10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Vespa Untuk Regan


__ADS_3


Malam ini Jeff memutuskan kalau mereka akan berjalan-jalan malam di kota ini. Nampaknya juga Regan antusias dan anteng sekali di dekapan papanya yang memakai gendongan bergaya kangguru.


"Mas kita jalan-jalan naik apa?" Tanya Mika, Jeff bilang dia akan menikmati udara malam Jogja, kan? Jadi tidak mungkin kalau mereka menggunakan mobil. Jeff tidak menjawab, sampai akhirnya mereka sampai di depan lobi hotel.


Mika mengerutkan dahinya melihat sebuah Vespa di sana. Sungguhan Jeff membeli Vespa? "Mas, jangan bilang ini kamu yang beli."


"Memang aku, ini hadiah untuk Regan," jawabnya santai.


Mika melongo tak habis pikir. Untuk apa coba Jeff memberikan Regan motor Vespa, usianya saja masih kecil. Tak habis pikir. "Anaknya masih kecil, Mas. Regan juga gak ulang tahun!"


"Waktu kamu tinggal, Regan menangis terus. Aku tawari dia apapun gak mau, terakhir aku tawari Vespa dia langsung berhenti menangis, berarti dia mau Vespa. Seneng, kan anak Papa?" Jeff menaruh jarinya di genggaman Regan lalu memainkannya. Gemas sekali, Regan ternyata begitu senang dengan Vespa barunya.


Mika tak habis pikir deh dengan Jeff, jadi suka-suka Jeff saja lah. Lagi pula Vespanya juga sudah dibeli. Sudah tergambar kan bagaimana bayangan Jeff di masa depan saat Regan sudah besar?


"Aku selalu amaze sama kamu, kamu selalu diantar supir, tapi ternyata naik motornya juga lihai." Mika berbicara, berusaha untuk mengeraskan suaranya agar bisa terdengar oleh Jeff.


Jeff tertawa, orang-orang yang tau kalau ternyata dia bisa bawa motor juga kebanyakan mengatakan hal yang sama, kurang lebih sama bahwa mereka memang tidak percaya kalau Jeff bisa membawa motor.


"Di Indonesia kalau gak bisa bawa motor malah aneh, dulu aku ngantor juga naik motor, soalnya males macet," jelas Jeff.


Minta diantar supir setelah menjadi bos sih. Sekarang-sekarang ini sebenarnya Jeff sendiri tidak bisa menjalani kehidupan yang santai karena jujur pasti banyak yang mengincar nyawanya, Jeff memiliki segalanya diusia muda, mustahil sekali kalau tidak ada yang iri dengannya, banyak yang berusaha menjatuhkan, tapi sayangnya Jeff memang bukan tipe yang mudah tumbang.


Jeff menarik tangan Mika dan membawanya agar memeluk tubuh Jeff, Mika dengan senang hati melakukannya, mereka adalah pasangan halal dan ini sangat normal. Mika kemudian menatap tangan Jeff yang mengelus lututnya saat mereka berhenti di lampu merah.

__ADS_1


"Dulu aku selalu baca cerita orang soal hal kaya gini, dielus kakinya di lampu merah, akhirnya ngerasain sama kamu." Kemudian Mika terkekeh sendiri, agak lebay tapi itulah faktanya, dia sering membaca hal semacam ini di sosial media.


Jeff juga ikut terkekeh. Sebersyukur itu kamu punya aku?" Tanya Jeff penuh dengan percaya diri. "Ya, selain karena kamu ada Regan ada di dunia ini, aku selalu suka hal-hal sederhana yang kamu kasih buat aku."


Perlahan, perasaan Mika begitu besar pada Jeff, bukan karena banyak yang Jeff berikan, sesederhana dia suka apapun yang Jeff lakukan, meskipun hanya melihatnya saat bangun tidur.


.


.


.


Keduanya menghabiskan waktu dengan makan es krim bersama, hal yang sepertinya memang selalu suka Mika lakukan ketika berada di luar rumah dan Jeff tidak mempermasalahkan soal itu, dia malah senang kalau mood Mika menjadi lebih baik ketika diabmemakan es krimnya.


