
Bahwa mungkin memang bahasa cinta seorang Jeff adalah memberikan banyak hal untuk Mika, kalau bisa dunianya dia berikan akan dia berikan, sayangnya dia hanya bisa menjadikan Mika dunianya, menjadikan wanita itu tempat pulang, menjadi tuju kala semua hal terasa buntu. Mika bukan manusia yang sempurna, tapi karena ketidaksempurnaannya itu dia menjadi tempat ternyaman untuk pulang, menjadi tempat terbaik untuk mengistirahatkan diri dari penatnya hiruk-pikuk dunia.
Rumah tidak selalu berbentuk bangunan, semenjak ada Mika di dalam hidupnya, Jeff jadi merasa punya tempat pulang. Keluarganya baik-baik saja dan sangat harmonis, tapi memang ketika Mika masuk ke dalam hidupnya, kehidupan Jeff jadi terasa jauh lebih baik.
Hubungan ketika dijalani dengan segenap jiwa dan raga ternyata akan menjadi hubungan yang sehat, Jeff berjuang dan Mika adalah seseorang yang selalu menghargai perjuangan tersebut. Karena beberapa yang berakhir bukan karena memang mau berakhir, tapi karena tidak adanya perjuangan dari salah satu atau kedua belah pihak
Seseorang yang Mika butuhkan adalah dia yang selalu bisa dipeluk ketika dia butuh peluk, seseorang yang selalu bisa diandalkan saat dia ingin mengandalkan orang lain, hidup memang soal diri sendiri, tapi kepada Jeff akhirnya dia butuh, selain karena terbiasa bersama ya karena memang Jeff adalah sandaran hidupnya sekarang ini.
Mika mengelus tangan Jeff yang memeluk tubuhnya, Jeff selalu posesif dan karena Mika juga mencintainya jadi mereka sampai di tahap posesif yang tetap membuat nyaman, kalau Jeff yang posesif, Mika mungkin tidak akan pernah mempermasalahkan itu.
Hadiah-hadiah dalam hidup yang Jeff berikan adalah hal pertama yang Mika miliki dengan memiliki harga sangat tinggi, bahkan tak ternilai harganya.
"Makasih ya, Mas. Udah kasih aku banyak hal yang nggak pernah aku dapetin sebelumnya," ucap Mika.
Walaupun hubungan mereka adalah hubungan yang jelas sekarang, hubungan yang mereka sama-sama tahu bahwa ada ikatan di antara mereka, tatap saja Mika tidak akan pernah bosan dengan ucapan terima kasih untuk sang suami, Jeff adalah sebuah kesempurnaan untuk Mika yang kehilangan dirinya sendiri.
"Apa yang aku kasih ke kamu bahkan lebih dari apa aku dapetin dari kamu, semoga kita selalu bisa saling ya," ucap Jeff, karena dia tidak akan pernah siap jika harus asing bersama Mika, kalau bisa mereka selalu sebaik ini.
Mika semakin mengeratkan pelukannya atas tangan Jeff yang melingkar di tubuhnya, berusaha menyamankan dirinya di sana.
"Jadi apa yang aku kasih ke kamu sama sekali nggak ada apa-apanya, love you." Jeff mencium puncak kepala Mika, hal yang akan selalu dia lakukan untuk meyakinkan Mika bahwa sebesar itu perasaannya untuk Mika.
__ADS_1
Selalu sangat baik mood keduanya di pagi hari kalau menghabiskan malam dengan quality time. Kata orang ketika membahagiakan istri, maka seorang suami juga akan bahagia, Jeff membuktikan itu, dia selalu berusaha memberikan yang terbaik yang bisa dia berikan untuk Mika dan akhirnya dia juga bisa merasakan seluruh kebaikan itu.
"Pinter banget makannya," kata Jeff saat melihat Regan dengan lahap menyambar makanan yang Mika sodorkan, seperti anaknya itu memang sedang kelaparan.
"Iya dong, Pa. Regan selalu pinter karena gak mau buat mamanya kecewa. Dia gak pernah buat aku kecewa sih, dia selalu jadi kebanggaan aku yang selalu bisa buat aku ingin menunjukkan sama siapapun kalau Regan anak aku."
"Regan mau cepet gede juga Papa!" Mika menirukan suara Regan, karena memang anak mereka ini sangat pintar, makanya semakin hari badannya semakin berisi, Mika selalu bangga, ini adalah pengalaman pertamanya mengurus bayi tapi berat badan Regan setiap bulannya mencapai target.
Dokter anak yang menangani Regan selalu mengatakan bahwa Regan tumbuh dengan baik. Jeff ikut duduk di meja makan karena dia juga harus sarapan pagi dan mereka mulai membiasakan Regan untuk makan bersama, agar Regan juga tahu kalau sedang di meja makan dan sedang duduk di kursi makan maka waktunya makan.
