10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Cemburu Tapi Gengsi


__ADS_3


Mika bosan melihat Jeff bekerja, jadi dia memutuskan untuk keluar ruangan. Memang pada dasarnya dia tidak bisa diam, jadi Jeff membiarkannya. Siapa tau Mika juga ingin melihat-lihat kantornya yang mewah ini.


Sepanjang jalan banyak sekali yang menyapanya bahkan menundukkan kepalanya. Padahal Mika tidak senang, sampai akhirnya Mika duduk menghampiri Nana yang sedang mengobrol bersama karyawan lain. Ya beginilah kalau ada waktu senggang, hitung-hitung melepas penat.


"Mba Nana ," panggil Mika.


"E-eh iya, maaf saya sedang senggang jadi saya ke sini," ucap Nana.


Mika terkekeh. "Ihh gapapa, padahal aku mau nyamperin aja soalnya bosen liat Mas Jeff si super duper sibuk itu kerja," cibir Mika.


"Oh begitu, iya pak Jeff banyak kerjaannya. Sini duduk, Nona. Nona juga sedang hamil," kata Nana mengambilkan tempat duduk.


"Nona umur berapa?" Tanya salah satu karyawan yang dia ketahui namanya dari nametag adalah Sintia.


"19 tahun, Mba. Aku baru lulus sekolah," ucap Mika jujur.


"Masih muda loh, kenapa kamu milih menikah? Tapi kalau sama Pak Jeff udah terjamin sih, gapapa udah bagus pilihan kamu," ucap Sintia yang memang biang gosip di sini.


"Tapi, Nona. Apa nona gak bosan liat pak Jeff kerja terus? Saya sih bosan sebagai sekretarisnya," kata Nana jujur.


"Bosen, makanya aku keluar. Masa iya aku liatin Mas Jeff kerja doang. Eh liat mba Nana jadi aku samperin," kata Mika asal.


Mika memang pada dasarnya friendly, jadi dia mudah akrab dengan pegawai di sana. Bahkan menurut mereka Mika enak diajak mengobrol, apalagi Mika menceritakan kebiasaan bossnya di rumah, membuat mereka tertawa.


"Memang tidak ada apa-apa, Nona di kantor. Kenapa nona mau main ke kantor?"


"Mas Jeff yang ajak, masa dia ajak aku ke kantor. Aneh kan? Padahal aku lebih baik di rumah, gak paham. Aku tadi bilang kalau aku gak mau ikut, tapi dia bilang gini. Miki siyi tidik sisi dibintih kimi hiris ikit siyi. Nyebelin kan, Mba terus-"


Mika keheranan karena Nana dan Sintia menyuruhnya berhenti, pandangannya tertuju pada seseorang di belakangnya. Seketika dia cengegesan dan langsung menghampiri Jeff.

__ADS_1


"Ohhhh suami aku udah beres kerjanya, yang paling rajin, ganteng dan gak nyebelin. Coba-coba ini dasinya berantakan loh, Mas." Mika merapikan dasi Jeff lalu kembali tersenyum ke arah Jeff. Padahal jujur saja dia ketar-ketir.


Jeff melirik ke arah karyawannya dan sontak membuat mereka bubar dan kembali bekerja. "Kamu bilang apa tadi?"


"Hahh, engga aku gak bilang apa-apa. Kamu udah selesai kerjaannya? Kenapa keluar?" Tanya Mika mengalihkan pembicaraan.


"Kamu lama keluarnya, ayok ikut lagi." Jeff menarik tangan Mika untuk kembali ke ruangannya. Mika menurut dan hanya memajukan bibirnya. Padahal dia sedang asik mengobrol, tapi Jeff mengajaknya kembali ke ruangan. Memang dasar om-om kaku. Harusnya senang melihat istrinya bersosialisasi.


.


.


.


Menunggu Jeff bekerja membuat Mika mengantuk, akhirnya dia ketiduran di kamar pribadi Jeff. Entah kenapa Jeff merasa tenang bekerja hari ini karena membawa Mika, apa dia harus membawa Mika setiap hari ke kantor?


Jeff menggeleng, pikirannya memang suka mengada-ngada, dia melirik arlojinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Pekerjaannya sudah selesai, waktunya dia pulang ke rumah.


"Mik, Bangun." Jeff duduk di tepi kasur lalu mencoba membangunkan istrinya.


Namun sia-sia saja, Mika malah semakin pulas tidurnya. Perlahan Jeff mengambil ponsel Mika. Niatnya ingin mematikan ponsel itu tapi tiba-tiba dia malah ingin mengecek ponsel Mika.


