
Hari ini Mika mendapatkan kejutan dari banyak orang, dia senang sekali. Di pertambahan usianya kali ini terasa ramai. Ada keluarga, sahabat, suami dan juga anaknya. Mereka semua nampak antusias menyiapkan semua ini untuk Mika.
Mereka membuat pesta kecil-kecilan saat Mika turun dari kamarnya, tentu itu membuat Mika happy dan full senyum. Namun nampaknya yang senang hari ini bukan hanya Mika, si kecil Regan nampak terus heboh ketika banyaknya orang penuh tawa mengerumuni sang mama. Iya dia yang merasa di ulang tahunkan karena berada di gendongan mamanya.
"Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga di usia yang semakin bertambah ini bisa menjadi lebih dewasa, berbakti kepada suami dan menjadi Ibu yang baik ya? Mama berharap kamu selalu di kelilingi orang-orang baik dan juga banyak kebahagiaan." Mona menyuapkan kue pada menantunya, setelah itu mencium pipi putrinya dan juga si kecil Regan.
"Aaaminn, terima kasih Mama," ucap Mika seraya tersenyum. Regan sepertinya nampak sedang ingin menempel dengan Ibunya, sedari tadi Jeff berusaha mengambilnya tapi bayi itu menolak.
"Selamat ulang tahun, Mik. Semoga lancar ya anak keduanya!" Teriak Caca dan Tessa bersamaan, lalu menyuapkan kue pada Mika dan memeluknya erat sampai-sampai membuat Regan menangis.
Mika terkekeh lalu berusaha menenangkan sang anak. "Engga, Sayang. Tante-tantenya bercanda, kan Regan masih kecil. Nanti aja ya adeknya. Btw makasih ya lo berdua selalu ada sama gue sampai saat ini."
Semua orang terkekeh, ternyata bayi itu sudah mengerti kalau dia tidak ingin dulu punya adik. Gemas sekali memang Regan, dia sampai nangis sesenggukan setiap kali digoda akan mempunyai adik. Jahil sekali memang om dan tantenya. Pada akhirnya kini Regan berpindah tangan pada papanya.
Jeff dengan sayang menciumi putranya, baru kali ini dia segemas itu pada anak kecil. Apalagi mamanya iseng memakaikan baju dinosaurus pada Regan hari ini, membuat Regan semakin terlihat gemas memakainya, apalagi sedang menangis seperti ini.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun, Kakak ipar. Ah gue seneng banget punya Kakak ipar kaya lo. Semoga lo makin dewasa, makin cantik, makin sayang sama Kakak gue biar lo gak pergi-pergi." Kini giliran Selena yang membuat harapan dan menyuapkan kue pada Mika.
Membuat Mika tersenyum dan membalas pelukan Selena. "Makasih yaa, Sel. Iya gue gak akan kemana-mana elah. Bucin banget sama gue!"
"Emang!" Selena dan Mika tergelak, memang sedekat itu mereka sekarang.
Sekarang giliran Elang yang maju ke hadapan Mika. Anehnya malah semua mendadak diam, bagaimana pun mereka tau, pernah ada perasaan yang tumbuh di antara keduanya. Meskipun mereka sama-sama sudah menerima takdir yang berjalan tapi tetap saja.
"Selamat ulang tahun, Mik. Semoga di pertambahan usia ini kamu semakin dewasa, cantik, menjadi istri dan ibu yang baik juga. Semoga, apa-apa yang kamu harapkan bisa terwujud, terakhir : Semoga kamu selalu bahagia dan gak menemukan alasan lagi untuk menangis. Karena aku tau, kamu udah melewati kehidupan ini dengan sangat baik, lebih baik dari siapapun. I proud of you." Elang tersenyum lalu menyuapkan kue pada Mika.
Mika terharu sih menerima suapan dari Elang. Bukan karena perasan yang pernah tumbuh di antara mereka. Tapi memang karena sampai sekarang, Elang masih menjadi sosok terbaik untuk menjadi pendengar setianya, menjadi sosok kakak terbaik yang selalu Mika idamkan, pokoknya Elang terbaik untuk hal itu.