Karena anak pada dasarnya adalah peniru ulung, jadi sebisa mungkin mereka harus menunjukkan hal-hal baik untuk Regan. Jeff melihat bagaimana interaksi Mika dengan Regan, melihat bagaimana Mika sangat menyayangi anak mereka, bagaimana Mika berusaha memberikan segala hal yang baik.
"Kalau misal suatu saat aku pengennya Regan jadi dokter, boleh gak?" Tanya Jeff, hanya sebuah pancingan agar pagi ini mereka punya bahan untuk diobrolkan. Karena di rumah ini juga sangat sepi hanya ada keluarga kecil mereka.
"Tapi, kalau anaknya gak mau? Dan aku paksa dia? Boleh gak?" Tanya Jeff lagi.
Mika menghela napasnya kemudian menatap Jeff. "Dipaksa itu nggak enak Mas, kamu tau itu." Mika memilih jawaban paling bijak menurutnya karena bagaimanapun ya sebagai orang tua mereka tidak ada hak mengatur kehidupan Regan sampai se-begitunya, Regan berhak menjalani sesuatu yang dia sukai.
"Kaya kita ya?" Tanya Jeff, karena memang mereka bahkan berada di sini untuk sebuah keterpaksaan terlebih untuk Mika. Mika hanya diam karena Jeff sendiri pasti sudah tahu jawabannya dan Mika tidak merasa perlu menjelaskan apa pun.
"Jadi, Regan gak boleh dijodohin nanti?" Tanya Jeff, tentu saja ini hanya obrolan santai berisi hal kosong, tidak seingin itu sebenarnya Jeff mengatur kehidupan Regan, untuk apa juga?
"Ya engga lah, biarkan dia mencari sendiri. Semua hal yang ada di dalam hidup Regan aku cuma bakal dukung, nggak bakal ikut campur terlalu jauh." Mika menjelaskan, mungkin suatu saat kalau Regan terkena masalah barulah dia akan
__ADS_1
turun tangan, tapi kalau harus ikut campur dalam urusan yang sebenarnya bukan masalah maka sebisa mungkin Mika akan menahan dirinya.
Jeff mengangguk-anggukkan." Tapi ada banyak loh relasi aku yang punya anak perempuan, kalau sama mereka mungkin hidup Regan akan terjamin," jelas Jeff, kurang ajar sekali memang bapak-bapak satu ini.
Memang kurang terjamin apalagi kehidupan Regan? Mika juga yakin kok kalau suatu saat nanti anaknya juga akan sukses seperti ayahnya, seperti Jeff. Dia akan sukses dengan hasilnya sendiri.
"Aku lebih memilih untuk mempersiapkan Regan berani menghadapi masa depan, daripada memaksa dia untuk menerima seseorang yang dia gak mau sebenarnya," jelas Mika.
"Kamu menerima aku pada akhirnya." Jawaban realistis dari seorang Jeff, karena kan memang benar adanya, mereka akhirnya bisa begini karena awal sebuah keterpaksaan. Jeff dipaksa menikah dan Mika dipaksa memenuhi janjinya. Entah apa juga yang akan dia ceritakan pada Regan nanti kalau mereka menikah karena sebuah janji konyol yang dipaksakan oleh Jeff.
"Tapi, gak semua hati bakal sama, gak semua kisah akan berjalan sama kaya kisah kita dan gak akan semua perempuan memaafkan masa lalu kamu kaya aku." Mika menjelaskan, Jeff harus ahu bahwa tidak mudah juga untuk mereka sampai di titik ini.
Jeff kembali mengangguk-anggukkan kepalanya, benar apa yang Mika katakan bahwa tidak semua hal akan berjalan sama.
"Aku akan mempersiapkan Regan untuk lebih berani menghadapi semua ini, dia akan jadi sosok pemberani bukan sosok yang bergantung sama siapa pun. Akan aku pastikan kalau relasi kamu gak penting untuk pertumbuhan Regan, dia yang akan jadi manusia berpower yang akan membuat orang lain membutuhkannya," jelas Mika. Lihat saja bagaimana Mika menjadi seorang ibu nantinya, dia akan memberikan semua yang terbaik yang bisa dia berikan.
Jeff bangga sekali mendengar jawaban Mika, bahkan mungkin kalau tidak bersama Mika, Jeff akan menjadi sosok yang paling menyesal di dalam hidupnya, Mika sebaik itu menjadi ibu untuk anaknya.
Jeff lagi-lagi tak bisa menahan dirinya, dia kemudian bangkit dan mencium puncak kepala Mika.
"Keren banget emang mamanya
Regan!"
__ADS_1
Bukan keren sebenarnya, tapi ya itu kewajiban seorang Ibu. Memberikan apa-apa saja yang terbaik untuk anaknya di masa depan dan Mika mau memberikan semua itu pada Regan. Regan harus merasa beruntung di setiap dia bernapas, apalagi untuk mengakui betapa beruntungnya dia mempunyai seorang Mika dalam hidupnya.