10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Detak Jantung Anak


__ADS_3


Beberapa hari berlalu, semua orang nampak senang dengan kabar bahagia yang Mika dan Jeff berikan, mereka senang kalau akan ada satu lagi yang hadir di rumah ini.


Ya memang sangat wajar kalau Mika dan Jeff punya anak, Mika masih muda, ya meskipun usia Jeff sudah 30an tapi mereka masih produktif dan lumrah kalau mau punya banyak anak.


Mika menoleh untuk menatap Jeff, Jeff tahu kalau ada banyak kekhawatiran di dalam diri Mika, dia dengan mudah bisa menebak dari apa yang dia lihat pada diri Mika, mata Mika bengkak.


Maka, daripada bertanya bagaimana perasaan Mika dan mempertanyakan soal penerimaan Mika atas anak yang ada di dalam kandungannya, Jeff memutuskan untuk membawa Mika periksa kandungan, mereka mungkin butuh mendengar detak jantung anak mereka untuk kemudian bersyukur dengan apa yang ada sekarang.


Jeff mengulurkan tangannya untuk mengelus perut Mika, Mika menipiskan bibirnya kemudian menumpukan tangannya di atas tangan Jeff. Dia seharusnya percaya kalau tangan ini akan membawanya pada kehidupan yang sangat baik karena memang selama ini Jeff melakukannya.


"Baru kita akan merencanakan ke Sydney, tapi sebelum honeymoon ternyata udah jadi," ujar Jeff, dia bangga sih dengan dirinya sendiri, karena beruntungnya walaupun kelakuannya pernah seperti setan, Tuhan masih selalu baik padanya.


Mika hanya tersenyum, ya semoga saja semua ini memang sesuatu yang terbaik yang ada di dalam kehidupan mereka. "Aku bersyukur karena ternyata Tuhan selalu kasih kita kesempatan untuk menjadi orang tua."


Jeff sudah sangat bijak sekarang ini. Bohong kalau Jeff mengatakan hidupnya sudah jauh lebih tenang sekarang, sama sekali tidak begitu, dia masih memikirkan Regan dan Mika yang pernah dia abaikan, seharusnya anak itu memiliki hak yang sama seperti anak ini, yaitu mendapat perhatian dari sang ayah.


Tapi, seharusnya tidak ada waktu untuk menyesali banyak hal, dia hanya manusia biasa, walaupun tidak boleh berlindung di balik kata manusia biasa, tetap saja Jeff pasti pernah melakukan kesalahan.


Tentu dia tidak sempurna dalam banyak hal yang dia jalani kehidupannya sekarang ini, Jeff


Berharap dia bisa menjadi orang tua yang baik. Maka dari itu untuk penebusan segala dosa-dosanya dia akan memperbaiki pola asuhnya pada Regan dan akan memperbaiki kesalahannya di masa lalu pada anak yang nantinya akan lahir.


Jeff pernah salah, tapi tentu tidak selamanya dia akan salah. "Anak adalah anugerah, perasaan terbaik yang pernah aku temukan di dalam hidup aku adalah saat aku mendengar suara tangisan Regan," ucap Jeff, dia harap dengan penjelasan sederhananya Mika bisa mengerti bahwa yang Jeff maksud adalah mereka harus mempertahankan anak ini.

__ADS_1


Mika terdiam. "Kita manusia biasa, kalaupun suatu saat Regan merasa bahwa ada yang tidak dia suka dari cara kita mengasuhnya maka kita harus minta maaf, karena perasaan Regan soal kita adalah sesuatu yang nggak bisa kita handle." Karena menurut Jeff mau sesempurna apa pun, Regan juga manusia, wajar sekali kalau mungkin dia kesal dengan papanya atau mamanya.


Mika masih diam, tapi tangannya masih tertumpu di atas tangan Jeff yang ada di atas perutnya. "Jangan takut, masa Tuhan percaya sama kamu, tapi kamu gak bisa percaya sama diri kamu sendiri?" Hal yang sama yang Caca tanyakan, seharusnya Mika bisa sadar bahwa anaknya bahkan memilihnya untuk tempat berlindung selama di dunia ini.


Jeff kemudian membelai belakang kepala Mika, ya Mika juga tidak harus paham sekarang, tapi semoga saja masa-masa dilema dalam diri Mika ini tidak berlangsung lama, kasihan anak yang ada di dalam kandungannya. Biasanya hubungan batin ibu dan anak itu kuat sekali, jadi kalau sampai Mika banyak pikiran, banyak sedihnya, bisa jadi itu berdampak pada anak yang ada di dalam kandungannya.


.


.


.


Mereka bisa melihat kantung kecil berisi manusia yang baru akan bertumbuh dari layar monitor di dalam ruang pemeriksaan, dokter menjelaskan banyak hal yang membuat Mika merasa bahwa ini adalah sesuatu yang luar biasa.


