
Tanpa terasa hari sudah menjelang siang, tampak para pelayan juga sudah membereskan beberapa barang yang sudah tidak digunakan lagi. Marie dan Asta pun sudah berpamitan pada Alesya dan Jehova untuk meninggalkan Mansion.
tinggal hanya beberapa orang saja yang masih berada disana, diantaranya Steven, Carlos dan Ibu beserta adik-adik Alesya saja.
Jehova tampak berjalan mendekati tempat dimana Istri dan Ibu mertua nya sedang duduk.
"Lihatlah Suami mu itu Nak? bukankah Dia sangat tampan. ucap Mayya.
"Iya Bu, Tuan Hov memang sangat tampan. pujian itu meluncur begitu saja dari bibir ranum nya.
"apa kalian sedang membicarakan aku? tiba-tiba Hov menyambar begitu saja.
"iya Nak, Alesya baru saja mengatakan kalau Kau begitu tampan. Mayya terkekeh.
"Oh, benarkah Ibu? apa Ibu tidak salah dengar? Karna setauku Istri kecil ku ini tidak pernah sekalipun memujiku. Hov memicingkan matanya.
"sungguh Nak? Mayya terkejut namun kemudian kembali tertawa.
mungkin Dia masih malu-malu untuk mengatakannya Nak.
"Ibu, jangan menggodaku terus! Alesya merajuk.
"oh, baiklah sayang, Ibu tidak akan menggoda mu lagi.
sekarang apa Ibu boleh berpamitan? Mayya menatap Alesya dalam.
"kenapa Ibu tidak tinggal disini saja. Hov kembali meminta pada mertua ini itu.
"Iya Bu, Ibu tinggal disini saja. Alesya juga ikut memohon.
"tidak Nak, Ibu tidak bisa tinggal disini bersama kalian. Ibu punya tanggung jawab pada Panti kita. coba bayangkan siapa yang akan mengurus panti dan adik-adik mu kalau ibu tinggal disini heh.
"kalau begitu, mereka juga bisa tinggal disini Bu. Alesya kembali memohon.
"tidak Alesya! ini rumah mu dan suami mu. Ibu tidak akan tinggal bersama kalian. tegas Mayya. kumohon jangan memaksa Ibu sayang.
"Baiklah kalau begitu Bu. Alesya menundukkan kepalanya.
"Tenang saja Alesya, kau bisa mengunjungi Panti kapan pun kau mau. Hov mengusap pundak Istri nya.
"Benarkah Tuan? Alesya langsung menengadah menatap wajah tampan Suaminya.
"Iya, kau bisa kesana kapan saja. Hov tersenyum manis.
"tapi ingat Alesya, kau tidak bisa ketempat Ibu setiap hari. sahut Mayya.
"tapi kenapa Bu? apa Ibu sudah tidak menyayangi ku lagi. wajah Alesya seketika layu.
"tidak, bukan begitu sayang. bukankah sekarang kau sudah menjadi seorang Istri. kau harus lebih banyak menghabiskan waktu mu bersama Nak Hov. kau juga harus melayani nya, kau juga harus menjaga rumah mu ini saat suami pergi bekerja. titah Mayya.
"tapi Bu? bibir Alesya meruncing.
"tidak ada negosiasi apapun sayang! kau harus menuruti semua perintah ku. tegas Mayya.
"huuf, baiklah Ibu. Alesya menurut.
Hov melihat kedua wanita yang sedang berdebat itu hanya bisa menahan tawanya, apalagi saat melihat reaksi Alesya yang begitu menggemaskan dimatanya.
"jangan membantah perintah Ibu, Alesya! sahut Hov pelan.
__ADS_1
"baiklah Tuan, aku akan menuruti semua keinginan Ibu. Alesya memeluk tubuh Mayya erat.
apa Ibu sungguh tidak bisa menginap disini semalam saja. hehe Alesya masih berusaha.
"tidak Nak, Ibu tidak bisa menginap di sini. karena besok adalah jadwal untuk melakukan pemeriksaan di Rumah sakit.
"pemeriksaan apa Bu? kalau begitu aku akan menemanimu. sahut gadis cantik itu.
"tidak perlu! lagi pula ini hanya pemeriksaan biasa saja Sayang. nanti saat Ibu sudah tiba dirumah sakit, ibu akan langsung menghubungi mu.
"sungguh Bu?
"iya sayang, kapan Ibu pernah berbohong pada mu.
Baiklah kalau begitu, Ibu akan bersiap untuk segera pulang. agar kalian berdua bisa beristirahat. senyum Mayya menggoda.
"Ibu, Kenapa Ibu tersenyum seperti itu sih? Alesya tak mengerti.
namun lain dengan Jehova, seperti nya pria itu bisa menangkap arti dari senyuman sang mertua.
"Alesya, maksud ibu itu, agar kita bertemu bisa segera mengistirahatkan tubuh kita. Iya kan Bu. Hov kembali bertanya pada Mayya.
"Iya Nak Hov, kau memang pintar. tidak seperti bocah ini. Mayya menangkup kedua pipi Alesya.
"ahh, kenapa sekarang aku merasa Ibu lebih membela Tuan Hov sih. bibir gadis itu mengerucut.
"haha, sudah sekarang ayo kita antar Ibu keatas. Ibu akan pulang menaiki Helicopters.
"Nak Hov. apa ibu boleh naik kendaraan biasa saja. jujur, Ibu sangat takut saat diatas helicopters tadi.
"apa? ibu datang ke Mansion ini menaiki Helicopters? Wow Alesya menggeleng kan kepala nya keheranan.
"memang nya kenapa Alesya? Hov merasa bingung dengan tingkah Istri nya.
