10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Ngidam Menyusahkan


__ADS_3


Mika itu remaja, masih kekanak-kanakan, butuh validasi, butuh juga kalau apa-apa ya diungkapkan secara manis dan nyata. Apalagi memang love language nya adalah quality time, dia akan merasa dicintai jika seseorang benar-benar hanya fokus padanya.


Mendengar Jeff libur tentunya membuat ini menjadi aji mumpung Mika bermanja dengan Jeff. Tidak peduli Jeff akan kesal atau bagaimana. Salah sendiri dia jarang ada waktu. Jadi sekalinya ada ya langsung saja gas.


Seperti sekarang, Mika sedang menyandarkan diri di dada Jeff sembari menonton drama korea kesukaannya. Jeff sesekali hanya bisa menguap karena ya bosan saja. "Apa yang kamu tonton, aku yakin kamu berfokus pada subtitlenya."


"Loh aku nonton loh meskipun baca subtitle. Itu kamunya aja yang gak tau cara nontonnya," cibir Mika.


Jeff menghela napasnya, memang aneh remaja seusia Mika. Mereka kebanyakan menonton film romantis dan pada akhirnya menjadikan pria dalam film itu standar pria idaman mereka.


"Kenapa saat aku di rumah kamu gak ngidam?" Tanya Mika lagi.


"Ya memangnya harus ngidam sekarang?! Mana aku tau anak kamu mau apa-apanya kapan?" Jawab Mika sewot.


"Ya seharusnya dia bisa memanfaatkan waktu yang ada dan terlatih untuk menyesuaikan diri sejak dalam kandungan. Papanya gak setiap hari bisa di rumah, jadi seharusnya dia paham."


Mika menatap Jeff. "Ih apaan sih, Mas. Kamu jadi orang tua otoriter banget sama anaknya. Kasian dia nanti lahir kayanya kena tekanan batin karena kamu mendisiplinkan dia sejak dalam kandungan. Heran. Aturan ya kamu tuh elus-elusin perut aku. Ajak dia bicara atau apa kek," kesal Mika.


"Memang dia bisa bicara, kan belum ada wujudnya," jawab Jeff simpel.


"Gak ngerti deh jalan pikiran kamu, suka-suka Om-Om ajalah aku cape debat sama kamu," balas Mika.


"Padahal aku sedang ajak kamu diskusi," tambah Jeff.


"Kalau diskusi kita kaya gini mending gak usalah lah, Mas. Aku hipertensi jadinya."


Jeff terkekeh, senang saja sebenarnya membuat istrinya kesal begini. Di hadapan Jeff Mika ya memang benar-benar bocah. Yang kalau apa-apa suka blak-blakan dan kalau apa-apa langsung meledak. Entah kapan dia akan dewasa, tapi ya ini justru membuat dirinya lah yang seperti muda kembali jika bersama Mika.


Jeff kepalang gemas akhirnya mengeratkan pelukannya pada Mika dan menciumi bibirnya, membuat Mika kaget dengan serangan mendadak seperti ini. "Kamu bisa gak, Mas jangan brutal gitu kalau nyium?"


"Engga."


"Kamu gak ada perasaan ya sama aku makanya ciumnya kaya gitu?" Tanya Mika menatap serius, Jeff hanya terkekeh mendengar ucapan Mika yang memang sudah keman-mana.


"Tapi aku serius sih, Mas. Kamu suka gak sama aku? Cinta gak? Sayang gak? Rasa-rasanya aku gak pernah tuh ngedenger kamu bilang i love you sama aku."

__ADS_1


"Menurut kamu?"


"Udah aku bilang, kalau aku gak bisa nebak kamu. Bukan abu-abu lagi , tapi udah kaya gambar yang disensor saking gak keliatannya," omel Mika.


Lagi-lagi Jeff terkekeh, dia juga tidak tau sih perasaannya pada Mika. Ya dia hanya menjalankan pernikahan ini sebaik mungkin yang dia bisa itu saja konsep perasaan menurut dia. Melihat Jeff yang tidak ada respon membuat Mika kesal. "Mas!!!"


"Kalau kamu?"


"Kalau aku apa?!"


"Kamu gimana sama aku?"


"Ya cinta lah!" Jawab Mika spontan.


Jeff tersenyum lalu mengangguk-nganggukkan kepalanya, baru pertama kali dia mendapat pernyataan cinta dari anak baru gede seperti Mika. "Ya udah."


Mika memajukan bibirnya kesal, tapi itu berarti Jeff belum mencintainya ya? Hufft aneh sekali pernikahan yang Mika jalani ini. Dia yang dipaksa menikah, tapi dia juga yang harus membuat Jeff jatuh cinta. Benar-benar pernikahan teraneh yang pernah ada.


.


.


.


