
Waktu berlalu, hubungan keduanya semakin baik setiap harinya. Hari-hari Mika lalui dengan keikhlasan, menjadi ibu yang baik untuk Regan dan menjadi istri yang baik untuk Jeff. Sejak awal hubungan mereka, Mika hanya selalu merasa bahwa mungkin mereka tidak akan pernah bisa berasil, apalagi semuanya bermula dari banyaknya penolakan Mika dalam hubungan mereka.
Tapi ternyata, bahkan mereka berhasil melalui semuanya, di mana Mika bisa melahirkan anak sebagai penerus seorang Jeff yang membuat hubungan mereka semakin membaik.
Segalanya bertambah baik semakin ke sini. Melalui berbagai fase di mana menikah, melahirkan Regan dan kemudian menemani Regan dari tidak bisa apa-apa, sampai akhirnya mulai makan dan kemudian usianya sudah tiga tahun sekarang.
Mereka sedang berada di acara ulang tahun Regan, tema hari ini adalah hutan, jadi papa Jeff menjadi tarzan, sementara mama Mika cosplay menjadi macan dan Regan sendiri memakai kostum gajah, agak-agak aneh tapi memang Regan kelihatan sangat happy dengan apa yang terjadi.
Acara seperti ini sebenarnya acara yang menyenangkan untuk Mika, mungkin karena apa yang pernah terjadi di masa lalu di dalam hidupnya, jadi Mika benar-benar seolah menikmati setiap acara yang mereka berikan untuk Regan, bahkan beberapa mainan yang mereka belikan untuk Regan kebanyakan Mika yang main.
Jeff menatap sang istri, semuanya akan dia berikan pada Regan karena Mika ikut bahagia dengan semua hal yang Jeff berikan untuk Regan, jadi ketika dia berusaha untuk membahagiakan satu orang, dia malah membahagiakan dua orang paling berharga di dalam hidupnya.
"Bahagia sayang?" Tanya Jeff, karena bagaimanapun memang hal yang paling ingin Jeff pastikan adalah kebahagiaan Mika.
Mika menganggukkan kepalanya, karena memang dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, yang ulang tahun Regan, tapi yang benar-benar bahagia adalah Mika.
"Bahagia banget, karena Regan udah besar," jawab Mika, di samping Regan yang memang sudah besar, tapi dia bahagia dengan momen kebersamaan begini dengan teman-teman yang lain juga. Jeff kemudian mendekat dan mencium kening Mika.
Acara dengan tema hutan ini didatangi oleh teman-teman dekat mereka, padahal Mika mengira bahwa dirinya sudah tidak punya teman selain Tessa dan Caca, tapi ternyata masih banyak yang mau datang dan mendoakan kebaikan untuk Regan.
Lebih mencengangkan lagi Tessa datang bersama Elang, membuat kebahagiaan Mika rasanya lengkap sekarang. Elang sudah bisa melupakannya dan bersama sahabatnya dan dia mengenal baik.
Belum lagi hubungan Caca dengan Gerda, semuanya terbentuk secara kebetulan. Karena Jeff meminta Gerda mengantarkan teman istrinya itu untuk pulang ke rumah kala itu, jadi memang semuanya terbentuk dan menjadi suatu ikatan.
Jangan tanyakan soal Selena, karena Selena juga menikmati hidupnya bersama Edgar. Banyak yang terjadi memang beberapa tahun ini dan semuanya membuat Mika happy.
"Banyak banget yang sayang dan doain Regan," ucap Mika.
Jeff menganggukkan kepalanya, karena memang dia juga bersyukur dengan itu, dia bersyukur dengan banyaknya yang hadir hari ini. Dan seluruh acara berjalan lancar, Mika bisa tertawa lepas dengan keluarganya sendiri baru hari ini, setidaknya itulah yang Jeff lihat. Regan benar-benar menjadi pemersatu bangsa di antara Mika dan keluarganya, juga Mika dengan banyak hal di dalam hidupnya, Regan benar-benar merubah hidup Mika, membuat Mika berdamai dengan berbagai hal yang ada di dalam hidupnya.
__ADS_1
Setelah acara selesai, di sinilah mereka. Di kamar Regan yang penuh dengan banyaknya kado. "Banyak banget hadiahnya." Mika takjub sih melihat tumpukan kado ini.
