
Setelah menghabiskan sarapannya Jeff kembali ke kamar dan menemukan Mika yang sedang duduk menyender di atas kasur. Jeff membawakan sarapan untuk Mika, karena kata Ibunya Mika pasti tidak berselera makan. Meskipun begitu dia harus tetap makan agar kebutuhan gizinya tercukupi.
Jeff menaruh nampan di meja. Terlihat di sana ada sedikit nasi dengan protein dan sayuran, yogurth, apel, susu dan segelas air. "Kamu harus makan."
Mika menggeleng. "Engga mau, aku gak selera makan."
"Yang butuh nutrisi bukan kamu aja, ada anak kita," peringat Jeff.
Mika mengulum senyumnya mendengar perkataan Jeff saat menyebut 'Anak Kita'. "Tapi mau disuapin."
Jeff menghela napasnya. "Kenapa gak makan sendiri?"
Mika memajukan bibirnya. "Yah, Baby. Papanya gak mau suapin, ya udah kamu tahan aja ya maunya. Tapi kalau kamu nanti lahirnya ngences ya salahin papa kamu," ucap Mika sambil mengelus-elus perutnya.
Jeff kembali menghela napasnya, ya dia tau kalau ini akal-akalan Mika saja, tapi kalau tidak diikuti juga bagaimana. Akhirnya dia mengalah lalu mengambil piring nasi dan menyuapkan makanan pada bibir Mika.
Mika melihat itu kesenangan lalu menerima suapan suaminya, sudah dia bilang kalau hari ini dia akan mencari perhatian Jeff. "Mas kamu ikhlas gak suapinnya, kenapa gak senyum?"
"Harus?" Tanya Jeff sembari kembali menyuapkan makanan pada Mika.
Mika mengunyah makanannya. "Harus lah, oh kamu gak ikhlas ya. Parah papa kamu sayang GAK IKHLAS."
Sepertinya Jeff hari ini harus banyak-banyak menghela napas. Bagaimana tidak, dia harus menghadapi Mika si gadis remaja yang galak, sedang hamil, dan sensitif. Lengkap sudah. Perlahan Jeff tersenyum, ya meskipun hanya sedikit tapi Mika tertawa dalam batinnya. Dia sangat puas mengerjai suaminya seperti ini.
Setelah selesai makan dan meminum vitaminnya, Mika tidak dibolehkan Jeff untuk keluar kamar. Kalau dia tidak bekerja ya Mika harus di kamar menemaninya. Tidak, terbalik. Jeff meninggalkan pekerjaannya untuk menemani Mika jadi harus ada Mika di kamarnya untuk dia jaga.
Tiba-tiba mika meringis, perutnya terasa keram sekarang. "Akhh, Mas. Aku mau melahirkan deh kayanya."
Jeff menahan tawanya, benar-benar random sekali istrinya. "Kamu baru mau 2 bulan, belum waktunya," jawab Jeff santai.
"Kamu peka kek, Mas. Elusin kek perut aku atau tanya kek aku kenapa?" Sungut Mika.
"Kamu gak minta."
Memang haruskan Mika memintanya? Itu kan memang tugas Jeff, dia saja yang memang cuek dengan sekitar. Benar-benar menyebalkan. Ya sudah tidak jadi saja dia cari perhatian kalau begini.
Namun baru saja dia mengurungkan niatnya, tangan Jeff sudah berada di atas perutnya, tangannya menyelinap masuk ke balik baju tidur Mika dan mengusapnya dengan lembut.
Mika memang mencari perhatian, tapi soal keram itu memang dia rasakan dan anehnya saat Jeff mengelus perutnya seperti ini rasa sakitnya jadi berkurang. Ajaib, apa ini namanya ikatan batin antara anak dan bapaknya ya? Pikir Mika.
__ADS_1
"Mas ... "
"Hm?"
"Aku ngidam."
"Ngidam apa?"
"Ngidam kamu setiap hari di ruma kaya gini."
Jeff diam, tidak menanggapi. Tentu itu bukan ngidam dan sudah pasti dia tidak bisa mengabulkan permintaan Mika. Mika menatap kesal kepada suaminya itu. Tidak ada respon.
"Gak boleh ya?"
"Pekerjaan aku banyak, Mika. Minta yang sewajarnya aja. Anak kita saat lahir mau dikasih makan apa kalau bangkrut?"
Mika menggigit bibirnya, benar juga. Kalau bangkrut nanti anaknya tidak terlahir jadi sultan.
"Aku akan menuruti apapun asal kamu gak meminta soal ini. Aku akan menuruti apa yang memang bisa aku lakukan, Mik. Karena aku juga bertanggung jawab dengan anak kita," jelas Jeff.
