
Mika mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa, sebenarnya agak hectic kalau liburan membawa bayi, sebenarnya dia juga baru bertama kalinya, tapi siapa pun tahu kalau membawa bayi sudah tentu akan lebih banyak yang perlu dibawa.
Karena kalau di luar rumah mereka butuh memberi susu Regan dari botol, sementara urusan botol saja ada 6 buah yang harus dibawa. Karena memang bayi kecil itu minum dua jam sekali, jadi enam itu sudah yang paling pas menurut Mika untuk dipakai bergantian dalam sehari.
Belum mesin penghangat asi, sterilizer dan banyak lagi yang lain, dia melihat barang-barang yang akan dibawa untuk Regan saja kepalanya sudah pusing duluan, bagaimana ini?
Mika akhirnya berjalan menuju ruangan Jeff, dia tidak bisa sih kalau mereka benar-benar hanya bertiga, sementara Regan juga belum bisa melakukan banyak hal, masih terlalu kecil untuk dibawa di tengah kerepotan yang ada di antara mereka.
"Iya, kenapa sayang?" Jeff menyapa setelah dia melihat istrinya memasuki ruangan kerjanya dengan tergesa-gesa, iya pada akhirnya Mika harus membicarakan ini semua pada Jeff karena dia merasa bahwa dia harus menyerah dengan ini semua.
Sekarang panggilan sayang dari Jeff sudah terasa spesial, karena Jeff bahkan sudah mengakui perasaannya jadi ya memang sudah biasalah untuk Mika. Mika juga yakin kalau itu bukan hanya sekadar panggilan sayang.
"Kayanya kita gak jadi berangkat deh," ujar Mika yang sudah membuat keputusan, melihat barang-barang yang ada di depannya ini, yang harus dia packing saja sudah membuat Mika mual, dia pusing sekali. Mereka pergi bertiga, dekat memang tapi mau berapa koper?
Jeff mengerutkan dahinya. "Kenapa?" Tanyanya, soalnya sebelumnya kelihatannya Mika setuju dan lumayan antusias dengan apa yang akan mereka lakukan, karena perjalanan kali ini dilakukan bertiga, jadi lumayan menyenangkan.
"Ya, karena baru packing aja aku udah pusing banget Mas, banyak banget barang bawaannya Regan, belum barang bawaan kita berdua.”
Karena membayangkan mereka akan membawa barang-barang ke sana kemari sudah cukup membuat Mika sangat pusing, dia lebih baik rebahan saja di rumah, daripada jalan-jalan tapi sama sekali tidak enjoy.
"Oh, ya udah gak usah bawa apa-apa." Luar biasa sekali bukan manusia simpel satu ini? Entah kenapa Jeff yang selalu menggampangkan sesuatu malah harus bertemu dengan Mika yang semuanya serba ribet.
"Hah?" Tanya Mika, karena memang kadang-kadang Jeff ini agak aneh, dia bisa membuat sebuah keputusan yang menurut Mika tidak masuk akal.
__ADS_1
"Ya nanti di sana beli aja, apa-apa yang dibutuhkan tinggal beli." Jeff kemudian membuat sebuah keputusan, yang sekali lagi kemudian terasa tidak masuk akal di kepala Mika, bisa-bisanya Jeff membuat keputusan semacam itu?
"Mas ... "
"Hmm?" Tanya Jeff penuh kelembutan, Tidak bisa nih Mika kalau ditatap seperti itu.
"Ya ampun, jangan suka mubazir sesuatu." Mika mengingatkan, ya kalau dia menuruti apa yang Jeff katakan, maka mereka sama saja, sama gilanya.
Jeff terkekeh. "Ya kamu gak mau bawa banyak barang."
"Lah, nanti kalau beli di sana juga baliknya bawa banyak barang," ujar Mika, dia sudah membayangkan betapa hectic apa yang akan terjadi setelah mereka berbelanja banyak barang.
