10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Bicara Soal Perasaan


__ADS_3


Mika sedang menyusui Regan di sofa, memandangi anaknya seperti ini membuat perasaaanya menghangat. Ada perasaan di mana Mika bahagia tapi tidak bisa dijelaskan letak bahagianya di mana.


Di sampingnya tentu ada Jeff yang kini sedang fokus pada iPadnya untuk memantau pekerjaan. Ya, Jeff sudah beberapa Minggu di sini, Mika juga sadar kalau Jeff masih punya tanggung jawab atas perusahaan yang selama ini dia bangun.


Mika menatap Jeff, wajahnya memang datar jika sedang fokus. Sesekali dia membenarkan kacamatanya. Mika berdeham, membuat Jeff melirik sekilas ke arahnya. Jeff tersenyum lalu menyimpan iPadnya di samping dan memeluk Mika seraya menciumi pipinya. "Cemburu ya?"


"Engga, padahal aku cuma serak aja," sangkal Mika.


"Kalau cemburu juga tidak apa-apa," ucap Jeff.


Ya tidak cemburu sebenarnya, itu dia lakukan agar Jeff tidak terlalu fokus pada pekerjaannya. Meskipun Jeff tidak mengabaikan Mika karena tangannya yang memeluknya sesekali. Tapi ya tetap saja, takut kalau dia nantinya akan diabaikan kembali oleh Jeff.


Jeff juga paham sih, itu kenapa dia langsung menyimpan seluruh pekerjaannya dan berfokus pada Mika dan Regan. Meskipun Mika tidak mengatakan kalau dia cemburu tapi ya tetap saja Jeff paham. Dia sendiri yang membuat Mika trust issue, jadi dia juga harus menerima resikonya kalau Mika banyak takutnya untuk memulai lagi dengan Jeff.


Mika hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Regan. "Nanti kalau Regan udah sedikit lebih dewasa, kamu mau main sama dia?"


Jeff terkekeh, kenapa juga Mika mendadak random menanyakan hal itu? Jeff perlahan mencium puncak kepala Regan yang ada di pangkuan Mika. "Tentu, bahkan saat dia masuk universitas pun aku akan mengantarkannya sampai masuk ke kelas."


"Nanti dia malu, Mas. Masa diantar sampai kelas," balas Mika.


"Tidak peduli juga, karena demi anakku pasti akan aku lakukan yang terbaik."


"Kalau untuk aku?" Tanya Mika.

__ADS_1


Jeff tersenyum lalu mengecup bibir Mika dengan lembut. Gadis ini memang banyak bicara, banyak maunya juga, sepertinya dia mulai cemburu pada anaknya sendiri kalau Jeff mulai berfokus pada Regan saja.


"Kalau aku se-sayang ini sama Regan, apalagi kamu. Ibu yang mengandung anakku selama 9 bulan, wanita yang pernah aku sakiti tapi dia menerimaku lagi, kamu istri aku. Tentu aku akan melakukan yang terbaik untuk kamu semampu yang aku bisa."


Mika tersenyum, kini dia mengerti polanya. Kalau Jeff memang pada dasarnya lebih banyak diam, bukan karena dia malas bicara, tapi memang settingan modenya mungkin memang seperti itu dari lahir. Jadi kalau Jeff lebih banyak diam, berarti dia yang harus lebih banyak memancing pembicaraan di antara keduanya.


Karena ya yang dibutuhkan dalam suatu rumah tangga adalah komunikasi, kan? Jadi ya mengajak Jeff bicara tidak ada salahnya. Apalagi sekarang Jeff sedikitnya bisa lebih enak untuk diajak bicara banyak hal, meskipun jawabannya terkadang menyebalkan.


"Kamu jatuh cinta gak sama aku, Mas?" Tanya Mika melirik Jeff yang sedang mencoba menyendawakan Regan di bahunya. Pertanyaan itu tiba-tiba terlontar saja saat Jeff terlihat sangat mencintai putranya.


Jeff menatap ke arah Mika, memang dia merasa ada yang aneh dalam diri Jeff sampai menanyakan perasaannya? "Kenapa juga yang kamu tanyakan soal perasaan?"


"Karena ingin tau, kalau kamu belum cinta sama aku pun bilang aja. Aku cuma pingin tau."


Jeff menghela napasnya, dia lupa kalau istrinya ini masih remaja yang memang haus akan validasi, dia butuh pengakuan untuk apa-apa yang sedang dia jalani. "Aku terlalu banyak bekerja, Mik. Aku sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta, tapi satu yang aku ketahui. Kalau aku menyayangi kamu dan Regan."