Banyak sekali pesan masuk dari pria, tapi sepertinya tidak pernah Mika baca. Ternyata gadis kecilnya masih sering diincar oleh banyak lelaki. Sedikit menghela napas, padahal mereka mungkin sudah tau kalau Mika memiliki suami, memang anak remaja sekarang nekad.


Jeff memasukan ponsel Mika ke dalam saku jasnya, lalu dengan cepat dia menggendong Mika dan segera pulang. Dalam perjalanan dia menatap Mika yang sama sekali tidak terusik. Heran saja kenapa gadis kecil sepertinya mampu membuat pikirannya kacau sejak semalam. Entah perasaan apa tapi Jeff merasa dia hanya tidak suka kalah saing dengan Elang.


"Emmhhhh." Mika sedikit membuka matanya saat Jeff menaruhnya di jok, saat dia melihat Jeff menggendongnya dia malah kembali tertidur. Jujur saja dia memang sangat mengantuk.


Jeff ikut masuk ke mobil dan memasangkan seatbel pada Mika. Namun dia menatap Mika saat wajah mereka sekarang terasa dekat. "Mik."


"Hmm."

__ADS_1


Jeff terdiam, dia pernah tau kalau katanya orang setengah sadar akan menjawab jujur. Jadi dia pergunakan itu sekarang untuk menanyakan beberapa hal saat mengetahui Mika menjawab panggilannya.


"Kamu bahagia menikah sama aku?"


"Sedikit." Mika menjawab dengan matanya yang masih terpejam, ya Jeff harus terima resikonya kalau Mika menjawab jujur. Karena dia yang ingin, kan?


"Lebih suka bicara sama Elang atau aku?"


"Ck aku ngantuk, Masss." Mika menggeliat dan mengubah posisinya ke samping.


Jeff mengubah kembali posisi Mika menghadap ke arahnya. "Jawab dulu."


"Kak Elang."


Jeff terdiam, sudah dia duga kan. Itu kenapa dia tidak suka melihat Mika terlalu dekat dengan Elang. Masa dia kalah saing dengan adiknya sendiri. Padahal Jeff suami Mika. Ada perasaan yang benar-benar membuatnya kesal. Bisa-bisanya Mika bicara seperti itu meski sedang setengah sadar. Berarti memang perasaannya besar sekali untuk Elang.


"Kenapa suka bicara sama Elang? Kalau bisa memilih kamu mau menikah sama aku atau Elang?" Tanya Jeff lagi.


Mika membuka matanya. "Gak menikah! Ribet ternyata punya suami, apalagi suaminya kaya kamu. Banyak nanya, aku dari tadi ke bangun loh karena kamu manggil."


Jeff yang kaget langsung kembali ke posisinya, bisa-bisanya Mika begitu. Padahal Jeff meyakini kalau Mika setengah sadar. Mika menatap Jeff dengan tajam, benar-benar menyebalkan sekali om-om ini.


"Kenapa sih kamu nanya kak Elang terus? Emang aku ada bahas-bahas kak Elang? Bapak anak aku itu kamu, yaudah kamu aja suaminya," kesal Mika yang sedari tadi menahan untuk tidak mengumpat pada suaminya.


"Kata-kata itu gak beli loh. Kamu tinggal bilang, Mika sayang aku cemburu soalnya kamu sama kak Elang deket banget. Besok aku di rumah ya nemenin kamu main PS, atau kita liburan biar kamu gak stress, bukannya ngajak aku ke kantor yang bikin bosen."


"Emang kamu mau ya, Mas kalau nanti anak kita lahirannya juga di kantor karena kamu gak ada waktu buat nemenin dia jadi kamu ajak lahiran di kantor?" Tanya Mika menyindir.


Jeff tidak menjawab, dia memilih untuk menyuruh Gerda melajukan mobilnya dan mendengarkan Mika menggerutu karena tidurnya diganggu. Namanya juga perempuan, tidak sampai di sana. Permasalahannya merembet kemana-mana. Membuat Jeff penging juga mendengarnya. Lagian aneh sekali, cemburu kok tidak selesai-selesai.


Melihat Jeff yang terdiam membuat Mika kesal, akhirnya dia memilih untuk memejamkan matanya lagi, percuma memang bicara dengan orang yang gengsinya setinggi langit tapi banyak maunya. Mika hanya berharap kalau dia diberi banyak kesabaran untuk menghadapi Jeffrico Rasendria Dirgantara ini.

__ADS_1


__ADS_2