
"Selamat siang pak Leo," sapa Rara basa basi sambil tersenyum
Leo yang masih fokus dengan benda segi empat di depannya tidak menyadari kedatangan Rara.
"Masuk," sahutnya
Rara masuk dengan membawa bungkusan makanan di tangannya.
"Maaf pak Leo mengganggu waktunya," kata Rara
Rara berdiri di seberang Leo, dia terus saja menatap calon suaminya yang fokus dengan kerjaannya.
Leo belum menyadari kehadiran Rara karena mata dan tangannya masih sibuk dengan laptop merk apel kroak di depannya.
"Duduk, kenapa berdiri saja," suruh Leo
Rara mengikuti instruksi Leo untuk duduk, dia terdiam dengan memandangi Leo yang sibuk bekerja
"Ada keperluan apa? kalau mau ngasih laporan taruh saja lalu keluar," kata Leo dengan datar
"OOO gitu, ya sudah ini makan siangnya aku balik dulu," timpal Rara yang membuat Leo menoleh
"Lo.... Sayang, maaf-maaf kiraen pegawai, kamu tumben banget datang kesini." Leo beranjak dari kursi kebesarannya lalu berjalan ke arah Rara dan memeluknya
"Kamu juga kenapa diam saja," imbuh Leo
Leo yang masih fokus dengan pekerjaannya dikagetkan dengan kedatangan calon istrinya, Rara sengaja datang ke kantor Leo untuk membawakan makan siang untuk calon suaminya.
" Iya mas nggak papa, gak boleh ya datang kesini?" kata tanya Rara dengan bibir ke depan
"Ya boleh dong sayang, aku malah senang," jawab Leo dengan tangan mencubit bibir Rara
Rara yang geram memegangi tangan Leo lalu menggigitnya.
Auwwww
Leo memekik kesakitan karena gigitan dari Rara,
"Kok digigit sih sayang," protes Leo sambil melihat bekas gigitan Rara pada tangannya
"Salah sendiri mencubit bibir aku," sahut Rara dengan terkekeh
"Iya iya maaf, kita makan yuk sayang." Leo mengalihkan pembicaraan mereka
Rara berjalan menuju sofa begitu pula dengan Leo, kini tangannya sibuk membuka bungkusan makanan.
"Baunya enak sekali sayang," puji Leo sambil mendekatkan wajahnya pada makanan yang di bawa Rara
"Jelas dong siapa dulu yang masak," sahut Rara dengan bangga
"Kamu pokoknya the best sayang, aku beruntung banget memiliki berlian pink panther sepertimu," kata Leo yang membuat Rara tertawa
__ADS_1
"Puinter pol kalo gombal." sahut Rara dengan tertawa
Saat mereka asik bercanda dan saling suap ada Ilham yang berdiri di ambang pintu. Hatinya sangat sakit melihat Rara dan Leo makan siang bersama.
"Seharusnya aku Ra yang kamu suapin seperti hari-hari kita yang dulu," batin Ilham
Karena tidak ingin menjadi nyamuk lebih lama Ilham memberanikan diri mengganggu Rara dan Leo
"Permisi pak," kata Ilham setelah mengetuk pintu
Rara dan Ilham menoleh, lalu Leo menyuruh Ilham masuk.
"Ini pak tadi saya disuruh pak Bayu untuk mengantar berkas ini." Ilham segera meletakkan berkasnya di meja dan segera pamit untuk kembali ke ruangannya.
Leo dan Rara melanjutkan makan siang mereka.
