
Hari ini seharusnya menjadi hari spesial untuk Mika dan Jeff, namun hari ini justru membuat Mika lemas. Serius hari ini dia menikah dengan Jeff?
Mendengar Jeff dengan lantang mengucapkan ijab, membuat Mika sedikit terharu bercampur sedih. Ah dia tidak tau bagaimana cara mengungkapkannya. Lebih mengejutkan lagi soal mas kawin yang berupa uang 20 Milyar. Membuat dia tertegun.
Satu Milyar saja Mika tidak tau bentuknya seperti apa, apalagi 20? Jeff benar-benar niat atau bagaimana Mika tidak tahu. Dia hanya berusaha terlihat bahagia hari ini di hadapan teman-temannya sambil menunggu di panggil untuk penyematan cincin.
Pagi ini memang acara ijab qabul saja, karena malam nanti barulah diadakan resepsi. Setelah di persilahkan keluar dari ruangan dan menemui Jeff, Mika didampingi kedua temannya keluar untuk menuju tempat ijab.
Semua mata tertuju padanya sekarang. Gadis dengan kebaya berwarna putih dan tubuh yang semampai, membuat dia sangat cantik sebagai seorang pengantin. Pandangan Jeff pun tak lepas dari Mika. Sebelumnya dia tidak pernah berpikir untuk menikah, tapi sekarang dia menikah dengan Mika.
Untuk sesaat mereka saling menatap, menyadarkan diri masing-masing tentang status baru yang mereka sandang sekarang. Suami dan Istri, berat sebenarnya. Karena itu bukan status main-main dan sebuah janji telah terikrar di hadapan Tuhan.
Setelah menandatangani berkas, kini waktunya penyematan cincin. Keduanya saling berhadapan. Dengan perlahan Jeff menautkan cincin di jari manis, Mika. Setelah itu giliran Mika yang menautkan cincin itu di jari manis milik Jeff.
Tangannya berhenti di tengah-tengah saat akan menautkan cincin itu. Keraguannya kembali datang di saat seperti ini. Melihat Mika yang terdiam, membuat Jeff yang tidak sabaran langsung saja mendorong jarinya agar cincin itu terpasang sempurna.
Mika membulatkan matanya, namun dia harus tetap tersenyum. Ternyata sisi menyebalkan Jeff tidak bisa melihat situasi. Sangat menyebalkan untuk Mika. Namun, semua orang bertepuk tangan. Apalagi saat Mika yang menyalaminya dan Jeff yang mencium keningnya. Membuat Mika benar-benar terjebak dalam pencitraan ini.
"Cuma seharian, lo harus kuat berdampingan sama Om-Om ini, Mika!" Gumamnya dalam hati.
Setelah selesai acara ijab, dilanjutkanlah acara untuk photo keluarga dan teman terdekat. Bahkan Mika baru tau rasanya kalau Jeff memiliki teman baik. Bukannya apa-apa. Kok bisa ada yang mau berteman dekat dengan sebuah kanebo kering seperti Jeff? Bukannya mereka hanya akan menjadi badut di depan sebuah es balok?
Mika memikirkan itu sampai menahan tawanya. Bahkan terlihat jelas oleh Jeff yang kini menatapnya heran. "Kenapa?"
__ADS_1
"Aneh aja. Kok ada yang mau sahabatan sama Om. Apa mereka gak cape ya ngebadut di depan es balok?" Ucap Mika asal.
Jeff menghela napasnya, dia memilih untuk tidak meladeni pikiran random dari Mika. Sangat tidak penting, tentu saja dia mempunyai sahabat. Mereka dekat sewaktu kuliah, meskipun jarang bertemu karena mengambil full online. Jeff sangat sibuk di kantor, sampai tidak bisa mengikuti perkuliahan online.
Dan ya Satya dan Bara lah yang selalu menemaninya. Mereka selalu meluangkan diri ke kantor untuk sekedar bertanya kabar atau mengajaknya minum wine. Ya anggap saja hiburan untuk pria dewasa sepertinya. Masih mending dia tidak bermain wanita seperti Satya dan Bara. Cukup lah mencerminkan pria baik-baik.
.
.
.
Setelah selesai acara ijab qabul, masih ada kira-kira beberapa jam untuk acara resepsi nanti malam. Acara diadakan pukul 7 malam sampai pukul 10. Sekarang waktu masih menunjukkan pukul 1 siang.
Jeff dan Mika berganti pakaian ke yang lebih santai. Lebih baik mereka tidur dulu sebentar. Barulah nanti sore mereka bangun, mandi dan kembali berdandan untuk acara resepsi.
