
Mika ikut tidur bersama Regan saat Regan tidur tadi selepas Jeff berpamitan untuk kembali ke kantor. Ya seperti biasa, kalau Jeff luang dia akan pulang dulu dan menyempatkan diri bermain dengan Regan.
Regan bangun terlebih dahulu dan akhirnya Mika juga ikut terbangun, hari sudah gelap dan Mika melihat ke luar jendela, benar-benar sudah gelap, tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda kepulangan Jeff.
"Kenapa sayang?" Tanya Mika.
"Mau mandi," jawab Regan, Mika kemudian menganggukkan kepalanya. Benar juga karena mereka tidur dari siang jadi lumayan gerah. Mika lantas bangkit dan kemudian membawa Regan ke kamar mandi, dia juga mau mandi bersama dengan anaknya itu.
Sebenarnya agak khawatir dengan keberadaan Jeff karena masih belum pulang, tapi memutuskan untuk tidak bertanya apa pun karena ya selama ini juga Jeff sangat jujur, Jeff tidak pernah berbohong dengan apa pun yang dia lakukan di luar sana.
Mika fokus memandikan Regan dan membersihkan tubuhnya sendiri juga. Setelah selesai dia kemudian memakaikan baju untuk Regan, dia juga tidak tahu sekarang harus apa?
"Boleh main lagi, Ma?" Tanya Regan.
"Engga dong sayang, udah malam, waktunya tidur." Walaupun sebenarnya mereka baru saja bangun tidur, tetap saja sudah malam mereka harus tidur lagi malam ini, Regan harus tidur agar jam tidurnya tidak berantakan.
"Papa?" Tanya Regan. Mika terdiam sejenak, tidak biasanya memang suaminya itu pulang sampai larut malam, biasanya kalaupun pulang terlambat pasti akan mengirimkan kabar, akan mengirimkan pesan bahwa dia sedang ngopi mungkin bersama
teman-temannya.
"Papa masih di kantor, nanti pasti pulang, kamu tidur aja, sama Mama di sini." Mika memeluk tubuh Regan, sudah mau empat tahun tapi memang kebanyakan waktu Regan habiskan bersama mama dan papanya.
Akhirnya Regan tidak bertanya lebih lanjut, Mika langsung menepuk-nepuk pundak anaknya itu agar semakin tenang, dia sendiri juga berusaha menyamankan dirinya. Saat Regan sudah tidur, Mika masih belum bisa tidur, akhirnya dia mencari keberadaan ponselnya untuk menghubungi Jeff.
Mas di mana?
Lagian ngumpul sama temen-temen?
Kalau iya, aku tidur duluan, aku tidur sama Regan.
Maaf gak nunggu kamu.
Selamat malam.
Love you.
Kemudian Mika meletakkan kembali ponselnya dan kembali berusaha memejamkan matanya, dia sudah izin untuk tidur duluan, jadi sekarang perasaannya jauh lebih lega.
.
.
__ADS_1
.
Untuk pertama kalinya selama mereka menjalani hubungan rumah tangga, baru hari ini Jeff pulang
dalam keadaan mabuk. Iya, dia bahkan harus dipapah oleh Gerda untuk masuk ke dalam rumah, Mika terkejut sekali dan akhirnya meminta Gerda membawanya ke kamar lain karena di kamar mereka ada Regan yang sudah tertidur lelap.
Ada apa sebenarnya dengan sang suami? Selama ini Mika mengira bahwa Jeff adalah manusia yang lurus-lurus saja, tidak mau mabuk atau pulang sepagi ini, ini jam 3 subuh dan Jeff baru sampai di rumah.
Mika berkacak pinggang menatap sosok yang masih terbaring di atas kasur, suaminya itu masih memakai baju lengkap. Mika kemudian menghela napas, karena bagaimanapun itu adalah suaminya, akhirnya Mika maju dan melepaskan sepatu serta kaus kaki yang terpasang di kaki sang suami.
Dia juga melepaskan kemeja yang masih membungkus tubuh suaminya itu, karena memang Jeff di kantor sebelumnya, tapi tidak pulang-pulang.
"Hmmmm." Jeff kemudian mulai bergumam.
Mika menatap suaminya, mereka sama sekali tidak ada masalah, kalaupun ada masalah di kantor biasanya Jeff langsung cerita ke Mika, sekarang ini Jeff kenapa? Kenapa bisa sampai begini?
"Mas..." Mika sampai tidak bisa berkata-kata. Jeff hanya bergumam dan sekarang meringkuk, memeluk dirinya sendiri, apa Jeff mulai lupa kalau ada Mika di dalam hidupnya? Ada Mika yang kapanpun bisa menjadi tempat cerita, bahkan menjadi tempat pulang untuk Jeff?
Mika menghela napasnya, berusaha tetap tegar dan tetap berpikiran positif, dia tidak mungkin langsung menyimpulkan hanya karena Jeff baru satu hari pulang dalam kondisi yang seperti ini.
Dia tidak tahu apa yang sedang Jeff hadapi dan tidak tahu siapa saja yang menjadi teman-teman Jeff, siapa tahu saja memang tadi Jeff sedang berkumpul dengan teman-temannya. Mika kemudian berdiri, karena untuk apa juga dia berada di sana?
Lebih baik menemani Regan di kamar mereka, karena Regan juga sudah lelap, pasti nanti akan mencari Mika.
Fatal sih sebenarnya, tapi mau marah juga Mika harus bagaimana? Apa yang bisa dia lakukan Mika bangun seperti biasa, menyibukkan dirinya di dapur untuk memasakkan sarapan, padahal biasanya dia memasak dia membiarkan Jeff bersiap dulu untuk berangkat bekerja, tapi sekarang kenapa?
