10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Pertanyaan Regan Belum Tuntas


__ADS_3


"Kenapa ada adik di perut mama ?" Jeff memintanya untuk mengajak Mika banyak bicara, tapi sekarang Mika malah merasa beban karena dia mau kalau ini yang menjawab adalah Jeff.


Tapi, berhubung Jeff masih berada di kantor dan sekarang mereka hanya berdua di rumah dan juga Mona, Mika tidak mungkin membiarkan Regan bertanya pada Mona atau Asisten rumah tangga, jadi dia yang akan menjawab, seadanya saja.


"Karena sebelum manusia lahir, manusia memang harus tumbuh dulu di dalam tubuh ibunya, harus ikut ke mana pun ibunya pergi," jelas Mika, karena dia tahu pertanyaan Regan pasti bercabang, jadi dia jawab itu dulu, nanti dia tunggu kelanjutan pertanyaan lainnya.


"Iya, kenapa? Kenapa harus di perut Mama? Regan boleh masuk lagi ke perut Mama? Kenapa cuma adek yang boleh di sana?"


Nahkan, ada lagi yang membuat pertanyaan ini semakin sulit, rasanya juga seperti Regan merasa iri karena adiknya di bawa-bawa terus oleh sang mama tapi dia tidak.


"Regan pernah di dalam sana, tapi sekarang udah dilahirkan ke dunia. Jadi gak bisa masuk lagi, sekarang giliran adek. Nanti adek juga kalau udah dilahirkan gak bisa masuk lagi, Sayang."


"Kenapa gak boleh, apa nanti akan ada lagi bayi-bayi lainnya, Mama? Tumbuh seperti bunga? Bunga yang sudah dipetik akan tumbuh lagi, gitu kan?"


"Iya begitu, Sayang. Pintar anak Mama."


"Tapi kenapa bayi harus di perut Mama? Kenapa bukan di pohon?"


Mika menghela napasnya, astaga kenapa se kritis ini sih anaknya? "Ya karena bayi yang lahir belum kuat, jadi dia harus dikuatkan dulu di dalam perut ibunya selama sembilan bulan, sebelum akhirnya lahir ke dunia ini. Itu adalah ketentuan yang dibuat Tuhan, jadi setiap manusia harus mengalami fase berada di dalam kandungan ibu, bukan di pohon," jelas Mika.


Dia harus sabar, anaknya adalah anak yang pintar dan Mika harus bersyukur karena itu.nRegan menatap sang ibu, dia kemudian menatap perut ibunya.


"Sekarang belum kelihatan, tapi nanti akan kelihatan. Akan ada adik yang akan lahir ke keluarga kita," jelas Mika sekali lagi. Regan mengangguk-anggukkan kepalanya, ya kapasitas otaknya hanya cukup untuk memahami apa yang mamanya jelaskan sekarang, untuk hal-hal yang nanti akan muncul di kepalanya sebagai sebuah pertanyaan, maka akan Regan pikirkan lagi nanti.


Mika mengusap puncak kepala anaknya, Regan sangat kritis jadi beberapa hal di dalam hidupnya harus dipastikan dengan baik, jawaban-jawaban yang harus Memberikan juga harus jawaban yang pas dan cocok untuk anak seusia Regan.


"Regan senang kalau ada adik?" Tanya Mika, karena sekarang yang paling penting di dalam hidupnya adalah kebahagiaan Regan.


Regan menganggukkan kepalanya. "Di sini sepi, Om Elang dan Aunty Selen sibuk. Jarang ajak Regan main. Aunty Caca sama Aunty Tessa juga sibuk. Cuma ada Mama," jawab Regan, dia suka kelas gambar karena bertemu banyak teman, jadi dia sebenarnya butuh teman juga di rumah ini.

__ADS_1


Bukan pada bodyguard papanya yang selama ini dia ajak main, dia butuh yang seumuran atau yang lebih muda, bolehlah. Jadi Regan senang kalau Adiknya nanti bisa dia jadikan teman. Jadi bukan masalah juga untuknya.


.


.


.


"Gimana? Hari ini udah banyak bicara sama Mama?" Tanya Jeff pada Regan, dia sendiri juga menyempatkan pulang bekerja untuk langsung bertemu Regan dan berbicara dengan anaknya itu.


Regan menganggukkan kepalanya, dia ya selalu berbicara dengan mamanya karena hari ini yang menjadi temannya bermain juga mamanya sendiri, bukan hanya hari ini tapi setiap hari.


"Bicara apa aja?" Tanya Jeff.


"Kenapa adik ada di dalam perut," jawab Regan.


"Kenapa?" Tanya Jeff penasaran juga dengan jawaban seperti apa yang Mika berikan hingga anak yang kritis seperti Regan akhirnya puas dengan jawabannya, karena Regan pasti akan bertanya lagi kalau dia tidak puas dengan jawabannya, tapi sekarang dia sudah tidak bertanya pada Jeff.


