Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Kami bahagia Ma


__ADS_3

(Extra part ke dua)


Pagi ini Ray dan Angel bersiap untuk pulang ke rumah Ray, Sebenarnya Ray masih ingin berlama-lama di hotel namun Angel ingin segera pulang.


"Setelah ini aku akan beli rumah sendiri," kata Ray sambil memberesi barang-barangnya


"Kenapa nggak di rumah aku saja sih mas," sahut Angel


Ray menghentikan kegiatannya, dia mendekati Angel dan mendudukkan istrinya di pangkuannya.


"Lebih baik mandiri sayang, mau ngapa-ngapain kita bebas, itu kan rumah orang tua kamu tentu aku nggak enak lah jika nebeng di sana memangnya aku nggak sanggup beli rumah," kata Ray


"Mmmm gitu ya mas, baiklah terserah kamu saja," sahut Ray


Kini mereka sudah siap untuk pulang, Ray menyuruh sopir dan juga pelayan hotel untuk memindahkan barang-barang mereka ke mobil.


Ray dan Angel pulang terlebih dahulu menggunakan mobil mereka.


Tak selang lama mereka sudah sampai di rumah keluarga Ray.


Ray masuk ke dalam rumah dengan merangkul pinggang Angel


"Duh mentang-mentang pengantin baru tebar-tebar keromantisan," goda Leo


"Apaan sih kamu Le," sahut Ray lalu melepas rangkulan tangannya.


Leo hanya terkekeh, Rara yang baru datang ikut bergabung, dia membawa kedua bayinya yang bermain di kereta dorong mereka.


"Lo kak Ray kok sudah pulang?" tanya Rara


"Sudah Ra, ngapain lama-lama di hotel," jawab Ray


Ray dan Angel duduk berdekatan,

__ADS_1


"Kamu kok nggak kerja Le?" tanya Ray


"Malas kak, badanku capek semua semalaman aku manjat pinang nggak turun-turun," jawan Leo dengan tertawa


"Bocah kampret, nggak udah nyindir kamu," omel Ray


"Lo siapa yang nyindir sih, mang aku semalam manjat hingga subuh tadi baru turun," sahut Leo


Leo dan Ray saling debat. Karena memang kenyatannya Leo menggempur Rara tanpa ampun sedangkan Ray mengira kalau Leo menyindirnya.


"Sudah sudah, kalian ini selalu saja bertengkar," omel mama


Meraka kini mengobrol bersama yang diselingi canda tawa, Ray juga mengutarakan keinginannya untuk membeli rumah karena tidak enak jika tinggal bersama.


"Kak Ray nggak asik padahal kan enak gitu tinggal bersama," protes Leo


"Iya kak Ray jadi rame rumahnya," sahut Rara


"Nah itu," timpal Ray


"Ya sudah kak, nanti aku akan sering-sering main ke rumah kak Ray," ucap Leo


"Siap Le," sahut Ray


Merasa di abaikan orang tua Meraka Leora dan Liora menangis, Angel berdiri untuk menenangkan mereka


"Cup cup cup, anak cantik nggak boleh nangis," ucap Angel


Ray pun ikut menenangkan keponakannya


"Anak manis diam ya,"


Ray dan Angel menggendong keponakannya, dalam gendongan om dan tantenya mereka berdua langsung diam.

__ADS_1


Leora dan Liora bahkan tertawa dan mengoceh seolah ingin bicara.


Ray dan Angel hanya tertawa melihat tingkah kedua keponakannya tersebut.


"Meraka manis sekali Le, jadi ingat waktu kecil kamu," ucap Ray


"Memangnya kak Ray ingat saat Leo masih kecil?" kan kita hanya selisih lima tahun kak," sahut Leo


"Ingatlah, dulu aku sangat menyayangimu. Aku sangat bahagia memiliki adik," timpal Ray


Mendengar kata-kata Ray, Leo dan mama menjadi terharu


"Aku juga sangat menyayangimu kak, meski kita dulu sempat berselisih," ungkap Leo


"Nggak terasa kalian sekarang sudah besar dan sukses nak, papa pasti bangga di atas sana," ucap Mama dengan air mata yang menetes.


"Dan yang terpenting sekarang kami sekarang bahagia ma, semua tak lepas dari doa mama," kata Ray


Ray menyerahkan Leora pada Rara, dia dan Leo memeluk mama meraka.


"Terima kasih ma," kata Leo dan Ray barengan.


Rara dan Angel yang melihatnya pun meneteskan air mata, mereka terharu.


"Kita nggak salah pilih ya Ra, suami-suami kita adalah anak yang memuliakan orang tuanya," ucap Angel


"Iya Angel, Alhamdulillah kita dipertemukan dengan mereka," sahut Rara


Rara dan Angel serat Leora dan Liora ikut bergabung bersama Leo dan Ray.


Meraka terlihat nampak bahagia.


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2