10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Silent Treatment


__ADS_3


Beberapa hari Mika masih banyak diam, karena dia juga tidak tahu bagaimana caranya bersikap pada Jeff, karena Jeff salah dan mau Jeff sudah meminta maaf juga menurut Mika dia tidak bisa memahami bagaimana mungkin Jeff malah meminum minuman keras dan membuatnya menunggu sepanjang malam.


Karena menurut Mika ini adalah kesalahan fatal, bagaimana mungkin Jeff bisa menghilang semalaman dan pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri, pasti ada banyak hal terjadi di sepanjang malam dan Mika sama sekali tidak tahu apa pun, bagaimana kalau ternyata sepanjang malam Jeff melalui malamnya bersama seorang wanita?


Bagaimana dengan teman-teman Jeff yang masih lajang? Mika hanya seorang istri dan rasanya dia tidak salah dengan semua overthinking yang ada di kepalanya.


Jeff membuatkan susu dan meletakkannya di hadapan Mika, Mika harus tahu bahwa beberapa hal sederhana seperti ini tidak akan pernah dia dapatkan jika pada akhirnya mereka memutuskan untuk diam-diaman. Jeff sudah kehabisan cara membujuk Mika, dia juga lumayan kesal.


Mika terdiam menatap gelas susunya, ya kadang memang susu jadi jauh lebih nikmat saat yang membuatnya adalah bos besar.


"Kalau mual nggak usah dilanjut, bisa minum vitamin," ujar Jeff memberikan pesan, sebuah pesan yang cukup unik.


Mika hanya menganggukkan kepalanya, di dunia ini ada yang namanya gengsi, dia gengsi untuk menghindari apa yang sudah Jeff lakukan padanya, maka dari itu ya Mika menerima apa pun yang sudah Jeff lakukan.


Mika mulai mengangkat gelasnya dan meminum apa yang Jeff buatkan untuknya, mereka berhubungan bukan satu atau dua tahun, sudah bukan saatnya lagi Mika diam dan menghindar untuk memakai atau memakan sesuatu yang Jeff buatkan untuknya.


"Makasih," ucap Mika, karena sekecil apa pun, dia akan selalu mengapresiasi, apalagi kalau itu adalah Jeff karena dia juga mau memberikan contoh untuk Regan, biar sopan dan tahu kalau kata terima kasih adalah hal yang baik dan wajib ketika seseorang memberikan sesuatu.


Jeff menganggukkan kepalanya, dia kemudian mulai membaca berita dari tab yang ada di tangannya. Entah kenapa belakangan mereka selalu menikmati dunia masing-masing, padahal kan yang Mika suka adalah mengobrol, mengobrol soal banyak hal.


"Kalau emang mau hidup sendiri-sendiri kenapa kamu duduk di sini juga?" tanya Mika. Membuat Jeff kebingungan sekali, apalagi ini? Iya dia mau kalau Mika hamil dan mereka punya anak kedua, tapi ya tidak harus se-sensitif ini, karena ujung-ujungnya ya Jeff sendiri yang pusing.


"Maksudnya sayang?" Tanya Jeff, apa yang dimaksud dengan hidup sendiri-sendiri? Ini lawak sekali.


"Ya kamu aku di sini, kamu sibuk aja sama layar yang ada di depan kamu, apa kamu pikir aku patung atau sesuatu yang bisa kamu abaikan. Aku suka diajak cerita, kalau kamu gak bisa gak usah deket-deket," jelas Mika, dia sendiri yang memulai diam, tapi kemudian Jeff berpikir keras, bagaimana mungkin dia akhirnya menjadi seperti ini?

__ADS_1


Jeff semakin bingung, rasanya sekarang dia bernapas saja salah, tapi harus tetap sabar dan menahan diri karena memang kondisi Mika bukanlah kondisi di mana dia harus melawan. Belum lagi atas kesalahannya tempo hari. Dia harus melupakan hatinya.


"Oh iya, emangnya kamu mau ngomongin apa?" tanya Jeff, dia akan menjadi pendengar yang baik jika memang Mika suka cerita.


"Gak ada, kamulah yang cerita, kan kamu yang hidup di luaran sana seharian, pasti ada banyak cerita yang mau kamu bagi sama aku!" Kesal Mika.


