10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Mencoba Memantaskan Diri Satu Sama Lain.


__ADS_3


Setelah dari salon, Mika mampir ke sebuah cafe untuk makan eskrim. Ini memang terlihat seperti dunianya sekali sih, menikmati dekorasi yang memang disesuaikan dengan remaja dan juga live musik jazz yang selalu Mika suka.


Tak selang beberapa lama Jeff datang dan langsung menghampiri istrinya seraya mengecup keningnya. "Lama?"


"Engga, Kok gak lama." Mika tersenyum dan kini Jeff duduk di hadapannya.


Setelah memesan lemon tea, Jeff kini menatap Mika kagum. Tak sia-sia memang mereka berdebat mengenai Mika yang ingin cat rambut dengan warna dark brown. Rambutnya yang sebahu dengan dandanan yang di sesuaikan membuat Mika terlihat lebih dewasa di mata Jeff.


"Kamu terlihat lebih dewasa, aku suka," puji Jeff.


Ya dia sudah dewasa, tentu dia punya selera. Tapi Mika adalah tipe wanita yang bisa membuat Jeff lupa kalau dia memiliki tipe idaman. Mika tersenyum mendengarnya. "Bagus dong, itu artinya aku berhasil bikin kamu seneng."


"Kamu begini untuk membuat aku senang? Aku kira karena kamu nyaman. Seharusnya kamu lakukan apa-apa karena kamu nyaman," balas Jeff seraya mengecupi punggung tangan Mika dengan lembut.


"Engga sih, aku cuma mau memantaskan diri aja kalau di samping kamu. Kamu gak mungkin kan kalau keluar selalu bawa aku yang kaya bocah. Suatu saat kamu pasti butuh aku yang memang terlihat lebih pantas buat bersanding dengan CEO dewasa."


"Hidup itu kadang kita jalanin bukan karena kita senang. Kaya awal pernikahan kita juga kan aku gak senang. Tapi aku berusaha menerima dan akhirnya terbiasa," lanjut Mika.


Mika tersenyum, memang seperti itu lah kehidupan yang dia jalani, kan? Dia berusaha menerima kematian kedua orang tuanya, berusaha menerima Jeff dalam kehidupannya dan berusaha menerima Jeff kembali setelah apa yang pernah dia lakukan. Semuanya memaksa karena keadaan, tapi karena memang terpaksa di jalani akhirnya dia terbiasa sekarang dan sampai di titik ini.


Jeff semakin kagum sih dengan pemikiran Mika yang semakin dewasa, bukan hanya umurnya saja yang besok akan bertambah menjadi 21 tahun, tapi kedewasaannya juga bertambah. Terlebih Mika sekarang sudah tidak banyak menuntut apapun seperti awal mereka menikah. Cukup Jeff sayang padanya, rasanya Mika tidak membutuhkan validasi apapun lagi.


"Pemikiran kamu juga semakin dewasa, ini baru istrinya Jeff. Bukan pacarnya Jeff," ucap Jeffrico seraya mengusap punggung tangan Mika.


"Kalau bisa multifungsi kenapa engga? Aku bisa jadi pacar, bisa jadi istri, bisa jadi ibu dari anak kamu dan bisa jadi sahabat kamu kalau memang kamu butuh aku," balas Mika.

__ADS_1


"Butuh, aku selalu butuh kamu untuk memahami dunia yang aku pijak. Karena waktu kamu pergi aku sadar, kalau dunia ini tidak lengkap kalau tidak ada kamu di dalam ya," ungkap pria itu dengan sungguh.


"Kenapa sih sekarang jadi picisan gini?" Tanya Mika seraya terkekeh.


"Seperti yang kamu bilang, semua orang harus berusaha memantaskan diri. Sekarang aku juga sedang memantaskan diri untuk kamu." Jeff tersenyum, membuat Mika yang tadinya menatap fokus jadi salah tingkah sendiri. Kenapa ya Jeff jadi terlihat jauh lebih friendly, nampak seperti remaja seusianya. Tidak paham lagi, padahal usianya sudah menginjak kepala tiga.


"Kamu sering ke sini?" Tanya Jeff yang menyandarkan punggungnya ke kursi seraya menatap Mika.


"Iya aku kalau lagi butuh hiburan ke sini, denger lagu-lagu yang aku suka. Ya buat menghibur diri aja sih sebenernya, bosen juga di rumah," jawab Mika seraya memakan eskrim miliknya.


"Biasanya ke sini sama siapa?"