"Mass, bangunnn!" Rengek Mika.


Jeff yang memang tidak susah dibangunkan pun terbangun. "Kenapa, Mik?"


"Mau ikan goreng, tapi ikannya yang ada di kolam belakang, kamu tangkap sendiri. Terus gorengin buat aku," ucap Mika merajuk.


Jeff menghela napas kasar, yang benar saja Mika meminta ikan goreng tengah malam begini. Apalagi meminta Jeff langsung yang menangkap dan membuatkannya. Ini tengah malam.


"Besok pulang kerja aku lakuin, sekarang tidur ya?" Ucap Jeff sembari kembali tidur.


"Jahat banget padahal kalau di film-film mau jam berapa pun, mau ngidam apapun diikutin. Terus ngidamnya aneh lagi mau suaminya manjat menara eifel, terus mau mie ayam di Medan. Ini anak aku padahal mintanya deket, ikan yang di taman belakang. Kamu gak sayang sama anak-"


Berisik sekali, kalau begini caranya Jeff tidak akan bisa tidur lagi karena rengekan Mika. "Ya sudah! Ayok!"

__ADS_1


Jeff mengalah dan memilih untuk mengikuti kemauan istrinya yang banyak mau itu. Kalau tidak Mika mungkin akan merengek sampai pagi. Itu jauh lebih memusingkan daripada menuruti keinginannya.


Dengan senang Mika tersenyum bahagia lalu mengikuti Jeff ke bawah, lebih tepatnya ke taman belakang. Ya karena memang isinya ikan Nila dan Juga ikan Mas. Jadi memang bisa di makan.


Jeff mengambil ikan dengan jaring, namun di saat melakukannya Mika tetap saja protes. "Jangan yang itu, itu masih kecil. Masih baby, biarin dia menikmati hidup dulu."


Jeff menurut dan kembali menjaring satu ikan, namun lagi-lagi Mika protes. "Jangan yang itu, Mas. Itu kebesaran nanti aku gak bisa habisinnya."


Jeff menghela napas, kesal juga sebenarnya mengikuti Mika yang banyak protes ini. "Jadi kamu mau yang mana?"


Mika berpikir dan memilah-milah ikan yang menjadi targetnya. Karena pada dasarnya Mika memang wanita jadi dia pun memilih. "Emmmm ... Terserah."


Jeff benar-benar pusing. Mika benar-benar mengerjainya malam ini. Andai saja dia tadi tidak terbangun atau dia pura-pura tidur. Pasti dia masih terlelap dengan mimpi yang indah.


Karena terserah akhirnya Jeff mengambil satu ikan dan saat Mila ingin protes dia dengan cepat memotong. "Terserah aku!"


Mika langsung menahan napasnya saat Jeff menatapnya tegas dan bicara mutlak seperti itu. Setelah Jeff ke dalam barulah dia terkekeh. Ternyata ngidam itu seru, apalgi mengerjai Jeff malam-malam begini. Dia jadi merasa diperhatikan sekali meskipun Jeff terlihat terpaksa. Tapi bukan masalah, yang penting dituruti.


Jeff kalau membersihkan ikan dia bisa sih namun dia terdiam saat ikannya sudah bersih dan tergeletak di piring. Mika yang duduk di atas pantry langsung melirik ke arah Jeff. "Kenapa, Mas?"


"Ini tinggal goreng aja, kan?" Tanya Jeff pada Mika.


"Engga lah, mana enak. Bumbuin dulu, baru kamu goreng," jawab Mika santai tanpa penuh dosa.


"Apa aja bumbunya?"


"Kamu tuh pinter, CEO ternama, lulusan terbaik katanya, tapi bumbu ikan aja nanyain sama bocah kaya aku. Pake google lah, Mas. Pokoknya aku maunya semua kamu yang gerak."


Jeff bosan benapas sebenarnya, tapi ya lagi-lagi dia menghela napas. Memang apa susahnya juga Mika memberitahunya, semuanya juga Jeff yang kerjakan. Mika kan hanya duduk memperhatikannya. Harus ekstra sabar sih Jeff menghadapi istrinya yang memang bocah begini.


Dengan malas Jeff mencarinya di Google, lalu mempraktekannya. Tidak peduli rasanya akan seperti apa, dia hanya mengikuti petunjuk. Salah sendiri Mika tidak mau memberitahunya. Yang dia lakukan hanya ingin cepat selesai dan kembali tidur.


Mika tertawa dalam batinnya, berharap kalau si kecil akan ngidam setiap hari. Ada kepuasan tersendiri untuk Mika saat keinginannya dipenuhi seperti ini. Terlebih Mika jadi merasa Jeff mencintainya walaupun tidak pernah mengatakannya.


"Yang enak!"


"Iya!"

__ADS_1


__ADS_2