Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Leora dan Liora


__ADS_3

Oek, oek ,oek


Suara bayi menggema memenuhi ruangan bersalin, nampak Leo dan Rara yang sangat bahagia, Leo menitikkan air mata bahagianya.


"Aku sekarang menjadi ayah sayang," kata Leo


"Dan kamu menjadi seorang ibu," imbuh Leo


Rara hanya mengangguk, rasa senang dan lelahnya membuatnya tidak sanggup berkata-kata.


"Sekarang giliran bayi satunya," kata dokter


Dengan sisa tenaga yang ada Rara mengejan dengan menarik rambut Leo


"Aduh aduh sayang, rambutku rontok semua ini jika ditarik dengan kenceng begini," kata Leo dengan menahan sakit


"Mas kamu cerewet sekali, ini sakit sekali mas," sahut Rara.


"Terus Bu terus," kata dokter


aaaahhhhhhh


Oek, Oek, Oek


Bayi kedua lahir dengan selamat


Leo tak henti-hentinya mengecup Rara bahkan dia sujud syukur karena anaknya lahir dengan selamat dan sehat.


"Terima kasih sayang kamu memberikan aku hadiah yang tak ternilai," kata Leo mengecup Rara lagi


"Iya mas," sahut Rara dengan lemas


Setelah membersihkan kedua bayinya, dokter memberikannya pada Leo.


"Selamat ya bapak, ibu bayi kalian sehat dan juga cantik," ucap dokter


Leo menangis dengan mengambil salah satu bayinya,


"Sayangnya papa," kata Leo


Seusai mengadzani kedua anaknya Leo mengembalikannya pada Dokter,


"Ini bagaimana ibu, bapak di kasih Asi atau sufor?" tanya dokter


"Asi nya belum keluar dok, dikasih susu formula dulu supaya bayi kami tidak kelaparan," jawab Rara


"Baik Bu, nanti sambil dirangsang Asi nya supaya keluar," timpal dokter


"Apa boleh saya yang merangsangnya dok?" tanya Leo dengan terkekeh


"Kalau hal itu tanyakan pada istri bapak, beliau mengijinkan apa tidak, "jawab Dokter sambil geleng-geleng kepala


Rara yang gemas dengan suaminya melemparkan tatapan tajamnya, bisa-bisanya menanyakan hal itu pada dokter.


Setelah dibersihkan suster memindahkan Rara ke ruang perawatan.


Leo keluar ruang bersalin dengan bahagia tak terkira.


"Kak Ray, aku sekarang menjadi seorang ayah," kata Leo sambil memeluk kakaknya


"Selamat Le, kini aku juga menjadi seorang paman," sahut Ray


Leo dan Rara mengikuti suster yang memindahkan Rara di ruang perawatan.


"Jadi namanya siapa mas?" tanya Rara

__ADS_1


"Leora dan Liora sayang," jawab Leo


"Nama yang bagus Le," sahut Ray


"Ya iya dong, siapa yang buat," timpal Leo dengan bangga


Malam semakin larut, Leo menyuruh Rara untuk istirahat namun sebelumnya Leo memberikan madu dan minuman lainnya supaya energi Rara kembali pulih.


"Kamu istirahat ya sayang," ucap Leo yang mendapat anggukan dari Rara.


Rara pun memejamkan matanya, nafas Rara kini sudah teratur yang menandakan kalau dia sudah terlelap


"Ayo kak kita istirahat." Leo mengajak Ray istirahat


Mata Ray masih berkelana di langit-langit, terlihat dia memikirkan sesuatu


Leo yang mengetahuinya pun bertanya


"Apa yang kamu pikirkan kak," tanya Leo


"Melihatmu memiliki anak membuat aku iri," jawab Ray


"Kak Ray kenapa nggak mencari jodoh sih," sahut Leo


"Sudah Le, namun belum menemukan jodoh yang tepat," timpal Ray


Leo dan Ray pun tertawa, puas tertawa mereka terlelap.


Keesokan harinya Ray pulang untuk memberitahu dan menjemput mamanya, begitu pula dengan Rara yang menghubungi kedua orang tuanya bilang kalau dia sudah melahirkan.


