10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
I Love You, Mika.


__ADS_3


Setelah menidurkan Regan, Mika dan Jeff memilih untuk bicara di balkon. Sebenarnya memang Jeff memiliki hadiah untuk Mika. Tapi akan lebih enak kalau dibicarakan berdua, karena memang Regan tadi juga sedikit rewel karena sudah mengantuk.


Kini Jeff merasa, setiap waktu bersama Mika adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan. Membawanya ke dalam pelukan rasanya seperti memeluk sebuah kebahagiaan yang selama ini tak pernah dia dapatkan dari orang lain. Jeff jadi merasa tidak bersyukur kemarin karena pernah menyia-nyiakan Mika. Ya tapi untungnya itu memang sudah masa lalu, meskipun bayangannya masih sering muncul di sela-sela pikiran.


Berdua seperti ini dan berada di dalam pelukan Jeff sembari menatap bintang, nyatanya senyaman itu. Apalagi sedari tadi Jeff sesekali mencuri ciuman darinya, terkesan lebih romantis dari biasanya. "Kamu mau hadiah apa dari aku?"


Kalau ditanya hadiah, Mika tidak tau ingin hadiah apa. Mengingat Jeff bisa memberikan semuanya, rasanya dia tidak memerlukan hadiah apa-apa. Begini saja sudah cukup. "Kamu inget dan ucapin kaya tadi aja aku udah seneng, Mas. Seneng banget, karena doa dan harapan dari kamu itu jauh lebih penting dari apapun menurut aku sekarang."


"Tapi aku punya hadiah," ucap Jeff yang lagi-lagi mengecup bibir Mika dengan lembut.


"Apa? Hadiah apa?" Mika tersenyum dan menatap senang pada suaminya. Meskipun memang tidak menginginkan apapun, tapi kalau Jeff memberikannya secara inisiatif Mika pasti senang.


Jeff yang melihat sorot mata itu tersenyum, perlahan dia menurutkan tangannya dan mengambil sesuatu dari saku celananya. Setelah itu Jeff mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru ke hadapan Mika.


Mika menatap Jeff lalu mengambil kotak itu dan membukanya. Sebuah cincin berlian keluaran terbaru dan terukir namanya di sana : Aphrodite Mikaella Disera.


Sungguh ini adalah cincin tercantik yang pernah Mika punya. Bahkan dari semua barang yang dia miliki sepertinya ini yang paling cantik. Jeff tersenyum penuh arti, tentu cincin itu bagus. Hanya ada satu karena itu memang dipesan khusus untuk Mika. Bahkan harganya bisa mencapai 2 mobil sport. Tapi Jeff tidak akan memberitahu Mika soal harganya, dia pasti akan mengomel kalau mengetahui itu semua.


"Nama kamu Aphrodite dan menurut mitologi dialah Dewi kecantikan dan penuh cinta. Kecantikannya alami, sama seperti kamu dan bisa membuat siapapun jatuh cinta. Termasuk aku. Itu kenapa cincin ini sangat cantik, karena aku ingin cincin ini juga mengimbangi kamu."


Lengkap sekali penjelasan Jeff, tapi itu membuat Mika tersipu. Mika jadi memikirkan, berapa lama Jeff merangkai kata-kata sampai bisa seindah itu di pendengarannya. "Aku suka, suka banget."


"Suka sama aku?" Tanya Jeff.


"Suka banget!"

__ADS_1


"Aku juga suka!"


Mereka terkekeh, setelah itu Jefff mengambil kotak itu dan memasangkan cincin di jari tengah Mika. Ya tentu karena jari manisnya sudah terpasang cincin pernikahan mereka. Lalu Jeff menciumi punggung tangan gadis itu berulang kali, sungguh dia beruntung sekali memiliki Mika dalam hidupnya.


Aneh memang, mereka seperti dua remaja yang di mabuk asmara. Mungkin kalau Regan melihatnya, dia sudah mnangis karena cemburu melihat kemesraan mama dan papanya tanpa dirinya. Benar-benar indah sekali malam ini, terlebih untuk Mika.


"Ini cincin dari kamu, yang ini juga dari kamu," ucap Mika seraya menunjuk kedua cincin yang ada di tangannya. Bahkan kalung dan anting yang dia kenakan juga semua dari Jeff.


"Memang semuanya harus dari aku, tidak ada yang boleh memasangkannya selain aku. Kamu miliku!" Tegas Jeff yang kini telah membawa Mika kedalam dekapannya. Posesif sekali memang, tapi Mika suka. Itu artinya Jeff mencintai dia, menyayangi dia juga.


Mika membalas pelukan Jeff dengan erat, dia senang sekali malam ini. Padahal kemarin dia tidak pernah berespektasi lebih pada suaminya. Tapi ternyata Jeff sepeka itu. Bagaimana Mika tidak bertambah jatuh cinta padanya.


