10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
3 Months Later


__ADS_3


Hari ini tepat 3 bulan Mika menginjak kehamilan 9 bulan. Mika nampak sudah mulai terbiasa menjalani rutinitasnya sebagai Ibu Hamil. Seperti sekarang dia akan berjalan-jalan pagi untuk menghilangkan keram. Ternyata semakin besar kandungannya, dia lebih sering keram.


Elang menghampiri Mika sambil tersenyum manis ke arahnya. "Dia makin berat ya di dalam sana?"


Mika mengangguk. "Iya berat, gak mau diem juga. Kayanya mau cepet-cepet main bola sama Om Elangnya."


Elang terkekeh lalu mengusap perut Mika dengan lembut. "Kamu baik-baik di sana ya, jangan bikin Mamanya kesakitan bayi. Nanti Om Elang janji kalau kamu keluar Om Elang aja main bola."


"Iya siap, Om Elang. Makasih ya udah jagain adek sama Mamanya," ucap Mika mengikuti suara bayi.


Mereka berdua tertawa setelahnya. Rasanya hal seperti ini memang sudah menjadi rutinitas mereka setiap pagi. Karena Elang juga berkuliah secara online, jadi dia bisa menemani Mika kapan pun. Dia juga yang memenuhi keinginan Mika kalau tiba-tiba dia ngidam. Pokoknya Elang berusaha sebaik mungkin untuk Mika.


Perlahan Elang menatap mata Mika. "Mik ada yang mau aku bicarakan sebenarnya."


"Bicara aja, Kak," ucap Mika santai.


Elang menghela napasnya dan menggenggam kedua tangan Mika dengan lembut. Membuat Mika cukup kaget sebenarnya dengan perlakuan Elang yang seperti ini. "Kak ... "


"Aku gak mau jadi pengecut semakin lama lagi. Aku suka sama kamu, Mik. Aku mencintai kamu dan perasaan itu gak pernah berubah sejak dulu."


"Aku menjaga perasaan Selena sampai aku gak bisa terima kamu waktu itu. Tapi percaya, Mik kalau aku benar-benar mencintai kamu. Aku kemarin mencoba untuk merelakan kamu sama Jeff karena aku pikir dia bisa membahagiakan kamu, tapi aku gak bisa ternyata kalau liat kamu disia-siakan seperti ini."


"Aku mencintai kamu, Mik. I really like you soo much."


Mika mematung, dia terlalu kaget dengan semua ini. Elang mencintainya, tapi kenapa harus sekarang? Kenapa tidak sejak lama saja Elang membalas perasaannya. Perlahan Mika melepaskan tangannya dari Elang.


"Kak, aku gak bisa," cicitnya.


"Kenapa? Kita saling mencintai, kan? Lalu apa lagi?" Tanya Elang.


Mika mengigit bibir bawahnya, entah harus bagaimana caranya mengungkapkan pada Elang. Dia pernah mencintai pria itu, tapi sekarang rasanya sudah berbeda, tidak ada lagi perasaan di mana Mika berdebar saat di dekat Elang dan tidak ada lagi perasaan di mana Mika gemas saat bersama Elang.


"Aku gak bisa, iya aku tau kalau Mass Jeff gak mencintai aku. Tapi hidup sama dia kemarin aku gak bisa bohong kak, aku sayang sama dia. Setelah apa yang aku dan dia laluin bareng-bareng gak mungkin kalau aku menjadi munafik dengan bilang aku gak mencintai dia."

__ADS_1


"Aku gak mau kamu terluka karena aku, Kak. Aku berterima kasih banget karena kamu selalu ada buat aku, tapi kalau untuk masalah perasaan aku gak bisa. Meskipun aku nanti memang akan berpisah sana Mass Jeff aku mau jaga diri aku sendiri, memberikan perasaan aku sepenuhnya buat anak aku. Aku gak akan bisa membuka hati untuk siapapun."


Kini Elang yang terdiam, dia pikir perasaan mereka sama. Tapi ternyata Jeff mampu menggantikan posisinya di hati Mika. Wanita yang selama ini mencintainya dan diapun sebaliknya.


Perlahan Elang membawa Mika ke dalam pelukannya, dia tau kalau perasaan Mika sekarang jadi tidak karuan. "Aku ngerti, aku cuma mengutarakan apapun yang selama ini aku pendam, Mik. Kalau kamu gak bisa gapapa, tapi apapun yang terjadi aku akan tetap di sini, sama kamu."


"Kak ... "


"Sstt, udah jangan dipikirin, Mik. Ini kesalahan aku yang dulu gak pernah berani untuk memperjuangkan kamu. Sekarang aku harus menerima resikonya kalau kamu gak mencintai aku lagi."


