10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Om, Iphone


__ADS_3


Setelah membuat Mika menikmati permainannya kini tangan Jeff berhasil melepas piyama tidur Mika dan membuka kaitan branya lalu membuang ke sembarang arah. Tangannya bergerak meremas bagian kenyal yang sangat pas di dalam genggamannya.


Mika semakin meremang ketika Jeff memainkan lidahnya dipucuk dadanya, untuk beberapa menit Jeff masih bermain-main dengan kedua benda yang kini menjadi kesukaannya, sepertinya itu titik sensitif Mika. Perlahan tangan Jeff turun dan menarik celana tidur Mika beserta dalamnya. Tidak tau dilempar kemana, Jeff tidak mempedulikan hal itu.


Mulutnya kini berpindah ke yang satunya, dia harus adil pada duanya, kan? Tangannya juga tidak tinggal diam dia mengusap area bawah Mika dengan lembut, membuat sensasi baru yang kini dirasakan kembali oleh Mika. Di sana memang sudah basah, tapi perlu lebih basah lagi agar semakin lancar saat nanti memasukan miliknya. Sedikit sakit saat Jeff memainkan jari-jarinya di sana, namun perlahan dia menikmatinya juga.


"Om, eunghh." Tubuhnya menggeliat, menahan gelombang pertamanya yang keluar akibat ulah Jeff. Jeff yang merasa Mika sudah datang tersenyum lalu kembali menjamah dan menciumi tubuh istri kecilnya.


Ciuman itu semakin turun dan kini dia mengecup pelan bagian bawah Mika. Dengan lembut tangannya membantu Mika menekuk lutut dan melebarkan pahanya. Sesaat dia memperhatikan bentuknya, putih, mulus dan ditengahnya berwarna pink yang berselimut bulu-bulu tipis. Jeff tersenyum dan menghirupnya sesaat, aromanya begitu wangi, membuat milik Jeff kini menegang.


Mika sedikit melenguh ketika merasakan napas Jeff di bagian inti miliknya. Dia menginginkan lebih dari itu tapi entah apa yang dia inginkan. Jeff turun dari kasur dan menanggalkan sisa yang masih melekat pada tubuhnya.


Di bawah sana sudah basah, artinya foreplay yang dia lakukan berhasil. Kini miliknya sudah berada di depan milik Mika. "Kamu tahan sebentar, ini akan terasa sakit."


Mika tidak mendengar pasti, dia hanya mengangguk karena kewalahan juga dengan yang Jeff lakukan. Perlahan Jeff memasukan miliknya ke dalam sana. Sangat sulit, meskipun dia pria dewasa tapi ini juga pertama kalinya. Mika meremas sprey dengan kuat, rasanya begitu sakit, bagian bawahnya seakan didobrak paksa oleh sebuah benda keras.


"Akhh, Om sakithh!" Pekik Mika.


"Tahan. Ini hanya sebentar, maaf kalau kamu kaget, tapi kalau pelan-pelan kamu akan semakin kesakitan." Dengan satu hentakan Jeff berhasil menembus pertahanan Mika.


Mika menjerit, namun Jeff langsung membungkamnya dengan ciuman. Dia tidak menggerakkan miliknya di sana, membiarkan Mika terbiasa dulu dengan apa yang baru dia alami. Dia juga memberikan sentuhan-sentuhan agar Mika teralihkan dari rasa sakitnya.


Saat dirasa cukup. Kini Jeff menggerakkan milik ya di sana. Mika semakin tidak karuan, ini rasanya lebih nikmat dari sebelum-sebelumnya. Memang sakit tapi dia juga keenakan dalam waktu yang bersamaan. Keduanya saling mengerang, menikmati penyatuan pertama mereka. Bahkan sepertinya Mika sudah lupa dengan kekesalannya pada pernikahan ini.

__ADS_1


Untung saja kamar ini besar, suara juga tidak akan tembus keluar dengan mudah. jika iya, sudah pasti orang rumah mendengar apa yang terjadi di dalam sini. Jeff semakin cepat bergerak, membuat Mika tidak kuat, namun Jeff mempermainkan agar Mika tidak keluar sebelum dia juga merasa ingin keluar.


Akhirnya saat mereka sudah tidak kuat lagi, keduanya sama-sama keluar. Membuat keduanya sama-sama mencapai kepuasan malam ini. Dengan cepat Jeff mengeluarkan miliknya dari sana dan berbaring di samping Mika.


Gadis itu terdiam sembari mengatur napasnya. Perasaannya kini bercampur aduk. Ada marah, sedih, takut, malu dan nikmat. Dia merasa seperti wanita rendahan. Dia jelas menolak di awal, tapi kenapa dia menikmatinya.