Jeff terbangun dan sadar kalau kepalanya sangat pusing, dia memaksakan diri untuk bangkit dari tidurnya dan langsung mencari keberadaan Mika.
"Sayang ... "
Mika masih diam, karena dia masih tidak tahu bagaimana dia harus bersikap di hadapan Jeff dan yang lainnya.
Tapi ternyata Mika tak sebaik itu menyembunyikannya, mertuanya tau kalau keduanya ada masalah. Apalagi melihat Jeff semalam mabuk, iya Mona terbangun. Tapi dia tidak boleh ikut campur. Begitu juga dengan Elang dan Selena. Meskipun mereka juga bertanya-tanya. Pokoknya mereka seolah memberi ruang untuk keduanya. Jadi setelah selesai sarapan mereka pergi ke rutinitas masing-masing.
"Kamu marah?" Tanya Jeff, Jeff sadar sepenuhnya kalau dia sudah melakukan sebuah kesalahan, dia menyadari bahwa dia salah, Mika pasti marah.
Mika hanya menggelengkan kepalanya, justru ketika Mika berusaha menyibukkan dirinya seperti itu, Jeff semakin khawatir dengan keadaan istrinya itu, karena yang Jeff lakukan adalah sebuah kesalahan dan mereka belum pernah bahas apa saja hal yang tidak bisa Mika toleransi, mungkin mabuk adalah salah satunya.
"Sayang..."
Jeff mendekat dan berusaha menjangkau Mika, tapi dengan sigap Mika menjauh, dia tidak mau didekati karena jujur Jeff masih bau minuman.
"Aku lagi sibuk Mas, mending kamu mandi dulu sana, nanti selesai mandi langsung sarapan, hari ini kamu masih harus ke kantor, kan?" Tanya Mika.
__ADS_1
Sepanjang dia melontarkan pertanyaan tersebut, Mika berusaha untuk tidak menatap mata suaminya, berusaha tetap teguh pada pertahanannya.
Jeff menatap Mika sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya, karena ya Mika berhak marah, Mika berhak mengekspresikan semua ini, dia kesal karena memang kelakuan Jeff cukup menyebalkan.
Jeff akhirnya berbalik dan meninggalkan Mika di dapur, Mika sendiri juga terdiam sejenak, karena kalau tidak ada masalah Jeff tidak mungkin sekalut itu dan kalaupun ada masalah, kenapa bukan Mika yang menjadi tempatnya mencurahkan semuanya?
Iya, Mika mungkin hanya bisa menjadi pendengar, tapi dia pastikan bahwa dia akan memberikan pelukan terbaiknya.
.
.
.
Akhirnya mereka duduk berdua di meja makan, tidak akan pernah ada yang mengganggu kalau suasana rumah tangga keduanya sedang tidak baik. Regan juga diajak main oleh Selena yang memang libur, mereka bermain di kamar atas jadi rasanya kalau diam begini Regan tidak akan melihat.
Mika memutuskan untuk tidak memulai apa pun, dia melayani suaminya dengan baik, mengambilkan makan dan memberikan semua yang Jeff butuhkan.
"Aku minta maaf." Bahkan sebelum Mika marah, Jeff sudah meminta maaf duluan. Karena Jeff sadar kalau dia salah, dia sadar kalau keterdiaman Mika karena ada sesuatu yang Mika rasa salah, agak aneh juga kalau seseorang tiba-tiba diam saat sebenarnya tidak menjelaskan ada sesuatu yang salah.
"Aku minta maaf kalau kamu kaget, aku minta maaf kalau kamu gak ngerti apa yang terjadi sama aku. Teman-teman ajak aku nongkrong, tapi habis itu minum juga, jadi ya gitu," jelas Jeff.
Apa Mika puas? Tentu saja tidak!
Mana mungkin dia bisa puas dengan penjelasan yang sebenarnya rancu begitu. Mika hanya menganggukkan kepalanya, hal yang semakin membuat Jeff mau gila rasanya, bagaimana mungkin dia bisa biasa saja saat sosok di hadapannya hanya menanggapi seadanya?
"Kamu marah?
"
"Gimana aku gak marah? Saat kelihatannya kamu banyak masalah,btapi yang pertama kamu datanginbukan aku! Aku nggak pernah mendapati kamu pulang dalam keadaan mabuk dan hari ini kamu mabuk Mas, kamu sampai nggak sadarkan diri, kamu pulang pagi!" jelas Mika, wajar bukan Mika marah?
Di matanya Jeff adalah manusia yang nyaris sempurna, jadi satu kecacatan membuat Mika berpikir keras, sebenarnya apa yang salah dengan dirinya? Sampai Jeff begini?
Rumah tangga mereka sedang adem-ayem dan Jeff malah berulah, malah melakukan sesuatu yang benar-benar di luar dugaan seorang Mika. Mika hanya manusia biasa, wajar sekali dia terkejut dan marah karena suaminya mabuk-mabukan.
Tidak masalah nongkrong, tapi sewajarnya saja seharusnya. Jeff menarik napasnya, iya dia salah, jadi tidak perlu ada pembelaan lebih lanjut, dia hanya harus menyadari kesalahannya dan tidak mengulang apa pun di masa depan nanti.
"Aku minta maaf, untuk semua hal yang membuat kamu merasa kesal sama aku, aku minta maaf, Sayang," ucap Jeff, dia tidak akan membantah dan tidak akan melakukan pembelaan diri, dia salah.
"Aku salah, salah banget malah," ucap Jeff. Mika masih diam, dia harus apa saat seseorang meminta maaf?
Memaafkan, kan tidak selalu harus diucapkan atau diungkapkan, yang penting di dalam hatinya, Mika sudah memaafkan, biarlah hanya Mika yang tahu.
__ADS_1
"Maaf sebagai suami, aku selalu mengecewakan."