"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"

"PENGANTIN KECIL TUAN HOV"
Bab 102


__ADS_3

Alesya tampak termangu menatap mobil yang suaminya tumpangi semakin menjauh dari pandangan mata nya.


hatinya masih bergemuruh, ada perasaan yang begitu bahagia karena suami nya begitu peduli pada keluarganya, namun selain itu ada perasaan yang masih mengganjal di hati gadis cantik itu, tentang penyakit yang saat ini sedang di alami oleh sang ibu.


"kak Lesya? kak Lesya?" teriak Lia memanggil kakaknya.


"eh, iya Lia" sahut Alesya terkejut.


"Ibu memanggil kakak" jawab gadis kecil itu.


"Baiklah sayang, kalau begitu kakak masuk dulu ya" jawab Alesya sambil berjalan masuk menuju ke kamar ibunya.


sesampainya di kamar sang Ibu, Alesya kembali merebahkan kepalanya di samping tubuh Mayya.


"ada apa Nak? kenapa wajah mu terlihat sedih?" Ucap Mayya penasaran.


"bagaimana aku tidak sedih, kalau harus melihat ibu seperti ini" ucap nya dengan raut wajah masam.


"he, kenapa kau harus bersedih? bukankah Ibu sudah mengatakan kalau Ibu baik-baik saja sayang" Mayya meyakinkan.


"tapi aku tetap merasa tidak tenang Bu" Alesya bersikukuh.


"berhenti lah berfikir macam-macam sayang! Oiya apa kau ingin tau apa yang bisa membuat ku semakin sehat?" ucap Mayya.


"tentu saja Bu, katakanlah!" Alesya bersemangat.


"sungguh?" sahut Mayya.


"iya Bu, katakan lah! apa Ibu ingin aku tinggal disini lagi?" Ucap Alesya.


"tidak, bukan itu sayang!" ucap Mayya.


"lalu apa Bu?" Alesya semakin penasaran.


"Beri Ibumu ini Cucu yang banyak" ucap Mayya dengan mata berbinar.


"apa Bu????" sahut Alesya dengan wajah merah merona.


"iya Nak, segera beri Ibu seorang cucu!" ucap Mayya lagi.


"ah, kenapa Ibu berkata seperti itu sih" wajah Alesya semakin merona.


"memang nya kenapa sayang? apa ada yang salah, kalau seorang Ibu meminta cucu dari Putri nya heh!" tegas Mayya.


"Ibu tidak salah kog, hanya saja saat ini kami belum bisa memberikan nya" balas Alesya dengan wajah tertunduk.


"apa ada masalah dengan kalian berdua sayang?" Mayya khawatir.


"tidak ada Bu, kami berdua baik-baik, bahkan Tuan Hov sangat baik pada ku Bu" sahut Alesya.


"O iya, kenapa kau masih memanggil suami mu dengan sebuah Tuan Hov sayang? kenapa kau tidak memanggil dengan sebutan Suami atau sayang" tegur Mayya.


"eh, tidak apa-apa Bu, aku hanya belum terbiasa saja" sahut Alesya.


"tapi akan terdengar tidak baik di telinga orang lain Nak" Mayya mengingatkan.


"iya Bu" jawab Alesya.


"o iya, aku kita melihat lihat rumah ini setelah di renovasi habis habisan oleh suami mu itu" ajak Mayya.


"he,em" sahut Alesya sambil mengangguk kan kepala.

__ADS_1


dengan cekatan Leni suster pilihan yang khusus di kirim dari AJ Hospital untuk bertugas merawat Mayya di rumah nya.


tangan nya begitu terampil memapah tubuh kurus Mayya untuk duduk di kursi roda khusus milik nya.


Alesya tampak hancur melihat tubuh ibunya yang begitu kurus, meskipun tubuh nya masih terlihat begitu terawat.


setelah Mayya duduk di kursi roda elektrik nya, Leni dengan telaten memasang kan tabung oksigen kecil di belakang kursi roda canggih itu. dan menghubungkan selangnya ke lubang hidung Mayya.


"ayo kita jalan sayang!" ucap Mayya dengan antusias.


"Bu, apa ini alasan Ibu tidak pernah mau menerima panggilan video dari ku?" ucap Alesya sambil berjongkok di depan kursi Roda ibunya.


"tidak sayang, ibu hanya tidak mau membuat mu khawatir" jawab Mayya parau.


"kenapa ibu harus menyembunyikan dari ku? apa Tuan Hov selama ini juga menyembunyikan dari ku?" Alesya menetes air matanya.


"jangan menyalakan suami mu sayang! Ibu yang meminta nya untuk merahasiakan semua ini. bahkan ibu Melarang nya untuk membawa mu kesini, itu sebabnya Ibu terkejut saat mendengar suaramu tadi" ucap Mayya sambil membelai rambut Alesya.


"tapi kenapa Bu?" Alesya semakin terisak.


"karena Ibu tidak mau kau khawatir sayang" ucap Mayya dengan tenang.


walaupun sebenarnya hati nya begitu bergemuruh. karena harus merahasiakan penyakit nya dari Alesya.


"tapi aku berhak tau Bu" tegas Alesya.


"dan sekarang kau sudah tau kan, haha Mayya terbahak pelan.


"ibu, kenapa Ibu malah tertawa sih?" ucap Alesya kesal.