Bagian bawahnya terasa sakit, Jeff juga melihat ada noda darah di spreynya. Membuktikan kalau ini memang pertama kalinya untuk Mika. Jeff menatap istrinya dengan lembut. Namun Mika kini memunggunginya. Dia benar-benar tidak bisa melihat Jeff sekarang.


Jeff yang melihat itu paham, dia langsung menarik selimut mereka lalu memeluk Mika dari belakang sambil menciumi bahunya. Mika benar-benar terdiam, lalu air matanya turun tiba-tiba. Tentulah Jeff tidak tau. Karena setelah itu mereka berdua sama-sama terlelap karena kelelahan.


.


.


.


"Om semalem ngapain? Om lecehin aku!" Ucap Mika disela isakannya.


Jeff menghela napasnya, melecehkan bagaimana? Mereka sudah sah menjadi suami istri, lagi pula Mika juga menikmatinya. Darimana segi pelecehannya?


"Aku suami kamu! Kita sah melakukannya, Mika."


"Tapi kan aku gak gak mau, Om maksa!" Mika malah semakin deras dengan tangisannya.


Jeff semakin mengeratkan pelukannya pada Mika. Dia tidak tau juga harus berbuat apa. "Jadi harus gimana?"

__ADS_1


Mika terdiam tidak tau juga harus bagaimana. Kenapa juga dia harus menikmati semalam. Dia kan jadi tidak bisa marah besar. Namun ada perasaan aneh yang Mika rasakan. Jantungnya berdebar saat Jeff mengeratkan pelukannya. Biasanya dia begini saat sedang jatuh cinta.


Tapi apakah dia jatuh cinta pada Jeff? Secepat itu? Tidak mungkin. Tapi dia jadi teringat sesuatu, katanya jika pria dan wanita melakukan hubungan sexual. Itu akan mempererat hubungan mereka dan biasanya wanita akan lebih mencintai prianya. Mika memejamkan matanya, apa itu benar?


Jika iya itu tidak boleh terjadi. Malu dong kalau sejak awal dia menolak tapi malah dia juga yang jatuh cinta duluan. "Om."


"Hm," balas Jeff yang masih menenggelamkan wajah di ceruk leher Mika.


"Iphone."


Lontaran random Mika berhasil membuat Jeff terkekeh di pagi hari. Mendengar itu Jeff yang sudah memakai trainingnya turun dari kasur dan mengambil paper bag dari dalam lemari.


Mika terheran-heran dan langsung mengubah posisi menjadi duduk dengan masih menggulung tubuhnya yang polos dengan selimut. Jeff mendekat ke arah Mika dan menaruh paper bag di hadapannya. Mika bisa mengenali sih dari brand yang tertulis di sana. Tapi kan Mika baru memintanya?


"Ponsel kamu udah lama. Jadi aku beli kemarin dan kebetulan kamu minta. Hari ini saya-aku harus ke kantor. Jaga diri di rumah." Jeff mengecup pelan puncak kepala Mika. Membuat gadis itu termangu.


Biasanya setelah menikah para suami akan menghabiskan banyak waktu dengan istrinya, kan? Tapi kenapa Jeff tidak? Biasanya juga suami akan membantu memapah istrinya karena sakit akibat malam pertama, tapi kenapa Mika tidak?


Mika menggeleng cepat, kenapa dia memikirkan itu. Hubungan ini tidak dilandasi oleh cinta, kan? Jadi seharusnya bukan masalah jika Jeff meninggalkannya hari ini. Iya, memang seharusnya seperti itu.


Daripada memikirkan Jeff, lebih baik Mika menikmati saja fasilitas yang Jeff berikan. Termasuk iPhone keluaran terbaru. Tidak hanya itu, Jeff juga membelikan iPad untuk Mika. Tidak tau juga untuk apa, tapi ya Mika terima saja. Lagi pula Jeff sudah melecehkannya semalam. Jadi Mika pantas mendapatkan ini. Itu yang dia pikirkan.


Mika jadi tau apa yang harus dia lakukan kedepannya. "Mik, ayok jalani pernikahan ini tanpa perasaan dan nikmati apa yang dia punya!" Gumam Mika. Bukan karena dia matre sih sebenarnya, tapi ya apalagi yang harus dia lakukan.


Jeff saja seperti tidak peduli, jadi ya satu sama. Dia akan memperlakukan Jeff sesuai dengan cara Jeff memperlakukannya.

__ADS_1


__ADS_2