Penjelasannya bisa dengan mudah


Jeff langsung mengambil peran sebagai seorang suami, dia mendekat dan mendekap tubuh Mika, akhirnya ada cara untuk menyadarkan Mika bahwa sesuatu yang sekarang ada di dalam dirinya adalah sesuatu yang nyata, dia sedang hamil, dia sedang mengandung sebuah nyawa.


Jeff mencium puncak kepala Mika, bahwa tidak apa-apa kalau baru sekarang Mika mengerti anak yang ada di dalam kandungannya


sama sekali tidak salah apa-apa, dia juga berhak atas semua respons baik Mika akan kehadirannya, dia adalah berkah yang belum tentu semua orang bisa dapatkan.


Kelihatannya klise, tapi di luar sana sebenarnya banyak orang yang sedang berjuang untuk sekadar memiliki anak, Mika seharusnya lebih bisa bersyukur atas semuanya.


Setelah selesai periksa kandungan, Jeff membawa Mika ke restaurant Jepang, hal yang sering dilakukan karena memang Jeff suka makanan Jepang, karena sedang hamil jadi Jeff memutuskan untuk membawa Mika makan ramen, karena Mika tidak boleh makan makanan yang tidak matang.

__ADS_1


"Dia hidup Mas," ujar Mika mengelus perutnya sendiri, karena memang dia mendengar detak jantungnya sebelumnya


.


Jeff menganggukkan kepalanya, dia mengulurkan tangannya untuk mengusap puncak kepala Mika. Jeff menganggukkan kepalanya. "Maafin aku atas semua ini," ucap Mika, karena akhirnya Mika sendiri yang merasa bersalah atas semuanya, anaknya hidup, dia memiliki segalanya untuk membesarkan anak ini, tapi dia memutuskan untuk terjebak di dalam ketakutan dan itu salah.


Jeff menganggukkan kepalanya, dia paham kok kalau perasaan Mika pasti belum stabil, apa yang Mika lalui selama ini berat, tentu dia punya trust issue sendiri di dalam hidupnya, dia punya banyak ketakutan soal masa depan yang harus dia hadapi.


Wajar kalau sekarang-sekarang ini masih ada beberapa hal yang membuat Mika sulit percaya dengan kehidupan yang dia jalani, dia hanya manusia biasa, trauma yang ada di masa lalunya tentu tidak bisa sembuh begitu saja, butuh waktu pasti untuk sembuh.


"Kita belajar lagi sama-sama jadi orang tua yang baik, untuk Regan dan untuk adik-adiknya." Jeff tersenyum, dia hanya akan selalu berusaha menunjukkan pada Mika banyak hal baik di dalam hidup mereka


.


Mika menganggukkan kepalanya. Ya, wajar sekali kalau Jeff bisa sangat dewasa menghadapi semua ini, pasangan pada dasarnya memang saling melengkapi, jadi ketika Mika tidak percaya diri dengan dirinya sendiri maka sudah merupakan tugas Jeff untuk membuatnya yakin.


"Aku juga banyak lalainya, aku juga nggak sempurna, aku juga cuma manusia biasa, tapi memang kita harus hadapi semua ini. Anak itu harus merasa beruntung lahir dari rahim kamu, lahir sebagai anak kita, jadi aku harap kamu berhenti merasa menyesal, karena dia berhak disambut dengan bahagia di dunia ini," jelas Jeff.


Mika menganggukkan kepalanya, dia akan selalu berusaha untuk memahami situasinya, memahami bahwa anaknya butuh apresiasi baik dari mereka.


"Diantara banyak hal nggak sempurna di dunia kita, untuk membuat Regan dan adik-adiknya bahagia adalah sebuah pilihan," ujar Jeff. Lagi-lagi Mika menganggukkan kepalanya.


"Aku cuma mau menyesal sekali soal anak, sisanya aku akan lakukan yang terbaik." Dan itu adalah janji Jeff pada dirinya sendiri.


Mika tersenyum, dia sedikit menghangat perasaannya. Meskipun ya memang menyingkirkan ketakutan itu tidak akan semudah itu. Tapi dia percaya, kalau dia menjalaninya dengan Jeff, semuanya akan bisa dilalui bersama.

__ADS_1


Dia tidak boleh egois dalam banyak hal, termasuk pada anak keduanya. Dia memiliki hak yang sama dengan Regan untuk hidup dengan nyaman selama di dalam rahimnya. Jadi Mika memutuskan untuk menjalani kehamilannya ini dengan bijak.


Menekan segala rasa takut dan egonya, lalu anak mereka bisa sehat. Yang terpenting dia tidak mengabaikan Regan. Dia harus belajar untuk membagi prioritas sekarang, lagi harus memberikan pemahaman pada Regan di masa depan nanti kalau dia menyayangi kedua anaknya sama rata.


__ADS_2