10 Tahun Lagi Kita Menikah!

10 Tahun Lagi Kita Menikah!
Resepsi Penuh Pencitraan


__ADS_3


Mika menarik napasnya dalam saat memasuki ballroom. Tidak hanya rekan bisnis kelas atas Jeff tapi juga banyak wartawan yang sudah berada di sana. Cahaya bliz datang bergantian mengiringi kedatangan Raja dan Ratu malam ini. Benar-benar royal wedding.


Dulu Mika selalu memimpikan kalau pernikahannya ya seperti ini. Berandai-andai tidak buruk juga, karena sekarang semuanya menjadi kenyataan. Namun, lamunannya buyar saat Jeff menyuruhnya tersenyum ke arah tamu-tamu yang datang. Memang harus sekali ya pencitraan?


Dengan malas Mika pun tersenyum, seramah mungkin. Bahkan semua orang takjub melihat keduanya, pancaran kebahagiaan dari pasangan pengantin itu amat terasa sampai ke penjuru ruangan. Padahal mereka tidak tahu saja ada Mika yang sangat tidak bahagia di sini.


Baju yang berat dan sedikit terbuka, membuat dia risih sebenarnya di pandang banyak mata. Belum lagi hellsnya yang tinggi, bikin pegal saja. Semoga kakinya tidak lecet, karena Mika memang jarang sekali memakai hells. Lagi pula mau kemana? Kesehariannya kalau tidak di rumah ya bekerja.


Mika dan Jeff sampai di pelaminan. Setelah Jeff memberikan sambutan, Mika hanya menahan tawa sambil meledeknya dalam hati. Bagaimana tidak, Jeff bilang : Saya sangat mencintai istri saya.


Bohong! Berapa banyak kebohongan yang Jeff ciptakan hari ini demi pencitraannya? Membuat Mika jengkel saja karena harus ikut di dalam kebohongan terbesar Jeff.


"Harus banget pencitraan ya, Om? Sampe bilang cinta kaya gitu?" Ucap Mika pelan sambil tatapannya tetap lurus ke depan.


"Baper?"


Mika menggigit bibirnya menahan kesal. Mulut Jeff itu apa tidak bisa difilter? Benar-benar membuat emosi saja. "Lain kali jangan seret aku ke dalam kebohongan kamu lagi. Cukup hari ini aku banyak dosa karena Om!"


Jeff hanya mengangguk-nganggukan kepalanya. Kalau bukan acara pernikahannya, Mika mungkin sudah marah-marah di sana. Jeff bukan hanya membuatnya kesal, tapi benar-benar membuatnya muak karena harus berada di sini.


"Mikaaaa!!" Suara kedua sahabatnya kini terdengar. Membuat mood Mika yang tadinya berantakan jadi sedikit terobati karena kedatangan mereka yang sudah cantik dengan gaun bride yang mika pilihkan.


"Happy wedding, Mik. Gue cuma berharap yang terbaik buat lo. Hidup lo udah terlalu berat, kalau sampai Om ini nambahin beban lo bilang aja sama kita," ucap Tessa.

__ADS_1


"Happy wedding, semoga lo bahagia terus. Dan lo, Om! Awas aja kalau nyakitin Mika!" Ancam Caca.


Mika tersenyum senang, sedangkan Jeff hanya mengiyakan perkataan kedua gadis remaja itu. Dia merasa, mereka menjadikannya seorang musuh, benar-benar malas kalau harus diladeni. Jadi dia membiarkan saja Tessa dan Caca berphoto bersama istrinya. Akan sangat pusing kalau dia bicara.


Setelah kedua sahabat Mika pergi. Kini malah giliran seseorang yang membuat Jeff malas melihatnya. Karin, seorang yang selalu dijodoh-jodohkan oleh Selena padanya. Padahal Jeff terang-terangan menolaknya.


Mika sedikit kaget saat Karin memeluk Jeff, apakah teman orang dewasa seperti itu? Tidak, jangan salah paham. Mika bukan cemburu, tapi ya aneh saja seorang wanita seperti itu. Apalagi dia ditemani oleh Selena. Sudah bisa dipastikan kalau bukan mantan Jeff ya dia adalah orang yang Selena pilih sebagai calon kakak iparnya.


"Sayang banget Kak Karin gak jadi Kakak ipar aku. Padahal udah mapan di usia muda, cantik, good attitude, pokoknya istriable," puji Selena di depan Mika.


Karin hanya membalasnya dengan senyum sambil sesekali melirik sinis ke arah Mika. Dih, lagipula tidak ada juga tuh yang berniat untuk bersaing dengan tante-tante seperti dia. Kalau bukan karena terpaksa Mika juga tidak mau.


Namun di tengah kejenuhan itu Jeff kini merangkul pinggang Mika dan membuatnya mendekat. Jeff seolah menegaskan kalau sekarang dia memiliki Mika dalam hidupnya.


