
Jeff membuka pintu kamarnya, melihat Mika yang sedang menyusui Regan di dekat kaca akhir-akhir ini pemandangan yang paling menyenangkan. Apalagi usia Regan sekarang sudah 2 bulan. Rasanya cepat sekali bayi itu bertumbuh.
Mika tersenyum ke arah putranya yang nampak bersemangat saat minum susu, apalagi jarinya yang berada di dalam genggaman Regan membuat dia mempunyai euforianya sendiri saat menyusui, dia jadi merasa sangat dekat dengan anaknya ketika moment-moment seperti ini.
Mika melirik Jeff yang kini menghampirinya dengan senyum mengembang, tidak lupa juga dia menyalami suaminya yang kini mencium keningnya dengan lembut. Mika selalu suka saat sore begini, ya karena dia merasa memiliki kebahagiaan utuh saat Jeff mengecup keningnya.
"Kamu gak ada rapat dulu, Mas? Besok bukannya kamu harus terbang ke Malaysia?" Tanya Mika.
Jeff menggeleng dan menciumi putranya yang kini melupakan susunya dan seolah mengajak papanya bermain. "Aku tugaskan Gerda ke sana dengan Kathrine, aku tidak ingin meninggalkan kalian. Regan pasti rindu papanya."
"Mamanya juga pasti rindu," ucap Mika sembari terkekeh.
Jeff hanya terkekeh, bisa-bisanya dia dibuat salah tingkah oleh istri kecilnya ini. Mika tidak tau saja efek dari perkataannya itu menyerang pikiran Jeff, membuat perut Jeff seolah ada kupu-kupu berterbangan, terdengar lebay sebenarnya. Tapi ya beginilah kalau kulkas diberi hati.
"Kamu kenapa sih, Mas? Senyum-senyum gitu, dapet lotre?" Tanya Mika setengah menggoda.
"Dari tadi di kantor sampai di rumah aku selalu ditanya tentang lotre, padahal aku bukan dapat lotre!"
"Lalu?"
"Ya karena aku memiliki kalian dalam hidup," jawab Jeff terang-terangan.
Nahkan, kenapa juga Jeff yang kaku begini mendadak jadi super manis di mata Mika. Dia juga heran sebenarnya Jeff kenapa, kadang Jeff kalau di rumah bisa seharian menempel padanya. Padahal Mika juga tidak akan kemana-mana. Seperti anak yang takut ditinggal oleh induknya.
"Kamu udah cinta ya sama aku?" Tebak Mika.
__ADS_1
Jeff menggeleng, tidak lebih tepatnya dia diam. Dia tidak ingin menjawab pertanyaan Mika. Dia sekarang malah fokus bermain dengan Regan yang kini ada dalam gendongannya. Sedikitnya Regan bisa merespon walaupun dengan decakan-decakan kecil. Gemas sekali mereka.
"Oh jadi kamu gak cinta sama aku?" Tanya Mika lagi.
"Bukan begitu!" Bantah Jeff.
"Lalu."
"Aku rindu Regan." Jeff berdiri lalu berjalan ke atas ranjang untuk bermain dengan Rega.
Mika menghela napas, dia tau kok kalau suaminya itu sudah mulai mencintainya. Tapi ya memang harus banyak sabar karena kalau biasanya wanita yang gengsi setinggi langit, ini malah Jeff. Dasar Om-Om kepala tiga, ada saja memang kelakuannya yang bikin geleng-geleng kepala.
Daripada pusing dengan sikap Jeff, Mika segera menyiapkan pakaian ganti suaminya, karena ya Jeff seharusnya membersihkan diri dulu sebelum bersama Regan, tapi namanya juga bayi, dia tidak peduli papanya baru pulang, yang jelas Regan sangat senang jika sudah bersama Jeff.
"Mass bersih-bersih dulu!" Peringat Mika.
Mika terkekeh, senang saja melihat interaksi anak dan ayahnya. Dia jadi rindu dengan orang tuanya, apalagi sejak kecil Mika memang dekat dengan sang ayah. Andai saja orang tuanya masih ada, pasti mereka senang melihat cucunya tumbuh dengan baik.
"Mass," panggil Mika yang merasa Jeff tidak mengindahkan seruannya.
"Iya, Sayang. Mamanya cemburu tuh, bentar ya Papa sama Mama dulu," ucap Jeff pada Regan.