Salah lagi, kan? Rasanya Jeff ingin sekali menghilang dari muka bumi sekarang juga, kenapa harus begini?


"Sayang ... "


Mika hanya melirik. "Aku nggak punya sesuatu untuk diceritakan," ujar Jeff. Mika masih hanya melirik tanpa mengatakan apa pun, situasi macam apa ini?


"Ya udah kalau gitu!" Mika kemudian mengangkat gelasnya dan meninggalkan meja makan.


Sekarang Jeff malah memikirkan apa saja yang sudah dia lakukan dan apa saja yang harus dia perbaiki sekarang ini, ah lelah sekali, padahal dia harus berangkat ke kantor untuk meeting.


.


.


.


Jeff memeluk tubuh Mika dari belakang saat melihat Mika sedang berbaring di kasur siang ini. Iya siang ini, Jeff memutuskan keluar kantor karena memang dia sudah tidak bisa fokus, ketimbang semuanya berantakan maka lebih baik untuk menghindar dan menyelesaikan yang ini dulu.


Kelihatan dari gestur tubuhnya kalau Mika kaget tapi masih berusaha untuk tetap tenang, Jeff juga begitu, tetap menyamankan dirinya. Jeff menyempatkan untuk mengelus perut Mika yang masih rata.


"Jadi anak baik ya," ucap Jeff, kalau anaknya menjadi anak yang baik, kemungkinan besar mamanya juga tidak akan menyebalkan.

__ADS_1


"Jangan bikin mama pusing, jangan bikin mama moodnya berantakan," pesan Jeff, masih berusaha untuk berbicara baik-baik dengan anaknya.


Mika mendengarkan, ah dia se-menyebalkan itu?


"Bikin kesel papa aja gak apa-apa, marah sama papa aja gak apa-apa," ujar Jeff, luar biasa sekali bukan?


Mika memejamkan matanya, sungguh dia membenci situasi ini. Dia merasa bersalah karena sudah mendiamkan Jeff. Dia juga salah karena marah-marah terus padahal Jeff sudah minta maaf.


"Papa sayang banget sama kamu dan sama mama," ucap Jeff." Sama kak Regan juga, yang ada di pikiran papa cuma gimana caranya membahagiakan kalian," ujar Jeff.


Dia hanya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik di antara mungkin banyak kekurangan di dalam dirinya. Mika lantas membalik tubuhnya dan membalas pelukan Jeff, dia mengeratkan pelukannya pada tubuh suaminya itu, ah dia juga tidak tahan kalau harus marah dan menolak Jeff terus-terusan.


Mika juga bucin, dia juga mencintai Jeff dengan segenap hati dan perasaannya. Jeff tersenyum kemudian membelai belakang kepala Mika, lihatlah? Kesabaran Jeff tidak menjadi sesuatu yang percuma, wanita gengsian di hadapannya ini memang hanya perlu pembuktian, hanya perlu sedikit cara yang menye-menye untuk mengerti bahwa dia sebenarnya disayang.


"Jangan tinggalin aku," ucap Mika, karena dia baru sadar bahwa yang penting dari ini semua adalah mereka tidak saling meninggalkan.


"Gak akan pernah," ujar Jeff meyakinkan, bahwa memang Mika perlahan menjadi bagian dari hidup Jeff dan Jeff tidak mau kehilangan apa pun dari hidupnya.


Jeff mencium puncak kepala Mika dan mendekap tubuhnya dengan sangat erat, karena dia harus meyakinkan dirinya sendiri kalau ya Mika kadang hanya butuh hal-hal sederhana begini. Mika mendongak untuk menatap sang suami. "Aku nyebelin ya?" Tanyanya.


"Gak, aku sayang sama kamu."


"Bohong."


"Ya, mau kamu nyebelin atau apa pun itu, kalau aku sayang ya sayang aja." Jeff semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus belakang kepala Mika, kalau sudah tidak ada sayang pun, Jeff akan terus menumbuhkan perasaan itu karena memang daripada harus hidup tanpa seorang Mika, karena sejuta masalah jika dihadapi berdua lebih baik daripada miliaran kebahagiaan yang harus Jeff hadapi sendirian.


Jeff hanya selalu merasa lebih baik ketika dia bersama dengan Mika.

__ADS_1


__ADS_2