"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 38


__ADS_3

Hov sudah ada di helicopters dan segera terbang menuju Mansion de'Luxe.


"Steve" hubungi anak buahnya mu! perintah kan pada mereka untuk menyisir pinggiran pantai dan Hutan Pinus. suruh Ramon dan yang lainnya untuk menggunakan mobil menyisir jalan utama.


"Iya Tuan" dengan cepat Steve memerintahkan semua anaknya buahnya yang ada di Mansion untuk melakukan apa yang seperti di perintahkan Hov.


apa Anda akan langsung kembali ke Mansion Tuan?


"Tidak Steve. Aku akan Turun di Helipad pintu masuk jalan utama, karena menurut ku sekarang Alesya sudah ada di jalan utama. karena Dia keluar dari Mansion sekitar satu setengah jam yang lalu. dan aku akan mencegatnya dari sana. suruh penjaga yang ada di Pos penjagaan utama untuk menyiapkan Satu mobil untuk ku.


sesekali Ia menatap ke layar ponselnya untuk melihat CCTV yang ada di kamar Alesya. Hov memastikan kalau Alesya memang kabur dengan usaha nya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun.


berani sekali kau untuk berfikir pergi dari sisiku Alesya! sepertinya aku sudah terlalu baik padamu, lihat lah apa yang akan kulakukan pada mu nanti.


Hov meremas kuat jari-jari tangan nya. sepertinya ada perasaan sakit yang teramat dahsyat, saat melihat Alesya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kabur dengan sangat baik dari CCTV. Hov tidak menyangka kalau Alesya akan seberani itu mempermainkan perasaannya.


Helicopters yang Hov tumpangi sudah mendarat dengan sempurna di Helipad jalan utama.


"silahkan Tuan" dengan sigap Steve dan seluruh awak pesawat mempersilahkan Hov untuk turun.


tanpa membuang waktu Hov langsung masuk kedalam mobil Rolle Royce Phantom hitam mengkilap miliknya.


segera Steve dengan cekatan memegang kemudi mobil itu dan langsung melaju ke jalan utama yang menuju ke arah Mansion menembus deras nya air hujan.


*


*


Alesya masih saja berlari menyusuri jalanan beraspal yang menjadi satu-satunya harapan untuk keluar menjauh dari Mansion itu. Dia masih berharap ada mobil atau apapun yang melintas di sana dan bisa menolongnya. tapi tanpa Dia sadari jalan yang sekarang sedang di lalui nya adalah jalan pribadi milik Hov untuk menuju ke Mansion DE'LUXE.


kenapa tidak ada satupun mobil atau kendaraan apapun yang melintas di jalan ini?


kemana sebenarnya jalan ini menuju?


tubuhnya semakin menggigil kedinginan, karena hujan tak juga mereda, di tambah lagi dengan angin yang bertiup cukup kencang membuat tubuh nya semakin melemah.


"Ku mohon siapapun tolong aku! Alesya sudah terduduk diaspal dengan memeluk kedua lututnya.


wajah nya sudah pucat pasi seperti tidak ada lagi darah yang mengalir di tubuhnya.


tiba-tiba dari kejauhan terlihat cahaya lampu sebuah mobil yang menuju kearahnya.


Alesya segera bangkit dari duduknya dan berdiri dengan sisa tenaga yang dia miliki.


sebisa mungkin Alesya melambaikan tangan nya ke mobil itu, berharap agar si pengemudi mobil berhenti dan menolong nya.


seperti yang di harapkan. mobil itu langsung berhenti saat melihat Alesya melambaikan tangan nya.


"Joni lihat lah! bukankah itu Nona Alesya? Ramon langsung mengenali gadis yang sudah basah kuyup itu adalah gadis yang sedang mereka cari.


"iya Kau benar Mon" dengan cepat mereka berdua turun dari mobil dan segera menghampiri Alesya.


Alesya yang merasa senang karna pengemudi itu turun dari mobil nya pun segera mendekati, tapi air mukanya segera berubah saat matanya mengenali dua orang itu adalah anak buah Hov.

__ADS_1


dengan cepat Ia segera berbalik arah dan mengambil langkah seribu untuk menjauh dari mereka.


"Nona Alesya tunggu, jangan lari! mereka berdua segera mengejar Alesya yang sudah menjauh.


kejar mengejar pun terjadi di jalan itu, hingga akhirnya Alesya jatuh tersungkur ke aspal karena sudah lebih dulu kehabisan tenaga.


"ku mohon jangan tangkap aku! biarkan aku pergi dari sini! hiks..hiks.. Air matanya turun dengan derasnya seperti hujan malam ini.


"kami tidak akan menyakiti mu Nona, kemarin lah! dan kembalilah ke Mansion bersama kami


bujuk Ramon dengan sangat ramah.


"tidak" lebih baik aku mati! dari pada aku harus kembali ke tempat itu dan menjadi tawanan Bos gila kalian.


"ku mohon kembali lah Nona! jangan mempersulit kami semua. Joni mulai tidak sabar dengan sikap keras kepala Alesya.


Dengan tidak sabar Joni menarik tangan Alesya dan ingin menyeretnya masuk kedalam mobil.


"lepaskan" kau menyakitiku Tuan! pekik Alesya di tengah tangisnya.


"kalau kau tidak ingin aku menyakiti mu, maka masuklah ke mobil sekarang!


"tidak" aku tidak mau! Alesya masih saja meronta-ronta ingin melepaskan diri.


