
saat Hov menyadari Alesya sudah mulai lemas, Ia tampak seperti sudah kehabisan oksigen. lalu dengan perlahan Hov melepaskan pagutan bibirnya dari Alesya.
"apa kau mau mati Alesya? kenapa kau menahan nafasmu? dasar Bodoh!! pekik Hov keras.
"Dasar iblis" jadi ini hukuman yang kau maksud? aku lebih baik mati daripada pada harus kau perlakukan seperti ini.
lagi-lagi Alesya berusaha menampar Pipi Hov, tapi kali ini Hov berhasil menangkap tangan Alesya.
"jadi kau masih ingin menampar ku lagi Alesya? sekarang tampar aku!! Hov melepaskan tangan Alesya kencang.
tapi sekali lagi aku mendapat tamparan dari mu, maka aku akan membalas nya dengan hal yang lebih menyakitkan lagi. tampak senyum iblis dari bibir Hov yang begitu mempesona. namun juga sangat mengerikan di untuk Alesya.
tampar aku Alesya!! tampar lagi sekarang!! Hov merangsek mendekati Alesya tanpa Ampun.
Alesya hanya diam, meremas jari-jarinya kuat. Dia hanya bisa semakin mundur saat Hov tanpa ragu terus saja mendekatinya.
"menjauh lah Tuan! menjauh dari ku. tubuhnya sudah terpojok di dinding kamar, tak ada lagi celah untuk nya menghindari Hov yang sudah ada di depan matanya.
"kau mau lari kemana lagi Alesya? Hov sudah menggungkung tubuh gadis itu dengan kedua tangannya diletakkan di tembok.
"pergi!! pergi!!
Alesya mendorong nya dengan sangat keras, tapi tidak sedikit pun tubuh Hov yang tinggi besar itu bergeser dari tempatnya.
apa yang akan kau lakukan Tuan? menyingkir lah dari ku!! tangannya tak henti memukul dada laki-laki itu.
"tenanglah sedikit Alesya!! bahkan ini baru permulaan saja.
dengan kuat Hov mencekal kedua tangan Alesya menarik nya keatas dan menekan tubuh Alesya di tembok itu.
"aaaaaaaaaaaaa" apa yang akan kau lakukan Tuan?? Alesya semakin histeris ketakutan.
"Diamlah!!
Cupppp
kali ini dengan sangat pelan Hov mendarat kan kecupannya pada bibir Alesya. Hov memainkannya dengan sangat lembut dan begitu menikmati nya.
"emmmmmm....emmmmmm"
hanya itu yang keluar dari bibir Alesya. tubuhnya tidak bisa melawan sama sekali, saat kedua tangannya di pegang erat oleh Hov dan kaki nya sudah dikunci oleh kedua kaki panjang milik pria itu.
setelah puas di bibir ranum Alesya, Hov kemudian menggeser kecupannya di leher putih gadis itu. tak lupa Ia meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.
"Hmmm bagus sekali! Hov tampak bangga melihat hasil karyanya di leher Alesya.
"cukup Tuan! ku mohon hentikan semua kegilaan ini. Hiks hiks beberapa butiran bening mengalir dari pelupuk mata Alesya.
"hentikan katamu"
"tapi ini tidak benar Tuan"
"lalu apa yang benar Sya? katakan lah!! Hov menatap tajam mata Alesya hingga membuat gadis itu membuang pandangan nya dari Hov.
kenapa kau tidak menjawab? apa menurutmu perbuatan mu kabur dari Mansion ku ini sudah benar Nona!
lucu sekali!!
"kau benar-benar sudah gila Tuan" Alesya memekik keras di hadapan Hov.
"kau benar sekali Alesya. aku memang sudah gila, dan perlu kau tau siapa yang sudah membuatku gila. yang membuat ku menjadi seperti ini adalah dirimu sendiri Alesya! suara Hov lebih keras dari Alesya.
"tapi kenapa harus aku Tuan??
"kau terlalu banyak bicara Sya!!
lagi-lagi Hov melancarkan serangannya.
satu tangannya masih erat mencekal kedua tangan Alesya, satu tangannya lagi dengan bebas bergerilya kemana-mana, menelusuri milik Alesya yang sudah berhasil di raih oleh nya.
Alesya hanya diam memejamkan mata nya, terkadang Ia sedikit bersuara karena Hov dengan sengaja menyentuh bagian-bagian sensitif milik Alesya.
"hentikan Tuan!! Alesya sedikit bersuara saat Hov melepaskan pagutannya.
"kenapa Sya? sejenak Hov menatap mata gadis itu mulai sayu.
apa kau lelah?
__ADS_1
"ih..iya.. Tuan" suara Alesya bergetar.
"baiklah kalau begitu. dengan cepat Hov menggendong tubuh Alesya dan membawanya ke atas ranjang.
sekarang kau berbaring lah di sini!
tidak lupa Hov juga ikut berbaring di samping Alesya.
"kenapa kau juga ikut berbaring di sini Tuan? Alesya beringsut menjauh.