Karin dan Selena kesal. Bisa-bisanya Jeff seolah menolak Karin mentah-mentah. Jadi tanpa bersalaman dengan Mika, Karin berlalu meninggalkan pelaminan itu.


"Biarkan seperti ini saja. Jangan lupa tersenyum, kamu mau kalau wajah kusut yang nanti mereka cetak untuk acara pernikahan kita?"


Lagi dan lagi Mika dibuat kesal. Tapi Jeff tidak salah juga sih, kan tidak bagus juga kalau sampai wajah Mika yang jelek terpampang di majalah atau koran dan juga album pernikahannya. Dia juga tidak mau itu terjadi.


Dengan terpaksa dia menyamankan diri dengan posisi seperti ini. Sebenarnya Jeff juga bukan tanpa alasan merangkul pinggang Mika. Dia tau kalau gadis itu sudah mulai kelelahan karena berdiri dengan menggunakan heels yang tinggi itu. Kasian juga kalau sampai terjungkal.


Di saat sudah nyaman dengan posisi begini, tiba-tiba tangan Jeff mengelus punggung Mika yang terbuka. Tentu membuat Mika melirik sinis, dia sangat tidak nyaman dengan tindakan Jeff.


"Om mau aku laporin ke komnas perempuan?" Tanya Mika kesal.

__ADS_1


"Memang apa yang saya perbuat?" Balas Jeff menatap Mika.


"Tangan Om itu loh! Pelecehan!" Geram Mika.


Kali ini Jeff boleh tertawa tidak? Apa menyentuh istrinya ini termasuk pelecehan? Memang Mika ada-ada saja tingkahnya. Jeff tidak bisa tertawa, akhirnya dia hanya terkekeh. "Saya suami kamu. Yang ada kamu disuruh melakukan lebih," bisik Jeff tepat di telinga Mika.


Mika bergidik ngeri, rasanya dia seperti diserang oleh pedofil sekarang. Apa pria dewasa memang seperti ini ya? Omongannya semakin sini semakin ngawur. Mika tidak terbiasa dengan pembicaraan seperti ini.


"Kenapa? Takut? Bukannya kamu sudah pernah melakukannya?" Tanya Jeff yang mengingat bahwa Mika pernah mengatakan kalau dia tidak perawan.


Jelas itu bohong. Mika berteriak dalam hatinya, apa yang akan terjadi setelah ini ya? Kan tidak lucu juga kalau dia harus menangis sekarang. Mika ingin kabur! Namun di saat yang bersamaan, pandangan Mika dan Elang bertemu. Elang tersenyum ke arahnya.


Hati mika sedikit sakit sih, dia kan mengejar Elang. Tapi kenapa yang dia dapatkan malah kakaknya? Tapi dia juga sadar diri, dia tidak mungkin memaksakan perasaan seseorang padanya. Karena kalau tetap begitu keduanya akan terluka. Tapi memang jalannya harus seperti ini ya bagi Mika? Menjadi kakak ipar mas crushnya? Sudah sangat cocok menjadi sebuah judul sinetron azab.


Sementara di sisi lain, Mona dan Elang menatap ke arah Jeff dan Mika. Mereka nampak kelihatan cukup akrab kalau di lihat dari bawah sini.


"Ma, apa mereka akan bahagia?" Tanya Elang sambil membalas tatapan Mika di ujung sana.


Mona tersenyum dan menatap sang putra. "Tentu, cinta itu akan tumbuh seiring waktu dan mereka akan mengalami proses dalam hubungan rumah tangga mereka. Meskipun butuh waktu, tapi Mama yakin mereka akan bahagia. Sekarang kita tinggal bantu saja membuat Mika nyaman di rumah. Apalagi dia dan Selena tidak akur. Kita harus berusaha mendamaikan mereka."


Elang mengangguk, benar apa yang dikatakan Ibunya. Apalagi tadi Elang melihat Selena yang membawa Karin ke hadapan Jeff dan Mika. Yang dia takutkan sebenarnya adalah Mika tidak bahagia.


Ada satu alasan yang tidak benar-benar Mika tau kenapa Elang menolaknya. itu karena Selena. Saat itu Selena menentang keras saat mengetahui Mika menyukainya. Jadi dia tidak bisa membuat Selena sedih. Padahal, jauh di dalam lubuk hatinya, Elang juga mencintai Mika.


Seseorang yang pernah setia mendengarkan ceritanya, mewarnai harinya dengan penuh warna karena ocehannya dan lagi perhatian yang selalu Mika berikan untuk menarik atensinya.

__ADS_1


Tapi Elang bahagia kok Melihat Mika bisa menikah dengan Jeff kakaknya. Karena dengan begitu dia masih bisa menjaga Mika walaupun sebagai kakak iparnya. Cinta bagi Elang memang sesederhana itu.


__ADS_2