Jeff juga ikut excited dengan apa yang mereka dapatkan dari acara ulang tahun Regan, karena tidak menyangka kalau yang sayang dengan Regan benar-benar sebanyak itu. Padahal di ulang tahun yang pertama dan ulang tahun kedua, mereka memutuskan untuk tidak membuat acara apa pun karena merasa Regan masih belum mengerti dan merasa bahwa mereka baiknya membuat acara yang intimate, acara yang memang hanya ada mereka di dalamnya.
"Aku seneng banget karena banyak yang sayang sama Regan." Mika menghapus air mata di ujung matanya, karena dia terharu dengan apa yang sudah terjadi, dia terharu dengan bagaimana orang-orang memberikan waktu dan gift untuk Regan, bahkan Giorka mantan Mika yang beberapa Minggu ini menjadi sorotan Jeff karena dia bekerja di perusahaan Jeff.
Entah bagaimana ceritanya mereka bisa kembali berbaikan, yang pasti Giorka datang dan seolah ikut mendoakan yang terbaik untuk Regan dan momen itu adalah hal yang benar-benar membuat Mika terharu.
Beberapa teman lama, seseorang yang hampir dijodohkan dengan Jeff juga datang dan membawa doa terbaik mereka, membawa harapan baik untuk Regan di masa depan.
Pokoknya hanya ada kebahagiaan di dalam hati Mika saat mengingat Regan se-dicintai itu oleh banyak orang. Jeff menganggukkan kepalanya, kado Regan memenuhi kamar anak mereka itu dan malam ini Regan pasti akan tidur bersama dengan mereka.
"Tapi pas lahir juga hadiahnya banyak sih, kayaknya emang hidupnya Regan bakal hoki terus," kata Mika, ya alhamdulillah kalau kehidupan Regan dilingkupi banyak keberuntungan, karena Mika sebagai ibu akan ikut beruntung saat Regan mendapatkan keberuntungan di dalam hidupnya.
"Kita buka sekarang, boleh ya Mas?" Tanya Mika, karena dia benar-benar membara hatinya untuk membuka kado-kado milik Regan. Karena membuka kado akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, menjadi sesuatu yang mungkin bisa dikatakan sebagai penyembuh suasana hati Mika. Karena penasaran dengan apa isi di dalamnya dan mendapatkan sesuatu yang tidak disangka-sangka pasti menyenangkan.
"Tapi, anaknya tidur, entar nangis lagi." Jeff usianya sudah di atas kepala tiga, tapi kelakuannya memang kurang lebih sama dengan Mika. Karena di antara mereka bukannya Mika yang mengikut dengan Jeff menjadi dewasa, tapi malah Jeff yang mengikut ke Mika menjadi lebih muda, semakin muda malah, karena pengaruh bahwa anaknya juga masih kecil sepertinya.
"Kamu pengen banget ya?" Tanya Jeff, tapi masalahnya Regan sudah tidur dan memang ini semua milik Regan, jadi Regan yang lebih berhak untuk membuka semuanya. Masa mamanya tidak mau mengalah dengan anaknya?
Mika menganggukkan kepalanya, seperti anak kecil dan bukannya kesal, Jeff malah merasa gemas dengan itu, dia gemas dengan kelakuan sang istri. Mungkin level tertinggi dari mencintai adalah bukannya merasa ilfeel dengan kelakuan aneh orang itu tapi malah sangat bersyukur karena dia masih mau menunjukkan sisi anehnya.
"Ya udah, tapi gak usah semua ya?" Tawar Jeff memastikan, karena tetap saja Regan harus punya momen membuka kado ulang tahunnya beberapa. Entah kenapa Jeff malah kelihatan seperti bapak-bapak yang memberikan keputusan untuk anaknya.
Mika langsung menganggukkan kepalanya, benar-benar kelihatan seperti anak kecil yang sangat bersyukur setelah mendapatkan izin dari orang tuanya. Mika berjalan mendekat dan mulai membuka kado. Padahal kado-kado tersebut juga kebanyakan isinya adalah mainan anak-anak, tapi setiap Mika Membuka isinya dia tetap merasa senang, dia bahagia dengan apa yang dia dapatkan.
"Wah lucu banget," kata Mika setelah mendapati sebuah mainan berbentuk alien, lucu karena bentuk wajahnya lucu.