"jangan lupa Alesya, aku belum menyelesaikan hukuman ku untuk mu! Hov menyeringai menatap Alesya.
"apa" hukuman apa lagi yang akan kau berikan untukku Tuan? bukankah baru saja kau sudah menyiksaku. Alesya memelas.
"apa katamu? tadi itu aku baru saja memulai nya Nona.
"jangan coba-coba membodohi ku Tuan! Alesya menatapnya nanar.
"membodohi mu? jangan gila Alesya, kau sudah dewasa, kau pasti tau apa tujuan ku kan.
"tidak" kumohon jangan lakukan itu Tuan! kau sudah berjanji tidak akan melakukan itu tanpa seijin ku kan.
"Haha.. perjanjian itu hanya berlaku sebelum kau kabur dari sini Sya. tapi sekarang semuanya sudah tidak berlaku lagi, lagi pula bukankah kau sudah siap menerima hukuman dari ku?
"tidak Tuan, bukan hukuman seperti ini yang ku harapkan. lebih baik kau menembak ku saja Tuan! dari pada aku harus menjadi pemuas na*su gila mu itu. Alesya menatap Hov penuh kebencian.
"apa kau tidak bisa diam Alesya?
dengan satu tarikan saja dari tangan Hov. dengan cepat tubuh Alesya sudah berpindah di dekat nya.
"apa yang akan kau lakukan Tuan? wajah nya pias.
"apa kau sudah tidak sabar Alesya? Hov memberikan senyum manis tapi begitu mematikan di mata Alesya.
Bruuuuuuug
tanpa aba-aba Hov dengan cepat sudah ada tepat di atas tubuh mungil Alesya. Hov menindih tubuh Alesya dengan tubuh kekar nya hingga membuat gadis itu terkejut bukan main.
"aaaaaaaaaaaaa menyingkir lah dari atas tubuh ku!! Alesya mendorong dada Hov dengan sangat keras. tapi tidak berpengaruh terhadap tubuh laki-laki itu.
dasar bajingan, dasar iblis. segala caci maki yang keluar dari mulut nya sudah tertuju pada Hov.
"Arkh... lepaskan aku!! Alesya masih saja meronta-ronta mencoba melepaskan dirinya dari Hov.
tapi kekuatan Hov jelas lebih besar dari Alesya, hingga pria itu berhasil sepenuhnya menguasai tubuh gadis cantik itu.
"sekarang kau bisa apa hah? Hov sudah mencekal kedua pergelangan tangan gadis itu dan diangkat keatas kepalanya.
"dasar Ibli..."
lagi-lagi Hov sudah membungkam mulut gadis nya, sebelum Alesya sempat menyelesaikan ucapannya.
nafas mereka mulai menderu, walaupun hati Alesya menolak nya, tapi tubuhnya berkata lain, saat tangan Hov sudah berjalan sesuka hatinya.
sejenak Hov melepaskan kedua tangan Alesya untuk melepaskan jas miliknya yang masih menempel di tubuh Alesya dan melemparkannya ke sembarang arah. sepertinya Hov lupa kalau di jas itu Dia menyimpan buku Diary yang sebelumnya akan di berikan nya pada Alesya.
Alesya yang melihat Hov sedikit lengah. langsung di menggunakan kesempatan itu untuk melompat dari atas ranjang dan berlari kearah jendela kamar, berharap bisa membuka pengait besinya, tapi tetap saja gagal.a
"sudah ku katakan, jangan membuang waktu kita Alesya! kau tidak akan bisa lari dari ku malam ini. walaupun sebenarnya sudah hampir menjelang fajar, hanya saja mereka tidak menyadari nya.
Hov sudah menarik lengan Alesya dan kembali menggiring tubuh gadis itu menuju ke ranjang.
Hov mencumbu gadis itu dengan penuh gairah. Ia sudah tidak memperdulikan, gadis yang menjadi lawannya saat ini adalah gadis polos yang belum pernah memiliki pengalaman tentang aktivitas itu sedikit pun.
"Nikmatilah Sya!! jangan menahannya. tangan Hov kembali bermain ke seluruh tubuhnya, dari pipi leher dada Hingga punggung Alesya tak lepas dari sentuhannya. tangannya begitu terampil melucuti setiap pakaian yang masih menempel di tubuh Alesya satu persatu. hingga gadis itu sekarang benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah nya.
sejenak Hov terpaku, menatap kepolosan tubuh gadis yang saat ini Sedang Ia rengkuh.
"indah sekali" kau memiliki semua kesempurnaan itu Alesya.
sementara Alesya sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa, hatinya hancur berkeping-keping saat Hov sudah berhasil melihat seluruh miliknya yang selama ini Ia jaga dari mata laki-laki manapun. Ia hanya bisa memejamkan matanya saat Hov sudah menguasai tubuh dan pikirannya.