"Ya tinggal dibuang, apa yang gak perlu-perlu banget untuk di bawa pulang, beres." Mika semakin tidak bisa berkata-kata, memang sultan satu ini agak lain, padahal tentu saja walaupun uang Jeff sebanyak itu, mereka tetap tidak boleh boros, apalagi untuk sebuah perjalanan yang singkat, mana mungkin mereka lama-lama liburan, pasti paling lama juga satu minggu.
"Gak bercanda, kamu kan gak mau ribet." Jeff membela dirinya, karena memang dia memberikan kelonggaran untuk Mika, saat Mika tidak mau ribet ya mereka harus menemukan solusi agar semuanya tidak ribet.
"Ya udah, karena aku gak mau ribet, aku gak mau pergi jadinya." Mika kemudian membuat keputusan.
"Gak dong sayang, kita harus liburan."
"Gak bisa aku kalau cuma bertiga, koper Regan aja tuh udah dua, belum barang-barang aku sama kamu ." Mika menjelaskan, dia tidak mau pusing dengan semuanya, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?
"Gini, aku bawa beberapa bodyguard buat atur barang-barang. Jadi kamu tidak perlu repot. Kalau harus packing lagi, aku bantu. Gimana?" Tanya Jeff memberikan penawaran.
"Deal!!" Mika menjentikkan jarinya di hadapan Jeff membuat Jeff terkekeh melihatnya.
__ADS_1
"Kok tiba-tiba semangat?" Tanya Jeff, ya karena tadi wajah Mika murung ya? Sekarang mendadak ceria begini.
"Iyalah, soalnya yang aku butuhin emang kewarasan sebenarnya di sini," jawab Mika.
"Ya udah, gimana nyamannya kamu aja." Jeff terkekeh mendengar kelakuan sang istri, gemas, jadi dia mencubit pipi istri kecilnya itu.
"Oke, love you."
"Eh?"
"Lupakan!"
Kemudian Mika akhirnya punya alasan untuk packing dengan bahagia, dia sudah tidak lagi memikirkan akan bagaimana dia nanti, soalnya akan banyak bala bantuan. Jadi, Mika akan bisa menjalani liburan yang menyenangkan nantinya, soalnya sebenarnya memang tidak ada salahnya juga mereka membawa bodyguard, karena toh kalau mau quality time keluarga ya tinggal berangkat keluarga saja.
Jeff langsung memberikan ulti kepada bodyguard yang akan mereka diajak, semuanya juga antusias karena ya siapa juga yang tidak mau liburan gratis? Tentu saja semua orang juga mau liburan gratis.
Apalagi mereka semua juga tahu kalau Jeff itu royal ke para pekerja yang bekerja di bawah naungannya, jadi semua orang senang kalau harus melakukan perjalanan bersama dengan Jeff.
Mika apalagi, dia bisa bebas membeli apa saja, karena uang Jeff no limit, jadi dia bisa bebas memakai uang suaminya itu, kalau liburan bebas pasti mau beli dan makan apa saja
Kalau sebelumnya mood Mika berantakan saat packing, sekarang perasaannya lebih baik karena Jeff sudah menemukan solusi dari apa yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran untuk Mika. Perasaan Mika sudah jauh lebih baik, sekarang akhirnya dia memiliki bayangan soal liburan yang bahagia.
Tidak lagi stress dengan bayangan perihal banyak hal yang memang sebelumnya dia pikirkan, karena yaliburan memang saatnya enjoy, saatnya dia menikmati waktu dan uang suaminya.
Selama ini Jeff tidak punya waktu, sekarang saatnya mereka punya banyak waktu untuk mereka berdua, bersama Regan juga. Pokoknya walaupun mungkin perjalanan kali ini tidak jauh, Mika mau kalau mereka menghabiskan semuanya sebaik mungkin, menghabiskan waktu menjadi keluarga yang sebenarnya bersama Jeff dan si kecil Regan.
__ADS_1