"Edgar."


Jeff menghela napas. "Edgar mantanmu? Jadi kamu ajak aku ke sini karena sekarang tidak ada yang bisa diajak bicara seperti Edgar?"


Mika terkekeh. "Engga sih, aku suka aja makan eskrim. Kebetulan kamu bisa, jadi aku ajak aja ke sini buat makan eskrim, tapi ternyata kamu lebih suka lemon tea. Sesuai lah sama karakteristik kamu."


Sudahlah, tidak habis pikir memang Mika dengan Jeff yang akhir-akhir ini sering menggodanya. Untung saja dia tampan, kalau tidak Mika sudah ilfeel. Dia tidak suka pria yang banyak menggombal sebenarnya, tapi kalau Jeff yang melakukannya ya suka saja lah.


.


.


.


Jeff berdagang dengan Regan, nampaknya bayi kecil itu sepertinya tau kalau besok adalah hari ulang tahun mamanya, jadi saat Jeff mencoba menidurkannya dia tidak mau tidur. Untung saja Mika sudah tertidur karena Jeff yang memintanya. Tapi baguslah, bukannya Mika akan semakin senang jika Jeff dan Regan secara bersamaan mengucapkan selamat ulang tahun padanya malam ini?

__ADS_1


Pukul 00.00 tengah malam Jeff nampak menggendong Regan seraya memegang kue yang lilinnya sudah di nyalakan. Regan menepuk pipi mika dengan tangannya, bayi itu sudah bisa tertawa sekarang sehingga membuat Mika terbangun.


"Mmmhhh, Massss ak—"


"Happy birthday, Mama!" Ucap Jeff seraya mengembangkan senyumnya.


Setelah itu Jeff menyanyikan selamat ulang tahun begitu juga dengan Regan yang nampak senang karena melihat lilin yang menyala. Mika terharu sekali mendapat kejutan di hari ulang tahunnya tengah malam begini, terakhir kali sepertinya saat orang tuanya masih hidup. Tidak, tapi sepertinya beberapa kali Tessa dan Caca juga pernah melakukannya.


Tanpa sadar dia meneteskan air mata karena bahagia dan menatap Jeff serta anaknya. Sementara Jeff tersenyum melihat Mika yang nampak senang akibat perlakuannya. "Ayok, Mama tiup. Regan begadang nih sama papa buat siapinnya."


Mika mengangguk, setelah make a wish Mika meniup lilinnya dengan senang, membuat Jeff dan Regan bersorak. Ah gemas sekali mereka. Mika mendekat ke arah Regan lalu menciumnya, setelah itu tidak lupa juga dia mencium Jeff sebagai rasa terima kasih. "Terima kasih, Mass."


"Sama-sama, Sayang. Suka?" Tanya Jeff seraya menaruh kue itu di sampingnya.


"Suka banget, aku gak nyangka kalau kamu jadi orang pertama yang ucapin ulang tahun. Makasih ya, Mas?"


"Aku mana mungkin lupa hari kelahiran wanita yang sekarang menjadi hidupku. Bahkan aku sangat berterima kasih karena Mama mertua melahirkan anak secantik kamu, karena sekarang anaknya bersanding denganku."


Mika semakin salah tingkah kalau begini, ya dia senang sekali karena Jeff mengatakannya. Dia jadi merasa berharga di kehidupan Jeff.


Awwwwwwuuhhh!!!


Mendengar Regan yang sudah mulai protes, Mika menggendong Regan lalu menciumi anaknya itu dengan gemas, rupanya anaknya itu sudah bisa cemburu dengan papanya. "Iya-iya, Sayang terima kasih juga yaa karena bantuin papa kasih kejutan buat Mama."


Jeff mendekat ke arah mereka berdua lalu memeluk dan mengecup puncak kepala Mika. Rasanya senang sekali dia malam ini berhasil membuat Mika senang dan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat di hari ulang tahun Mika.


"Semoga Mamanya semakin dewasa dan panjang umur, sayang sama Regan dan Papanya. Aamiinn," ucap Jeff.

__ADS_1


"Aaminn." Mika juga mengaminkan doa baik dari Jeff.


Malam ini malam yang terasa dekat bagi mereka bertiga karena setelahnya mereka berphoto bersama seperti sebuah keluarga kecil yang harmonis. Menurut Mika ini adalah hadiah terindah yang Mika dapatkan. Tahun ini juga sudah ada Regan yang hadir ke dalam kehidupannya.


__ADS_2