Hov membelai tubuh Alesya dengan lembut, memberikan beberapa kecupan hingga terkadang membuat Alesya menggeliat pelan. namun
tangannya tiba-tiba berhenti di tengah dua mahkota Alesya. di sana Ia menyentuhnya secara perlahan hanya menggunakan jari telunjuknya seperti sedang menuliskan sesuatu dan hanya Hov sendiri yang tau apa sudah Ia tulis.
tubuhnya benar-benar sempurna. aku seperti sedang melihat sebuah mahakarya dari sang pencipta yang begitu indah.
__ADS_1
Gumam Hov dalam hati.
lalu dengan rakusnya Hov melahap kesensitifan milik Alesya sementara tangan satunya bermain di sebelahnya. hingga membuat tubuh gadis itu menggelinjang hebat.
"ikuti saja Sayang!! aku akan memberi mu kenangan indah malam ini.
Hov melancarkan serangannya bertubi tubi pada gadis itu, hingga membuat nafas gadisnya begitu menderu.
kaki panjangnya dengan mudah menghalangi kedua kaki Alesya agar tidak mengatup dan tetap pada posisinya.
Hov tau betul saat ini Alesya sudah berada di atas angin.
"Ahhhhhhh" lagi-lagi sebuah lenguhan yang cukup panjang berhasil lolos dari bibir indah gadis itu, saat tangan Hov sudah mendarat sempurna di milik nya.
Hov pun tampak tersenyum puas, saat berhasil membawa Alesya turut serta dalam permainan nya.
lenguhan demi lenguhan sudah memberikan irama pada malam yang panjang ini. dan tiba-tiba tubuh Alesya bergetar hebat tanpa terkendali.
hingga Saat Alesya memekik keras dengan cepat Hov membungkam mulut gadis itu dengan bibirnya.
dengan cepat Alesya sudah lemas terkulai di rengkuhan Hov. padahal Hov belum juga membenamkan Milik nya pada milik Alesya.
*
*
Di Club. Hans masih penasaran dengan sahabat nya yang tiba-tiba pergi dari acara penting ini.
Kali ini Hans memilih duduk sendiri menyesap minuman yang masih di genggamnya.
berkali-kali Ia mencoba untuk menghubungi Hov tapi sahabatnya itu tidak pernah menerima penghilang darinya.
"apa yang sedang kau lakukan di Mansion mu Hov.
kenapa kau seperti menghindari ku selama beberapa Minggu ini?
Hans masih belum menyadari kalau sebenarnya Alesya lah yang sedang Hov sembunyikan dari nya.
Hov memang sengaja melakukan itu, agar Hans tidak mengambil gadis itu dari sisinya.
tanpa terasa malam mulai berganti fajar seluruh tamu undangan sudah tergeletak sendiri sendiri di tempat mereka masing-masing. Hanya beberapa orang saja yang masih sedikit sadar diantaranya Laura.
Laura dengan terhuyung berjalan mendekati Hans yang sedang duduk sendirian.
"hey Tuan" apa kau butuh teman? sepertinya Laura sudah sangat mabuk hingga tanpa malu Ia berusaha merayu Hans.
"seperti yang kau lihat Nona" Hans menjawab Dengan memberikan senyum yang begitu manis pada wanita itu.
"Kalau begitu biarkan aku duduk di sini Tuan.
"Silahkan" Hans dengan senang hati mempersilahkan wanita cantik itu duduk di sampingnya.
tidak bisa di pungkiri Hans juga memiliki paras yang begitu tampan, siapa pun wanita yang melihat nya, mustahil tidak jatuh hati padanya.
begitu juga dengan Laura, Ia menatap Hans dengan tatapan lain.
hingga membuat dua sejoli itu memilih menghabiskan malam ini bersama-sama.
saat pagi buta Hans memilih meninggalkan wanita itu sendian. ya, mereka menghabiskan malam tanpa disadari perasaan, yang ada hanya sebuah ambisi dan kepuasan semata. itulah gaya hidup yang selama ini mereka jalani. bebas luas dan juga kejam.
Hans kembali ke apartemennya dengan hati gusar, terkadang Ia mencoba untuk tidak perduli dengan apa yang sedang Hov sembunyikan dari nya saat ini.
tapi entah kenapa, hatinya selalu merasa curiga kalau Hov melakukan sesuatu yang tidak benar di belakangnya.
ayolah Hans, kenapa aku harus peduli dengan Hov, kenapa aku tidak berfokus untuk mencari kebenaran Alesya saja, oh tidak apa yang sedang aku pikir kan saat ini, kenapa setiap kali aku berfikir tentang Alesya, aku juga selalu berfikir tentang Hov.
di raihnya Ponsel yang ada di atas nakas, dengan cepat Ia kembali mendial no Milik Hov. berharap kali ini Hov akan mengangkat panggilan dari nya.
namun beberapa kali Hans mengulangi panggilan nya, tetep saja Hov tidak pernah bisa terhubung dengan ponsel nya.
dan jelas saja itu semakin membuat Hans di liputi rasa penasaran.
BERSAMBUNG....
*LIKE
*VOTE
__ADS_1
*KOMENTAR
"TERIMAKASIH"