"Kaya kamu." Candaan Jeff yang sebenarnya semakin ke sini semakin terasa garing tapi entah kenapa Mika tidak pernah ilfeel dengan itu.
Mika kembali melanjutkan kegiatannya, kembali melakukan semua hal yang dia sukai, membuka beberapa kado yang menurutnya dia penasaran dengan isinya.nSampai akhirnya dia terdiam.
__ADS_1
"Regan dapet motor sport dari orang tua aku," ucap Mika, yang dia buka isinya kunci motor.
Jeff membelalakkan matanya. "Kayanya kado termahal yang pernah orang tua aku kasih."
Regan mendapatkan hadiah tidak terduga, masalahnya ini bukan motor mainan, tapi motor yang sebenarnya, motor.
Regan tidak hanya menjadi warna dalam kehidupan Mika dan Jeff, tapi juga menjadi terang di tengah polemik kehidupan Mika ibarat kata Regan adalah pemersatu bangsa.
"Alhamdulillah," kata Jeff, apalagi yang bisa mereka lakukan? Mereka hanya harus bersyukur dengan semua yang sudah mereka dapatkan, yang sudah Regan dapatkan.
Bersyukur karena memang di dunia ini ada banyak sekali yang menyayangi Regan, ada banyak sekali yang peduli pada Regan.
"Tapi, Regan mana bisa pake, berapa tahun lagi coba? Empat belas tahun lagi." Mika mengedikkan bahunya, mungkin empat belas tahun lagi motor sportnya sudah menjadi barang antik.
"Ya udah gak apa-apa, simpen sampai Regan benar-benar siap dan bisa," ujar Jeff, Jeff memang selalu menjadi yang lebih bijak, menjadi yang lebih tenang untuk menenangkan Mika. Mika menganggukkan kepalanya, ya tidak masalah
Sebenarnya mendapatkan hadiah dari kedua orang tuanya, orang tuanya berusaha memberikan yang terbaik untuk Regan. Maka Mika hanya akan merasa bersyukur, sebab mungkin itu adalah cara mereka untuk menebus rasa bersalah pada Mika sebelumnya karena pernah meninggalkan Mika. Mika kembali melanjutkan membuka kado.
"Dari Giorka," kata Jeff. Mika berusaha untuk tetap tenang di tempatnya, berusaha untuk kelihatan tidak terusik sama sekali, berusaha untuk santai saja menghadapi semua ini. Karena ya mendapat kenyataan kalau Giorka masih menginginkannya kemarin membuat huru-hara juga di kehidupan Mika.
Jeff kemudian membuka bungkusannya dan mendapati mobil-mobilan di dalamnya." Ternyata dia masih bersedia berdamai sama mantan," ucap Jeff, untuk urusan menjahili Mika soal mantan jangan ditanya, Jeff tetap masih sama, bijaknya hanya pada hal-hal serius saja.
Jeff kemudian mengedikkan bahunya meletakkan hadiah dari Giorka ke jajaran hadiah yang sudah dia buka sebelumnya. Mika juga mengedikkan bahunya, karena ya memangnya salah? Mereka adalah manusia, mahluk sosial, kalau Jeff saja berhak masih berhubungan dengan mantannya saat SMA kenapa Mika tidak? Toh mereka sama-sama diundang kemarin.
Namanya manusia, harus tetap menjaga silaturahmi, suatu saat entah sengaja atau tidak, mungkin mereka akan tetap saling membutuhkan.
"Mantan kamu juga pada datang, keluarga Jeara juga mengirim hadiah ," balas Mika, tentu saja jiwa muda seorang Mika tetap tidak mau kalah, kalau Jeff sudah mulai membahas soal mantan, maka jangan salahkan Mika mengungkit hal yang sama juga.
Jeff mengangguk-anggukkan kepalanya, tidak ada salahnya, bukan? "Ya udah, kan emang beberapa diundang, jadi wajar kalau datang," jawab Jeff.
"Iya wajar, namanya juga mahluk sosial, makanya kamu jangan iseng ngata-ngatain aku!" Kesal Mika. Memang ada-ada saja pria satu ini, selalu saja bikin naik darah.
__ADS_1
Jeff terkekeh, ya bagaimana ya? Dia senang saja kalau usil pada Mika, wajahnya itu loh menggemaskan. Minta Jeff cium saja gadis belia ini. Meresahkan.