"Bebek! Apaan sih lo?!" Kesal Mika sembari melepaskan tangannya dari cekalan Selena.
"Seneng lo udah bisa nikah sama kakak gue?! Inget ya, Kuman. Lo yang berani masuk ke keluarga gue dan gue akan pastikan lo menderita di rumah suami lo sendiri!" Ancam Selena. Dia tidak main-main, sampai sekarang Jeff memang tidak mendapat restu dari Selena, tapi dia trobos saja.
"Gue gak peduli. Kalau lo lupa, gue gak pernah takut sama siapapun." Mika melenggang pergi. Tidak ada gunanya juga dia meladeni Selena.
Tubuhnya sudah terasa berat, dia butuh istirahat sejenak agar nanti malam bisa lebih fresh menerima para tamu yang datang. Ya jujur saja, memasang pencitraan seperti itu butuh mood yang bagus. Apalagi untuk seorang Mika yang sangat ekspresif.
Saat masuk ke dalam kamar, Mika kaget karena mendapati Jeff yang hanya mengenakan celana training hitam dan bertelanjang dada. Dia sontak kembali keluar kamar dan menutupnya. "OM PAKE BAJU!" Teriak Mika, tidak keras sih sebenarnya, cukup terdengar oleh Jeff yang berada di dalam sana.
__ADS_1
Bisa-bisanya Jeff seperti itu, apa tidak kasian dengan Mika yang kini ketar-ketir. Padahal dia hanya melihat Jeff tidak memakai baju saja, apalagi kalau Jeff meminta malam pertama padanya.
Matanya membulat, sial. Dia melupakan tahap itu dalam sebuah pernikahan. Apa dia akan diiya-iya oleh Jeff? Mika menggeleng, tidak! Tapi sejenak dia berpikir, kalau di novel-novel biasanya sih tidak akan. Mereka kan tidak saling mencintai. Jadi dia aman sepertinya, iya sepertinya.
Pintu terbuka dari dalam, tangan Mika langsung ditarik masuk oleh Jeff yang masih bertahan seperti saat Mika masuk tadi. "Kita suami istri, sah."
Mika menahan napasnya. Kalau begini yang ada dia bukan hanya menikah muda, tapi mati muda juga. Bagaimana bisa dia di satu ruangan seperti ini bersama Jeff? Dengan ragu Mika duduk di tepi ranjang. Namun Jeff sudah lebih dulu tertidur di sana.
"Tidur dulu, masih ada beberapa jam buat resepsi," ucap Jeff.
Tidak ada jawaban dari Mika. Dia ingin sekali tidur tapi apakah dia harus tidur seranjang dengan Jeff? Ahh tidak, dia tidak bisa seperti. Sepertinya sofa adalah pilihan terbaik untuknya sekarang. Iya, dia tidur di sana saja.
Namun baru saja dia hendak berdiri tiba-tiba Jeff menariknya dan mendekapnya ke dalam pelukan. Mika sontak kaget dengan apa yang Jeff lakukan. "Om!!!!"
"Di sini saja, nanti saya bangunkan kamu."
Mika memejamkan matanya erat sambil terus berontak meminta dilepaskan. Lagi dan lagi tenaganya kalah oleh Jeff. Membuat Mika sepertinya harus pasrah. "Ini harus banget kaya gini tidurnya, Om?" Tanya Mika terbata.
"Kita sudah sah, atau mau lebih dari ini?" Tanya Jeff santai.
Mika menggeleng cepat, bisa tidak sih dia membatalkan pernikahannya sekarang? Kalau tau Jeff seperti ini dia pasti tidak akan mau menikah. Benar-benar Jeffrico sudah gila! Rutuk Mika dalam hatinya.
Mika sibuk merutuk dalam hatinya, sementara Jeff santai saja. Lagi pula tidak ada yang salah dari apa yang dia lakukan. Mika sekarang istrinya, jadi mau bagaimana pun Jeff bebas melakukannya.
Apakah Mika harus membiasakan diri seperti ini? Tidak mau, dia masih kecil dan belum siap menjalani kehidupan rumah tangga sebenarnya. Dia pikir Jeff hanya akan bermain-main untuk formalitas tapi nyatanya dia bertingkah seperti ini.
__ADS_1
Dia pikir dia akan ditawari pernikahan kontrak, tapi ternyata di kehidupan nyata jalannya tidak seperti di dalam novel. Aah Mika benar-benar merutuki Jeff dan dirinya sendiri sekarang.