
Nampaknya Regan kelelahan setelah seharian main di luar dengan kedua orang tuanya. Terbukti, setelah minum susu dia langsung tertidur. Nah ini nih kadang yang membuat Mika bingung, kalau Regan tidur mereka berdua seperti tidak ada topik pembicaraan.
Mika setengah berbaring seraya mengusap puncak kepala Regan, sementara Jeff di sebelah Regan yang lainnya, memperhatikan anak dan juga istrinya. "Regan udah tidur."
Mika mengangguk, setelah itu mencium dan memeluk putranya. Ah dia sangat sayang sekali dengan Regan. "Iya, gemes banget bobonya, cape dia."
"Papanya?"
Mika menatap ke arah Jeff, maksudnya bagaimana? Jeff kebiasaanya kalau bicara sering sepotong-sepotong begini. "Papanya gimana?"
"Gak di ... Kelon?" Tanya Jeff pelan.
Permintaan yang membuat Mika terkekeh, kenapa juga Papanya Regan ini jadi random begini. "Emang kamu perlu dikelon juga, Mas?"
"Perlu!" Jawabnya cepat.
"Ya gimana kelonnya? Susah, kita tidur bertiga, yaudah aku peluk dari jauh."
Benar juga, Jeff sedikit memutar otaknya. Setelah itu dia tersenyum. Perlahan Jeff memindahkan Regan ke dekat tepi kasur, tidak lupa juga dia menambahkan guling agar Regan tidak terjatuh. Beres dengan itu dia turun dan berpindah ke sisi satunya untuk tidur di samping Mika.
"M-mass?" Tanya Mika menatap Jeff bingung, apalagi saat Jeff membawa Mika dalam dekapannya.
"Kenapa, Sayang?"
"Kamu mau ngapain?" Tanya Mika sedikit memundurkan wajahnya.
"Mau aku gimana?"
"Mau kamu." Jeff menatap tepat ke bibir bawah Mika, membuat Mika malah menelan ludahnya dengan susah payah.
Tanpa aba-aba perlahan Jeff mencium bibir ranum itu dan menyesapnya dengan lembut. Mika yang mulai paham dengan maunya Jeff hanya ikut alur.
Karena sebenarnya Mika juga tidak pandai melakukannya, selama ini dia hanya mengikuti permainan Jeff dan mereka juga sudah lama tidak melakukannya.
__ADS_1
Decapan demi decapan terdengar, membuat malam sunyi ini penuh dengan suara sesap dari keduanya. Apalagi tangan Jeff kini mulai bergerak masuk ke dalam baju tidur istrinya, menjamah setiap yang dia telusuri dan membuat Mika melayang ke surga dunia yang dia rindukan.
Tak perlu waktu lama Jeff mengubah posisi mereka, dengan mengukung Mika di bawahnya. Melihat Mika selalu dalam kuasanya, membuat Jeff semakin bergairah malam ini. Ciumannya turun ke leher jenjang Mika, membuat gadis itu melenguh seraya meremas bahu suaminya.
Jujur dia sangat merindukan Mika, hingga dia tak melewatkan satu inchi pun terlepas dari bibirnya. Iya dia merindukan Mika, sangat.
"Eummhh, M-mass. R-regan gimana?" Mika berusaha mengatur napasnya sembari sesekali melirik ke arah putranya yang masih tertidur pulas.
Sejenak Jeff menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Regan. Masih aman, kemudia dia kembali mengecup wajah istrinya. "Biarkan seperti ini dulu, aku kangen."
Mika terdiam, itu membuatnya meremang. Sentuhan Jeff, ciuman Jeff rasanya begitu memabukkan untuk Mika sekarang.
"Kenapa hm?"
Mika menahan napasnya, dia sebenarnya mau saja tapi takut kalau membuat anaknya terbangun dan Jeff mengerti. Oleh karena itu dia mengalah pada putranya. Biarkan Regan menguasai ranjang ini sementara Jeff menggendong Mika ke arah sofa dan mendudukkannya di pangkuan.
"M-mass serius?"
Jeff memeluk pinggang Mika lalu mengecup pipinya dengan lembut. "Boleh?"
Tidak ada jawaban, tapi perlahan Mika tersenyum dan memberikan lampu hijau untuk suaminya. Karena dia sadar, kehidupannya kini tidak bisa hanya berfokus pada Regan saja. Jeff juga harus dia penuhi kebutuhan biologisnya, mengingat Jeff pria dewasa, pasti nafsunya bisa berapi-api. Mencegah terjadinya orang ketiga juga, kan?"
Jeff membelai punggung Mika semakin membuat Mika Hampir gila rasanya, Mika Menahan napasnya, jujur dia menginginkan yang lebih.
Karena kehidupan rumah tangga mereka hampir seluruhnya diisi dengan pertengkaran, jadi agak aneh situasi manis-manis seperti ini di antara mereka.
"Udah lama ya?" Tanya Jeff.
