10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Elang Arjun Dirgantara


__ADS_3


Hari ini tidak ada keributan, Mika memutuskan untuk tidak akan memasak kalau bukan untuk dirinya. Kecuali kalau memang ada yang memintanya. Mereka saling melempar canda tawa, tapi tidak dengan Mika yang fokus dengan makanannya karena tidak ingin merusak suasana hati Selena juga.


Dari samping sini, Mika dapat melihat Jeff tersenyum semanis itu. Meskipun memang sangat irit. Tapi ya dia senang saja melihatnya. Apalagi saat Elang menjahili Selena dan al hasil menciptakan sebuah rengekan yang menjadi kesenangan tersendiri untuk mereka.


Setelah mengantar Jeff pergi ke kantor, Mika kembali memasuki rumah. Kali ini hanya ada Elang di rumah ini, karena Mona dan Selena juga ada urusan pagi-pagi.


"Sini, Mik," ajak Elang yang memang sedang menonton di ruang tengah.


Dengan ragu Mika menghampiri Elang dan duduk di sofa. Tidak ada percakapan di antara mereka. Sebagai dua orang yang saling mencintai, ini cukup canggung bukan? Duduk di satu sofa yang sama namun status mereka sebagai kakak dan adik ipar.


"Sekarang aku harus panggil kamu apa, Mik?" Tanya Elang memecahkan suasana.


"Panggil Mika aja, gak mungkin Kak Elang panggil aku Kakak," balas Mika.


Mungkin memang sekarang Mika harus terbiasa dengan kondisi seperti ini. Elang adalah adik iparnya, dia juga harus menghargai hubungannya dengan Jeff. Tapi bukan berarti mereka berdua harus diam-diaman kan?


Elang tersenyum. "Yaudah kalau maunya gitu. Are you happy now?"


"Sedikit."


"Kak Jeff emang gila kerja, dia juga minim ekspresi, tapi percaya deh Mik. Dia kalau udah sayang sama sesuatu bakalan dia jaga. Walaupun emang caranya aja yang beda."


"Maksud Kakak?"


"Jeffrico Rasendria itu gak bisa utarain suatu hal, dia juga orang yang simpel. Mungkin untuk seumuran kamu masih memerlukan validasi dalam setiap hal. Tapi Jeff bukan orang yang bisa kasih itu. Tapi dia sebenernya peduli."


"Aku tau dia yang lebih dewasa, tapi di sini kamu harus mendewasakan diri kamu, Mik. Pasti banyak pertanyaan di otak kamu sekarang, itu kenapa aku bicara ini sama kamu. Aku cuma gak mau kamu terluka hanya dengan hal yang gak kamu pahami," lanjut Elang.


Mika menatap Elang. Kenapa bukan dia saja yang menjadi suaminya? Sejujurnya yang Mika perlukan hanya bicara panjang lebar seperti ini, tidak perlu waktu seharian tapi mampu membaca apa yang dia rasakan itu cukup.

__ADS_1


"Menurut Kakak aku berlebihan ya kalau mikir macem-macem?" Tanya Mika.


"Aku tau kamu, Mik. Sedikit banyaknya aku tau apa yang ada dipikiran kamu. Kamu gak salah, kak Jeff juga gak salah. Tapi pemahaman kalian berbeda. Kehidupan kalian juga berbeda, kamu gadis yang biasa hidup bebas menikmati hari-hari dan kak Jeff adalah pria dewasa yang menghabiskan waktunya dengan segudang pekerjaan."


"Jalan pelan-pelan, kalau kamu yang gak paham yang ada kamu juga yang tersiksa. Pada dasarnya kan menikah menyatukan dua kepribadian. Belajar ya, Mik?" Ucap Elang lembut.


Elang Arjun Dirgantara, mahasiswa Psikologi di salah satu Universitas Negeri ternama di kota ini. Tentulah dia diajarkan untuk memperhatikan sekitarnya. Apalagi seorang Mika yang sampai sekarang mengisi tahta tertinggi di hatinya setelah Mona dan Selena.


Memastikan dia baik-baik saja itu perlu, meskipun dengan embel-embel kepedulian seorang adik ipar. Bagaimana pun dia juga yang akan sakit kalau hubungan rumah tangga Mika dan Jeff kenapa-kenapa. Apalagi mereka masih baru. Meskipun dia juga tau, yang merasa ada kesalahan dalam rumah tangga mereka ya hanya Mika. Karena sepertinya Jeff merasa tidak ada yang salah.