Sejujurnya Mika tidak menyangkal kalau Elang baik, bahkan dia sangat baik. Kalau dia bisa memilih, dia pasti akan memilih Elang untuk menjadi pendampingnya daripada Jeff. Semua sosok pria idamannya ada pada Elang, tapi entah kenapa Jeff terlaku berpengaruh pada hati Mika. Apa karena janin yang ada di dalam perutnya?


Tapi sejatinya Elang memang tidak akan memaksa, dia sudah mencoba. Kalau hasilnya seperti ini ya dia juga harus berlapang dada. Yang terpenting Elang sudah lega mengungkapkan perasaannya pada Mika.


.


.


.


"Mikaaaaaaaa, kangenn!!" Ucap ketiganya dan lalu memeluk Mika berbarengan. Kebetulan sekali Mika sedang menyiram tanaman sore ini.


"Aaaa manis banget, gue juga kangen kalian kok. Btw aman kan pas ke sini?" Tanya Mika. Karena ya bisa saja mereka diikuti oleh mata-mata Jeff yang katanya sampai sekarang masih berjaga dan mengawasi mereka.


"Aman, Kak Elang emang the best kalau soal beginian," ucap Selena tersenyum puas.


"Bagus, yaudah kalau gitu ayok masuk!"


Mereka berempat pun masuk, terlihat Selena yang datang langsung memeluk Elang dengan erat. Keduanya memang sangat dekat kan, tapi harus berpisah begini karena Elang yang memilih menjaga Mika di sini.


"Kakk, kangen. Mama juga kangen kamu loh, " ucap Selena.


"Kakak kan sekali-sekali pulang. Tapi emang gak bisa lama, tau sendiri di sana ada mafia," canda Elang.


"Kak Jeff sering ngurung diri di ruang kerjanya," lapor Selena pada Elang.

__ADS_1


"Memang apalagi yang dia kerjakan selain itu? Biasanya juga begitu," jawab Elang yang kini fokus pada layar laptopnya.


"Aneh kenapa bisa kak Jeff gak bisa nembus pertahanan kamu, Kak. Dia jadi gila sendiri kalau diliat-liat. Sebenarnya aku kasian tapi aku juga gak ngerti deh jalan pikiran dia."


Elang dan Selena tentu bicara pelan sekali agar Mika tidak mendengar. Karena sensitif, Selena tidak mau kalau sampai Mika kepikiran. Apalagi dia sebentar lagi akan melahirkan, kondisi mentalnya juga harus bagus. Selain fisiknya yang harus kuat, Ibu hamil juga harus mempersiapkan banyak hal termasuk kesiapan mental.


Mika duduk di sofa bersama Tessa dan Caca sembari memperhatikan Selena dan juga Elang. Mika merasa bersalah kalau kerap kali melihat kedekatan Selena dan Elang. Pasti Selena kesepian karena Elang tidak bersamanya.


"Mik, lo gak mau balik aja? Big boss udah frustasi sepertinya," ucap Selena asal.


Mika menggeleng. "Buat apa? Dia stress karena pekerjaannya."


Tessa yang merasakan perubahan itu langsung mencairkan suasana. "Ini kamar kita di mana, kita mau 2 hari loh di sini. Seneng gak?"


"Iyaaa, gue susah ya dapet izin dari bokap. Tapi pas denger mau nemuin lo mereka langsung izinin," timpal Caca.


"Jadi kangen sama nyokap bokap lo," ucap Mika.


"Makanya, cepet lahiran. Setelah itu hidup bebas seperti dulu. Nanti gue bantuin deh jaga keponakan gue yang gemes ini," kata Tessa sembari mengelus perut Mika.


Tessa gemas saja, kok bisa ada manusia kecil yang tumbuh di tubuh Mika yang bisa dibilang kecil. Pasti akan sangat lucu nanti kalau lahir lalu memanggilnya Aunty.


Setelah berbicara panjang lebar, Mika mengantar mereka ke kamar. Dia senang sekali mereka ada di sini, apalagi nampaknya Selena sudah akrab dengan kedua temannya. Semakin memperlengkap kebahagiaan Mika tentunya. Ya meskipun hanya beberapa hari tapi setidaknya dia ada teman bicara selain Elang dan Bi Mirna.


Hai-hai aku mau promosi cerita dulu kali aja berminat baca. Aku ada novel tamat dan on going nih! Kepoin yuk!


1. Pernikahan Putri Sulung dan Putra Bungsu [Tamat akhir bulan ini]



2. My Perfect Husband [On Going dan fast update bulan depan]



3. Life As Ketua OSIS [Tamat]

__ADS_1



__ADS_2