berwarna putih susu itu sungguh semakin tampak sempurna saat Jehova yang mengendarai nya.
seketika Alesya terkejut, saat pintu mobil itu terbuka dengan cara yang tidak seperti biasanya.
"Tunggu Tuan? apa pintu mobil ini rusak, kenapa pintu nya mengarah ke atas?" ucap Alesya sambil memandangi pintu mobil itu.
jelas saja Alesya begitu terkejut, sebab gadis itu belum pernah melihat pintu mobil yang terbuka keatas seperti mobil yang sedang suaminya kendarai saat ini.
"tidak apa-apa Alesya, pintu mobil nya memang seperti ini. sekarang cepat lah masuk! ibu pasti sudah menunggu kita" ajak Hov.
"he,em" Alesya mengangguk dan segera menempatkan tubuhnya di jok mobil sebelah Jehova duduk.
tak lupa Hov meraih sabuk pengaman milik Alesya dan membantunya untuk memasang kan. hingga mau tidak mau tubuh kekar Hov tepat berada di atas tubuh Alesya.
saking dekatnya Alesya bisa mencium aroma maskulin dari tubuh suaminya. sontak saja keadaan itu langsung membuat pikiran Alesya bertamasya kemana-mana.
walaupun bukan untuk pertama kalinya mereka saling berdekatan, tapi tetap saja suasana seperti ini selalu berhasil membuat jantung Alesya berdegup dengan kencang.
setelah selesai, Hov segera kembali ke tempat duduknya namun sejenak Ia menoleh ke arah Alesya dan mendapati wajah Istri tampak bersemu merah.
"hey, kenapa wajah mu memerah Alesya?" ucap Hov sembari menjalankan mobil Sport nya.
"eh, benarkah?" Alesya kelagapan.
Ia tidak mau kalau Jehova sampai tau jantung masih berdebar kencang saat ini.
"hahah, sepertinya kau berfikir terlalu banyak Nyonya Hov" Jehova mengusap pucuk kepala Alesya pelan.
Alesya hanya tersenyum kecil, tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. seperti nya kali ini Hov menyadari kalau Alesya sedang malu padanya.
*
*
suasana kembali hening di sepanjang perjalanan, Alesya tampak diam dan hanya memperhatikan keluar melalui kaca jendela mobil.
beberapa kali Hov memperhatikan Istrinya, masih jelas sekali terlihat semburat kesedihan di wajah Alesya karena kejadian yang Ia Alami hari ini.
"Alesya?" panggil Hov pelan.
"iya, ada apa Tuan?" sahut Alesya pelan.
"jangan panggil aku Tuan!" ucap Hov.
"hahaha. kau masih ingat membahas nya ya" Alesya tersenyum geli.
"hey, tentu saja. selama kau belum merubah panggilan mu untuk ku. maka aku tidak akan menyerahkan begitu saja Nyonya Hov!" oceh Jehova.
__ADS_1
"kalau begitu, ayo kita lihat seberapa gigih usaha mu Tuan Jehova" sahut Alesya.
"oh, jadi kau menantang ku ya" ucap Hov kesal.
"haha.. aku tidak menantang mu Tuan, hanya saja aku ingin melihat seberapa kuat usaha mu" sahut Alesya.
akhirnya kebekuan diantara keduanya kemudian mencair. kedua nya saling melemparkan candaan yang sebetulnya sudah sering kali mereka ucapkan, namun sepertinya Hov dan Alesya tak pernah bosan untuk mengulangi.
tak terasa sudah lima belas menit kemudian mereka berkendara dan tibalah mereka di pelataran parkir Panti Kasih Tuhan. tampak sudah ada beberapa pengawal yang sengaja menunggu kedatangan Hov dan Alesya tak terkecuali dengan Steven, Asisten tampan itu juga sudah menunggu disana.
namun ada yang berbeda kali ini Steve tampak menggunakan sebuah masker wajah berwarna hitam untuk menutupi setengah dari wajahnya.
"Tuan" Steve membukakan pintu mobil Jehova.
"apa kau sedang sakit Steve? kenapa kau menggunakan masker? Hov penasaran.
"tidak Tuan, hanya saja kita tidak boleh terlalu mencolok disini, apalagi sebentar lagi orang-orang pasti akan berkerumun" ucap Steven setengah berbisik.
"apa ini tentang kejadian tadi pagi yang menimpa Isteri ku?" balas Hov.
"iya Tuan" jawab Steve cepat.
dan betul saja belum sempat mereka masuk ke panti, Mona dan juga Jose beserta keluarga terdengar meraung-raung memanggil Nama Alesya dari luar pagar.
dengan cepat Steve segera memberikan sebuah masker yang sudah Ia siapkan untuk Tuan nya kenakan.
"Cepat pakai ini Tuan, sebelum mereka melihat wajah Anda" titah Steve.
"iya Steve" sahut Hov dan segera menggunakan masker pemberian dari Asistennya.
karena mendengar keributan dari luar pagar, mereka semua terkejut dan segera mengelilingi Hov dan juga Alesya selayaknya perisai.
Alesya tampak tertegun melihat para pengawal Jehova yang begitu sigap tanpa harus ada perintah atau pun aba-aba.
Alesya berdiri mematung membelakangi suami nya, Ia masih tidak tau apa yang terjadi kenapa mereka semua melingkar mengelilingi Ia dan suaminya.
"ada apa ini Tuan? kenapa mereka mengelilingi kita seperti ini?" Alesya tampak sedikit panik.
"apa??? pekik Alesya dan segera memundurkan tubuhnya dengan cepat. hingga menabrak tubuh Jehova dengan lumayan kencang.
"auuu" pekik Hov pelan karena kepala Alesya membentur tepat di dadanya.