*******
Setalah jam kantor usai Ilham segera pulang karena hari ini ada janji dengan orang yang hendak membeli mobil Vera
"Mobilnya jadi dijual mas?" tanya Vera
"Jadi," jawab Ilham singkat
"Jangan ya mas." Vera mencoba membujuk Ilham untuk tidak menjual mobilnya
"Walaupun kamu menangis darah sekalipun aku tetap menjualnya," kata Ilham tegas
"Kenapa sih! kamu selalu membawa Rara dalam konflik rumah tangga kita, ni lihat!" seru Ilham lalu meletakkan undangan pernikahan Rara dan Leo
"Kamu buta ta Vera, adanya Rara cerai sama aku itu juga karena kamu. Kamu memonopoli aku untuk tunduk sama kamu, untuk memenuhi keinginan kamu tanpa aku memikirkan perasaan Rara dan sekarang kamu seolah membolak balikkan fakta, tentu kamu tau sendiri alasan aku menjual mobil kamu, jadi jangan menyalahkan orang lain. Belajarlah menyalahkan dirimu sendiri, belajarlah introspeksi diri," jelas Ilham panjang kali lebar
Vera hanya terdiam mendengar kata-kata Ilham di sisi lain hatinya dia membernarkan perkataan Ilham namun di sisi lain rasa benci dan iri nya pada Rara membuatnya selalu mengaitkan apapun masalahnya karena Rara.
Vera yang kesal masuk ke kamarnya, tangannya masih memegang undangan pernikahan Rara dan Leo
"Nasib kamu mujur sekali Ra, lepas dari Ilham dapat Leo yang lebih dari Ilham," gumam Vera
"Bahkan pernikahan keduamu harus semegah ini berbeda denganku yang hanya menikah bawah tangan tanpa ada orang yang tau. Aku membencimu Ra!" imbuh Vera lalu membuang undangan di tempat sampah
Setelah calon pembeli cocok dengan harga dan mobilnya, akad jual beli dilaksanakan.
Setelah penjual mentransfer uangnya pada Ilham, dia pun pamit.
"Mas bagi uangnya dong." Vera meminta uang pada Ilham
"Buat apa?" tanya Ilham
"Itukan mobilku mas, masa iya aku nggak dikasih uangnya," protes Rara
"Uangnya pas Vera, besok aku akan melunasi hutangku di kantor supaya tidak menjadi beban," kata Ilham
__ADS_1
"Kamu pelit sekali sih mas," ucap Vera
Ilham yang malas berdebat mengambil dompetnya lalu memberikan uang warna merah sepuluh lembar.
Vera masih saja protes karena merasa tidak cukup,
"Lagi dong mas, kurang nih,"
"Kalau nggak mau ya sudah, kembalikan uangnya," kata Ilham
Vera yang kesal meninggalkan Ilham yang duduk di tepi ranjangnya.
Melihat sikap Vera yang yang susah diatur membuat Ilham frustasi.
Keesokannya Ilham menemui Leo untuk membayar hutang-hutangnya. Namun hingga siang Leo belum saja ke kantor.
"Pak Bayu, pak Leo nya kok belum kelihatan?" tanya Ilham pada Bayu saat mereka bertemu di koridor
"Pak Leo sedang bertemu klien di laur pak Ilham, kalau ada keperluan bisa bicara dengan saya," jawab Bayu
"Saya ingin melunasi hutang saya," sahut Ilham
Bayu meminta Ilham untuk ikut ke ruangannya, setelah Ilham mentransfer uangnya ke perusahaan, Bayu memberinya kuitansi sebagain bukti kalau Ilham sudah membayar lunas hutangnya.
Di rumah, Vera yang merasa bosan ingin keluar untuk jalan-jalan dia belanja di Mall sambil cuci mata.
Mata Vera melebar saat melihat Leo duduk sendiri di sebuah food court dalam mall.
Dengan rasa PD tingkat dewa Vera menghampiri Leo
"Selamat siang pak," sapa Vera
Leo pun menoleh, dia kaget melihat Vera yang berdiri di depannya
"Siang Vera," sahut Leo
"Boleh saya bergabung pak," kata Vera
"Silahkan," suruh Leo
"Terima kasih pak" ucap Rara senang
Leo yang masih sibuk dengan ponselnya mengabaikan Vera bahkan dia tidak menawari makanan maupun minuman.
"Brengsek si Leo, aku dikacangin," umpat Vera dalam hati
"Aku kangen sayang," kata Leo sesaat dia menerima sebuah panggilan video di ponselnya.
"Sama mas," sahut Rara di seberang panggilannya
Karena tidak enak dengan Rara, Leo beranjak dan meninggalkan Vera sendiri tanpa bicara sepatah kata pun.
__ADS_1
Vera mengumpat kesal karena di cuekkin lalu ditinggal sama Leo