
Hari ini mereka akan melakukan perjalanan ke pantai, lagi-lagi ternyata agak riskan membawa bayi, bukannya apa-apa tapi Mika masih lumayan percaya kalau bayi rentan dengan hal-hal mistis, dia tidak mau kalau sampai Regan kenapa-napa, tapi kalau mereka hanya berdiam diri tanpa ke pantai juga agak bagaimana. Mika sangat menyukai pantai. Jadi bismillah saja.
"Aku mau ke pantai, bismillah aja deh, Mas. Gapapa, kan?"
"Gak apa-apa." Karena memang di sini Jeff akan selalu menjadi penurut dalam setiap urusan. Dia akan mengikuti keputusan nyonya besar Dirgantara saja.
Mungkin mereka akan naik mobil karena lokasinya yang harus ditempuh satu sampai dua jam untuk sampai ke sana. Mika menatap Regan yang sedang menyusu dengannya, di beberapa kesempatan momen seperti ini memang merupakan sesuatu yang Mika butuhkan untuk merasa dekat dengan anaknya sendiri.
Mika memasukkan jarinya ke dalam genggaman Regan, hal sederhana yang selalu menyenangkan. Dia tersenyum dan mengelus puncak kepala anaknya, perjalanan menjadi ibu bukanlah sesuatu yang mudah, tapi menjadi hal yang menyenangkan di dalam hidup Mika, dia memutuskan untuk tidak menyalahkan siapa pun dan enjoy dengan semua ini.
"Maaf karena Mama masih mau main-main," ucap Mika, dia masih mau menghabiskan waktunya untuk bermain, padahal ini adalah hidup dan dia sudah punya keluarga kecil sekarang.
"Gak masalah Mama, Mama gak boleh stress." Tahu siapa yang menjawab? Tentu saja bukan Regan,bitu adalah papanya Regan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jeff.
Sekarang Papa Regan sudah bukan sosok yang pendiam lagi, dia sudah banyak bicara, selalu banyak bicara bahkan.
"Mama harus happy jadi ibu Regan, biar Regan juga happy." Jeff mendekat dan ikut melihat bagaimana Regan menghisap sari-sari kehidupan pada tubuh seorang Mika, ajaib memang, bayi tumbuh hanya dengan minum asi.
Mika hanya melirik Jeff, ya namanya juga Jeff. Jeff kemudian menatap Mika sambil tersenyum penuh arti. Kan ngeri ya tiba-tiba Jeff tersenyum.
"Apa?" tanya Mika.
"Aku nggak pernah minum asi kamu," ujar Jeff, hal yang sangat random, sangat tidak sangka-sangka oleh Mika kalau Jeff akan mengatakan itu.
Mika sampai sulit berkata-kata, ini suaminya sedang waras atau bagaimana?
"Maksudnya kok nggak pernah keminum ya?" tanya Jeff, soalnya diabsama kok seperti Regan.
"Apa sih kamu Mas, bahas apa kamu ini!" Karena menurut Mika walaupun mereka sudah menikah, ada beberapa hal yang sampai sekarang masih terasa sebagai sesuatu yang tabu untuk dibahas.
"Aku tuh sama kayak Regan, aku kaya gitu juga." Jeff menunjuk-nunjuk Regan yang masih menyusu. Karena sebenarnya sebelum mereka ke Jogja itu Jeff hampir saja mendapatkan jatah, tapi baru setengah jalan Regan menangis. Dan di sana dia berpikir keras kenapa tidak ada air susu Mika yang keluar dari sana. Itu Masih penuh teka-teki untuk Jeff.
Mika lelah sekali dengan kelakuan sang suami, tapi tidak mungkin juga ganti suami, dia adalah wanita baik-baik. Mika hanya memasang ekspresi malas, ya pikirkan saja sendiri, kenapa juga harus Mika yang mikir?
Kemudian Jeff benar-benar kembali berpikir keras soal itu, soal kenapa selama ini dia tidak terminum asi, padahal ya seperti yang dia katakan kalau dia sama dengan Regan, apa yang dia lakukan ya seperti itu juga.
__ADS_1
"Nggak usah dipikirin!" Mika langsung mengingatkan Jeff, ya dia malu! Aneh sekali suaminya ini.
"Apa nanti aku coba lebih keras lagi? Soalnya aku rasanya, penasaran Regan kok kaya menikmati banget," ujar Jeff seenaknya, sekarang bahkan Mika sudah tidak terhitung sedang ilfeel dengan kelakuan sang suami.
Image cool yang dulu selalu Jeff tampilkan sudah tidak pernah tampak lagi di mata Mika, pokoknya Jeff hanya seorang manusia yang kelakuannya aneh bin ajaib itu saja.
.
.
.
Jeff dan Mika akhirnyabbenar-benar melakukan perjalanan berdua ke pantai-pantai yang ada di daerah Gunung Kidul, mereka melakukan perjalanan kurang lebih dua jam untuk sampai di pantai, melakukan banyak hal yang memang mereka sukai, ah Mika benar-benar merasakan liburan sekarang ini.
"Suaranya ombaknya bikin tenang," ujar Mika, karena memang apa yang Mika butuhkan adalah hal semacam ini.
Jeff yang akhirnya membawa turun sendirian karpet dan perlengkapan yang lain memilih untuk mencari tempat yang bisa mereka buat untuk piknik ala-ala.
Karena apa yang akan mereka lakukansekarang adalah menikmati waktu yang ada di dalam hidup mereka. Jeff membiarkan Mika langsung menyapa air laut, hari ini istrinya itu memakai hotpants dan cardigan, outfit yang benar-benar cocok untuk dipakai ke pantai.