"Perasaan seorang ayah itu lahir secara alamiah, rasanya berbeda dengan mencintai perempuan."


"Apa aku harus jadi Regan dulu agar kamu cintai?" Tanya Mika. Tuh kan, memang Mika begini orangnya. masa dia cemburu dengan anaknya karena ungkapan cinta dari Jeff.


Jeff terkekeh, memang terkadang istrinya memang random begini. Bagaimana juga dia kepikiran harus menjadi Regan agar dia cintai. Aneh kan? "Cukup menjadi seorang Mika."


Mika terdiam, pada akhirnya kalimat 'Menjadi seorang Mika' itu mendominasi pikirannya. Bagaimana menjadi seorang Mika yang dicintai oleh Jeff? Padahal selama ini dia menjadi seorang Mika tuh dan mengusahakan apa-apa yang terbaik, tapi Jeff belum pernah mengatakan cinta. Jeff ini harusnya menjelaskan, kali mau Mika cantik kek, mau Mika seperti ini atau seperti itu. Kan agar jelas juga hubungan mereka ini mau di bawa ke mana nantinya.


Tidak bisa nih kalau dia bermain tebak-tebakan seperti ini, karena geram dia menghampiri Jeff yang kini duduk di kasur setelah menidurkan Regan di box. Tanpa aba-aba Mika duduk di pangkuan Jeff dan menatapnya tajam. Jeff juga menatap ke arah Mika, lebih tepatnya dia kaget.

__ADS_1


"Itu kamu!" Peringat Jeff mengarah ke bagian bawah Mika.


Mika tidak menghiraukannya, karena ya memang sudah tidak apa-apa juga. "Jelasin sama aku gimana caranya aku jadi seorang Mika. Mika yang kamu mau!"


"Ya, yang kaya kamu." Ucap Jeff, ya memang salah sih Mika bicara dengan Jeff yang memang pembawaannya datar dan manusia simpel. Dia juga pasti akan memberikan jawaban-jawaban simpel sesuai dengan apa yang ada dipikiran seorang Jeffrico.


Mika memutar bola matanya malas. "Terserah deh ah, cape aku ngomong sama kamu!"


"Sebegitu maunya kamu aku cintai?" Tanya Jeff sembari merengkuh pinggang istrinya.


Mika menatap Jeff heran, tentu mau lah! Pertanyaan konyol yang terlontar dari seorang suami. Kalau mereka menikah, punya anak dan kelurga kecil, sudah pasti harus ada cinta di dalamnya, kan? Sudah pasti Jeff harus mengatakan cintanya, kan?


"Iya! Sangat dan sangat mau!"


Jeff terkekeh dan merapikan helaian rambut Mika. Memang harus jelas sepertinya bicara dengan istri kecilnya ini. "Daripada kamu bertanya soal perasaan yang aku sendiri tidak pahami, lebih baik kamu rasakan apa yang sekarang aku usahakan. Siapa tau kamu bisa mendapatkan jawabannya sendiri lebih dulu daripada aku."


"Tapi aku maunya kmu bilang i love you," ucap Mika to the point.


"Lebih baik aku ucapkan tapi kamu seolah tidak merasakan ketulusan dari sana atau kamu rasakan apa yang aku perbuat lalu kamu tau jawaban perasaanku sama kamu?"


Mika terdiam, ya benar sih. Benar juga apa yang Jeff bilang. Tapi, serius nih Jeff tidak mau mengucapkan i love you padanya? Mika kan sangat ingin mendengar itu langsung dari suaminya. Ahh memang tidak peka Jeffrico.


"Aku menyayangi kamu, sangat menyayangi kamu, Mik. Mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan sekarang. Apa kamu sedikit puas?" Tanya Jeff.


Mika mengulum senyumnya, bukan pernyataan cinta memang. Tapi rasa sayang itu satu tahap menuju cinta, kan? Baik, mari kita bantu Jeff untuk mengetahui perasaannya secara perlahan.

__ADS_1


Jeff terkekeh melihat wajah lucu Mika yang kini nampak bersemu merah akibat perkataannya. Memang remaja sukanya begini ya? kata-kata picisan menurut Jeff. Tapi kalau Mika suka ya tidak apa-apa, akan Jeff cari kata-kata picisan lainnya untuk nanti dia praktekan.


__ADS_2