Senyum yang terukir di bibir Mika malam ini, pokoknya semua karena Jeff. Membuat Jeff juga ikut full senyum saat menatap Mika dari jarak dekat seperti ini. "Sayang."


"Hmm, iya kenapa Mas?"


Satu kalimat itu keluar dari bibir Jeff tanpa ragu, membuat Mika kini mengerjapkan matanya. ini dia tidak salah dengar, kan? Iya dia tau dan mulai merasakan kalau Jeff jatuh cinta padanya, tapi malam ini Jeff mengutarakannya sendiri.


"Masss ... "


"Aku sangat mecintai kamu, Sayang. Mungkin telat untuk kamu, tapi aku hanya ingin mengutarakan semuanya. Semua yang aku rasakan akhir-akhir ini. Kamu tau, hanya dengan membayangkan kamu saja aku tidak bisa fokus di kantor?"


"Aku juga sering merasa berdebar ketika kamu terlihat sangat peduli. Aku selalu merindukan kamu setiap hari sampai aku ingin cepat pulang. Aku tergila-gila sama kamu rasanya," ungkap Jeff.


Dia sekarang nampak terang-terangan mengutarakan perasaannya. Meskipun sebenarnya dia sulit, bahkan untuk mengutarakan ini dia sampai berlatih beberapa kali di kantor. Tapi kalau boleh jujur, Mika kaget. Sampai setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.


Jeff yang melihat itu panik, kenapa juga Mika menangis? memang ada yang salah kah dari pernyataan cintanya? Apa ini tidak sesuai ekspetasi Mika? Dia jadi bingung, memang remaja seusia Mika bagaimana sih mengungkapkan perasaan. "Kenapa nangis, aku salah?"

__ADS_1


Mika tiba-tiba terkekeh dan menyeka air matanya. Lucu saja dia mendapat penyataan cinta dari om-om banyak gengsi seperti Jeff. Dari suami dinginnya, tentu Mika masih menyadarkan dirinya, ini nyata atau bukan? Ternyata memang benar-benar kenyataan. Tentu Mika bahagia.


"Aku gak kenapa-kenapa, gak percaya aja kamu utarain perasaan kamu. Aku kemarin-kemarin udah sangat merasa di cintai kamu dan sekarang aku semakin merasa dicintai. Aku bahagia akhirnya kamu benar-benar jadi milik aku seutuhnya, Mas," Ungkap Mika jujur.


"Aku milik kamu, akan selalu jadi milik kamu. Mulai sekarang aku akan terus mengutarakannya kalau kamu bahagia." Jeff kembali mencium bibir Mika dengan lembut. "Aku sangat mencintai kamu, Mika. Aku mencintai kamu. Jangan pernah berpikir untuk mencintai orang lain selain aku."


"Aku juga mencintai kamu, Mas. Aku mencintai kamu Jeffrico Rasendria Dirgantara."


Mika mengalungkan tangan di leher Jeff, entah ada keberanian apa ia mencium bibirnya lebih dulu, dia juga yang memulai permainan untuk menyesap bibir tebal.menggoda itu. Membuat Jeffrico tersenyum dan merengkuh pinggang gadis itu.


Ciuman itu begitu intens dan ketika mereka sudah sama-sama puas, Mika menjauhkan wajahnya dari Jeff. Membuat Jeff memasang tampang kecewanya. "Kenapa berhenti?"


"Nanti khilaf."


"Khilaf sama aku gak bikin dosa, kita dapat pahala dan bisa buat adek untuk Regan."


Mika mengecupi pipi suaminya, gemas sekali dia pada papanya Regan ini. Papanya yang selalu dijarah agar tidak bisa mamanya peluk. Kini dengan bebas Mika bisa berbuat apapun pada papanya Regan. Karena pemilik kecilnya sudah tidur. "Aku sayang papanya Regan."


"Aku juga sayang mamanya Regan. Untuk itu aku masih ada hadiah untuk kamu."


"Hm?"


Jeff mengambil sebuah amplop dari saku belakangnya, setelah itu memberikannya pada Mika. Dia yakin, Mika pasti senang mendapatkan hadiah keduanya. Dengan penasaran Mika membuka amplop itu dan isinya adalah tiket liburan ke Yogyakarta.


"Kamu kenapa tau aku suka kota Jojga?" Gumam Mika yang merasa terharu mendapatkan hadiah ini.


"Tessa dan Caca bilang kamu suka di sana, aku ingin jadi salah satu moment indah kamu di kota itu bersama Regan juga. Kita hanya akan berangkat bertiga, dengan keluarga kecil kita. Kamu mau?"

__ADS_1


Dengan cepat Mika mengangguk, tentu sangat mau. Apalagi ini memang pertama kalinya Jeff mengajak Mika jalan-jalan setelah sekian purnama. Sudah pasti Mika sangat ingin. "Kalian akan jadi moment terindah!" Mika kembali memeluk Jeff dengan erat dan setengah dari malam ini memang mereka habiskan untuk saing memeluk satu sama lain.


__ADS_2