"Bantu aku Mon! kenapa kau diam saja? Joni tampak sudah kehabisan kesabaran nya.


"tapi aku takut Tuan Jehova akan marah Jon, kalau kita menyakitinya.


"Baiklah Jon" Remon akhirnya membantu Joni memegangi pergelangan tangan Alesya dan segera menyeretnya.


"kumohon lepas kan aku! lepaskan aku! Alesya menutup matanya, tubuhnya sudah lemas seperti hampir kehilangan kesadaran nya.


tiba-tiba dari arah berlawanan terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah mereka. dari kegelapan dan dan derasnya air hujan Remon dan Joni tidak bisa melihat dengan jelas mobil siapa yang sudah berhenti di depan. mereka mengganggap mobil itu juga di tugas kan untuk mencari Alesya.


Hov segera keluar dari mobilnya tanpa menunggu Steven membukakan pintu.


wajah nya meradang saat melihat kedua tangan Alesya sudah di pegang oleh Remon dan Joni.


"Apa kalian sudah bosan hidup Hah? berani sekali kalian mencoba menyeret Alesya ku seperti ini. Hov dengan suara bariton nya mendekat ke arah mereka.


"apa itu sungguh Tuan Jehova!! mereka tidak menyangka kalau Pria yang sudah mengehampiri mereka adalah Bos besar nya. karena tidak biasanya Hov berjalan di bawah guyuran Air Hujan tanpa di payungi oleh para pengawal nya.


maaf kan kami Tuan!! mereka secara bersamaan melepaskan tangan Alesya dari cengkeraman keduanya.


"Bukankah aku sudah pernah mengatakan jangan pernah menyentuh tubuh Alesya ku. apa kalian lupa itu? Hov melepaskan jas nya dan segera menutupi tubuh Alesya yang sudah basah kuyup.


"ta..tapi.. kami hanya ingin membawa Nona kembali ke Mansion Tuan, Karna Nona melawan, jadi kami terpaksa menarik nya. Joni menjawab dengan tubuhnya sudah bergetar hebat.


Kreek...


tanpa ampun Hov sudah melipat tangan Joni kebelakang hingga Joni menjerit kesakitan.


"Am..ampun Tuan!! saya mohon ampuni kelancangan saya.

__ADS_1


Alesya yang mendengar keributan di sebelahnya segera mendongak menatap ke sumber suara.


matanya menangkap sesosok tubuh tinggi berotot yang tak asing di matanya sudah berdiri tepat di samping nya.


"Tu..Taun Hov! suara Alesya terdengar parau namun terdengar jelas di telinga Hov.


"Alesya" Hov langsung berjongkok dan memegangi kedua bahu gadis nya itu.


"lapas kan Aku Tuan!! Alesya menggeliat berusaha melepaskan tangan Hov dari pundak nya.


"Jangan menolak Alesya! ku mohon kembali lah keMansion bersama ku. Hov memegang dagu runcing gadis itu.


"Tidak Tuan" aku ingin kembali ke rumah ku, aku ingin kembali ke keluarga ku. Alesya berusaha berdiri dan bersiap untuk berlari menjauhi Hov.


namun percuma saja, gerakannya kalah cepat dengan tangan Hov yang sudah merengkuh tubuhnya, Hov sudah lebih dulu membenamkan tubuh kecil Alesya ke dalam pelukan nya.


"Kumohon Alesya" jangan memaksa ku untuk berbuat kasar padamu. Hov memohon dengan tulus.


Namun sepertinya keinginan Alesya untuk pergi dari Hov sudah menjadi pilihan mutlak dalam hati nya.


dengan perlahan tangan Alesya meraih pisau buah yang di selipkan di belakang pengait Bra nya. Alesya sengaja membawa pisau itu sebelum meninggal kan Mansion. pisau itu sengaja Ia bawa untuk di jadikan alat perlindungan dirinya.


"lepaskan aku Tuan Hov! Alesya sudah mendekat pisau itu di leher mulusnya. benar saja saja hal itu membuat Hov terperanjat dan segera melepaskan Alesya dari pelukannya.


"Apa yang kau lakukan Alesya? jauh kan pisau itu dari leher mu sekarang juga!


"Tidak Tuan! lebih baik aku mati, dari pada aku harus kembali ke Mansion bersama mu.


"Tapi apa salahku Alesya? kenapa kau begitu membenciku? Hov perlahan mendekati Alesya.


"apa kau sudah pikun Tuan? seharusnya aku yang bertanya pada mu, apa salahku?


kenapa kau sampai menculikku seperti ini. Alesya melepaskan semua amarah nya pada Hov malam ini.


semua orang yang ada di sana hanya diam menjadi patung, tak ada satu pun yang berani mendekati Alesya dan juga Hov. tak terkecuali Steve, dia hanya berdiri diam ditempat nya walau badan nya sudah basah kuyup terguyur hujan.


"Oh rupanya kau tidak terima karena aku sudah menculikmu Alesya. Hov mulai terpancing emosi nya, terlebih dia dalam keadaan mabuk sekarang. walaupun dia masih bisa menguasai dirinya.


Alesya semakin melangkah mundur saat melihat Hov mendekati nya tanpa ragu.


"Berhenti di sana Tuan! atau aku akan menggores leher ku sendiri. Alesya mulai mengancam.


Hov tak memberi jawaban apapun, sorot matanya hanya menatap Alesya penuh kemarahan.


BERSAMBUNG.....


*LIKE


*VOTE


*KOMENTAR


"TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2