"kau tau Nak, seperti nya ibu harus menghukum suami mu, karena sudah membawa mu pulang secara tiba-tiba." gerutu Mayya.


"ibu tidak boleh menghukum nya" ucap Alesya setengah berbisik.


"tidak, aku tidak berkata apa-apa" sahut Alesya dengan cepat.


"oh, kalau begitu ayo kita berjalan-jalan keluar! ajak Mayya.


"iya Ayo" ucap Alesya


mereka bertiga, berjalan-jalan memutari Rumah Panti mereka yang sudah berubah 100%. dari hanya bangunan Tua yang usang kini berubah menjadi bangunan paling megah dan juga mewah di kawasan itu. bahkan ada banyak sekali para penjaga yang mengitari panti layaknya di Mansion.


"apa kau senang sayang?" seru Mayya.


"tentu saja Bu, tapi aku juga merasa tidak enak pada Tuan Hov, huh Dia begitu baik pada kita" sahut Alesya sambil membuang nafas nya panjang.


"suami mu itu memang orang yang sangat baik Nak, bukan hanya rumah kita, Dia bahkan selalu mengunjungi ku, saat ada waktu luang" jelas Mayya.


"eh, sungguh Bu?" Alesya tak percaya.


"iya, Dia selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk ku dan adik-adik mu." ucap Mayya.


"sepertinya selama ini tanpa sepengetahuan ku Tuan Hov sudah melakukan banyak hal Bu" Alesya melemparkan pandangan entah kemana.


"iya, bahkan ibu sudah sering menolak nya, tapi suami mu tetap saja bersikeras untuk membantu kita, kau sungguh sangat beruntung memiliki nya Sayang" ucap Mayya sambil meraih tangan putrinya.


"iya Bu" sahut Alesya.


"apa kau ingin ingin melihat kamarmu? Mayya menawarkan.


"kamar ku? bukankah kamar ku sudah menjadi ruang bermain sekarang" ucap Alesya.

__ADS_1


"itu kan kamar mu yang dulu Nak, kamar mu yang sekarang ada di sisi samping bangunan ini" Mayya menjelaskan.


"o iya?" Alesya merasa terkejut.


"kalau begitu ayo sekarang kita melihatnya" ajak Mayya.


"iya Ayo Bu" Alesya terlihat antusias.


sesampainya di sebuah bangunan yang dulu hanya sebuah tanah kosong kini telah berubah menjadi satu bangunan rumah yang terpisah dari Panti, namun masih dalam satu lingkup yang sama. namun dengan ukuran cukup besar yang lebih tepatnya mirip seperti sebuah Villa minimalis, lengkap dengan teras, dapur mini dan juga sebuah kamar tidur yang memiliki sebuah kamar mandi di dalam nya.


dengan melihatnya saja Alesya sudah tau, karena


jelas sekali terlihat, bangunan itu di desain oleh seseorang yang berselera sangat tinggi sekaligus perfeksionis!


siapa lagi kalau Bukan Jehova suaminya sendiri.


"bagaimana apa kau menyukainya?" Mayya penasaran.


"tentu saja aku menyukai nya Bu" ucap Mayya.


"kau tau, Suami mu sendiri yang mendesain nya" ucap Mayya.


"o iya" sahut Alesya.


tentu saja aku tau Bu, sejak pertama kali aku melihatnya saja aku sudah tau kalau ini desain nya (Hov).


Batin Alesya.


"Ayo kita masuk!" ucap Mayya


mereka masuk bersama, sungguh Alesya kembali di buat kagum dengan isi di dalam nya. semua perabotan nya, dari sofa, lampu hingga ranjang tempat tidur mereka tampak mewah. pemilihan cat dinding pun sungguh mewakili kepribadian Jehova dengan warna netral namun tetap elegan.


"apa ini semua juga Tuan Hov yang memilih nya Bu?" Alesya penasaran.


"tentu saja, suami juga selalu meminta kepada para pelayan untuk membersihkan ruangan ini setiap hari, walaupun kalian berdua belum pernah menempati nya." ujar Mayya.


Alesya berjalan jalan di sekitar kamar pribadi nya bersama Jehova, sepertinya gadis itu begitu mengagumi hasil karya suaminya yang begitu indah.


sampai-sampai Ia tidak menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.


"Nak, bersiap-siaplah! ini sudah jam 11 siang. Ibu juga ingin beristirahat" Mayya mengingatkan.


"eh, kenapa aku sampai lupa ya hehe" Alesya terkekeh.


"kalau begitu Ibu akan kembali ke kamar dulu" ucap Mayya dan meninggalkan Alesya di kamar nya.


"Bu tapi aku tidak membawa pakaian ganti" Alesya tampak cemas.


"kau tidak perlu khawatir sayang, suami sudah menyiapkan semuanya, cari saja di lemari itu!" Mayya mengarah ekar matanya ke arah lemari berukuran sedang di tepi kamar.


"eh, baik lah Bu" sahut gadis itu dan mempersilahkan Ibunya untuk kembali ke kamar.


Alesya pun segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuh nya setelah hampir setengah hari melihat lihat dan berkumpul bersama-sama adik-adiknya.


BERSAMBUNG


**LIKE


*VOTE


*KOMENTAR*

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2