
Setelah acara selesai, kini Mika dan Jeff sudah berada di kamar pengantin mereka. Bukan, lebih tepatnya kamar Jeff. Dia tidak menginginkan kamarnya dihias atau apapun. Jadi ya ini kamarnya. Untuk ukuran kamar pria, ini rapi sih. Harus Mika akui. Apalagi aroma maskulin Jeff bercampur aroma kopi dari kamar ini membuat Mika sedikit rileks setelah penat dengan acara hari ini.
Saat Mika sedang asik melihat sekitarnya, tiba-tiba Jeff keluar dari kamar mandi. Kali ini dia menggunakan training dan juga kaos putih polos. Mika sedikit terpesona sih saat Jeff mengusak rambutnya dengan handuk, menurut Mika ya keren saja. Dia suka kalau melihat drakor dan ada adegan seperti itu. Namun dengan cepat dia mengalihkan pandangannya.
Setelah Jeff selesai mandi Mika membawa pakaiannya ke kamar mandi. Sebenarnya Jeff menawarkan untuk membantu membuka gaun miliknya, tapi dia tentu saja menolak. Bisa-bisa Jeff modus. Iya, tapi memang pada dasarnya manusia makhluk sosial, ternyata gaun ini memang susah dilepas. Sudah berat, susah juga untuk dilepas, merepotkan saja.
"Masa gue harus minta tolong Om Jeff sih?" Gumamnya. "Enggak! Lo harus berusaha sendiri."
Dengan berbagai cara dia mencoba melepaskan diri dari gaun itu. Dia sampai kewalahan sebenarnya, keringat juga sudah membasahi pelipisnya, tapi Mika memanglah diajarkan untuk pantang menyerah, sampai akhirnya gaun itu berhasil terlepas.
Mika bernapas lega, sudah Mika bilang. Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan. Sudah pasti Mika bisa. Walaupun ya dia menghabiskan waktu hampir 20 menit sepertinya. Setelah selesai dengan gaunnya kini Mika berendam dengan air hangat, membiarkan tubuhnya rileks karena seluruh tubuhnya terasa remuk.
Tidak hanya itu, dia juga merenung. Merenungkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Dulu dia memang ingin menjadi polisi, namun setelah kejadian itu dia tidak pernah mau menjadi polisi. Kejadian yang tidak pernah Mika ceritakan kepada siapapun dan dia pendam sendirian.
Tubuhnya sontak kaget saat kembali mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Namun Mika mencoba menepisnya. Kejadian itu juga sudah lalu, tidak seharusnya juga Mika pikirkan. Yang ada akan membuatnya stress sendiri.
Sudah segar dan menggunakan pakaian, akhirnya Mika keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Terlihat Jeff yang tengah sibuk dengan iPadnya di kasur, ya untuk apalagi selain pekerja.
__ADS_1
Mika cukup happy sih saat kamar ini memang sudah disediakan juga keperluan untuk Mika. Seperti skincare, alat kecantikan dan lain-lain. Jadi Mika juga tidak usah repot-repot membelinya lagi. Jeff menatap istrinya yang kini tengah sibuk memakai skincare. Rambutnya masih di gulung handuk, aroma sabun mandi juga tercium. Membuat Jeff suka, padahal sabun yang mereka pakai sama. Anehnya wanginya berbeda saat Mika yang menggunakannya.
Mika yang merasa ditatap merasakan aura yang tidak enak. Tapi untungnya pakaian dia tertutup sih. Maksudnya Mika hanya memakai baju tidur biasa. Jangan harap Mika akan memakai lingerie, dia tidak akan pernah mau memakainya. Perlahan Jeff menghampiri Mika dan membantunya mengeringkan rambut, sebenarnya Mika bisa sendiri tapi ya sudahlah.
"Kamu pakai sabun apa?" Tanya Jeff.
"Sabun yang di dalem," jawab Mika singkat dan kembali menyisir rambutnya.
"Kenapa wanginya beda? Aku lebih suka wangi kamu," ucap Jeff sembari mengecup bahu Mika dan lebih aneh kini Jeff mengubah panggilan mereka menjadi aku kamu? Sungguh membuat Mika bergidik ngeri.
Merasa Mika sudah selesai dengan aktivitasnya, kini Jeff menggendong tubuh Mika ala brydal, membuat sang empu berontak, namun tetap dia lakukan. "Om, kamu mau ngapain?!"
"Melakukan yang seharusnya dilakukan pada malam pertama," jawabnya santai.
Jeff membaringkan tubuh Mika di kasur, saat Mika mencoba bangkit, Jeff malah mengukung tubuh gadis itu di bawah tubuhnya. Untuk Mika yang masih awam ini menyeramkan sih. "Om, aku gak mau! Aku gak siap!"
"Kesiapan itu gak akan pernah ada. Aku mau malam pertama kita malam ini. Sesuai prosedur!"
Mika ingin menangis rasanya, dia takut. Kenapa Jeff ini tidak paham sih? Seharusnya dia memberi waktu untuk Mika menyesuaikan dirinya dulu dengan Jeff, tapi Jeff malah langsung malam pertama.
__ADS_1
Jeff sebenarnya paham, tapi kalau dinanti-nanti ya akan sampai kapan? Mika harus beradaptasi lebih cepat dengan pernikahan mereka, dengan begitu kedepannya akan lebih mudah.
Jeff lebih dulu menanggalkan kaos putih miliknya, setelah itu dengan lihai dia membuka kancing piyama tidur Mika. Saat ingin melihat isinya Mika malah menahan dan berteriak. "GAK MAU OM!"
Berisik sekali, dengan cepat Jeff membungkam bibir Mika dengan menautkan bibirnya. Dengan lembut dia menyesap bibir atas dan bawah milik Mika. Rasanya yang manis membuat Jeff candu. Meskipun berontak, tapi Jeff perlahan membuat Mika terbiasa dengan permainan bibir mereka.
Mika sebenarnya tidak ingin ini semua, tapi bibir Jeff terus menggodanya dan mengajak bermain. Mika tidak tau caranya, jadi dia pasrah saja ketika kini rongga mulutnya sudah dijelahi oleh lidah pria itu.
Sesekali Jeff memberikan jeda untuk Mika mengambil napasnya. Meski terlihat sudah sangat pucat karena takut, tapi Jeff kembali menghisap bibir manis itu dan entah sejak kapan Mika kini malah belajar untuk membalas dan mengimbangi ciuman mereka. Sungguh ini di luar kendalinya. Otak dan tindakan seolah tidak sinkron. Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya?
Jeff tersenyum, selain pintar Mika memang cepat belajar. Dia tidak akan langsung ke intinya, ini pertama kalinya untuk mereka dan harus dilakukan selembut mungkin.
Jeff menahan kedua tangan Mika, perlahan dia mencium pipi Mika dengan lembut, lalu menelusuri area sensitif di bagian telinga. "Kamu cukup nikmati, dan rileks. Aku akan lakukan selembut mungkin. Trust me." Dengan lembut Jeff mengecupi area itu dan membisikkan kata-kata sensual. Tidak jarang juga dia menghembuskan napas di telinga Mika. Membuat Mika merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan.
"Emhh, Om staph it!" Mika mencoba menahan suaranya, namun akhirnya satu lenguhan itu berhasil keluar dari mulutnya, membuat Jeff semakin tertantang.
Ciumannya kini turun ke leher jenjang Mika. Kulitnya yang bersih dan putih seperti susu membuat Jeff bebas untuk berkarya di sana. Perlahan dia mengecupi leher Mika. Aromanya membuat Jeff mabuk, begitu candu di indera penciumannya. Mika semakin mengerang kenikmatan. Ini sudah terlalu jauh, Mika mencoba bangun dan tersadar dari alam bawah sadarnya. Namun Jeff tetap menahan tangan Mika agar tidak mengganggu aktivitas yang dia lakukan.
Puas mengecupi lehernya, kini Jeff mulai berani menyesap leher Mika. Membuat Mika merasa geli namun sedikit perih. Dia menghisapnya begitu kuat, sampai tercipta tanda merah di sana. Dia puas melihat hasilnya. "Kamu sekarang milik Jeffrico, Mika," ucap Jeff dengan suara seraknya.
__ADS_1
Mika berkali-kali meronta meminta dilepaskan, namun semakin sering Mika meronta, dia malah memperbanyak tanda di leher Mika yang membuat gadis itu menggila akibat respon alamiah dari tubuhnya sendiri. Kenapa sentuhan-sentuhan yang Jeff berikan seolah mampu membuatnya terdiam dan menikmatinya? Dia sudah gila! Iya katakan saja begitu.
Logikanya tidak bisa menolak kalau sentuhan Jeff membuatnya candu sekarang. Ini Jeff yang pintar atau Mika yang gampang tergoda? Entahlah, persetan dengan itu, kini Mika malah sudah kepalang dengan hasrat yang sudah menguasai dirinya.