Perlahan Jeff turun dari kasur dan berdiri di hadapan Mika. Mika dengan senang hati membukakan jas dan dasi yang Jeff kenakan, karena memang sudah kebiasaan juga. Namun kali ini dia sedikit gugup karena Jeff merengkuh pinggangnya dan menatapnya dengan intens.
"Kamu kenapa sih liatin aku kaya gitu, Mas?" Tanya Mika seraya membalas tatapan Jeff.
"Kamu semakin cantik setelah melahirkan, mau aku hamilin setiap tahun?" Tanya Jeff asal.
__ADS_1
Mika memukul lengan Jeff dengan reflek. "Kamu nih! Gak, Regan juga masih kecil. Dia juga masih mau main-main sama papanya!"
"Loh, kamu takut memang kalau hamil? Kenapa? Menurut aku kamu sudah menjadi ibu yang baik, aku juga merasa jadi ayah yang cukup bisa untuk bantu kamu, finansial juga kita mampu. Kalau mau bikin kesebelasan juga bisa," ucapnya.
Mika menghela napasnya, kesebelasan katanya? Memang Jeff pikir mereka akan membuat tim sepak bola? Tobat deh Mika, bukan masalah finansial juga sebenarnya. Kalau soal finansial ya tidak perlu diragukan lagi Jeff memiliki segalanya. Tapi tentu kesiapan mentalnya sebagai Ibu, dia tidak mau berbagi kasih dulu.
"Gak mau, aku mau fokus dulu sama raja kecil aku. Aku mau kasih dia rasa sayang yang utuh, nanti kalau dia siap baru lah kita pikirin kasih temen buat dia. Regan masih bayi gini kok, kalau kita kasih adik kita malah akan melewatkan pertumbuhan dia. Aku gak mau."
Jawaban yang terdengar bijak dari seorang Ibu yang masih belia, Jeff bangga sih dengan Mika. Semakin hari dia semakin dewasa. Semakin banyak memberikan dia pandangan baru mengenai dunia. Meskipun Jeff bisa dibilang lebih dewasa, tapi nyatanya Mika lah yang lebih memiliki pemikiran bijak.
"Iyaa," ucap Jeff seraya mengusap pipi istrinya lembut.
"Iya apa? Kamu kalau ngomong itu tuntasin loh, Mas. Jangan setengah-setengah."
"Iya aku juga mau fokus dengan kamu dan Regan. Mengganti setiap waktu berharga yang dulu kamu pakai untuk menangis dan menggantinya dengan rasa bahagia yang belum pernah aku berikan ke kamu."
Mika mengulum senyumnya, tapi ya tetap saja terlihat. Karena sejujurnya Mika tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Jeff dia selalu kalah nyatanya di hadapan seorang Jeffrico kalau dia manis begini.
"Kamu terbawa perasaan ya?" Goda Jeff saat melihat pipi Mika yang memerah.
"Ya gimana gak baper kalau kamu-nya kaya gitu!" Sungut gadis itu. Masih bisa-bisanya bertanya lagi, Mika kan malu.
Jeff terkekeh lalu dalam sekejap dia mencium bibir Mika, tangannya mengeratkan pelukan pada pinggang gadis itu agar dia tidak berontak. Sudah lama rasanya Jeff tidak menyicipi bibir manis itu. Mika yang merasa tidak bisa berkutik langsung saja membalas ciuman panas mereka. Emutan, sesapan, decapan keduanya mendominasi ruangan ini. Jeff bahkan tak sungkan mengigit-gigit kecil bibir mungil itu hingga Regan yang merasa diabaikan kedua orang tuanya menangis.
Mika dan Jeff spontan melepaskan pagutan mereka dan menaiki kasur untuk menenangkan Regan. Anaknya sudah bisa protes ternyata jika diabaikan. Pelajaran baru untuk mereka berdua kalau sedang bertiga seperti ini tidak boleh mengabaikan anaknya. Meskipun belum bisa bicara Regan sudah pintar merasakan. "Sayang sayang, maafin mama sama papanya. Papanya tuhh."
"Boy harusnya kamu biarkan papa dan mama romantis-romantisan." Jeff memeluk bayi itu lalu menciumi perutnya dan membuat Regan tertawa kembali.
__ADS_1
Namun ada rasa kecewa dalam hati keduanya. Bagaimana pun mereka manusia, masih memiliki hasrat, apalagi mereka sudah lama tidak melakukannya. Mika menggelengkan kepalanya yang mulai berpikir aneh-aneh. Setelah itu dia kembali fokus pada Regan yang kini malah menempel pada Jeff. Jadi saja acara mandi pria itu harus ditunda.