Mika yang perasa dan Jeff yang tidak mau ambil pusing. Akan sulit rasanya jika seperti ini.


.


.


.


-Flashback On-


"Aku suka sama Kak Elang!"


Elang berbalik dan menatap ke arah Mika. Gadis itu adalah gadis pertama yang berani mengejarnya secara to the point. Kebanyakan gadis yang mendekatinya akan diam-diam saja, tapi Mika ini lain.


Elang melangkahkan kakinya dan menatap tepat ke arah mata gadis itu. "Bilang lagi."


"Aku suka sama Kak Elang," ucapnya sungguh.


"Kenapa harus aku? Banyak yang mengejar kamu di luar sana. Jangan kejar aku yang gak bisa mencintai kamu, Mik. Kamu sama seperti Selena. Kamu udah aku anggap seperti adikku sendiri."


"Aku gak suka dikejar, aku sukanya ngejar. Urusan Kakak bales perasaan aku itu gak penting, aku cuma mau mengutarakannya aja. Aku udah seneng bilang ini sama Kakak sebelum Kakak bener-bener lulus dari sini."

__ADS_1


"Mik ... "


"Aku gak apa-apa. Bahagia terus ya, Kak. Temui orang yang Kakak cintai dan suatu saat nanti kenalin ke aku hehe." Mika memberikan sebuah surat lalu pergi meninggalkan Elang yang mematung di sana.


"Aku juga suka sama kamu, Mik," lirihnya.


- Flashback Off -


Elang membuka laci meja di samping kasurnya. Surat itu masih dia simpan sampai hari ini. Surat pertama dan terakhir dari seorang Mika. Elang memang tidak pernah membuangnya. Perlahan dia kembali membuka surat itu, surat yang sudah ratusan kali dia baca tapi tidak pernah bosan.


To My Dearest, Elang Arjun Dirgantara.


Halo, Kak. Aku Aphrodite Mikaela Disera, orang yang mencintaimu sejak kamu menolongku terjatuh saat class meeting. Emang aneh, tapi perasaan itu datang begitu aja.


Mungkin aku gak tau malu dengan langsung datang ke kelas dan mencari kamu di tengah pelajaran berlangsung hanya untuk memberikan kotak makan buatanku sendiri. Aku juga gak tau malu dengan narik kamu diantara teman-teman kamu dan mengajak kamu bermain hujan di lapangan.


Mari aku kenalkan pada sisi lain dari Sagitarius Girl, seseorang yang lebih ingin mengejar daripada dikejar untuk kepuasannya sendiri dalam merasakan perasaan cinta. Aku gak malu atau menyesal pada saat itu. Karena dari situ kita bisa dekat. Sedikit banyaknya kita bisa berbagi cerita.


Tapi, mungkin ada sedikit menyesal sih deket sama kamu Kak. Ternyata cara pandang kamu ke aku bukan sebagai seorang wanita, tapi sebagai seorang adik yang harus kamu jaga. Tapi gak apa-apa. Perasaan kan gak bisa dipaksa. Yang terpenting aku pernah mencoba, aku gak nyerah kok sebenernya. Aku cuma gak mau kamu terbebani sama perasaan aku. Jadi bahagia ya, Kak. Aku ngelepasnya sampe nangis nih.


Selamat karena udah lulus dengan nilai terbaik, suatu saat nanti aku akan buktikan kalau aku bisa sama kaya kamu Kak. Aku akan lulus dengan nilai terbaik juga.


Jadi, kalau sampai kamu denger kabar itu suatu saat nanti. Ingat, itu adalah usaha aku untuk buat kamu percaya kalau perasaan yang aku punya bukan sekedar cinta monyet sesaat.


- Aphrodite Mikaella Disera <3


Matanya terpejam, Mika benar-benar membuktikan ucapannya kemarin. Sudah bersusah payah melupakan perasaannya kini Mika kembali hadir ke dalam kehidupannya. Yang tadinya sudah sedikit tertutup, kini terbuka kembali dan Mika hadir sebagai kakak iparnya.


Perasaan ini seharusnya tidak boleh ada, dia sendiri yang memutuskan untuk mendukung Jeff mendapatkan Mika. Tapi kenapa hatinya terluka? Dia juga benci menjadi orang yang peka dengan sekitar, apalagi melihat raut wajah Mika yang tidak seceria yang dia kenal.


"Kita harus kaya gini banget ya, Mik?" Elang menghela napasnya. Berusaha menahan sesak yang entah sejak kapan menyerang di dadanya.

__ADS_1


__ADS_2