"oh maaf kan aku Tuan" Alesya menengadah untuk menatap wajah Jehova.
"hmmmmm" sahut Hov cepat dan segera melingkarkan kedua tangannya di perut Langsing Alesya dari belakang.
"he, apa yang sedang kau lakukan Tuan?" Alesya tampak berusaha melepaskan tangan suaminya.
gadis itu merasa malu, karena ada banyak sekali orang yang sedang mengelilingi mereka, meskipun mereka semua sedang fokus menghadap ke depan.
"sudah kau diam saja, agar mereka tidak menembak mu" ucap Hov di telinga Alesya.
hingga membuat bulu kuduk Alesya berdiri seketika.
semakin lama suara teriakan dari keluarga Mona semakin kencang hingga membuat seluruh warga keluar dari rumah mereka untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.
"sepertinya itu suara Nyonya Ramona" ucap Alesya sambil menaikan jari telunjuk nya.
"siapa Dia Alesya?" Hov berpura-pura tidak tau.
"Dia tetangga ku disini" ucap Alesya pelan.
"tapi apa Dia ingin darimu Alesya, kenapa dia berteriak memanggil namamu seperti orang gila" ucap Hov.
"entahlah, sepertinya suaranya terdengar sedih" ucap Alesya polos.
oh istri ku, apa kah kau sungguh sebodoh itu. suaranya jelas-jelas terdengar ingin membunuh mu dan kau bilang suaranya terdengar sedih.
Batin Jehova.
__ADS_1
"ah sudahlah biarkan saja ayo kita masuk!" ajak Hov.
"eh, tunggu-tunggu! kenapa kau tiba-tiba menggunakan masker juga Tuan? apa kau sakit?" ucap Alesya.
"tidak Alesya, sebenarnya Steve lah yang sedang terkena flu, jadi aku takut tertular" ucap Hov beralasan.
"Tuan, ada sekelompok orang yang bersikeras ingin bertemu dengan Nona muda" ucap salah satu pengawal Jehova.
"katakan kalau Nona tidak ingin bertemu dengan mereka" ucap Jehova.
"eh, tunggu Paman! aku akan menemui mereka" ucap Alesya.
"tapi Alesya, mereka berbahaya" ucap Hov khawatir.
"kalau kau takut, kau boleh masuk lebih dulu Tuan" ucap Alesya malas dan segera melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"jangan gila Alesya, mana mungkin suamimu ini takut" Hov segera menyusul Istri dan tak lupa Ia menggandeng tangan Alesya begitu erat.
perlakuan sederhana yang Jehova lakukan sungguh berhasil membuat hati Alesya semakin kuat untuk mengahadapi mereka semua.
gadis cantik itu tampak berjalan ke pagar depan bergandengan tangan bersama dengan Hov.
semua pengawal yang jumlahnya puluhan orang itu juga turut berjalan di belakang Hov dan Alesya. berjaga-jaga agar tidak ada yang bisa membahayakan keduanya.
"ada perlu apa lagi anda datang kesini Nyonya?" ucap Alesya dengan sopan.
"Nona Alesya? Nona Alesya?" teriak Mona dan juga Jose kencang.
Hov hanya diam dan memandangi satu persatu orang yang sudah berdiri berjajar memegangi pagar tinggi yang terbuat dari baja itu.
"ada apa Nyonya Mona? kenapa kau menangis seperti itu?" ucap Alesya pelan.
dan segera ingin menghampiri namun Hov menahannya.
"jangan mendekat! tetaplah ditempat mu sekarang! ucap Hov menekankan.
"katakan Nyonya, kenapa kau menangis seperti itu?" Alesya mengulangi perkataan nya.
"kumohon maaf aku, karena telah berkata-kata yang tidak-tidak padamu. sekarang keluar ku jatuh miskin, karena suami mu telah membuat perusahaan suami ku hancur" ucap Mona berapi-api.
"apa suami ku? Alesya segera menoleh ke arah Jehova yang sedang berdiri di sebelahnya.
"kenapa kau menatapku seperti itu Alesya? aku sungguh tidak tau apa-apa. kalau kau tidak percaya kau boleh bertanya pada mereka" Hov mencoba meyakinkan.
"Nyonya Mona, kalau boleh tau apa Anda sudah mengenal siapa Suami ku? ucap Alesya.
"aku memang tidak mengenal nya, tapi suami ku mengenal dengan baik siapa suami mu, iya kan Sayang?" Mona bertanya pada Jose suaminya.
"iya benar sekali Nona Alesya, saya dan Tuan Martin adalah rekan kerja yang sangat baik. tapi karena kecerobohan Istri ku Ia meminta bantuan kepada teman-teman nya untuk menarik semua saham nya dari perusahaan hingga perusahaan merugi dan jatuh bangkrut" Martin menjelaskan.
"tunggu-tunggu, sepertinya Anda salah orang Tuan Jose. dan aku rasa suami ku tidak terlibat dengan kebangkrutan perusahaan mu itu. karena nama suami ku bukan Martin, melainkan Ale...
belum sempat Alesya meneruskan ucapannya Hov sudah lebih dulu menghentikan Istri nya.
"jangan menyebutkan nama ku didepan mereka Alesya! karena itu akan membahayakan panti ini" Hov membisikkan pelan di telinga Alesya.
"tapi Tuan, mereka sudah salah sangka pada mu" ucap Alesya.
"tidak apa-apa Alesya" lagi pula itu tidak akan merugikan ku" jawab Hov.
"Hmmm, baiklah kalau begitu" sahut Alesya.
"Nona Alesya, ku mohon selamat kan perusahaan kami! apa kau tidak kasihan melihat anak-anak ku akan tidur di pinggir jalan, karena rumah kami akan disita" ucap Jose mengiba.
BERSAMBUNG
LIKE
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH