10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Raja Kecil Yang Gagah dan Berani


__ADS_3


Saat sampai di rumah sakit, Mona langsung memeluk dan menciumi menantunya. Meskipun dia juga sering berkomunikasi lewat ponsel dengan Mika, tapi tetap saja Mona merindukan menantunya ini.


"Gimana keadaan kamu, Sayang? Jeff bilang kamu sempat pendarahan, sekarang gimana keadaannya?" Tanya Mona perhatian.


"Mika baik-baik aja kok, Ma. Emang masih sedikit sakit, tapi Mika udah bisa jalan-jalan kok," jawab Mika dengan senyum.


"Tapi jangan terlalu banyak jalan-jalan dulu ya, Sayang? Mama khawatir loh kamu kenapa-kenapa," ucap Mona.


Mika mengangguk dan tersenyum, setelah itu dia kembali beristirahat dan membiarkan Ibu mertuanya itu menggendong Regan yang tadinya berada di dalam gendongan Jeff. Untuk sejenak Mona memperhatikan cucunya dengan lamat, tampan sekali ternyata cucunya ini.


"Mirip kamu sekali Jeff," ucap Mona seraya mencium cucunya.


Jeff hanya menipiskan bibirnya, memang yang dikatakan Ibunya benar. Entah karena Mika yang terlaku mencintai atau membencinya, tapi Regan sudah seperti copyan dari Jeff. Sangat mirip, biasanya bayi juga sering rewel, tapi Regan anteng dan tidak banyak merengek, benar-benar Jeff junior.


Tapi Mika bersyukur sih, karena sebenarnya dia juga masih culture shock menjadi seorang Ibu. Coba bayangkan saja kalau Regan rewel, akan se pusing apa Mika menghadapinya.


"Namanya siapa, Jeff?" Tanya Mona.


"Regan Arsenio Dirgantara," sebuah kalimat terlontar dari bibir Jeff.


Mika yang memang belum mengetahui nama panjang anaknya pun kini ikut menatap ke arah Jeff. "Regan itu artinya raja kecil yang diutus, Arsenio itu gagah dan berani. Seperti namanya saya ingin anak saya nantinya bisa menjadi seorang pemimpin dalam hal apapun dan mempunyai keberanian yang tinggi."


Mika mengulum senyumnya, dia pikir Jeff hanya asal memberikan nama pada putra pertama mereka. Ternyata dia memikirkan sampai dengan artinya. Apa Mika tidak tersentuh hatinya mendengarkan perkataan Jeff, meskipun ya dia dan Jeff memang belum sepenuhnya membaik.

__ADS_1


"Bagus, nama yang bagus. Semoga cucu Oma menjadi anak yang tumbuh dengan kebaikan, semoga dia bisa menjadi seseorang yang bisa kalian banggakan dari segi apapun" ucap Mona.


Jeff dan Mika mengaminkan, di balik nama yang bagus memang akan selalu ada pengharapan kecil dari orang tua untuk anaknya. Begitu juga dengan mereka, meskipun Jeff dan Mika nantinya memang harus berpisah karena keputusan, tapi mereka sama-sama berjanji akan menjadi orang tua terbaik untuk Regan.


Mona sebenarnya ingin berlama-lama di sana, tapi Jeff menyuruh Ibunya untuk istirahat karena perjalanan jauh. Nampaknya Elang dan juga yang lainnya paham kalau Jeff dan Mika butuh waktu berdua. Jadi setelah melahirkan mereka hanya menengok sebentar lalu membawa Mona ke rumah yang Elang dan Mika tinggali.


Memang ada banyak sekali moment yang harus Jeff dan Mika lewati di saat-saat kelahiran putranya seperti ini. Termasuk membantu Mika untuk menyusui putranya pertama kali. Sebenarnya bukan pertama, tadi dia sudah melakukannya saat di luar bersalin. Bedanya sekarang tidak ada dokter yang membantunya.


Dengan sigap Jeff duduk di brankar dan mengusap punggung Mika sembari tangan yang satunya membantu menopang tubuh Regan agar tidak terjatuh. Memang Mika masih kaku, maka sebagai yang lebih dewasa Jeff harus peka-peka membantu Mika yang masih awam.


Sesekali Mika meringis karena memang lidah bayi yang tajam membuat pucuk dadanya juga sedikit lecet. Jeff juga baru tahu kalau lidah bayi ternyata tajam, jadi dia bisa membayangkan bagaimana kondisi Mika sekarang, sudah melahirkan dia juga harus menyusui, benar-benar perjuangan seorang Ibu.


"Sakit?"