Setelah karpetnya terbentang Jeff duduk dan mengeluarkan keranjang berisi makanan yang mereka bawa, Jeff kemudian mendudukkan dirinya dan menikmati waktu dengan menatap Mika yang mulai bermain air.
Ah istrinya itu benar-benar sangat menggemaskan, kelihatan sangat muda, apa Jeff masih pantas ya berada di sisinya? Jeff makan strawberry yang Mika bawa sebelum akhirnya memilih beranjak dari karpet dan menyusul Mika untuk bermain air bersama Regan juga.
Mereka nampak seperti keluarga kecil bahagia yang saling mengejar dan tertawa bersama. Siapapun yang melihatnya tentu iri, selain memang mereka terlihat serasi, mereka juga menggemaskan.
Kemudian akhirnya tertawa karena ya ini menyenangkan juga. Jeff memeluk tubuh Mika yang kini sedang menggendong Regan menatap lautan, di pantai ini ada beberapa pengunjung lain, tapi persetan dengan mereka semua, Jeff hanya mau spend time dengan istri dan anaknya.
Jeff tidak sungkan jugabmemeluk tubuh Mika ya karena dia bisa membuktikan bahwa Mika
adalah istrinya ketiganya akhirnya menikmati waktu dengan membiarkan tubuh mereka diterjang ombak.
"Ombaknya tenang, pilihan yang tepat untuk bawa Regan," ujar Mika.
"Ya, dia harus melihat pantai itu begini rupanya. Dia harus tau kalau kita hidup berdampingan dengan alam dan sekitarnya. Nanti setelah ini aku akan bawa Regan ke luar negeri untuk melihat salju."
"Kalau udah agak besar ya Papa, Regannya," ucap Mika.
__ADS_1
Jeff mengangguk, tentu. Karena Regan juga masih bayi, ingatan tentang masa kecilnya pasti akan sedikit nanti, tapi sebenarnya tidak masalah juga bagi Jeff karena dia bisa membawa Regan berulan kali kemana pun yang dia inginkan.
Setelah lelah bermain air, akhirnya mereka duduk di karpet yang sudah Jeff bentang dan mulai menikmati camilan yang sudah mereka bawa, Jeff menghilang sebentar, setelah itu dia kembali
dengan dua kelapa utuh dan membawanya ke hadapan Mika setelah itu menyerahkan yang
satunya.
Keduanya kemudian sama-sama menikmati kelapa muda dan makanan yang mereka bawa sebelumnya, masih sama seperti sebelumnya Mika masih menikmati suara ombak yang bisa mereka dengar sekarang ini, sangat menenangkan bersama Regan yang anteng meminum susunya.
Di sini sesuai dengan yang Mika harapkan karena jujur dia lahir dan tumbuh besar di kota, jadi hal-hal sederhana semacam ini selalu menjadi hal yang sangat dia sukai.
Jeff menoleh untuk menatap sangbistri, walaupun angin menerpabwajahnya, menerbangkan anak-anakbrambut yang tumbuh di sekitar wajahnya, tapi kecantikan Mika tetap terpancar dengan sempurna, dia tetap kelihatan luar biasa dengan apa yang ada di dalam dirinya.
"Kamu bahagia?" Karena meski mereka sudah sejauh ini, masih penting untuk Jeff memastikan kalau Mika benar-benar bahagia. Mika kemudian menoleh ke arah Jeff, dia membalas tatapan sang suami. "Aku bahagia, bahagia banget pokoknya. Aku seneng sama semua hal yang kita lakuin hari ini."
Jeff mode bertindak selayaknya seorang suami adalah yang sangat Mika butuhkan selama ini, dia selalu sangat ingin hal baik dari suaminya itu.
Jeff langsung full senyum, artinya liburan singkat yang akhirnya membuatnya meluangkan waktu ini benar-benar works untuk membuat Mika kemudian merasa lebih baik.
"Ya udah, i love you," kata Jeff,bjarang-jarangkan dia begini? Sejauh ini Jeff sudah sadar sih dia begitu sangat bucin pada Mika, tapi ya sampai kapanpun sepertinya dia masih akan bucin.
Mika menganggukkan kepalanya. "I love you too!" jawab Mika, tentu saja apa yang Jeff
katakan bukan hanya sekedar sebuah
pernyataan, itu adalah sesuatu yang harus Mika balas, maka Mika balas.
Jeff sampai menoleh, bolehkah dia memeluk istrinya sekarang? Tapi, jujur sebenarnya Jeff takut khilaf, tapi gemas sekali dengan kelakuan Mika yang seperti ini, dia suka sekali Mika membalas rasa cintanya dengan cepat.
"Gitu Sayang, kalau aku bilang sayang atau cinta sama kamu, kamu harus langsung bales. Karena kayanya setelah ini, itu akan menjadi hal yang paling aku suka," ujar Jeff menjelaskan, tidak
pernah terbayang sebenarnya kalau dia akan bucin pada seorang perempuan yang hitungannya masih remaja, tapi percayalah semua ini sangat menyenangkan.
Mika menganggukkan kepalanya. "Siap sayang!" Kemudian Mika membuat hormat ala-ala, dia yang terkadang gengsian lalu mengucapkan sayang, ah rasanya Jeff benar-benar ingin selalu mencintai istrinya itu.
"Ya ampun pengen telen kamu bulat-bulat."
__ADS_1