Setelah di rumah Ray menemui mamanya


"Ma, ayo kita ke rumah sakit. Cucu mama sudah lahir," ajak Ray


Mama nampak sangat bahagia, dengan segera mama meninggalkan sarapannya dan langsung ganti baju.


"Ray mama siap" teriak mama di depan kamar Ray


"Bentar ma," sahut Ray


Lalu mama menunggu di teras, beliau sungguh tak sabar segera ingin bertemu dengan cucu-cucunya.


Ray yang sudah siap keluar, dia dan mama berangkat ke rumah sakit.


Di rumah sakit


Suster memberikan kedua bayi untuk disusui,


"Di rangsang ya Bu, supaya ASI-nya keluar." kata suster


"Iya sus," kata Rara lalu menggendong bayinya untuk disusui


"Asi pertama warnanya putih kekuningan, itu adalah kolostrum jangan dibuang ya Bu, itu bagus untuk kekebalan tubuh bayi," jelas suster


"Baik sus," sahut Rara


"Nanti saya kesini lagi untuk mengambil bayinya, dan ini susu formulanya tolong diminumkan siapa tau kalau ASI-nya masih belum keluar." Suster meletakkan dua botol kecil yang berisi susu formula di meja lalu keluar.


"Mas tolong aku dong, ini gimana ngasih ASI-nya, posisinya nggak enak semua," kata Rara


Leo membantu Rara untuk menyusui bayinya,


"Gimana keluar?" tanya Leo


"Keluar mas dikit-dikit," jawab Rara

__ADS_1


Karena lapar Leora menangis,


"Sabar sayang, mama menyusui adik Liora dulu nanti gantian Leora ya." Leo menggendong Leora


Bukannya berhenti Leora malah semakin keras nangisnya sehingga membuat Leo bingung.


"Gimana nih sayang?" tanya Leo


"Bentar mas, ni dah mau selesai," jawab Rara


Tak selang berapa lama mama dan Ray datang, mama langsung mengambil Leora dari tangan Leo


"Nangis karena lapar ma, gantian sama Liora adiknya," kata Leo


"Jadi namanya Liora," sahut mama


"Iya ma, ini Leora dan yang bersama Rara Liora," imbuh Leo


"Nama yang bagus gabungan Leo dan Rara," sahut Ray


Liora sudah selesai minum asi, sekarang gantian Leora.


Mama menyerahkan Leora dan menggendong Liora, karena keenakan digendong Liora tertidur.


"Cepat sekali tidurnya," kata mama heran


Seusai minum asi Leora juga tertidur,


Suster sudah datang untuk mengambil Leora dan Liora.


Tak selang beberapa lama, ayah dan Ibu Rara datang, mereka juga menjenguk cucu mereka


Leo mencium punggung tangan kedua mertuanya, begitu pula dengan Ray.


"Mana bayinya nduk," tanya ibu


"Sudah diambil suster lagi Bu, mereka tidur," jawab Rara


"Kamu kapan menyusul Ray?" tanya ayah


Ray terkekeh " jodohnya saja belum mendekat om," jawab Ray


" Oalah Ray, yang serius kalau mencari masak iya kalah sama Leo," timpal ayah


Semua tertawa


"Kamu sekarang sudah menjadi ayah Le, jadilah ayah dan suami yang baik untuk anak dan istrimu," pesan ayah


"Pasti yah," sahut Leo


"Pasti dong yah, Leo akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk keluarganya. Dia punya bayi saja terlihat aura bahagianya," timpal Ibu


"Leo sih bahagia namun juga sedih Bu," kata Leo yang membuat beberapa netra menatapnya.


Mereka merasa ambigu dengan kata-kata Leo, bagaimana bisa dia merasa sedih saat istrinya melahirkan kedua bayi yang cantik


"Kenapa kamu kok bersedih Le?" tanya Ray


"Gimana gak sedih kak, aku harus libur panjang entah bagaimana nasib aku," jawab Leo


Kesal dengan jawaban Leo, Ray membogem lengan adiknya.


"Dasar pikiran mesum, istri baru melahirkan yang di pikirkan malah masalah ranjang. Anak gini enaknya di apakan ma," ucap Ray kesal


Semua pun tertawa, Leo ada-ada saja.

__ADS_1


"Kak Ray coba deh nanti kalau udah punya istri pasti sedih seperti aku," sahut Leo dengan terkekeh.


__ADS_2