
Setelah beberapa hari berada di rumah sakit akhirnya Mika sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Karena memang pada dasarnya dia melahirkan normal, jadi wajar saja kalau pemulihannya lebih cepat dari yang melahirkan secara caesar. Keadaan Jeff dan Mika tidak berubah, mereka hanya bicara sesekali, itu pun kalau memang perlu dan pada saat mereka memang diharuskan untuk kompak dalam menjaga Regan.
Tapi harus Mika akui kalau Jeff melakukan perannya dengan sangat baik. Mika yang justru banyak belajar dari Jeff, dari mulai cara menggendong bayi, apa-apa yang harus Mika lakukan saat pagi, siang, sore dan lain sebagainya. Mika cukup terbantu karena itu. Karena memang semenjak dia melahirkan dan semenjak Jeff bersedia menemani Mika, Elang, Ibu mertuanya, Selena dan teman-temannya memberikan banyak waktu untuk mereka habiskan berdua.
Seperti sekarang, Jeff dan Mika sedang berada di lorong rumah sakit. Keduanya nampak terlihat serasi sebagai keluarga kecil dengan Jeff yang menggendong Regan dengan sebelah tangannya dan menggenggam tangan Mika secara bersamaan. Mika sedikit was-was juga, apalagi anaknya baru lahir ya? Digendong dengan sebelah tangan begitu membuat Mika berpikir yang tidak-tidak. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan tangan Jeff dan berjalan sendiri.
"Kenapa?" Tanya Jeff sembari menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Mika.
"Kamu gendong Regan cuma sebelah tangan gitu, aku gak mau ya dia sampai jatoh!" Peringat Mika.
Jeff menghela napasnya, bagaimana bisa juga Mika berpikir seperti itu. Kalau Jeff sudah melakukannya berarti dia sudah punya perhitungan. Sudah pasti Regan akan bai-baik saja dalam gendongannya. "Kamu pikir Mas tidak bisa menghandle kalian secara bersamaan?"
"Ya bukan gitu, tapi kamu fokus sama Regan aja. Aku juga bisa jalan sendiri. Aku bukan anak kecil."
"Gak bisa, aku harus memastikan kalian baik-baik saja."
Mika memutar bola matanya malas, dia memilih menurut saja pada Jeff, entah kenapa akhir-akhir ini Jeff terlihat lebih posesif. Dari segi pola makan, pola hidup dan lain sebagainya. Perhatian sih tapi sedikit over menurut Mika. Tapi lagi ya lebih baik lah jika tidak peduli sama sekali.
Sesampainya di mobil Jeff membantu Mika untuk naik dan menaruh Regan pada pangkuan istrinya. Bayi itu nampak anteng tertidur tanpa terusik sedikit pun. Syukurlah, jadi Jeff bisa fokus menyetir nantinya. Setelah semuanya siap, Jeff menyusul ke dalam dan melajukan mobilnya. Kali ini dia tidak akan pulang ke apartemen, tapi dia akan ke rumah yang Mika tempati karena semua orang berkumpul di sana.
__ADS_1
Hening, tidak ada percakapan di antara mereka. Meskipun Mika sedang ingin diam, tapi sejatinya Mika bukan orang yang senang dengan kesunyian. Dengan menekan ego, akhirnya dia memulai pembicaraan. "Kapan kamu pulang ke Bandung?"
"Sesuai keinginan kamu, kita akan pulang bersama. Aku, kamu dan juga Regan."
"Emang ada ya aku bilang kalau aku akan ikut pulang sama kamu?" Tanya Mika.
"Kalau begitu aku akan tetap di sini. Sama kamu."
"Kamu ini maunya apa sih, Mas? Bukannya aku udah bilang kalau kita-"
"Aku mau kamu, mau istriku dan juga anakku. Kalau kamu masih mau di sini ya tidak apa-apa. Aku akan tetap menunggu kamu. Karena kali ini aku bersungguh-sungguh ingin memperjuangkan kamu untuk tetap di samping aku, Mik."
"Aku mau tetap mempertahankan rumah tangga kita, jadi biarkan aku berjuang dulu," lanjutnya.
"Gerda sudah menghandle semuanya. Aku hanya fokus dengan kamu dan Regan saat ini. Jadi jangan bertanya hal di luar itu."