.
.
.
Bagus juga kalau Mika tertidur. Sejak tadi pagi dia banyak mau dan mengerjai Jeff ini itu. Dia tidak ingin ditinggal, mau selalu dielusi perutnya, meminta Jeff menjauhkan ponselnya dengan alasan radiasi dan masih banyak lagi.
Jujur dia pusing menghadapi Mika yang manjanya melebihi Selena hari ini. Tidak tau kenapa, katanya bawaan anak mereka. Padahal Jeff tidak tau saja kalau Mika sedang aji mumpung. Tentu dia akan melakukan setiap hari agar mendapatkan perhatian suaminya yang super duper sibuk.
Mona yang melihat putranya sedang sibuk pun menghampirinya. Ternyata putranya ini sudah dewasa memang, sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. "Mika istirahat?" Tanya Mona sembari duduk di samping Jeff.
"Iya, dia memang perlu banyak istirahat," jawab Jeff singkat.
"Dia kalau gak makan harus tetap diingatkan makannya. Pola makannya juga harus bagus, dia juga tidak boleh stress," peringat Mona.
"Saya usahakan, Ma."
"Jeff, mulai sekarang kurangi pekerjaan kamu. Mika pasti butuh perhatian loh, tadi aja waktu mama temui ke kamar dia ceria sekali karena kamu ada di rumah," ucap Mona.
"Mama tau pekerjaan saya bagaimana," jawab Jeff tanpa berpaling dari layarnya.
__ADS_1
Mona mengusap lengan putranya dengan lembut. "Apa yang terjadi sama papa itu bukan salah kamu dan apa yang sudah terjadi bukan tanggung jawab kamu."
Jeff terdiam, kenapa Ibunya harus kembali membahas ini? Itu hanya akan membuka luka lamanya. Luka yang tidak pernah dia ceritakan kepada siapapun termasuk Mika.
Dia berusaha biasa saja, begitu pun juga sekarang. Dia masih bisa mengontrol dirinya sendiri meskipun perasaan tidak karuan ini kembali menyerangnya.
"Berhenti keras dengan diri sendiri, Sayang. Jangan hidup di masa lalu, kamu punya kehidupan yang harus kamu nikmati."
"Kamu punya istri dan juga sebentar lagi akan punya anak. Kamu menghukum diri kamu bukan berarti menghukum mereka juga, kan? Sudah cukup ya, berhenti. Kamu sudah memperbaiki segalanya dan sekarang waktunya kamu berjalan maju ke depan," ucap Mona lagi.
"Selain susu apa yang bisa mual Mika teratasi, Ma?" Tanya Jeff mengalihkan pembicaraan.
Mona menghela napas, memang susah untuk membicarakan hal ini dengan Jeff. Entah sampai kapan dia akan terbelenggu dengan masa lalunya. Mona hanya bisa mengandalkan waktu dan berharap agar Jeff bisa hidup selayaknya orang normal.
Belum sempat menjawab tiba-tiba ponsel Jeff berbunyi. Banyak sekali pesan yang Mika kirim, membuatnya menghela napas melihat kelakuan ajaib istri kecilnya itu.
❤️ : Mas
❤️ : Mas kamu kerja lagi ya?!
❤️ : Kok gak ada di kamar?!!
❤️ : Jangan GR yang nyariin kamu anaknya
❤️ : Mas ihhh
❤️ : Bodo amat ganggu kerjanya
❤️ : Masssss
❤️ : Aku ngidam dipeluk! 😡
❤️ : MAU ANAKNYA NGENCES YA?!
❤️ : 😡😡😡😡
Mona terkekeh melihat pesan yang tertera di sana. Lucu sekali ketika anaknya yang sudah dewasa ini menikah dengan gadis seusia putri bungsunya. Ya begini, tapi Mona mendukung Mika sih. Dengan begitu Jeff mungkin bisa luluh. Meskipun entah kapan.
Kalau sudah begini mau tidak mau Jeff harus kembali ke kamar. Karena sampai sekarang saja ponselnya masih berbunyi akibat spam iMess dari Mika.
"Ma, saya ke kamar. Mika nyariin."
__ADS_1
Mona terkekeh dan mengangguk. "Iya sana temenin gih. Kasian menantu mama ngidam dipeluk."
Jeff kembali menghela napasnya, ternyata Ibunya ini melihat pesan yang Mika kirimkan. Al hasil dia jadi digoda eh Ibunya sendiri. Memang Mika benar-benar ajaib dalam kehidupan seorang Jeffrico.