"Haha, jadi kau ingin naik Helikopter juga? Hov tertawa terbahak-bahak sambil berkacak pinggang.
"Iya, apa nanti aku boleh naik helikopter juga. Alesya memberikan senyum termanis nya untuk suaminya itu.
"tentu saja, Tidak boleh!! Hov lalu pergi begitu saja meninggalkan Alesya dan Ibunya yang masih duduk di tempatnya masing-masing.
"hey, tunggu jangan pergi dulu Tuan Hov! kenapa aku tidak boleh naik helikopter juga? pekiknya kencang.
Hov hanya tertawa terpingkal-pingkal, saat mendengar Istrinya masih saja berteriak memanggil nya. tapi Ia tidak mempedulikan dan terus saja berjalan menghampiri Steven dan Carlos.
"Steve, siapkan mobil dan sopir untuk mengantar Ibu dan Adik-adik Alesya kembali ke Panti. Titah Hov.
"iya Tuan, tapi perjalanan menggunakan mobil memakan waktu yang cukup lama Tuan. apa Nyonya Mayya sudah mengetahui itu. saya takut beliau akan merasa bosan saat dimobil Nanti. terang Steve.
"kau betul juga Steve, kalau aku akan memberi tau Ibu dulu. Hov dengan santai nya kembali berjalan menghampiri Istri dan Ibu mertua nya.
"kenapa kau kembali lagi Tuan? bukankah tadi kau tidak menoleh saat aku memanggil mu. Alesya bersungut-sungut saat Hov sudah ada didepan nya.
"aku kesini tidak untuk menghampiri mu Nona, tapi aku kesini untuk wanita hebat ini. Hov meraih tangan Mayya dan menciumnya.
"hah? Alesya terperangah menatap tingkah Hov yang begitu sopan pada Ibunya.
Hov hanya mengulum senyum saat melihat Alesya mulai salah tingkah dibuat nya.
"Bu, kalau Ibu pulang menggunakan mobil, akan memakan waktu yang cukup lama. apa ibu dan Adik-adik tidak merasa bosan? tanya Hov sopan.
__ADS_1
"tidak apa-apa Nak, kami tidak akan bosan. paling juga mereka nanti akan tertidur dijalan. sahut nya pelan.
"Baiklah kalau begitu. Steve sudah menyiapkan mobil didepan. ucap Hov.
"Lia, Ken, Jems. kemarilah! Mayya memanggil anak-anaknya.
"Iya Bu, dengan penuh kepatuhan mereka bertiga langsung berlari menghampiri Mayya dan Alesya.
"pamit lah pada Kakak dan kakak Ipar kalian! Karna sebentar lagi kita akan pulang Nak. titah Mayya.
"kak Lesya, kami pulang dulu ya. lain kali kalau kakak tampan mengijinkan. kami akan datang kesini lagi. ucap gadis kecil itu.
"oh, tentu saja kau boleh datang kesini setiap waktu Lia, kakak akan mengirimkan Helicopters untuk menjemput mu dan yang lainnya. bagaimana apa kau mau? Hov sengaja menggoda istrinya lewat adiknya.
dan seperti dugaan Hov, Alesya sangat tampak kesal dengan sikap suami nya itu.
"iya kakak tanpam aku mau. Lia tampak bersemangat.
"kalau begitu, ayo kita menuju kedepan. karena sopir sudah menunggu kalian.
"ah, kenapa tidak naik helikopter lagi Kak tampan. Ken bertanya dengan polosnya.
"sekarang kalian pulang naik mobil dulu ya. lain kali pasti kakak akan mengajak kalian naik helikopter lagi. bujuk Hov.
"baiklah kakak tampan. mereka semua akhirnya menurut dengan perintah Jehova.
"kau memang pandai membujuk mereka Nak. Mayya mengusap punggung Jehova pelan.
hati Alesya langsung menghangat seketika, saat melihat interaksi suaminya dengan adik-adik dengan begitu sabar.
kenapa Iblis besar ini berbeda sekali dengan yang apa yang aku bayangkan ya. Dia begitu lembut pada Ibu dan Adik-adik ku. ternyata dibalik kegilaannya ada kelembutan yang semakin membuat ketampanan begitu sempurna.
pikiran Alesya semakin menerawang jauh saat melihat sisi lain dari pribadi Jehova.
"Kenapa kau diam saja Alesya? apa kau tidak ingin mengantar Ibu kedepan. suara Jehova tiba-tiba menyadarkan lamunannya.
"eh, iya Tuan"
Alesya segera berdiri dan mencoba menyingkap Gaun pengantin nya keatas, tapi sepertinya Ia cukup kesulitan karena Gaun itu memang sangat panjang.
"Hanna, Bantu Istriku untuk memegangi Gaun nya. Titah Hov.
"Iya Tuan"
dengan cepat Hanna langsung berlari menghampiri Alesya dan dengan sigap membantu Alesya berjalan kedepan.
Jehova tampak sudah berjalan lebih dulu bersama Mayya dan ketiga Adik Alesya. Dia membiarkan Alesya berjalan dibelakangnya bersama Hanna.
Alesya tampak sedikit kesulitan saat berjalan karena Gaun pengantin nya terus menjuntai ke bawah walaupun sudah dipegangnya erat.
namun Jehova tetap tak mempedulikan Istri kecil nya Itu, sejenak Jehova hanya melirik Istrinya, tetapi tetep saja berjalan walaupun sebenarnya Ia sedikit merasa kasihan pada Alesya.
sepertinya Jehova sudah mulai mempraktekkan Ilmu yang sudah diberikan oleh Dokter Carlos pada nya.
*BERSAMBUNG
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR*
TERIMAKASIH