"Kemarin-kemarin kenapa gak kamu kasih ke Pak Gerda pekerjaannya ini, kenapa harus nunggu aku pergi dulu dari kamu baru kamu sadar?" Kesal Mika namun masih menahan suaranya karena takut Regan terbangun.
"Kalau kamu tidak pergi, aku tidak akan pernah menyesal dan kalau aku tidak menyesal aku tidak akan punya keberanian untuk menyerahkan pekerjaan ini pada Gerda. Sudah pasti akan aku handle sendiri."
Mika terdiam mendengarkan penjelasan Jeff. Perkataan yang terdengar serius dan nampak bersungguh-sungguh. Tapi Mika masih belum percaya. Lebih baik dia diam saja dan mengikuti alurnya. Karena kalau soal memaafkan Mika belum bisa melakukannya. Karena tanpa sadar, perlakuan Jeff kemarin membuat dia trust issue dengan Jeff.
__ADS_1
Sesampainya di sana, mereka sudah di sambut oleh banyak orang. Mereka memang sudah menyiapkan makan siang dan juga semua keperluan Regan. Regan ini adalah manusia kecil satu-satunya di keluarga Dirgantara, sudah pasti mereka sangat menyayangi Regan.
Bahkan rasanya saat menapakkan diri di teras, Regan sudah diculik oleh Elang dan juga Selena. Mereka benar-benar gemas dengan keponakannya ini. Terlebih Elang yang memang mengikuti pertumbuhannya sejak dari kandungan. Dia jadi takjub melihat manusia kecil ini sudah lahir ke dunia.
"Ponakan Om Elang ganteng banget, nanti Om Elang ajak manjat pohon yang di belakang rumah mau? Dulu waktu di kandungan mamanya mau mangga soalnya." Elang tersenyum ke arah bayi yang ada digendongannya ini, nampak gemas sekali.
"Apasih, Kak! Jangan diajarin aneh-aneh. Dia bakalan diajakin Auntynya nanti main keluar terus. Biar jadi anak yang gak ansos. Mau aku ajak keluar negeri juga biar bisa liat salju, yakan Regan?" Ucap Selena seraya mengecupi pipi bayi itu.
"Jangan dulu ke luar negeri heh, pokoknya nanti setiap Minggu gue bakalan nemuin Regan terus ajak dia belajar biar jadi anak yang pinter, tar gue bacain dongeng. Pokoknya sama gue dia bakalan jadi anak berbudi pekerti." Tessa tak ingin kalah juga kalau soal Regan.
"Gak bener kalian, tar Regan itu Aunty Caca aja ya, kita jajan eskrim!" Timpal Caca.
Mika yang duduk di sofa tertawa kecil saat Regan menjadi bahan rebutan Elang, Selena dan yang lainnya. Senang saja karena berarti putranya banyak yang menyayangi. Apalagi kebahagiaannya selain Regan? Regan sehat, kebutuhannya tercukupi dan juga banyak orang yang menyayangi dia. Itu sudah cukup untuk Mika.
"Kami memutuskan akan pulang besok," ucap Mona pada Jeff dan juga Mika.
"Kami?" Tanya Mika tak mengerti.
"Mama, Elang, Selena, Tessa dan Caca. Kami harus pulang ke Bandung, Sayang. Kalian kapan akan pulang ke Bandung?" Tanya.
Mika terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa kepada mertuanya. Kenapa juga Elang harus pulang, jadi dia akan berdua saja dengan Jeff? Bagaimana bisa? Akhirnya Mika beralasan akan pulang nanti karena Regan yang baru lahir. Katanya Bayi belum boleh di bawa bepergian sebelum 40 hari kan ya? Meskipun itu sepertinya sudah jarang digunakan di kota besar, tapi biarkan saja untuk sementara waktu begitu.
__ADS_1
Mona juga mengiyakan untuk percaya. Memang sepertinya apa yang terjadi antara Mika dan Jeff belum terselesaikan. Dia kan bersabar dan memberikan Mika waktu. Semoga saja apapun hasilnya, itu akan membawa kebaikan untuk kehidupan mereka kedepannya. Karena sebagai orang tua Mona hanya bisa mendukung dan berusaha sedikit, sisanya biar mereka yang menjalani.