Mika menoleh ke arah Jeff. "Kamu belum pernah ya pacaran begini?" tanya Mika, ya maksudnya keliling kota naik vespa, makan eskrim, kemudian berhenti di angkringan, minum kopi kemasan.


Karena kelihatannya dari kehidupanbJeff selama ini, dari gaya hidup Jeff selama ini, dia pacaran atau tidak pasti fancy, ya namanya juga orang kaya.


Jeff menganggukkan kepalanya,nkadang dia menjawab dengan sangat jujur saja Mika tidak percaya, maka dia akan tetap jujur dengan semuanya.


"Cupu banget." Jeff agak terkejut karena dikatain, tapi dia memang harus selalu meyakinkan dirinya sendiri kalau dianmenikah dengan remaja putri, bukannperempuan dewasa, jadi hal-hal semacam ini tentu menjadi sesuatu yang tidak akan pernah bisa Jeff hindari.


Jeff tertawa, mengingat kembali bagaimana Mika seolah menjelekkan dirinya sendiri di hadapan Jeff hanya untuk mendapatkan pengakuan kalau dia sebandal itu dan agar Jeff tidak menikahinya, lucu sekali bukan?


"Siap, si paling suhu,” kata Jeff, ya karena memang apa yang Mika butuhkan pasti pengakuan kalau dia lebih bandal dari Jeff, padahal semua orang juga tahu kalau mereka tidak sedang bersaing.

__ADS_1


Mika kemudian terbahak. "Ya gak gitu maksudnya!” protes Mika, dia awalnya mau meledek Jeff ya karena pacaran dengan cara sederhana begini sebenarnya jauh lebih menyenangkan daripada harus dresscode dan mereka makan di restaurant mahal, momentnya pasti akan menjadi sangat biasa.


Jeff tertawa. "Ya, terus?”


"Ya udah deh!" Apa pun itu, sekarang ini yang akan Mika lakukan adalah belajar mengalah dengan Jeff, karena walaupun sudah dewasa bahkan bisa dikatakan cukup tua, Jeff tetap menjadi sosok yangnmenyebalkan, kalau Mika tidak mengalah malah dia bisa senewen sendiri.


Jeff kemudian mengulurkan tangannya untuk mengacak puncak kepala Mika, dia selalu gemas dengan kelakuan Mika yang seperti tidak tahu tempat, Mika seharusnya paham bahwa Jeff paling tidak bisa kalau harus gemas di tempat yang seperti ini.


"Pengen cium kamu sampai oksigennya habis," kata Jeff brutal, membuat beberapa orang yang duduk tidak jauh dari mereka langsung menoleh ke arah keduanya.


Mika mengulurkan tangannya untuk mencubit paha Jeff, kalau ngomong suka sembarangan, harus dicubit kecil agar sadar


"Apa sih!" kata Mika, masihbmengedepankan gengsi, padahal kalau dicium oleh Jeff sebenarnya ya dia suka juga. Suka sekali malah, karena memang sangat candu, Sejago itu Jeff melakukannya.


"Apa sih!" Kemudian Jeff melece, membuat cubitan Mika pada pahanya semakin menjadi-jadi. Jeff kemudian terbahak, akhirnya yang bisa dia lakukan adalah mencubit pipi Mika, karena meski mereka berdua adalah pasangan halal, tetap aneh kalau mereka bermesraan di tempat umum begini.


Walaupun keinginan mencium Mika itu memang sangat besar dalam benak Jeff. Tapi kasian juga kalau dia terus-terusan menggoda Mika, pipinya sudah memerah sedari tadi. Membuatnya semakin cantik di mata Jeff.


"Sayang ... " Panggil Jeff.


"Apa, Mas?" Sahut Mika seraya berpaling dari Regan dan menatap Jeff.


"Terima kasih karena telah datang ke kehidupan seorang Jeffrico," ucap Jeff.


Pada akhirnya Mika kembali menunduk menatap putranya lalu mengangguk. Memang di dunia itu konsepnya begitu, kan? Seseorang saling datang kehidupan satu sama lain untuk saling menyempurnakan.

__ADS_1


__ADS_2