"Emm ... maksudnya?" Tanya Mika masih gugup, ya karena walaupun Jeff adalah suaminya tetap saja situasinya canggung.
"Ya gak kaya gini. Kita pelan-pelan, biar Regan gak bangun." Jeff berusaha meyakinkan setelah itu dia kembali melanjutkan aktivitasnya.
Satu kancing piyama Mika, Regan sudah beberapa bulan rasanya tidak masalah kalau mereka mulai kembali semuanya seperti semula, seperti sepasang suami dan istri.
Mika hanya diam menatap, Jeff kemudian memegang pinggang Mika dengan kedua tangannya, urat-urat yang ada di tangan Jeff benar-benar membuat Mika alah fokus, karena kelihatan sangat macho.
__ADS_1
Sekarang tubuh Mika udah terpampang nyata di hadapan Jeff, hanya tinggal bra hitam yang menghalangi tubuh itu untuk terbuka sempurna di hadapan Jeff. Sekali lagi Jeff mengelus punggung Mika dan kesempatan yang sama dia gunakan untuk membuka pengait bra tersebut.
Mika sendiri berusaha untuk menetralkan napasnya, berusaha untuk tetap tenang walaupun kelakuan Jeff meresahkan sekali.
"Kamu cantik banget." Jeff membelai dua gundukan di depan matanya, dia menikmati setiap sentuhan pada kulit Mika, membuat Mika melenguh, karena dia juga manusia normal dan sentuhan Jeff benar-benar meresahkan.
Jeff kemudian beralih membelai pipi Mika dan mencium bibir istrinya itu, gairah mereka jauh lebih besar sekarang karena memang sudah lama sekali ini tidak terjadi, Jeff seolah ingin mengatakan bahwa dia sangat mencintai Mika dari setiap sentuhan yang dia berikan.
Malam panjang bersama Jeff, sebuah malam yang akhirnya membawa mereka terbangun tanpa busana dan tangan Jeff yang melingkar posesif di pinggang Mika.
Mereka berdua tertidur di sofa, Regan juga masih nampak belum terbangun karena ini masih sangat pagi dan sekarang Mika benar-benar berada di tempat yang sempit hanya berdua dengan Jeff.
Mika menoleh untuk melihat wajah sang suami, ternyata Jeff masih terlelap di tempatnya, Mika terdiam sejenak karena wajah Jeff sangat tampan.
Ah, apa Mika boleh menyombongkan bahwa wajah tampan ini adalah miliknya? Wajah ini adalah wajah yang kini bahwa diturunkan ke keturunannya.
Jeff tampan sekali dan Mika baru sadar kalau dia sangat suka dengan bentuk wajah Jeff, seolah semuanya terpahat dengan sangat sempurna, alis tebalnya, hidung mancungnya, bibir tipisnya, semua kelihatan seperti dewa Yunani.
"Puas liatin aku atau kurang?" Tanya Jeff. Perlahan pria itu membuka matanya, membuat Mika agak gelagapan, mereka seperti dua orang manusia yang lupa kalau sekarang sudah ada Regan, mereka bukan pengantin baru lagi.
Mika membuang pandangnya dan Jeff kemudian mengeratkan pelukannya, dia tahu kalau meski anaknya blak-blakan tapi Mika suka malu kalau untuk urusan yang begini.
"Terima kasih, aku selalu suka semua hal di dalam tubuh kamu. Walaupun aku masih belum bisa rasain minum susunya Regan. Aku nyerah, gak tau caranya."
"Isshh, Mass!!"
Jeff terkekeh tapi jujur walaupun Mika sudah sempat melahirkan tapi sebagai suami Jeff masih merasa puas dengan apa yang dia dapatkan dari Mika. Mika sebaik itu merawat tubuhnya, entah bagaimana caranya tapi Mika memang merawat tubuhnya dengan baik, dia melakukan banyak treatment selepas melahirkan, padahal Jeff sendiri sama sekali tidak menuntut soal apa pun.
Mika hanya menghela napasnya, dia hanya punya tubuhnya untuk diberikan ke Jeff, sementara Jeff punya banyak hal lain untuknya, untuk yang membuat Mika pada akhirnya berusaha memberikan yang terbaik.
"I love you."
Mika hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, ya semoga apa pun yang Jeff cari bisa Jeff temukan pada diri Mika, karena Mika tidak akan pernah bisa membayangkan kalau Jeff mencari apa yang dia butuhkan pada diri orang lain.
Jeff mengelus perut rata Mika, malam ini mereka tidak bermain aman, tapi ya semoga saja tidak ada yang berkembang karena mereka berdua belum siap untuk punya anak kedua, masih belum siap jika Regan punya adik.
__ADS_1
"Aku takut hamil," aku Mika.
Jeff menganggukkan kepalanya, itu adalah resiko sebagai suami istri, Jeff akan hadapi semuanya apa pun yang akan terjadi. Secara finansial juga Jeff siap punya anak di atas sepuluh, mari tenang dan mengafirmasi diri sendiri kalau semuanya akan baik-baik saja.