"Karena ketentuan Tuhan," jawab Regan, dia juga mendapatkan jawaban yang sederhana dari mamanya, jadi dia juga menjawab dengan sama sederhananya seperti mamanya.


ketentuan Tuhan saat manusia dilahirkan di dunia ini, sesederhana itu.


Jeff kemudian mengusap puncak kepala Regan. "Pinter kamu," ujar Jeff.


"Mama yang pintar," balas Regan, karena dia mendapatkan semua Jeff tertawa, lebih kepada mentertawakan dirinya sendiri sebenarnya, anaknya terlalu pintar untuk mengobrol dengannya walaupun Jeff juga sadar kalau dia juga pintar selama ini, tapi di atas Jeff ternyata masih ada Regan.


"Terus ngomongin apa lagi?" Tanya Jeff penasaran, dia menghabiskan waktunya di kantor, jadi ya dia lumayan penasaran dengan banyak hal soal yang Regan lakukan di rumah bersama Mika.


"Gak ada lagi, cuma main aja," jawab Regan. "Hari ini main apa?" Tanya Jeff.


"Dokter, Regan jadi dokter dan periksa adik di dalam perut Mama," jawab Regan, karena kata Mika kalau ada adik di dalam perut maka mamanya itu harus ke dokter untuk tahu keadaan adiknya di dalam sana.

__ADS_1


"Terus gimana?" Gimana keadaan adiknya?" Tanya Jeff ingin tahu pendapat Regan.


"Sehat, alhamdulillah." Jawaban yang sangat tidak terduga, Jeff langsung merasa gemas sekali dengan anaknya itu, dia lalu mencium puncak kepala Regan.


"Lucu banget kamu!" ujar Jeff karena memang segemas itu.


.


.


.


"Anaknya udah bisa diajak ngobrol sekarang, saking bisanya aku kewalahan jawab" ucap Mika, dia jadi tidak begitu merasa kesepian, sebenarnya dari beberapa tahun lalu juga Regan sudah bisa diajak bicara soal banyak hal, tapi semakin ke sini Mika semakin sadar dan itu cukup membuatnya merasa terharu.


Jeff menganggukkan kepalanya. "Kritis banget emang, jawabannya selalu nggak terduga," kata Jeff, Regan tumbuh menjadi anak yang sangat pintar, padahal kalau dipikir-pikir juga dia lahir dari Mika yang belum siap kala itu, usia Mika masih sembilan belas tahun.


"Kamu berhasil banget jadi ibu," ucap Jeff, karena dia memilih Mika untuk menjadi ibu dari anaknya makanya Regan terlahir sebagai anak yang sangat pintar, seorang anak yang benar-benar sebaik itu.


Mika hanya terkekeh. "Kayaknya otak kamu deh yang turun ke Regan, jadi Regan pinter banget," jelas Mika, karena ya Jeff juga pintar, dia punya banyak bakat dan sama-sama menjadi income, semuanya berjalan tanpa mencurangi satu sama lain, semuanya berjalan dengan sangat baik.


Jeff terkekeh, ya mungkin ya? Soalnya di keluarga mereka lumayan pintar-pintar, Selena dan Elang juga pintar sekali, jadi kemungkinan Regan juga sama.


"Didikan kamu sih yang pasti lebih mendominasi keadaan," kata Jeff, dia akan selalu merendah memang.


Mika kemudian hanya menganggukkan kepalanya, yang pasti kerjasama mereka dalam membesarkan Regan dan memberikannya pendidikan sama sekali tidak gagal, keadaan sekarang membuktikan semuanya.


Jeff mendekat kemudian mencium puncak kepala Mika, hal-hal yang mau dia lakukan adalah memberikan yang terbaik yang bisa dia berikan untuk Regan.


"Aku nggak mau Regan menyesal karena terlahir sebagai anak aku," ucap Mika. Dia maunya semua anaknya akan dekat dengan dirinya dan tidak merasakan sebuah ketidak Adilan dalam apa yang Mika berikan untuk mereka.


Jeff menganggukkan kepalanya, tapi keuntungan dari hal yang Mika alami di keluarganya adalah mereka akhirnya bertemu, andai Mika tidak mengalami semua kesulitan mungkin mereka tidak akan pernah bertemu, keadaan membawa mereka ke titik ini.

__ADS_1


Jeff memeluk tubuh Mika, dia menganggukkan kepalanya, meski memiliki kehidupan yang sangat berbeda, tapi Jeff sangat paham bagaimana perasaan Mika, jadi masing-masing dari mereka mau melakukan yang terbaik untuk anak mereka.


"Kukira aku gak siap punya anak lagi selain Regan, karena Regan pasti gak akan siap, tapi ternyata Regan yang paling siap menjadi anak pertama dan jadi abang. Gak nyangka kalau dia nenangin aku sebaik ini," jelas Mika, karena ternyata di luar dugaan, Regan senang saat dirinya akan punya adik.


__ADS_2