Mika mengangguk, tidak tahu juga harus membalas apa. Yang pasti mau sesakit apapun dia akan tetap melakukannya, karena tidak mau sampai anaknya harus meminum susu formula yang belum tentu cocok baginya.


"Gak mungkin gak mau, Regan anak aku."


"Maksudnya kalau sakit."


"Lebih sakit waktu kamu abaikan aku kemarin-kemarin daripada menyusui anak aku sendiri," ucap Mika blak-blakan. Karena moment bicara dengan Jeff jarang kan ya? Jadi sekalian saja dia utarakan apa-apa saja yang ada di pikirannya.


"Maaf."


Mika memilih untuk tidak menjawab, lebih baik dia kembali fokus pada Regan. Sebenarnya tadi Mika emosi sih, namanya juga Ibu baru melahirkan perasaannya seperti rollercoaster, jadi dia terbawa suasana. Tapi saat menatap wajah Regan, emosinya seakan meluluh dan membuat Mika kembali membaik.

__ADS_1


Apalagi saat melihat Regan dengan semangat meminum air susunya, ada perasaan lain yang Mika rasakan. Ada euforianya sendiri dan itu membuatnya bahagia menjadi seorang Ibu. Aneh sekali memang, tapi itu yang Mika rasakan sekarang.


Setelah selesai minum susu, Jeff menggendong Regan dan menyandarkan bayi kecil itu di bahunya untuk disendawakan. Memang tadi dokter bilang kalau setelah minum susu bayi harus segera disendawakan.


Lagi dan lagi Mika dibuat takjub dengan apa yang ada di hadapannya. Jeff berjalan kesana-kemari seraya menenangkan sang anak, dia benar-benar nampak siap menjadi seorang ayah sepertinya. Bahkan Mika saja tidak percaya kalau Jeff yang sedingin itu bisa melakukan ini.


Belum lagi Mika memikirkan kalau suaminya ini pasti banyak pekerjaan, dia katanya berlari ke sini karena buru-buru, setelah itu menemani Mika saat proses pembukaan, belum lagi terkena omelannya, sekarang Jeff belum tidur dan tetap menjaga Regan dengan baik. Memberikan seluruh atensinya seolah memang dia sangat mencintai putranya.


Setelah usaha beberapa menit akhirnya Regan bersendawa. Mendengar itu Jeff langsung lega dan berucap, "Alhamdulillah."


Setelah menepuk-nepuk bokong bayi itu sebentar, Regan terlelap tidur. Dengan hati-hati Jeff mencium pipi putranya dan menidurkannya kembali di dalam box. Perasaan Mika campur aduk sekarang. Apa yang harus dia lakukan kalau anaknya sudah tidur begini? Apalagi mereka hanya berdua.


Jeff menatap ke arah Mika dan kembali duduk di sampingnya. Dengan lembut dia mengusap rambut Mika dan tersenyum saat Mika menatap ke arahnya. "Mau sarapan apa?"


Mika menggeleng, dia memang merasa tidak lapar. Lagian dia tidak mau juga menyuruh-nyuruh Jeff karena merasa bisa melakukannya sendiri nanti, biasalah gengsinya ini terlalu tinggi. Masih ingin merajuk juga.


"Kamu menyusui juga sekarang, Regan perlu ASI yang baik. Agar itu baik kamu harus banyak makan makanan yang sehat."


"Atur aja," jawab Mika sekenanya. Memikirkan ke arah sana dia juga tidak boleh egois. Anaknya harus mendapatkan yang terbaik dari dirinya, jadi dia mengiyakan saja Jeff menyiapkan sarapan untuknya.


Anehnya mendapat jawaban ketus seperti itu dari Mika, Jeff malah terkekeh dan mengecup puncak kepala Mika dengan lembut, membuat Mika semakin tidak tau harus berbuat apa. Pelan-pelan Jeff menggenggam tangan Mika dan mengusap punggung tangannya dengan Ibu jari.


Rasa deg-degan itu memang selalu ada tiap kali Mika berada di dekat Jeff. Tapi atas apa yang terjadi, Mika mencoba mengabaikan semuanya, karena memang mereka kan belum bicara. Tapi dia juga tidak mampu untuk membicarakannya di saat-saat seperti ini.


Perlahan Jeff mengecupi punggung tangan Mika seraya menatapnya dengan lembut. "Terima kasih."

__ADS_1


Mika menyerngitkan dahinya, selalu tidak jelas memang Jeffrico. Terima kasih untuk apa? Mika merasa tidak melakukan apapun barusan. Tapi untuk bertanya, Mika juga tidak mau mengeluarkan suaranya.


"Terima kasih karena kamu telah melahirkan Regan dan terima kasih kamu telah menjadi Ibu yang kuat."


__ADS_2