Elang mengangguk dan tersenyum, namun saat dia akan memeluk Mika sebuah tatapan tajam mengarah padanya. Membuat Elang terkekeh dan mengusap puncak kepala Mika. "Beruang kutubnya nanti ngamuk, sekali lagi happy birthday!"
Mika tergelak melihat interaksi keduanya, ya memang Jeff itu cemburuan. Apalagi tau kalau Mika dan Elang pernah saling mencintai. Pokoknya dia akan selalu merasa cemburu dengan Elang. Karena dia selalu merasa Elang lebih baik darinya, tapi kalau harus mengalah soal Mika pun dia tidak mau. Tidak akan pernah mau.
Karena semua orang sudah memberika harapan dan doa, kini mereka ingin mendengar sebuah harapan dan dari Jeff. Padahal sebenarnya, dia sudah melakukannya meskipun singkat. Tapi tidak apa-apa, dia juga akhirnya maju dengan membawa Regan dalam gendongannya. Mereka berdua berhadapan.
__ADS_1
Mika tersenyum dia ingin sekali mendengar harapan baik Jeff atas dirinya kalau di depan semua orang begini. Jeff menarik napasnya, dia kemudian tersenyum menatap ke arah Mika.
"Di antara banyak doa tentu saja ada doa baik, semoga kamu bisa jadi versi terbaik dari diri kamu yang sebelumnya, semoga kamu bisa bahagia tanpa harus memikirkan banyak luka yang ada di dalam hidup kamu," ucap Jeff.
Hal paling penting dari semua ini adalah dia mau kalau Mika bisa bahagia hidup bersamanya, bisa lebih menerima kenyataan hidup yang mungkin memang dalam kehidupan Mika selalu diliputi oleh kenyataan yang tidak selaras dengan keinginannya. Mika harus bisa bahagia dengan Jeff dan Regan selamanya.
"'Aku mau kamu bahagia, aku mau kamu tetap percaya kalau kehidupan baik akan selalu datang ke dalam hidup kamu," ucap Jeff, sebagai sebuah doa baik, yang terbaik yang bisa dia berikan pada Mika. Mika tersenyum, soalnya doa yang Jeff panjatkan lumayan sesuai dengan harapan Mika, karena doa yang Jeff ucapkan seolah memang hal yang akan Jeff buktikan bahwa dia akan membahagiakan Mika.
"Aku nggak mau bahagia kalau nggak sama kamu," ujar Mika, meski Jeff pernah tidak bertindak seperti suami yang baik, yang selalu bisa mengungkap ucapan manis pada Mika, tapi Mika percaya kalau Jeff akan membahagiakannya, percaya dulu dan semuanya akan terjadi kemudian.
Di dunia ini semua hal terjadi biasanya karena kepercayaan dan keyakinan, Mika akan mencoba untuk selalu yakin dengan Jeff dan membiarkan waktu membawakan perubahan yang semakin baik dalam hubungan rumah tangga mereka.
Jeff sangat antusias dengan ini semua, dengan apa yang dia berikan pada Mika. Apalagi ketika Mika full senyum di hadapannya seperti ini, Jeff merasa menjadi orang beruntung yang bisa membuat Mika senyum semanis itu. Pokoknya, dari semua hadiah yang dia terima, Jeff hanya berharap kalau hadiah darinya memberikan kesan paling berharga untuk Mika.
Semua orang di sana terharu, apalagi melihat Jeff yang kini mengecup bibir Mika di hadapan semua orang. Rasanya lengkap sekali bahagia Mika hari ini. Mika sangat mencintai kehidupannya sekarang dan kedua orang tuanya pun pasti akan senang di atas sana karena melihat putrinya bahagia.
Mereka menghabiskan waktu bersama untuk merayakan ulang tahun Mika. Namun tiba-tiba bell berbunyi, Mika yang pada saat itu mendengarnya lebih dulu langsung berlari ke arah pintu untuk membukanya, karena memang sedang tidak ada penjaga dan pelayan di sana.
__ADS_1
Namun saat pintu terbuka, Mika tertegun dan menjatuhkan gelas yang ada di tangannya. Tubuhnya gemetar, jantungnya juga berdebar kencang. Rasanya ada perasaan membucah yang ingin dia keluarkan sekarang juga. "K-kalian?"